
****
Paginya Amera bersiap main ke rumah Aiba untuk bertemu sahabatnya itu, dia begitu merindukan sahabatnya itu karena hampir 4 bulan mereka berpisah.
Amera diantar oleh sopir pribadi yang ditugaskan Devan, karena Devan ada meeting pagi jadi gak bisa antar Amera ke rumah Amera.
(Rumah Aiba)
"Bibi Aiba nya ada?, aku sangat merindukan Aiba" ujar Amera.
"Dia ada di kamarnya Mer, oh iya jangan panggil bibi panggil mbak karena kamu itu adik ipar ku" perintah mama Aiba.
"Baiklah mbak yang cantik" ujar Amera tersenyum.
Mama Amera hanya terkekeh akan tingkah adik iparnya itu, dia tidak menyangka sahabat putrinya itu akan menjadi adik iparnya.
(Bukankah sangat lucu sahabat anakku jadi adik ipar ku).
####
Kamar Aiba.
Amera sudah sampai didepan pintu kamar Aiba dan langsung masuk tanpa membuka, hal itu membuat dua gadis dikamar itu kaget.
"Bibi kau bikin kaget saja" ujar Aiba.
"Hehe...habisnya aku udah kangen kamu banget, tumben kamu manggil aku bibi biasanya pakai embel-embel nama" ujar Amera.
"Kan kamu emang bibi aku istri dari paman aku" Ujar Aiba.
"Siapa gadis ini? apa dia istri dari pamannya Aiba" batin Olivia.
Amera yang sadar akan pandangan gadis disebelah Aiba pun langsung menatap Aiba tanda bertanya.
"Dia siapa?" dengan mata batin.
"Oh iya bibi kenalkan ini sahabat aku namanya Olivia (Bahasa Indonesia), Olivia kenalkan ini bibi aku namanya Amera. dia istri Om Devan (Bahasa Inggris)" ujar Aiba.
" Jadi benar dia istri ok Devan, Jujur si dia cantik tapi itu gak akan buat nyali gue ciut buat dapatin om Devan. Gue masih bisa bersaing sama dia" batin Olivia.
"Kenapa dia menatapku begitu? kayak ada masalah sama gue" Jelas Amera dalam hati.
"Senang kenalan sama kamu bibi Amera" ujar Olivia dalam bahasa Inggris.
"senang juga kenalan sama kamu" ujar Amera, Amera juga bisa bahasa Inggris Sama kayak Aiba.
Aiba hanya tersenyum melihat interaksi Amera dan Olivia.
__ADS_1
Lalu Aiba mengeluarkan hadiah yang dibelinya untuk Amera, Amera begitu senang mendapat
hadiah dari Aiba.
"Makasih hadiahnya ba" tersenyum.
"Sama-sama bibi ku yang cantik" goda Aiba.
Olivia :
j**adi dia wanita yang bernama Amera itu, memang si orangnya cantik dan manis. Tapi bukan berarti gue bakal menyerah, gue akan tetap berusaha merebut om Devan.
Aku juga gak kalah cantik sama dia, dari tampilannya dia ini polos banget orangnya dan dia bukanlah tandingan yang berat.
Saat gue sedang melamun tiba-tiba Amera itu berbicara padaku.
"kapan-kapan main ke rumah ku ya, kamu kan sekarang teman Aiba itu berarti kau juga temanku" ujarnya tersenyum.
"Kau tenang saja Amera nanti kapan-kapan aku main" ujar ku tersenyum padanya.
Kulihat dia tersenyum manis padaku, cih...rasanya aku ingin mencekik lehernya. Entah kenapa aku benci lihat dia apa mungkin
karena dia istri dari Pria yang kucintai.
****
"Aiba ajak bibimu Dan sahabatmu buat makan siang" ujar mama Aiba.
"Baik ma" ujar Aiba.
"Baik mama tunggu dibawah" ujarnya.
"Ayo kita makan dulu ini sudah waktunya makan siang" ujar Aiba.
"Ayo aku juga sudah lapar banget" Ujar Amera.
Lalu mereka bertiga menuju lantai satu tempat meja makan berada.
