Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Dipulangkan kerumah orang .


__ADS_3

...^^selamat membaca^^...


Keesokan harinya seperti yang dikatakan Devan ia dan Devan kini sudah berada didepan rumah orang tua Devan, Amera terus memandang suaminya.


Dia tidak menyangka akan begini akhir pernikahan nya dan Devan, lalu mereka masuk kedalam rumah Amera.


"Sayang kamu datang kok gak ngabarin mama" ujar mama Amera kaget.


" Ma hiks..." ujar Amera sambil menangis.


"Ada apa sayang kenapa kamu menangis??, ada apa ini nak Devan??" tanya mama Devan.


"Aku dan Amera akan berpisah !!" ujar Devan tanpa goyah.


"hiks ...Amera gak mau cerai mas" ujar Amera.


"Ada apa ini" ujar papa Amera yang baru gabung.


"Pa nak Devan ingin menceraikan putri kita hiks..." ujar mama Amera sambil menangis juga.


"Bercerai !! apa-apaan ini nak Devan kamu jangan bermain-main sama pernikahan ini, pernikahan kalian juga masih seumur jagung" jelas papa Amera.


"Tapi saya tetap ingin bercerai pa, karena saya gak bisa mentolerir kesalahan putri kalian" ujar Devan.


"Kesalahan apa yang kamu maksud?? coba bicara yang jelas!!" kesal papa Amera.


"Putri kalian ini sudah menjebak saya sehingga saya menidurinya, caranya benar benar memalukan cih...." ujar Devan memandang penuh kebencian pada Amera.


"Aku melakukan itu karena aku cinta sama kamu mas, aku gak rela kamu menikah dengan orang lain hiks...aku gak mau bercerai hiks.."ujar Amera.


Plak.....plak (suara Tamparan dari papa Amera)


"Kamu benar benar mencoreng muka papa, Devan gak mau mempertahankan pernikahan kalian jadi cepat tanda tangani surat perceraian itu" perintah papa Mera.


"Gak pa Amera gak mau" ujar Amera.


Amera langsung bersujud di kaki Devan dan meminta Devan untuk tidak menceraikannya, Dia bahkan memeluk kaki Devan.


Sejujurnya hati Devan begitu sakit melihat Amera yang menangis tapi dia benar-benar kecewa saat ini.


"Nak Devan apa gak bisa kamu pikirkan lagi keputusan mu" ujar mama Amera.


"Apa maksud dari ucapan mu ma biarkan saja itu adalah keputusan yang baik, gak akan ada orang yang mau menerima ini semua" ujar papa Amera.


"Pa...!! Amera gak mau cerai" ujar Amera.


Tapi papa Mera tidak mendengarkannya akhirnya Amera menuruti semuanya, hatinya begitu terluka akan sikap suaminya itu.

__ADS_1


Ia menatap kepergian Devan dengan tatapan sayu, mama Amera kasihan melihat putrinya yang bersedih begitu.


"Papa seharusnya tidak menerima keputusan Devan pa, apa papa tidak melihat dari sisi putri kita. Dia sudah tidak gadis lagi !! bagaimana kalau Amera hamil" ujar mama Amera.


"Kalau dia hamil kita yang merawatnya, dan kamu kembali ke kamarmu" ujar papa Amera dingin.


Amera hanya mengikuti keinginan papanya dia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya, Dia langsung menuju ranjang dan menangis. Lalu dia menelpon Aiba yang kini sudah berada di Amerika.


📞:Halo Ra


💜: Halo hiks....


📞:Ada apa kenapa menangis??.


💜:Om Devan sudah menceraikan aku hiks...


📞: Apa!! cerai... bagaimana bisa terjadi??


💜:Om Devan marah saat aku mengaku padanya soal rencana kita hiks...


📞: Kenapa kau mengatakan nya pada om Devan sekarang mera, seharusnya kau mengatakannya setelah kau hamil. Dengan begitu om Devan gak akan menceraikan mu.


💜:Hiks....aku sudah menjadi janda Ra, aku gak bisa hidup tanpa om Devan aku sudah terlanjur masuk ke jurang cinta yang terdalam dan sulit untuk keluar dari sana hiks...


