Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Pergi Ke rumah mantan suami


__ADS_3

...~Selamat membaca~...


****


Keesokan harinya Amera sudah siap dengan penampilan santainya, dia berniat pergi ke rumah mantan suaminya Devan. Dia juga sudah cuti selama satu Minggu karena keadaannya, tadi pagi dia muntah berkali-kali.


Diruang tamu.


"Sayang kamu benar-benar akan ke rumah Devan sekarang??" Tanya Mama Amera.


"Iya ma, lebih cepat lebih baik" Ujar Amera.


"Baiklah jika itu keinginan kamu" ujar mama Amera.


Lalu Amera diantar sopirnya menuju rumah Devan, rumah orang tua Amera ke rumah Devan memang cukup jauh jadi butuh waktu 1 jam ke sana.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup membosankan kini Amera sudah tiba Di rumah Devan yang sudah satu bulan lebih dia tinggal disini bisa dibilang sudah 2 bulan.


"pagi nyonya Amera" ujar bibi ratu.


"Jangan panggil nyonya lagi bibi, Saya bukan istri majikan kalian lagi oh ya mas Devan ada?" Ujar Amera.


"Nak Devan sudah di kantor nyonya tapi didalam ada nyonya besar" ujar bibi Ratu.


Akhirnya Amera memutuskan menemui mama Devan karena bagaimanapun mama Devan berhak tau soal cucunya.


"pagi bibi" Ujar Amera.


"Sayang, jangan panggil bibi panggil mama saja" ujar Mama Devan.


"Tidak bibi saya dan mas Devan udah pisah, Minggu depan adalah sidang pertama kami" ujar Amera.


"Tidak saya mama akan bujuk Devan agar gak bercerai sama kamu, mama sayang banget sama kamu" ujar mama Devan.


"Gak usah ma biar itu menjadi keputusan aku dan mas Devan, oh iya aku datang kesini mau kasih kabar bahagia" Ujar Amera.


"Kabar apa sayang??" Ujar mama Devan.


"Aku hamil ma" ujar Amera akhirnya dia pasrah dan memanggil mama pada mamanya Devan.


"A...apa hamil?? kamu gak lagi bohong kan sayang??" ujar mama Devan.


"Gak ma Amera gak bohong, memang Amera pernah bohong tapi itu dulu" ujar Amera menunduk.


Melihat itu mama Devan merasa bersalah pada menantunya, dia langsung mengubah topik pembicaraan.

__ADS_1


"Kalau begitu Devan dan kamu gak boleh berpisah, kasihan calon anak kalian Devan sudah tau atau belum soal kamu hamil??" ujar Mama Devan.


"Belum ma ini rencananya Amera mau kasih tau tapi mas Devan nya udah kekantor, Amera akan kekantor mas Devan sekarang "ujar Amera.


"Iya sayang itu lebih baik, biar Devan tau ada nyawa yang hidup diperut mu" ujar mama Devan.


Setelah itu Amera pamit pergi ke perusahaan Devan, karena dia harus segera memberi tau Devan soal anak mereka.


Diperjalanan Amera terlihat sangat pucat, karena khawatir dia takut Devan akan menolak anak ini .


Skip perusahaan Devan.


Amera berjalan ke perusahaan Devan, tidak ada hambatan karena kabar perceraian mereka belum ada yang tau jadi karena itu Amera muda masuk ke perusahaan Devan.


Saat didepan Ruangan Devan, Amera ragu masuk atau tidak.


"Apa jalan yang harus aku pilih, apa mas Devan akan menerima anak ini" ujar Amera.


Lalu Amera mendorong pintu ruangan Devan, dia kaget melihat ada wanita yang duduk dipangkuan Devan dan dia kenal wanita itu siapa dia adalah Arum.


"Mas!!" ujar Amera lirih dengan air mata berlinang.


"Ngapain kamu disini??" Ujar devan.


"Kita belum resmi berpisah mas, tapi mas udah mesra-mesraan sama dia!!" tunjuk Amera.


"Iya kita akan berpisah, jadi kamu gak usah


Atur-Atur Hidupku" Ujar Devan dingin.


