Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Makan siang


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian naas itu, dan Meli dia sudah mendapatkan ganjaran yang seharusnya dia dapat yaitu hukuman gantung. Dia sudah dihukum seminggu setelah Amera pulang dari rumah sakit, Amera awalnya kasihan pada Meli yang dihukum gantung tapi saat dia tau kalau Meli berniat membunuhnya dan dia juga baru tau kalau dia juga kehilangan calon anaknya.


Devan awalnya takut kalau Amera akan syok saat tau kalau dia baru saja keguguran tapi ternyata tidak, Amera malah mengatakan mereka bisa usaha lagi untuk bikin baby Devan junior yang baru.


Hal itu membuat Devan sangat senang, karena dia sudah mendapatkan lampu hijau tinggal menunggu Amera sembuh dulu.


Amera hari ini membuat makan siang untuk Devan, dia akan membawanya kekantor sekalian makan bersama disana.


Dia membuat capcay,ayam bakar,dan gurita tumis. Itu semua adalah makanan kesukaan Devan dia sangat bersemangat memasak itu semua untuk Devan. Bahkan dia tidak memberitahu Devan kalau dia akan datang hari ini kekantor.


"Aku harap mas Devan senang saat aku bawakan makan siang nanti, aku gak sabar melihat senyum di wajah mas Devan" ujar Amera dalam hati .


Lalu dia mempercepat masaknya karena jam hampir menunjukkan pukul 11, setelah menghabiskan waktu 30 menit makanan yang dimasak Amera pun masak. Dia langsung memasukan ke rantang setelah itu dia pergi ke kamar untuk bersiap-siap menemui Devan di kantor.


Setelah dirasa cukup dan sudah terlihat cantik Amera langsung pergi menuju lantai 1 dan langsung membawa rantang makan yang sebelumnya dia letak di meja makan.


Tampak wajahnya yang berbinar senang dan langsung menuju mobil pribadi miliknya.


" Pak antar aku kekantor mas Devan ya" perintah Amera pada sopir pribadinya itu.


"Baik nyonya," ujar sopir lalu membuka pintu mobil untuk istri majikannya itu. Setelah itu baru menjalankan mobil menuju kantor bosnya.


***********


Amera baru saja memasuki perusahaan yang menurutnya begitu besar dan mewah, dia tidak menyangka suaminya itu adalah pengusaha sukses yang kaya-raya.


setelah sampai dimeja resepsionis Amera langsung bertanya pada petugas yang berada di sana menanyakan dilantai berapa suaminya bekerja.


"Permisi mbak saya mau bertanya mbak apa tuan Devan Alexander ada??" tanya Amera.


"Ada mbak, apa mbak sudah punya janji?" tanya resepsionis itu.


"Sebenarnya belum mbak, tapi saya rasa. Saya tidak perlu membuat janji karena saya adalah istrinya" Ujar Amera.Pegawai itu hanya tersenyum seolah mengejek Amera.


"Mbak lucu sekali ya ngaku-ngaku istri bos saya, bos saya Memang sudah menikah tapi yang pasti bukan dengan mbak. lebih baik mbak sekolah yang rajin jangan jadi pelakor" jelas pegawai itu.


Amera yang mendengar itu terpancing karena pegawai itu menghina dia, dia langsung menelpon Devan tapi nomor Devan tidak aktif.


"Kenapa mbak ? suaminya gak mengangkat telpon"ujar pegawai itu masih menghina.


Amera kesal bukan main dia ingin sekali menyumpal mulut orang itu, tapi Devan tidak aktif sama sekali. Hingga matanya tertuju pada Han dia langsung mendekati Han.

__ADS_1


"Kak Han" panggil Amera.


"Amera kau disini? kenapa tidak naik keatas" tanya Han.


"Tu pegawai disana tidak mengizinkan aku masuk, bahkan dia menghinaku karena menganggap aku pembohong mengaku-ngaku istri mas Devan" kesal Amera.