📞:Om Devan itu keras kepala mera, lo hanya bisa pasrah sekarang. Relakan om ku dan mulailah menata hidup barumu.


📞:Kamu pasti bisa


💜:Baiklah akan kucoba.


Setelah itu sambungan telpon pun putus, Amera yang capek pun memutuskan untuk tidur dan melupakan sejenak masalah nya.


***


Di tempat lain Devan baru tiba di kantor dan mulai bekerja dan melupakan masalahnya sejenak, saat dia sibuk menandatangani berkas tiba-tiba Han datang.


"Tuan " panggil Han.


"Ada apa??" ujar Devan.


"Katanya kau baru saja bercerai dengan nyonya Amera"ujar Han.


"Iya kenapa emangnya"ujar Devan.


"Tapi tuan nyonya Amera adalah wanita baik, kenapa anda malah membuangnya" tanya Han.


"Dia tidak seperti yang kita lihat selama ini dia itu licik seperti rubah" ujar Devan.

__ADS_1


"Licik bagaimana maksudmu??" ujar Han.


Lalu devan mulai bercerita semua yang dijelaskan Amera sebelumnya, mendengar itu han hanya geleng geleng.


"Bagaimana apa sekarang kau masih mau membela dia??" ujar Devan.


"Aku tau tuan yang dilakukan nyonya salah, tapi semua itu karena hasutan ponakan tuan. Nona Aiba memang tidak suka dengan Meli karena itu mereka berencana menghancurkan pernikahan itu. Seharusnya anda bersyukur mempunyai istri yang baik dan pengertian seperti nyonya Amera" ujar han.


Mendengar ucapan Han devan pun mulai kembali mencerna semuanya, mulai dari sudut pandangnya maupun pandangan orang lain.


"Apa benar yang dikatakan Han kalau keputusan ku salah??" batin Devan.


Lalu Devan kembali Fokus kepada berkasnya yang sempat dia tinggalkan tadi, keputusannya sudah bulat dia gak akan terpengaruh dengan ucapan orang lain.


****


Malamnya Amera masih mengurung diri dikamar dia tidak nafsu makan, memikirkan nasi dia sudah mau muntah apa lagi kalau sudah mau dimakan nantinya.


Tok...tok ...tok ..


"Sayang mama masuk!!" ujar mama Amera


"Masuk saja ma gak dikunci" ujar Amera pelan.


"Ayo makan dulu ini udah mama siapin" ujar mama Amera.


"Tapi aku gak lapar ma" ujar Amera.


"Baiklah mama letak disini nanti dimakan ya, dan lupakan nak Devan, dia bukan jodohmu kalau dia jodohmu dia pasti akan menerima apa adanya" ujar mama Amera.


Amera hanya menundukkan kepalanya, dia terus memandangi nasi. Entah ide dari mana tiba-tiba dia ingin makan empek-empek.


"Ma Amera mau makan empek-empek buatan bibi ratu yang ada di rumah mas Devan" ujar Amera semangat.


"Sudah Amera!! berhenti memikirkan Devan lagi, dia sudah tidak mau menerima pernikahan kalian apa lagi kamu" ujar mama Amera lalu pergi Dari sana.


"Hiks...aku sudah berusaha ma tapi susah, aku sudah terlanjur Sangat mencintai mas Devan" ujar Amera lalu menutup matanya menggunakan bantal dan mulai menangis .


"Aku merindukan mu mas, apa yang akan kulakukan tanpamu hiks...apa aku mati saja biar aku tidak menderita begini hiks..." ujar Amera.


Dia mulai berjalan kearah balkon dan mulai melihat lantai bawah, dia berpikir apakah saat dia jatuh langsung mati atau masih hidup.


"Jika aku tidak mati saat jatuh berarti aku akan lumpuh, bagaimana nasibku hiks... astaga astagfirullah kenapa aku berpikir aneh-aneh begitu" ujar Amera.


Amera langsung menuju tempat tidurnya dan memaksakan makan sedikit, ia memakan makanan yang dibawah mamanya tadi.


"Tidak buruk kupikir perutku tak akan menerima makanan ini dan aku akan muntah, lalu Amera meminum air yang sudah disiapkan mamanya tadi.

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2