Mereka makan dengan hikmat dengan diselingi obrolan sedikit, Aiba dan Amera saling bertukar cerita tentang kuliah mereka. Sedangkan Olivia sedang memikirkan rencana untuk merebut Devan dan membuat Amera dibenci oleh Aiba.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat Amera dan om Devan berpisah, dan juga membuat Aiba membenci Amera. Pokoknya Om Devan itu milikku, gak akan aku biarkan wanita itu merasa menang. Aku juga gak kalah cantik dari dia" batin Olivia sambil memandang Amera penuh arti.
Amera menyadari akan tatapan Aneh dari Olivia, dia bukan orang bodoh yang tidak peka ketika diperhatikan oleh seseorang.
"Kenapa aku merasa tatapan Olivia itu berbahaya, kayak dia akan merencanakan sesuatu" batin Amera.
******
__ADS_1
Malamnya, Devan sudah berada diperjalanan menuju rumah Aiba untuk menjemput Istrinya yang masih berada di rumah Aiba.
15 menit diperjalanan akhirnya dia tiba didepan pagar mewah berwarna hitam, Satpam yang menyadari mobil Devan langsung membuka pintu untuk adik dari bos mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya Devan langsung bergegas menuju pintu utama rumah Aiba, Dia langsung disambut oleh kakak iparnya.
"Malam Mbak, Amera ada?" ujar Devan.
"Ada Van dia dikamar Aiba, Kamu tunggu disini mbak Panggil dulu" ujar mama Aiba lembut.
"Baiklah mbak" ujar Devan.
Selagi menunggu kedatangan istrinya Devan memilih membuka hp untuk melihat sosmed, Sedangkan dilantai atas mama Aiba baru saja mengetuk pintu kamar Aiba.
"Ada apa ma?" tanya Aiba penasaran karena mamanya mengetuk pintu.
"Itu ada om kamu, dia cari Amera" jelas mama Aiba.
"Baiklah mbak, bentar lagi aku turun" kelas Amera pada mama Aiba sambil tersenyum.
Mama Aiba juga membalas senyuman Amera lalu pergi dari kamar putrinya itu, Setelah kepergian mamanya Aiba Olivia langsung bertanya karena penasaran itu sebab dia tidak bisa bahasa Indonesia.
"Ada apa ba? apa yang mama kamu katakan" tanya Olivia.
"Itu om Devan ada dibawah cariin bibi Amera" jelas Aiba. Mendengar itu seketika wajah Olivia murung, dan itu ditangkap oleh Aiba. Dia yakin sahabatnya ini masih menyimpan perasaan pada omnya itu. Hal itu bukan hanya ditangkap oleh Aiba tapi juga oleh Amera dia menyadari ada kejanggalan, tapi dia tidak tau kejanggalan apa.
"Aku harus waspada pada sahabat Aiba, kenapa aku merasa kalau sahabat Aiba ini bukan orang baik" batin Amera.
Amera, Aiba, dan Olivia memutuskan untuk turun, Aiba sekalian ingin bertemu omnya itu.
"Malam om! om baru pulang dari kator ya? soalnya masih pakai baju formal begini" jelas Aiba pada pamannya itu.
"Iya om baru pulang, terus sekalian mampir kesini karena bibi kamu belum pulang. Oh Olivia ya ? kamu jadi liburan disini" jelas Devan.
"hehe....iya om, soalnya kata Aiba Indonesia itu bagus dan ada pantai yang bagus namanya Bali " jelas Olivia.
"Benar banget, oh ya kami permisi ya ini udah malam takutnya nanti sampainya larut" jelas Devan lalu menarik tangan Amera pelan.
"Mbak kami pamit pulang ya" jelas Amera.
"Iya hati -hati" ujar mama Aiba.
"ih... menyebalkan seharusnya aku yang berada diposisi Amera, aku gak boleh tinggal diam aku harus segera bertindak" batin Olivia.
...TBC....
Halo guys, terimakasih atas dukungannya pada karya pertama saya iniπ.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya biar Arthur semangat ngedit novelnya, dan yang belum follow aku Arthur sebaiknya difollow dan juga ditambahkan dipavorit novelnya biar gak ketinggalan part selanjutnya π.