Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Menemui Devan.


__ADS_3

Amera kini sudah tiba dirumahnya bersama Devan yang sudah 2 Minggu lebih tidak ditunggu oleh mereka berdua.


Amera langsung masuk kedalam dan menemui bibi Ratu.


"Nyonya Mera apa kabar?" tanya bibi ratu.


" Seperti yang bibi lihat , Amera Baik bi cuma perasaan Amera aja yang gak baik-baik saja" ujar Amera lirih.


"Nyonya yang sabar, bibi yakin tuan Devan baik-baik saja dan dia akan segera kembali bersama kita" ujar bibi ratu.


"Amin bi" ujar Amera.


Setelah itu Amera pergi menuju kamarnya karena dia sudah sangat merindukan kamar miliknya dan Devan.


Skip kamar Devan.


"Bau mu masih tercium jelas dikamar ini mas, aku jadi semakin kangen sama kamu" lirih Amera.


****


Seminggu telah berlalu Han sudah tau apa sebenarnya yang terjadi pada bosnya itu, jadi dia memutuskan untuk menemui Devan di pangkalan ojek.


Saat Devan sedang nongkrong bersama teman-temannya di pangkalan tiba-tiba ada mobil mewah milik siapa lagi kalau bukan milik Han karena gaji Han sebagai sekertaris cukup besar.


Dia memberhentikan mobilnya di hadapan Devan dan teman-temannya. Devan dan sahabatnya langsung kaget karena mereka merasa tidak mengenal pemilik mobil itu.


Ham langsung keluar dan mendekati Devan, hal itu membuat Devan kaget karena dia merasa tidak asing dengan wajah pria didepannya ini tapi dia tidak tau dimana dia pernah bertemu.


"Bisa berbicara denganmu sebentar" ujar Han sopan, karena dia tau bosnya ini sedang amnesia.


"Denganku?" tanya Devan bingung karena dia tidak mengenal pria ini.


"Ia mohon waktunya sebentar" ujar Han.


Devan pun akhirnya mau berbicara dengan Han dan mereka menuju ke mobil mewah milik Han.


Didalam mobil hanya ada keheningan karena Han maupun Devan belum ada yang berbicara.Hingga Devan memberanikan diri untuk berbicara lebih dulu dari Han.


"Wah...tuan mobil anda sangat bagus, ini pasti mahal aku ingin sekali mempunyai mobil" ujar Devan pada Han karena jujur dia juga menginginkan mobil.

__ADS_1


"Kau juga mempunyai banyak mobil tuan Devan, malah lebih banyak dari punyaku" lirih Han.


"Devan! siapa Devan? namaku Alex" ujar Devan pada Han.


"Kau mau percaya atau tidak tuan, tapi kau adalah bosku. Lihat ini" menunjukkan Poto KTP, dan Poto Devan tentunya.


"Ini gak mungkin" ujar Devan tak percaya.


"Tapi itulah kenyataannya tuan Devan, kau mengalami kecelakaan 3 Minggu lalu saat mau bulan madu kepuncak.


Kau baru pindah kesini satu Minggu kan? itu sudah membuktikan kalau kau memang bos ku. Aku tau tuan Devan sedang amnesia tapi wanita yang tinggal bersama tuan itu orang jahat" ujar Han mencoba meyakinkan.


"Berhentilah bicara omong kosong, kamu pasti penipu seperti ditelevisi kan?" marah Devan.


"Wanita itu adalah dokter yang menyelamatkan mu dia adalah seorang janda beranak satu nama suaminya juga Alex tapi dia sudah lama meninggal tuan Devan. Mereka bukan keluargamu, dan wanita itu bukalan lah istrimu tapi ini istrimu" ujar Han memperlihatkan Poto pernikahan Devan dan Amera.


Saat Devan melihat Poto itu kepalanya jadi sakit dan muncul bayangan sebuah pernikahan, dan tiba-tiba bayangan didalam mimpinya hadir dan perlahan menjadi jelas diingatkannya.


Devan kembali bisa mengingat semuanya, tapi dia pura-pura belum ingat dia ingin mencari motif kejahatan Cantika dokter yang telah menipu dirinya.


