
...~Selamat Membaca~...
Setelah puas jalan-jalan Devan dan Amera pun akhirnya memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah malam. Devan juga melihat kalau Amera sudah mengantuk jadi dia memutuskan untuk pulang sekarang juga, dia tidak mau sampai Amera menahan matanya untuk lama terbangun karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Diperjalanan Devan dan Amera hanya diam saja mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Baik itu Devan atau Amera mereka sama-sama diam membisu.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mobil mereka memasuki rumah mewah milik mereka. Devan langsung menyuruh Amera untuk masuk kedalam rumah, Amera langsung menurut dia langsung masuk seperti yang telah diperintahkan oleh Devan.
#####
Devan menunggu Amera yang sedang mandi di balkon, dia sedang berpikir kuat untuk istri dan anaknya. Sampai-sampai dia juga sudah memikirkan siapa nama untuk anak-anaknya itu, dia berpikir dengan cukup teliti untuk nama anaknya itu
"Siapa ya nama yang cocok untuk anakku? kalau cewek siapa? kalau cowok juga siapa?, sangat sulit mencari nama yang cocok" ucap Devan pada dirinya sendiri.
Setelah menunggu Amera cukup lama akhirnya 50 Menit kemudian Amera pun selesai mandi dan sudah berganti dengan pakaian tidur, dia sibuk mencari keberadaan suaminya yang tidak ada dikamar.
"Dimana mas Devan?"batin Amera.
"Mas, kau dimana?? " panggil Amera pelan mulai mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar.
"Ada apa sayang ?? apa ada yang kau butuhkan mm... " ujar Devan sambil mendekati istrinya itu.
"Gak mas, cuma manggil aja kirain kemana !! habisnya gak ada dikamar" cengengesan.
"Sudah kamu sebaiknya istirahat !! mas mau mandi dulu, gak baik buat ibu hamil tidur terlalu malam ini sudah mau mendekati jam 12 malam" ujar devan lalu mengusap rambut Amera.
Amera pun mengikuti kemauan Devan dia langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Nyamannya" ujar Amera.
30 menit kemudian acara mandi Devan selesai, dia sudah tampak lebih segar dari sebelumnya. Setelah selesai mengganti pakaian dia akhirnya memutuskan keluar dari kamar mandi, disana dia melihat istrinya sudah tidur terlelap.
"Dia sudah tidur rupanya (tersenyum) dia sangat lucu kalau sedang tidur begitu" ujar Devan sambil tersenyum kecil.
Lalu dia memutuskan untuk menyusul istrinya tidur, dia naik keranjang sebelah kanan yang kosong dan langsung memeluk istri tercintanya .
__ADS_1
"Tidur yang nyenyak yang sayang, jangan terlalu banyak pikiran " ujar Devan lalu mencium kening istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
Tidak lama setelah dia ikut berbaring, Devan akhirnya ikut terlelap di samping istrinya itu.
############
Ditengah malam Amera malah terbangun karena dia merasa sangat lapar, dan ingin makan mie goreng Dan pasta.
"Aduh aku lapar banget, pengin nasi goreng sama pasta" lirih Amera.
Dia melihat Devan yang sedang tidur dengan sangat pulas nya. "kasihan mas Devan dia pasti sangat lelah" lirih Amera.
Amera akhirnya memutuskan pergi ke
dapur untuk memasak makanan yang sangat ingin dia makan, saat tiba dilantai satu Amera langsung melangkahkan kaki nya ke arah dapur.
"Lapar banget" ujar Amera pelan sambil memegang perutnya.
Amera sedang membuka lemari pendingin dan mulai mencari bahan-bahan untuk memasak makanan yang terus terbayang di kepalanya.
Ditempat lain, Devan terbangun saat merasa disebelahnya kosong.
"Pergi kemana Amera malam-malam begini??" tanya devan dalam hati. Lalu dia memutuskan mencari istrinya itu karena dia sangat khawatir kepada istrinya.
Saat tiba dilantai satu dia mulai mendekati bunyi di arah dapur, lalu dia memutuskan pergi menuju ke arah dapur.
"Sayang apa yang sedang kau lakukan ? " ujar Devan.
"Lagi masak mas soalnya aku lapar banget" ujar Amera pelan.
"Kenapa gak bangunin mas mm...kamu lagi hamil sayang, gak boleh sampai kecapean" ujar Devan menegur Amera.
"Itu Amera lakukan, karena Amera kasihan sama mas. Mas juga terlihat sangat kelelahan jadi"ucapan Amera dipotong Devan.
"Tapi mas tidak apa-apa sayang, sekarang kamu duduk biar mas yang masak. cepat duduk" perintah devan tegas tanpa terbantah.
__ADS_1
Akhirnya karena paksaan Devan ,Amera mau untuk membiarkan Devan masak. Amera hanya tersenyum kecil melihat Devan yang sangat perhatian kepadanya.
"Lain kali kalau kamu terbangun dimalam hari seperti ini dan mengidam sesuatu kamu kasih tau mas, mas juga pengin menuruti semua yang kamu mau sayang" ujar Devan sambil menatap Amera dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah mas ku yang tersayang, kalah Amera tiba-tiba lapar ditengah malam Amera akan membangunkan mas. Amera janji untuk hal itu, jadi mas percaya ya sama Amera " ujar Amera gemas.
1 jam memasak akhirnya masakan ala Devan pun jadi, Devan sangat bangga dengan hasilnya. Padahal Devan selama ini gak pernah memasak di dapur. Tapi walau begitu Devan memang bisa memasak, karena waktu dia di Amerika dulu dia juga rajin memasak itu kenapa dia tidak ragu memasak makanan untuk istri dan anaknya.
"Sekarang kamu makan dulu sayang, masakan mas sudah matang" ujar Devan.
Amera menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, dia seperti habis memenangkan lotre saking Senangnya dimasakin suami. Satu suap masuk nasi goreng ke mulutnya membuat Devan memandang Amera memastikan bahwa masakan yang dibikinnya itu enak. " Wah mas masakan yang mas buat ini sangat enak, mas belajar dari mana??" tanya Amera.
"Mas belajar sendiri sayang, kamu kan tau mas ini anak kosan waktu di rantau. Di Amerika Mas masak sendiri jadi karena itu mas jadi bisa masak" ujar Devan bangga.
"Mas Devan hebat, sayang kau dengar apa yang mama dengan papamu bisa masak dan masakannya enak" ujar Amera sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Setelah berbicara pada bayinya Amera langsung melanjutkan makannya, dia makan tidak sendiri karena Devan ternyata juga ikut makan bersamanya.
Amera merasa sangat senang, semua ini serasa masih seperti mimpi. Amera sampai meneteskan air matanya saat sedang menyuapkan nasu kedalam mulutnya.
"Sayang kau kenapa?? kenapa kau menangis, mm... cerita sama mas" ujar Devan.
"Terimakasih mas hiks... mas sudah sangat perhatian sama Amera" ujar Amera berlinang air mata.
"Sayang lihat mas !! mas senang melakukan sesuatu untukmu dan anak kita, mas melakukan ini karena mas sayang dan senang melakukan ini " ujar Devan.
Amera langsung memeluk Devan karena dia begitu senang Devan perhatian padanya.
...TBC....
Hai guys🥰
Terimakasih sudah membaca novel saya, Saya akhir-akhir ini sibuk banget sama kuliah dan juga memperbaikinya isi novel saya ini karena sudah 2 kali ditolak saat mengajukan kontrak😂😂 .
Mohon bantuan doanya dong semoga hari ini saat aku mengajukan lagi bisa lulus tahap satu ya, Amin.
__ADS_1