
Setelah menempuh perjalanan 15 menit mereka akhirnya tiba disalah satu restoran terbesar di Amerika, Olivia dibuat terperangah karena selama hidupnya dia belum perna menginjakkan restoran mewah seperti ini. Karena dia berasal dari keluarga yang tidak begitu kaya, namun dikatakan miskin tidak karena dia punya rumah cukup lumayan walau masih lebih mewah rumah orang tua Amera.
Devan turun dari mobil disusul oleh Aiba dan Olivia, Aiba hanya tersenyum kecil saat melihat sahabatnya ini masih planga-plongo melihat lestoran mewah ini.
"Yuk masuk, jangan bersikap kayak gitu malu Lo sama om aku kalau lihat kamu planga-plongo gitu" ujar Aiba.
"Habisnya aku belum pernah ketempat makan mewah begini, berarti om kau begitu kayak dong" ujar Olivia.
"Lumayan" ujar Aiba.
"Apa dia sudah punya kekasih atau sudah menikah" tanya Olivia.
Aiba baru saja ingin menjawab pertanyaan Olivia tapi dia sudah dipanggil Sama omnya.
"Yuk masuk om ku sudah melambaikan tangan" ajak Aiba sambil menarik tangan Olivia.
"Aku harap Om Aiba belum punya pasangan, biar gue bisa ngejar om tampan itu" ujar Olivia sambil tersenyum.
Devan sudah memilih ruang VVIP karena dia tidak mau kalau mereka diganggu saat makan.
*******
Devan, Aiba, dan Olivia kini sudah berada di ruangan VVIP yang dipilih Devan. Sekarang mereka sedang menunggu pesanan mereka, dan Olivia sedari tadi terus melihat Devan diam-diam dan itu diketahui oleh Devan.
"Bagaimana kuliah kamu ba? apa kamu suka kuliah disini? gak ada kan yang bully kamu disini" tanya Devan.
"Semuanya aman om, disini ternyata gak seburuk yang aku bayangkan. Dan soal buli- membuli gak akan ada yang berani membuli aku karena sahabatku kan Olivia dia ini preman dikampus om" jelas Aiba.
"Gak om, Olivia bukan preman. Olivia mahasiswi baik-baik, kamu jangan ngomong gitu dong ba!" jelas Olivia.
Devan hanya diam saja melihat Aiba dan Olivia, melihat mereka dia teringat akan istrinya di rumah. Dulu Amera dan Aiba juga begitu mereka sering bertengkar, bercanda dan menangis bersama.
20 menit kemudian, makanan mereka pun sudah sampai Devan, Aiba, dan Olivia mulai memakan makanan milik mereka.
Setelah selesai makan siang Devan langsung mengantar Aiba dan Olivia ke kampus lagi, karena mereka ada jam masuk siang.
*******
__ADS_1
Devan sudah memberhentikan mobilnya diparkiran kampus Aiba dan Olivia, Setelah itu Aiba dan Olivia memutuskan keluar dari mobil dan menuju ke kelas mereka yang ada dilantai 3.
Setelah dirasa Aiba dan sahabatnya sudah pergi Devan pun pergi meninggalkan halaman kampus itu menuju rumahnya.
Sedangkan dikelas Aiba langsung mendapat pertanyaan dari Olivia betubi-tubi yang membuat Devan kesusahan menjawab pertanyaan Olivia.
"Ba nama om kamu siapa? dia kerja sebagai apa? apa dia sudah menikah? atau apa dia sudah punya istri? terus dia tinggal dimana di Amerika?" ujar Olivia semangat.
"Nanyanya satu-satu Oliv, bagaimana aku menjawabnya" ujar Aiba sedikit kesal.
"Hehehe....habisnya om Lo ganteng banget" ujar Olivia cengengesan.
"Baiklah aku jawab, nama om gue Devan Alexander umurnya 30 tahun. Dia seorang CEO disalah satu perusahaan terbesar di Indonesia " jelas Aiba.
"Terus, status om kau apa masih lajang?" ujar Olivia tak sabaran.
