Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
-


__ADS_3

..._Selamat membaca_...


Amera baru saja tiba di rumah miliknya dia begitu capek dan ingin rasanya cepat-cepat ke kamar dan beristirahat, namun saat memasuki rumah Amera dikagetkan dengan keberadaan mama mertuanya.


Karena mama mertuanya datang tidak memberi kabar padanya, Mera pun langsung mendekati mama mertuanya itu dan mencium tangan mama mertuanya.


Mera POV.


Aku baru saja diantar Aiba kebrumah rasanya badanku pegal-pegal semua, aku ingin segera ke kamar lalu mandi dan langsung istirahat.


Tapi ketika aku memasuki rumah diruang tamu sudah ada mama mertuaku, aku langsung mendekatinya dan mencium punggung tangan mama mertuaku.


"Sayang kamu baru pulang ?? diantar sama siapa??" ujarnya.


"Iya ma hari ini jadwal kuliah Mera sangat padat, Amera capek banget. Tadi Amera diantar pulang sama Aiba" ujar ku pada mama mertuaku.


"Kemari duduk di samping mama, terus Aiba nya mana kok gak diajak kedalam??" ujar mama mertuaku.


"Aiba bilang dia mau langsung pulang ma" ujar ku pada mama mertuaku.


Aku pun mendekati mama mertuaku dan duduk disampingnya, tiba tiba mama menghadapkan ku kesamping dan mulai memijit punggungku.


Aku yang merasa gak enak berusaha menolak, namun dibantah mama mertuaku.


"Ma apa yang mama lakukan ?? jangan ma ini gak sopan, Mera gak apa-apa ma jadi mama gak usah memijat tubuh Mera"ujar ku tidak enak.


"Diam lah mama cuma mau memanjakan kamu, dari dulu mama pengin banget punya anak perempuan tapi mama malah mempunyai anak laki-laki semua. Mama ingin banget memanjakan Aiba tapi dia jarang nginap di rumah, Jadi karena kamu sudah menjadi menantu mama maka berarti kamu putri mama sekarang. Jadi jangan larang mama memanjakan kamu" ujar mama mertuaku.


Ucapan mama mertuaku membuatku begitu sangat terharu, aku langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Kalau begitu mama tinggal disini saja bersama aku dan om Devan ma, lagian mama di rumah sendirian gak ada teman lebih baik mama disini. Amera juga kesepian kalo habis pulang kuliah, om Devan kan kerja dan Mera juga gak terlalu akrab dengan pelayan disini" ujar ku.


"Nanti mama pikirkan lagi sayang,soalnya di rumah lama itu banyak banget kenangan mama dengan papanya Devan. Mama gak bisa menjanjikan itu" ujar mama sambil mengusap rambutku.


FOV berakhir.


Setelah aksi bermanja-manja Amera langsung beranjak menuju kamarnya untuk bersih bersih setelah makan sore tadi, sedangkan mamanya Devan dia sedang istirahat dikamar yang memang sudah disiapkan oleh Devan ke kalo mamanya main kerumahnya.


*****

__ADS_1


Di kantor Devan.


Devan dan sekretaris Han baru saja keluar dari ruangan meeting, mereka memutuskan untuk pulang karena semua pekerjaan sudah dilakukan.


Padahal jam baru menunjukkan pukul 16.00 WIB.


"Kau boleh pulang sekarang Han pekerjaan kita kan sudah selesai jadi kita bisa pulang lebih awal" ujar Devan kepada sekertaris sekaligus sahabatnya itu.


"Baiklah tuan Devan terima kasih sebelumnya "ujar Han mengundurkan diri lalu menuju ruangannya untuk merapihkan nya dan mengambil barang miliknya.


Ya begitulah mereka berdua kalau bekerja, jika pekerjaan selesai lebih awal maka mereka akan pulang.


Devan sudah berada dilantai satu semua pegawai memberi hormat kepadanya tanda mereka menghormati Devan, Devan membalasnya sambil menganggukkan kepalanya lalu keluar dari gedung miliknya itu.


Diluar gedung Devan pun langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil sport miliknya, lalu mulai menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran kantor miliknya.