"Kamu gak bisa menceraikan aku mas" Ujar Amera.


"Kenapa mas Devan gak bisa menceraikan mu??, dia udah gak mau hidup bersamamu jadi kamu itu harus sadar diri" Ujar Arum.


"Aku gak perduli apa yang kau bicarakan, tapi yang pasti mas Devan kamu gak bisa menceraikan aku sekarang karena aku sedang hamil" teriak Amera.


"Hamil!!" Ujar Devan kaget.


"Jangan percaya mas, dia saja bisa menipumu hingga menikah dengannya bisa saja itu bukan anakmu" Ujar Arum menghasut Devan.


"Tidak mas aku berani bersumpah ini benar-benar anak mu" ujar Amera.


"Baiklah aku memang gak bisa menceraikan mu sekarang, tapi setelah kamu melahirkan aku akan menceraikan mu. Jika dia terbukti anakku maka dia akan aku ambil darimu dan kau pergi, tapi jika dia bukan anakku kamu dan dia angkat kaki dari rumahku" Ujar Devan.


"Tidak, itu hanya menguntungkan kamu saja" ujar Amera.

__ADS_1


"Aku tidak perduli, kalau kamu gak mau cerai itu urusan kamu" ujar Devan.


"Kamu benar-benar ingin berpisah oke kita berpisah, kau pikir aku datang kesini karena aku ingin kembali padamu tidak tuan Devan yang terhormat. Aku melakukan ini untuk anak ku yang belum lahir, agar dia bisa merasakan kasih sayang dari keluarga utuh" ujar Amera.


Tiba-tiba Mera merasa perutnya sakit, dan dia sampai meneteskan Air mata.


"Berhenti bersandiwara pergilah dari sini aku benar-benar muak padamu" ujar Devan.


"Ti...tidak mas aku gak bohong perutku benar-benar sakit hiks...aduh..." ujar Amera saat merasakan perutnya sakit.


"Mas Amera kayak kesakitan banget" ujar Arum.


"Biarin saja mati sekalipun aku gak perduli, ayo kita pergi ini sudah jam makan siang" ujar Devan.


"hiks...m...mas jangan tinggalkan aku....uh...perutku sakit sekali, mas tolong aku gak mau bayiku kenapa-kenapa Jangan tinggalkan aku hiks..." ujar Amera.


"Kamu pikir aku percaya" ujar Devan lalu pergi menggandeng tangan Arum.


Amera merasa kepalanya berkunang-kunang dan dia tidak bisa melihat dengan benar, akhirnya dia jatuh pingsan.


****


Rumah sakit.


Amera dirawat di rumah sakit, yang membawanya adalah Han, dia tidak tau apa yang membuat Devan begitu.


"Nak han apa yang terjadi ada apa dengan putri saya" ujar mama Amera.


lalu Han menceritakan apa yang terjadi sebelumnya, Mama Amera dan Devan sangat marah pada Devan.


"Dasar anak gak punya akhlak, awas saja kamu kalau kamu buat Amera celaka, Saya gak akan tinggal diam saja" ujar mama devan.


"Kurang ajar sekali dia pada putriku, semoga wanita yang bersama Devan mandul" ujar mama Amera.


setelah 20 menit diperiksa, dokter akhirnya keluar.


"Bagaimana keadaan putri saya ??" ujar maka Amera.


"Keadaan ibu Amera sudah lebih baik, tapi sangat disayangkan dia keguguran "ujar dokter.


"Apa keguguran" ujar mama Devan.


"Astaga, seharusnya aku gak membiarkan dia menemui pria brengsek itu hiks..." ujar mama Amera.


"Ini semua karena anak tidak tau dirimu itu, seharusnya aku melarang dia menemui putramu itu. Sedari tau aku ingin menemani dia tapi kau nyonya yang terhormat kau bilang semuanya akan baik-baik saja, lihat apa yang terjadi!!" ujar mama Amera.

__ADS_1


Mama Devan hanya bisa diam, padahal beberapa jam yang lalu mereka bahagia akan kehamilan Amera. Dan sekarang bersedih karena keguguran yang dialami Amera.


...TBC....


__ADS_2