"Tunggu sebentar kau tidak sabaran banget, jangan bilang Lo suka om gue ya!" tebak Aiba
"Kau pintar sekali, Hehe...iya gue suka sama om Lo. Siapa si yang gak suka sama om Lo tampan, mapan, dan tentunya keren" ujar Olivia tersenyum.
"Lupakan perasaan Lo buat om gue, dia itu udah menikah dan sangat mencintai istrinya. Jadi lebih baik lo buang jauh-jauh perasaan Lo, jangan sampai lo jadi pelakor" jelas Aiba.
"Udah jangan galau, nanti kita cari cowok yang lebih tampan dari om gue. Lo kan cantik pasti banyak yang suka sama lo" jelas Aiba.
"Sedih aja beb, belum berjuang udah kalah duluan haha...lucu banget" ujar Olivia dengan air mata yang tiba-tiba jatuh tanpa disadari olehnya.
"Hei jangan menangis, masa preman kampus menangis karena putus cinta. Nanti kita cari cowok yang lebih keren dan mapan" hibur Aiba.
"Iya de " ujar Olivia mencoba tersenyum.
"gak semuda itu melupakan cinta ba, apa lagi dia sangat tampan dan mapan. Coba om Lo bertemu duluan dengan aku mungkin dia akan jadi milikku" batin Olivia.
Setalah lewat 15 menit dosen mereka pun datang, mereka langsung memulai kuliah mereka.
#########
Malamnya, Amera baru selesai mandi dia langsung menelpon suaminya. Karena rasa rindu yang besar membuat dia langsung menelpon suaminya itu padahal siang tadi sudah menelpon Devan.
__ADS_1
📞:
Devan: halo sayang, kenapa mm? udah rindu sama mas ya(sambil mengetik sesuatu di leptopnya).
Amera: Mas lagi sibuk ya ? Iya aku kangen banget sama mas, aku gak bisa tidur kalau gak ada mas disebelah aku.
Devan: Baiklah mas akan temani kamu sampai kamu tidur.
Amera: Mas, apa Aiba punya teman baru di sana? pasti dia melupakan aku( terlihat raut sedih dimukanya)
Devan: kata siapa? dia bilang dia sangat rindu sama kamu, dia ingin cepat pulang agar bisa bertemu sama kamu.
Amera: Benarkah? Aa...aku jadi kangen banget sama dia.
Devan: bentar lagi kan libur semester sayang, nanti dia bakal pulang ke Indonesia jadi kamu tenaga aja kalian bisa saling melepas rindu.
Lalu Amera dan Devan mengobrol sambil Devan mengerjakan pekerjaannya, karena hari sudah larut malam Amera pun tertidur.
"Dia lucu banget saat tidur, kayaknya beberapa malam ini kami akan terus vidiocallan. Aku bersyukur kalau dia begitu mencintaiku" ujar Devan lalu mematikan sambungan telponnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
...................................................................................
Keesokan paginya Amera seperti biasanya bersiap untuk pergi ke kampus, Dia sangat bersemangat untuk kekampus karena hari ini hari Sabtu dan hari Senin mereka akan UAS dan sebentar lagi bakal libur yang cukup panjang sekitar 2 Minggu.
Tap....tap...tap.../bunyi sepatu Amera yang menuruni tangga.
"Pagi ma, pagi pa" sapa Amera dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"Pagi sayang, kamu mau sarapan apa mm..?" tanya mama Amera.
"Roti selai blueberry aja ma" ujar Amera lembut.
"Baiklah mama akan buatkan" ujar mama Amera.
5 menit kemudian roti pesanan Amera sudah jadi, dia langsung memakan roti buatan mamanya itu.
Setelah selesai sarapan Amera pun memutuskan untuk berangkat ke kampus dengan mang Diman sopir pribadi milik papanya.
__ADS_1
Diperjalanan dia terus memikirkan apa saja materi yang belum selesai di pelajari, sehingga dia bisa cepat selesai dan bisa ikut ujian bersama teman-temannya.
...TBC....