Jarak kantor kerumahnya hanya 15 menit itulah mengapa Devan memilih rumah itu untuk ia tinggali bersama istrinya, karena dekat dengan kantornya.


15 menit diperjalanan Devan pun sampai dirumahnya, seketika matanya melihat mobil milik mamanya yang terparkir di begasi mobil rumah Devan.


"Itukan mobil mama !! berarti mama didalam dong" ujar Devan langsung bergegas masuk kedalam rumah ingin menemui mamanya.


Di dalam rumah Devan sudah disambut oleh bibi ratu.


"Terima kasih Bu tapi Devan tidak menginginkan apapun, oh iya mama dimana bi? tadi Didepan ada mobil mama" tanya Devan.


"Ada di kamarnya nak Devan, baru saja masuk setelah makan bersama nyonya Mera" ujar bibi ratu.


"Baiklah bi aku mau keatas dulu" ujar dengan lembut lalu mulai melangkah menuju tangga yang menghubung kelantai 2.


Devan berjalan dengan santai menuju kamar miliknya dan sang istri, setelah sampai dia langsung membukanya dengan pelan.


Mera yang awalnya Fokus dengan gambar sketsanya seketika menghentikan nya, karena mendengar pintu kamar dibuka ia langsung menoleh ke pintu dan meninggalkan kegiatan menggambar sketsa miliknya.


"Om kau sudah pulang !!!" tanya Mera yang terkejut setau nya orang kalau kerja kantoran pasti pulangnya malam.


"Mm..."ujar Devan.


"Om mau makan apa ?? biar Amera yang masakan!! " ujar Amera lagi.

__ADS_1


"Tidak, aku baru saja makan" ujar Devan dingin lalu menuju kamar mandinya.


Amera pun hanya menghembuskan nafas pelan akan sikap suaminya itu, dia harus banyak bersabar dan berusaha merebut hati suaminya itu.


Mera beranjak dari duduknya dan mengambilkan pakaian untuk Devan di ruangan ganti.


Ruang ganti.


"Kayaknya ini cocok untuk om Devan pakai, bahannya halus dan gak akan bikin gerah" ujar Mera sambil tersenyum.


Mera pun keluar dari ruangan ganti dan meletakan pakaian Devan di atas tempat tidur, lalu kembali menuju meja belajar untuk melanjutkan sketsanya yang tadi sempat tertunda.


45 menit kemudian Devan pun selesai dengan acara mandinya, dia keluar hanya berlilitkan handuk saja.


Dia tersenyum kecil saat melihat ditempat tidur sudah ada pakaian ganti untuknya, dia yakin itu pasti istrinya yang menyiapkannya.


Setelah berganti pakaian devan pun menyisir rambutnya dan berbaring ketempat tidur sambil bermain hp.


"Om "panggil Mera.


"Iya"ujar Devan.


"Mm....kata mama kita kapan honeymoon? "ujar Mera sedikit gugup.


Devan seketika menatap Mera ketika mendengar pertanyaan Amera, dia bingung harus menjawab apa.


"Mm....emangnya kamu siap untuk honeymoon?? kamu udah siap punya anak?? kamu kan masih kuliah" ujar Devan dingin.


"A...aku sebenarnya belum siap om tapi kalo memang sudah dikasih ya terima aja" ujar Mera asal.


"Baiklah kalau begitu saya akan jadwalkan hari libur kerja saya" ujar Devan.


Mera hanya menganggukkan kepalanya,dia langsung menuju meja untuk menyelesaikan sketsanya.


Dia tidak mau saat Devan sudah menjadwalkan honeymoon mereka sketsa ini belum selesai, dia melukis sambil sedikit tersenyum.


Karena dengan adanya honeymoon berarti ia dan Devan bisa saling mengenal lebih dalam lagi, dan saat itu akan digunakan Devan untuk merebut hati dengan dan mengganti kan posisi mantan kekasih Devan.


"Aku harap mas Devan nanti akan mencintai ku dan membalas perasaan ku ini, karena jujur sangat sakit mencintai tanpa ada balasan seperti ini"batin Amera lirih.

__ADS_1


...........


...TBC....


__ADS_2