"Aku harus pergi, dan jangan temui aku lagi. Dan berhenti berbicara omong kosong begitu" ujar Devan dingin lalu pergi keluar dari mobil pria itu.


Han tidak bisa berbuat apapun Sekarang karena akan sangat sulit meyakinkan orang yang amnesia.


"Maafkan aku han" batin Devan setelah mendekati teman-temannya.


"Ada apa bang Alex? sepertinya kau terlihat berpikir keras" ujar salah satu dari teman Devan.


"Aku baik-baik saja tapi orang itu tadi sedikit mengganggu ku, sepertinya aku harus pulang kepalaku sakit" ujar Devan dan juga sekarang sudah pukul 2 siang dan tidak masalah kalau Devan pulang lebih cepat.


****


Devan Baru saja tiba di rumah yang satu Minggu ini dia tinggali, dia tidak menyangka dia bisa berada disini karena suatu kebohongan yang begitu besar.


"Benar-benar wanita yang menjijikkan, dia memanfaatkan pasiennya yang tak berdaya hanya untuk kepentingannya" batin Devan.


Saat Devan sedang melamun tiba-tiba Rani datang dengan boneka Barbie miliknya, dia tampak tersenyum manis pada Devan.


"Papa sudah pulang? tumben jam 2 sudah pulang" ujar Rani pada papanya.

__ADS_1


"Papa capek jadi pulang" Kila Devan.


Dia kasihan pada Rani karena kebohongan mamanya dia jadi terbuai akan kebohongan mamanya.


"Mama mu sudah pulang?" tanya Devan.


"Iya pa mama baru saja pulang, sekarang lagi dikamar" ujar Rani pada papanya.


Devan pun hanya menganggukkan kepalanya dan langsung menggendong Rani, setelah itu mendudukkannya dipangkuan Devan.


"Apa kamu sudah makan mm..putri papa yang cantik" ujar Devan pada Rani gadis kecil yang menurutnya sangat lucu.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu bersama Rani Devan memutuskan menemui Cantika untuk membicarakan sesuatu yaitu membahas tentang kebohongan yang dibuat oleh dokter itu.


*****


Devan baru saja memasuki kamar Cantika dan dia melihat Cantika sedang merapikan pakaian miliknya.


"Mas kau sudah pulang?" tanya Cantika.


"Seperti yang kau lihat, aku ingin bicara padamu" ujar Devan dingin.


"Mas kan sudah bicara sama Cantika" ujar Cantika terkekeh.


"Aku sedang tidak becanda Cantika" bentak Devan.


"Kenapa mas Alex membentak Cantika? apa salah Cantika hiks .." ujar Cantika mengeluarkan jurus andalannya yaitu air mata buaya.


"Hentikan air matamu itu" bentak Devan semakin emosi, dia tidak pernah menyangka akan terjebak dengan wanita seperti Cantika wanita ular bermulut manis semanis racun.


"Ada apa sebenarnya denganmu mas? kenapa kau begini? apa kau ada masalah cerita sama Cantika siapa tau Cantika bisa bantu" ujar Cantika sambil menyentuh tangan Devan bermaksud untuk menenangkan laki-laki itu.


Kalau Devan masih amnesia mungkin dia akan luluh oleh ucapan manis dan air mata buaya Cantika, tapi tidak untuk Devan yang sekarang karena dia telah kembali menjadi Devan Alexander pria dingin dan tak punya hati.


Apa lagi hanya untuk wanita murahan seperti Cantika, dia bukan level Devan.


"Hentikan omong kosong mu itu Cantika dan hapus air mata buaya my itu" ujar Devan.


" Apa yang kau maksud mas? sepertinya ada yang aneh sama kamu" ujar Cantika pekan, dia merasa ada yang aneh dengan Devan.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang terjadi pada Devan apa dia sudah kembali mengingat semuanya? sehingga dia marah begini! ah..tidak mungkin, dia pasti ada masalah kecil" batin Cantika mencoba menyangkal prasangka buruknya tentang Devan yang kemungkinan sudah tidak amnesia lagi.


...TBC....


__ADS_2