Devan yang mendengarnya tersenyum lalu langsung mendekati pegawai itu yang tak lain adalah Dewi.


" Dewi seharunya kamu menyuruh dia naik keatas untuk menemui tuan Devan, kalau dia tau kau mencegah istrinya naik kau bisa dipecat" ujar Han menakuti Dewi.


Mendengar itu Dewi sangat takut karena Devan terkenal sangat dingin, kejam ,dan gak segan-segan memecat pegawai yang berbuat salah.


Sedangkan Amera dia tersenyum penuh arti melihat wajah ketakutan pegawai itu, Han yang melihat itu hanya geleng-geleng.


"Yuk kita keruangan suami kamu" ajak Han lalu menarik tangan Amera.


"Habislah kau" ujar teman Dewi.


"Gimana ini gue gak mau dipecat, gue kan gak tau kalau dia benar-benar istri tuan Devan" ujar dewi takut.


"berdoa saja semoga kau tidak dipecat sama bos" ujar teman Dewi.


...#######...


"Mas" panggil Amera lirih lalu berlari menuju tempah devan.


Devan yang melihat istrinya menangis sangat kaget, karena datang-datang malah nangis.


"Ada apa sayang??"tanya Devan khawatir.


"Hiks...mas" semakin memeluk Devan erat.


"Ada apa Han?" tanya Devan.


Han mulai menceritakan apa yang terjadi, dia begitu marah setelah mendengar penjelasan Han.


"Sudah sayang jangan menangis, dan kau Han pecat pegawai itu sekarang juga" perintah Devan.


"Baik tuan" ujar Han.


"Sudah ya sayang jangan nagis lagi oh iya kamu bahwa apa itu" menunjuk rantang yang dibawah istrinya itu.

__ADS_1


"Ini makanan untuk mas hiks .." ujar Amera.


Devan langsung menghapus air mata Ampera dan mencium kelopak mata Amera yang masih mengeluarkan air matanya.


"Sudah ya sayang jangan menagis lagi, ayo kita sarapan" ajak devan.


Amera menganggukkan kepalanya lalu mulai membuka rantang makanan yang dibawahnya tadi.


" wahh ..ini adalah makan yang mas suka" ujar Devan senang.


"Kamu senang mas? " tanya Amera.


"Tentu mas senang siapa yang gak senang dibawa makanan kesukaan begini" ujar Devan.


"oh iya kenapa nomor mas tadi gak aktif" tanya Amera.


"Habis batere sayang makanya mas cas" ujar Devan menunjuk tempat hpnya berada.


"Oh...kirain mas sengaja matiin hp" ujar Amera.


"Gak dong sayang, mana mungkin mas gitu" ujar Devan.


lalu mereka melanjutkan makan mereka, Devan bersyukur Amera tidak marah lagi. Dia akan segera memperkenalkan Amera kepada para pegawai agar mereka tau kalau Amera adalah istrinya.


Setelah makan siang Devan langsung melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Amera dia duduk di sopa sambil main hp. Dia berniat pulang bareng dengan Devan .


Tanpa terasa jam menunjukkan pukul 5 sore Devan melihat istrinya itu sedang tidur di sopa. Dia sepertinya sangat kecapean sehingga tertidur seperti itu.


Devan langsung merapikan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang, setelah dirasa selesai beres-beres Devan pun membangunkan Amera dan mengajaknya pulang.


"sayang" panggil Devan sambil menggoyangkan tubuh Amera.


"mm.. " ujar Amera masih tidur seakan tidak terusik akan panggilan suaminya itu.


"Yang yuk pulang" ujar Devan lalu ******* bibI* Amera, hal itu membuat Amera terbangun dari tidurnya.


"pulang? baiklah tapi gendong Amera malas berjalan" rengek Amera.


"Baiklah sayangnya mas," ujar Devan lalu menggendong istrinya itu dan mereka meninggalkan ruangan Devan.


Banyak mata yang melihat adegan romantis sepasang suami istri itu, mereka ada yang iri dan juga ada juga memuji Devan dan Amera.

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2