
Terimakasih atas dukungannya, berkat kalian aku bisa sampai ditahap ini. Semoga ceritaku nanti akan semakin sukses dan banyak pembaca🙈.Yuk kita lanjut lagi di cerita Devan dan Amera.
*****
Devan dan Raka sudah bersiap untuk pergi ke rumah cantika setelah tadi sudah berhasil melaporkan Cantika pada pihak polisi, dan Cantika akan ditangkap dengan tuduhan pemalsuan nama dan menyembunyikan Devan dari keluarganya.
Mereka baru saja tiba dipekarangan rumah Cantika, banyak orang melihat itu bahkan tetangga Cantika.
"Ada apa ini bang Alex kenapa ada polisi?" tanya salah satu teman satu ojek Devan.
"Sedang melakukan apa yang seharusnya saya lakukan mas Jamal" ujar Devan.
Setelah itu terlihat Cantika keluar setelah ada yang mengetuk pintu, Cantika begitu kaget saat melihat polisi dia langsung mengedarkan pandangannya dan tertujuh pada Devan yang sedang memandangnya acuh.
"Mas Alex apa-apaan ini? kau melaporkan ku" tanya Cantika setelah membaca surat perintah penangkapan.
Semua warga kaget mendengar itu, kenapa suami Cantika melaporkan Cantika pada polisi.
"Iya saya melaporkan kamu, karena yang kamu lakukan ada kejahatan. Kamu pikir berbohong dan mengubah tanda pengenal seseorang bahkan mengakuinya sebagai suami itu tidak salah, itu adalah satu kesalahan yaitu pencemaran nama baik" jelas Devan dengan wajah penuh kemarahan.
Semua yang mendengar itu hanya diam mereka tidak tau apa yang dimaksud oleh Devan itu.
"Kamu tega mas melaporkan aku? aku tau aku salah karena membuat tanda pengenal palsu padamu, dan juga mengaku-ngaku menjadi istrimu tapi apa kau tetap akan melaporkan ku. Bagaimana dengan anakku, dia hanya punya aku didunia ini" tanya Cantika.
"Selama kau dipenjara putrimu akan tinggal bersamaku dan istriku itu tanda terimakasih ku padamu" ujar Devan setelah itu polisi membawa Cantika kemobil, Rani yang melihat mamanya dibawah hanya menangis minta dilepaskan mamanya.
"Sudah sayang jangan menangis, kamu kan masih punya papa" ujar Devan.
"Tapi pa, kenapa mama dibawah oleh polisi, apa kesalahan mama" ujar Rani.
Devan berusaha membujuk Rani dan akhirnya Rani diam dan tidak menangis lagi, Devan memutuskan untuk bersiap-siap untuk pulang bersama Rani ke Jakarta. Sedangkan Cantika dia akan dipenjara selama 2 tahun karena pencemar nama baik(aku gak tau berapa hukuman untuk pencemar nama baik dan penipuan itu jadi aku buat 2 tahun aja ya).
*****
Rani dan Devan sudah tuba di Jakarta, Devan memutuskan untuk pergi ke rumah mamanya karena dia sudah sangat merindukan mamanya itu.
Saat mobil melaju kencang dan berhenti disebuah rumah mewah, Rani tercengang melihatnya.
"Apa ini rumah papa? kenapa papa selama ini gak bawah aku sama mama dirumah ini, apa itu karena wanita jahat yang merebut papa" batin Rani.
__ADS_1
Devan langsung keluar dari mobil dan membukakan pintunya, sedangkan sopir itu langsung pulang kembali ke Bandung karena itu mobil milik Raka.
Devan langsung menggandeng tangan Rani memasuki rumah orang tuanya, mama Devan yang tidak tau kedatangan Devan pun menangis haru melihat putranya itu.
"Devan putraku kau kembali nak hiks .."ujar mama Devan lalu memeluk putranya itu. Sedangkan Amera dia melihat Devan berkaca-kaca dia begitu merindukan pria didepannya ini.
"Pa mereka siapa?"tanya Rani polos, hal itu membuat mama Devan dan Amera melihat kearah Rani.
"Mereka adalah keluarga barumu sayang, yang ini adalah nenekmu dan itu ibumu" ujar Devan menunjuk Amera.
