Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Mama Devan sakit


__ADS_3

Hari ini Amera baru saja selesai kuliah untuk hari ini dia sudah bersiap untuk pulang, hingga dia mendapatkan telpon dari salah satu pelayan di rumah mama mertuanya kalau mama mertuanya masuk rumah sakit karena darahnya naik setelah makan daging.


Amera yang khawatir langsung menuju rumah sakit dengan wajah cemas, dia langsung ke parkiran untuk menemui mang Diman sopir pribadi papanya.


"Mang kita ke rumah sakit citra bunda ya, mama mertuaku masuk rumah sakit" jelas Amera pada mang Diman.


Mang diman yang tau itu dari nona nya langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang telah diberitahu oleh anak majikannya itu.


Amera berpikir apa suaminya sudah tau kalau mamanya masuk rumah sakit, dia langsung menelepon Devan.


📞📞:


Amera : halo mas...


Devan : halo sayang, ada apa ?.


Amera: Mas (panggil Amera lirih).


Devan: iya ada apa sayang?.


Amera : Mama masuk rumah sakit.


Devan: mama siapa sayang? mamamu atau mama mas? (nada khawatir)


Amera: mama mas, kata bibi yang pekerja di rumah mama mas darah mama naik karena makan daging.


Devan: Apa, mama kenapa si udah tau darah tinggi kok malah makan daging.


Amera: Mas jangan khawatir, mas kerja aja yang fokus disana. Amera akan menjaga mama disini.


Devan : terimakasih sayang.


Amera: sama-sama mas.


Setelah menelpon suaminya diapun mematikan hp miliknya dan fokus melihat pemandangan diluar mobil.


(Rumah sakit).


Mobil milik Devan sudah sampai di plantaran rumah sakit, Amera langsung pergi menuju ruang informasi untuk mengetahui ruangan pasien.


Setelah mengetahui dimana ruangannya Amera bergegas menuju ruangan tempat mama mertuanya itu.


20 menit kemudian Amera sudah tiba di ruangan Mama mertuanya, dia langsung masuk dan menangis.


"Ma hiks....kenapa mama bisa masuk rumah sakit hiks ..." tangis Amera lalu mendekat keranjang Mama mertuanya.

__ADS_1


"Sayang jangan menangis, mama baik-baik saja. Udah jangan menangis" ujar mama Devan lalu mengusap air mata menantu kesayangannya.


Amera langsung memeluk mama Devan erat, dia sangat sayang kepada mama Devan. Karena mama Devan sangat menyayangi nya jadi dia juga menyayangi mama mertuanya itu.


"Sudah jangan menangis, mama cuma kepengin makan daging karena udah lama gak makan" ujar mama Devan cengengesan.


"Tapi itu bahaya ma, lihatlah mama sekarang malah masuk rumah sakit. Kata mama pengin melihat cucu kan" ujar Amera malu-malu.


Mendengar itu Mama putri tersenyum karena menantunya sudah berpikir untuk punya anak lagi.


"Jadi kamu sudah siap untuk punya anak lagi sayang? kan kuliahmu belum selesai" tanya mama Devan.


"Jika dikasih Amera terima kok ma, lagian Amera bentar lagi tamat kuliah Minggu depan Amera udah ujian akhir semester" jelas Amera.


"Kamu harus belajar yang rajin biar cepat wisuda sayang, oh ya kamu bawah buah-buahan " ujar mama putri.


"Iya ma, tadi Amera sempat singgah ditempat buah. Mama mau dikupas buah?" Tanya Amera.


"Iya sayang kupas jeruk, sama apel ya sayang " ujar mama Devan tersenyum.


"Baiklah ma" ujar Amera pelan.


"Sungguh beruntung aku punya menantu yang amat sayang padaku, dia bahkan menangis melihat kondisiku" batin mama putri.


30 menit kemudian, buah yang dikupas Amera pun selesai dia langsung membawa buah itu mendekat ke mamanya.


"Kayaknya disuapi itu lebih enak deh" ujar mama Devan, akhirnya Amera menyuapi Mama mertuanya.


