Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Pulang


__ADS_3

...~Selamat membaca~...


Keesokan paginya Amera sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena keadaan Amera sudah baik-baik saja.


"Akhirnya kita pulang mas Amera udah gak betah di rumah sakit"Ujar Amera.


"Mas juga udah gak nyaman disana,kalau kamu lama-lama disana bisa-bisa kamu sakitnya lebih parah"ujar Devan.


"Mas ada-ada aja"Ujar Amera.


Lalu Devan menyuruh Amera duduk di kursi roda ,karena keadaan Amera masih sedikit lemah.


**Skip Sampai Rumah**


Devan menggendong Amera ke kamar ,karena dia tau kalau Amera masih lemah dan belum punya banyak tenaga.


Amera hanya diam saja melihat Devan yang menggendongnya,dia masih tidak percaya kalau ini semua nyata.


Dia masih merasa ini semua mimpi ,Devan yang menyadari Amera menatapnya pun menatap dia balik.


"Ada apa mm...kenapa menatapku begitu??"tanya Devan.


"Aku masih tidak percaya kalau ini nyata mas,setelah apa yang terjadi aku sulit untuk mempercayainya "Ujar Amera.


"Tapi inilah kenyataan dan lupakan mimpi bodoh mu itu,Sudah jangan dipikirkan lagi"Ujar Devan.


Setelah beberapa menit Amera dan Devan sudah tiba dikamar mereka,Devan menidurkan Amera di ranjang Dengan hati-hati.


Terlihat Devan menyentuh kaki Amera dan mulai memijitnya.


"Mas apa yang kau lakukan??" tegur Amera.


"shut !! , diam jangan banyak tanya mas hanya ingin memijat kakimu" ucap Devan.


"Tapi, itu terlihat tidak sopan mas tidak seharusnya suami memijat kaki istrinya " lirih Amera.


"Kenapa tidak kau istriku, kau wanita yang aku cintai jadi dimana letak kesalahannya??" ucap Devan.


Amera hanya bisa diam, dia tidak bisa membantah semua yang dibilang Devan karena benar dia adalah istri dan juga wanita yang dicintai oleh suaminya itu.


"Apa yang dikatakan mas Devan memang benar jadi lebih baik aku diam saja" ucapku dalam hati.


(Amera )


Aku melihat mas Devan dengan seksama dia dengan setia memijat kakiku yang memang terasa sakit saat mau di langkahkan.

__ADS_1


Tanpa ku sadari aku malah tersenyum kecil melihat mas Devan yang sangat perhatian padaku.


hingga sebuah suara membuyarkan lamunanku tentang aku dan mas Devan.


"Sayang kamu kenapa senyum-senyum begitu?, cerita dong sama mas. mas kan jadi penasaran" ujar mas Devan .


"Hehe ...bukan apa-apa kok mas" ujar lku sambil terkekeh.


(Devan)


Saat aku memijat kaki Amera aku iseng curi pandang kearah Amera kulihat dia tersenyum kecil sambil melihatku dengan pandangan kosong.


Aku yakin dia lagi melamun sekarang, jadi aku langsung bertanya padanya.


"Sayang kamu kenapa senyum-senyum begitu?, cerita dong sama mas. mas kan jadi penasaran" ujar Ku pada Amera.


"Hehe ...bukan apa-apa kok mas" ujarnya sambil terkekeh.


Aku semakin gemas kepadanya karena ulahnya itu, aku bersyukur dulu menikah dengannya bukan menikah dengan Meli. Walau aku sedikit kecewa karena dia menjebak ku agar bisa menikah dengan ku, tapi dengan itu aku terbebas dari wanita ular yang bernama Meli.


#####


Setelah memijat kaki Amera, Devan menyuruh Amera untuk istirahat dan dia memutuskan keruang kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan yang selama beberapa hari ini terbengkalai.


"Ada apa?? apa ada sesuatu yang sangat penting dan mendesak??" ujar Devan.