"Ibu?, kenapa rami harus memanggil dia ibu. Ibuku hanya mama cantika bukan dia" ujar Rani.
"Tapi dia itu istri papamu" ujar mama Devan sedikit kesal akan ucapan anak kecil itu.
"Mohon dimaafkan ma, Mera dia ini anak dari wanita yang menyelamatkan Devan tapi mamanya dipenjara karena kasihan Devan yang akan merawatnya" jelas Devan pada mama dan istrinya itu.
Akhirnya mereka mencoba untuk paham akan situasi Devan saat ini.
Setelah cukup tenang Devan mengantar putrinya itu ke kamar tamu untuk sementara karena besok dia dan Amera akan pulang kerumah mereka.
*****
"Apa yang sedang kau kerjakan sayang" tanya Devan pada istrinya itu.
"Sedang membuat KTI mas, oh iya bagaimana dengan Rani apa dia sudah tidur?" tanya Amera.
"Iya dia sudah tidur, maafkan ucapannya ya. Mas gak tau kenapa dia begitu sebelumnya dia itu anak yang baik apa ini gara-gara mamanya" ujar Devan terlihat kesal.
"Kamu yang sabar saja mas dia itu hanya anak-anak" ujar Amera.
Selagi menunggu Amera mengerjakan tugasnya Devan memutuskan untuk mandi, karena dia merasa begitu lengket saat ini.
45 menit kemudian acara mandi Devan pun selesai, dia melihat Amera sudah berbaring ditempat tidur sambil main hp.
Devan langsung mendekatinya karena dia sudah sangat merindukan istrinya itu, bayangkan sudah 3 Minggu dia puasa.
Mereka bermain sampai subuh, setelah merasa puas mereka memutuskan untuk tidur.
Paginya sekitar jam 4 Amera bangun, lalu mandi dan setelah itu membangunkan Devan untuk sholat. Setelah azan berkumandang merekapun menunaikan shalat subuh, setelah selesai sholat Devan melanjutkan tidurnya sedangkan Amera dia memutuskan untuk memasak.
__ADS_1
skip dapur.
"Bibi Ana masak apa bi?" tanya Amera pada pelayan di rumah mama mertuanya.
"Masak capcay,ayam kecap,ayam goreng, sambal bila non" ujar bibi.
"Biar Amera bantuin bi" ujar Amera. Awalnya bibi menolak tapi Amera tetaplah Amera gadis yang keras kepala.
Setelah menyelesaikan masakannya Amera memutuskan untuk membangunkan suaminya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 7, dia tidak mau Devan terlambat ke kantor.
"Mas bangun ini sudah pagi" Ujar Amera.
"Emang udah jam berapa sayang?" tanya Devan.
"Sudah jam 06.40 WIB mas" ujar Amera.
Devan langsung bangun dan mencium pipi istrinya sebelum berlalu ke kamar mandi.
"Mas Devan selalu saja seperti ini" ujar Amera tersenyum, lalu dia pergi keruang ganti untuk memilihkan baju untuk suaminya itu. Setelah selesai memilihkan baju dia langsung menuju kamar Rani yang sekarang merupakan putri angkatnya bersama Devan.
Tok..tok../Amera mengetuk pintu lalu masuk kedalam, dia lihat Rani masih tidur.
Dia langsung mendekati Rani lalu membangunkannya.
"Sayang, ayo bangun ini sudah pagi" ujar Amera lembut.
"Sebentar lagi ma" ujar Rani.
"Hal itu membuat hati Amera menghangat saat Rani memanggil dia mama.
"Bangunan sayang, ini sudah pagi Lo" ujar Amera lagi.
Dengan terpaksa Rani bangun, dan dia kaget saat melihat Amera di kamarnya.
"Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanya Rani.
"Ya membangunkan putri ibu ini" ujar Amera sambil mencubit pipi Rani pelan.
"Lepaskan tanganmu!! kamu bukan ibuku jadi jangan bersikap seperti ibuku, aku benci padamu. Karena mu mamaku dipenjara dan karena mu papaku berubah dan gak sayang mama lagi" bentak Rani.
__ADS_1
...TBC....