Saat sedang menyuapi mama Devan, mama Amera baru saja nyampe.


"Sore jeng" panggil mama sarah.


"Sore juga jeng"balas mama Devan.


"Bagaimana kamu bisa masuk rumah sakit jeng" tanya mama Sarah.


"Biasalah aku melanggar peraturan, padahal sudah dilarang makan daging e...malah makan daging " ujar mama putri cengengesan.


"Kau ini jeng, karena kau putriku menangis Lo, aku jadi iri karena cinta putriku sudah dibagi sekarang" ujar mama Sarah.


"Gak ma, Amera sayang sama mama dan mama mas Devan. Kalian punya posisi teristimewa di hati Amera" jelas Amera.


"Baiklah mama paham" jelas mama Amera.


*******

__ADS_1


Malamnya Amera memutuskan pulang Karena mama Devan sudah dijaga oleh Kakak iparnya Amera yaitu papa Aiba.


Diperjalanan Amera hanya diam saja karena kepalanya sedikit pusing, dan ada sedikit ingatan terlintas di kepalanya.


"Apa yang terjadi padaku ya, kenapa kepalaku sakit. Terus apa bayangan yang tidak jelas itu " pikir Amera dalam hati.


1 jam dalam perjalanan Akhirnya Amera sudah tiba di rumah milik orang tuanya. Setelah sampai dihalaman rumah orang tuanya Amera langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.


"Sayang kau pulang? mama pikir kau akan menginap di rumah sakit" jelas mama Amera.


"Amera disuruh sama papanya Aiba buat pulang ma, karena kepala Amera juga sakit " ujar Amera.


"Apa! sakit, sakit kenapa sayang ayo duduk" ujar mama devan.


"Itu ma, ada bayang-bayangan di kepala Amera kayak ingatan gitu. Apa mungkin sebentar lagi Amera akan kembali mengingat masa lalu ya mas" jelas Amera.


"Sudah kalau begitu kamu istirahat sayang jangan kecapean" jelas mama Amera.


Seperti perintah mamanya kini Amera bangkit dari duduknya dan langsung menuju kamar miliknya. Setelah sampai di kamarnya Amera langsung memutuskan untuk membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Dia berendam air dengan sabun dan mulai menikmati acara berendam nya. Amera mencoba menghilangkan rasa lelah dan capeknya.


Setelah merasa lebih baik dan berendam ya cukup Amera langsung menyudahi acara berendam nya lalu dia berdiri dan menuju kebawah shower untuk mandi disana.


Lalu setelah mandi Amera pun menyudahi acara mandinya dan langsung mengeringkan tubuhnya menggunakan handuk, sesudah itu dia memakai pakaian yang awalnya sudah dia pakai sebelumnya.


"Lebih baik aku tidur sekarang, aku merasa sangat mengantuk dan capek" ujar Amera pelan lalu keluar dari kamarnya menuju tempat tidurnya.


#########


Keesokan paginya Amera bangun lebih pagi, dia juga sudah mandi. Dia sekarang sedang berada di dapur untuk memasakkan makanan kesukaan mama mertuanya.


"Sayang kamu masak apa ?" Tanya mama Amera.


"Amera masak ayam kecap,sambal ikan,gulai ikan gebur,dan rebusan pucuk ubi ma" jelas Amera.


"Wah....jam berapa kau mulai memasak sayang? semuanya sudah matang padahal ini baru menunjukkan pukul 06.15 menit" tanya mama Amera.


"Jam 03.40 WIB ma, Setelah bangun Amera langsung mandi dan pergi memasak setelah mandi" ujar Amera.


Mama Amera hanya menganggukkan kepalanya saja, 15 menit kemudian masakan Amera pun selesai. Dia langsung menata masakannya di atas meja, sedangkan mamanya dia memanggilkan suaminya untuk sarapan bersama sebelum kekantor.


5 menit kemudian papa Amera sudah sampai dengan pakaian rapinya, melihat papanya memakai baju kantoran Amera pun kepikiran suaminya.


"Mas jadi pulang besok hak ya, udah kangen banget" tutur Amera dalam hati.

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2