"Begini tuan Devan yang terhormat, memang semua pekerjaan sudah saya kirim ke rumah anda tapi ada beberapa berkas baru yang butuh tanda tangan anda Sekarang saya sedang berada diperjalanan menuju rumah anda. Saya hanya memastikan apakah anda ada di rumah takutnya nanti saya sudah disana tapi anda tidak ada" ucap Han terdengar kesal.


"Baiklah saya ada di rumah kau bisa datang sekarang" ujar Devan.


Lalu sambungan telpon terputus, Devan langsung kembali pokus pada Powerpoint yang sedang dibuatnya untuk persiapan meeting 3 hari lagi dengan pengusaha dari Korea Selatan yaitu Tn.Kim.


"Sungguh melelahkan" lirih Devan.


****


Siangnya Devan kembali ke kamar dia dan Amera, dia membawa satu piring nasi dan segelas air dan juga buah-buahan untuk Amera.


Saat memasuki kamar Devan melihat Amera baru saja keluar dari kamar mandi, sepertinya habis cuci muka dan gosok gigi.


"Emang kaki kamu udah gak sakit lagi sayang?? udah kuat ke kamar mandi??" ujar Devan.


"Udah gak terlalu lagi mas, mas bawa lauk apa ?? Amera dan anak kita udah lapar ini" ujar Amera manja.


"Makanan kesukaan mu sayang semur jengkol dan rendang" ucap Devan tersenyum pada Amera.

__ADS_1


"Wah... itu pasti enak banget mas,aku lapar banget tapi aku maunya disuapin sama mas"ujar Amera.


"Aduh manjanya istri mas ini, sini mas suapi "


ujar Devan akhirnya.


Tidak sampai disitu saja Amera juga memaksa Devan untuk makan bersamanya, padahal jelas-jelas Amera tau kalau Devan tidak suka jengkol tapi demi istri dan calon anaknya dia rela memakan jengkol itu walau ingin muntah rasanya.


"Mas kenapa si sampai segitunya gak suka sama jengkol?? padahal jengkol adalah makanan terenak yang pernah Amera coba"


ucap Amera.


"Karena jengkol itu pahit dan baunya mas gak suka, baunya terlalu menyengat" ujar Devan.


"Tapi mas, jengkolnya habis Lo sama mas tadi" ujar Amera cengengesan.


"Sudah sekarang lebih baik kamu makan buah-buahan ini dulu" Ujar Devan.


Dengan senang hati Amera memakan buah-buahan itu, Devan langsung meninggalkan Amera untuk mengembalikan piring kotor dan membuat susu ibu hamil untuk Amera.


30 menit kemudian Devan sudah kembali lagi dengan secangkir susu ibu hamil ditangannya.


"Sayang diminum dulu susu ibu hamilnya " Perintah Devan.


Amera menuruti keinginan Devan dan mulai meminum susu ibu hamil, sejujurnya Amera tidak begitu menyukai susu rasa strawberry dia lebih suka rasa coklat dan vanila.


"Mm...mas boleh gak nanti kalau susu ini habis ganti rasa " ujar Amera.


"Kenapa emangnya?? kamu gak suka rasa strawberry??" ujar Devan.


"Hehe...iya mas sebenarnya Amera kurang suka susu rasa strawberry terlalu anyir, jadi mas nanti beliin rasa coklat dan vanila oke " ucap Amera.


"Kenapa nunggu nanti habis, sore nanti mas belikan susu rasa coklat dan vanilla" ujar Devan.


"Tapi mas susu yang ini kan belum habis" ujar Amera.


"Kalau kamu gak suka susunya gak usah diminum lagi, mas mau yang terbaik untukmu" ujar Devan.


Amera akhirnya hanya menurut saja karena dia juga tidak tahan minum susu itu, bawahannya pengin muntah terus.


Setelah selesai minum susu Amera mandi karena Devan mengajak dia jalan-jalan sore mengelilingi kota Jakarta.


40 menit kemudian Amera dan Devan sudah siap mereka bergegas masuk ke mobil dan mulai menjalankan mobilnya menuju tempat yang mereka berdua inginkan.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2