Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Hampir tergoda


__ADS_3

Hai guys.... terimakasih untuk supportnya selama ini, berkat dukungan kalian aku bisa melanjutkan cerita ini sampai ditahap ini jangan pernah bosan ya.


Kalau ada typo kasih tau aja di kolom komentar biar Arthur perbaiki😊.


...Happy reading...


"Ya Allah mimpi macam apa ini hiks...mas Devan kau sedang apa disana? semua yang ada di mimpi itu tidak benar kan hiks ....kau tidak berselingkuh dengan wanita lain kan mas hiks..." lirih Amera.


Sedangkan dikamar Devan dan Cantika.....


Cantika baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai lingerie yang begitu seksi berwarna merah, hal itu membuat Devan menengguk ludahnya kasar.


"Ya Allah godaan apa lagi ini? apa ini benar karena aku masih merasa janggal kalau wanita di depanku ini adalah istriku. Karena aku merasa dia berbohong karena hati kecilku membantah apa yang dikatakan wanita ini ditambah aku selalu memimpikan wanita yang mukanya pun masih terlihat semu" Batin Devan.


Cantika langsung mendekati Devan yang sedang duduk di ranjang dan mulai tersenyum menggoda. Hal itu malah membuat Devan merasa risih, Dia merasa hawa ruangan mulai panas karena sikap dan pakaian yang dikenakan Cantika.


"Aku mencintaimu mas" ujar Cantika lalu mendekati Devan yang sedang memandangnya.


Devan yang melihat dua gun****n besar milik Cantika pun memalingkan wajahnya kearah lain, Kalau laki-laki lain mungkin dia akan senang disuguhi pemandangan itu. Tapi itu bukan Devan entah mengapa dia jijik kepada Cantika karena bersikap seperti pelacur begitu.


Melihat penolakan dari Devan membuat Cantika kesal, karena dia merasa tubuhnya begitu menggoda dan itu pasti akan membuat laki-laki bertekuk lutut didepannya.


"Ada apa denganmu mas? apa kamu gak suka melihat aku berdandan seperti ini? biasa kamu suka kalau lihat aku memakai lingerie ini" jelas Cantika pada Devan yang sudah menatap dirinya.


"Aku tidak menyukainya, kamu terlihat seperti wanita nakal alias pelacur" jelas Devan dingin.


Cantika hanya bisa mendesah kesal karena perkataan Devan kepadanya, dia merasa sangat terhina akan ucapan devan padanya.


"Mas Alex tega banget sama aku, aku ini istrimu mas bukan pelacur" marah Cantika.


"Yang bilang kamu pelacur siapa?" jelas Devan.


"Tadi mas Alex yang bilang" ujar Cantika mulai pura-pura menangis.

__ADS_1


"Mas kan cuma bilang kayaknya" jelas Devan mencoba membela diri.


"Mas jahat" ujar Cantika lalu pergi meninggalkan Devan ke kamar mandi.


Devan hanya menatap sendu pintu yang telah ditutup oleh cantika, dia merasa sedikit bersalah padahal niatnya tidak sama sekali untuk bilang Cantika pelacur tapi Cantika sudah salah sangka padanya.


Devan pada akhirnya memutuskan untuk tidur dikamar Rani malam ini, karena dia tidak ingin tidur bersama Cantika karena dia juga masih sedikit ragu kalau Cantika itu istrinya.


Dia akan mencari kebenarannya berupa buku pernikahan mereka yang tidak diperlihatkan oleh Cantika kepadanya.


Paginya.


Amera sudah menyiapkan makanan kesukaan mama Devan dan mulai menghidangkannya di meja makan, setelah itu dia memanggil mama Devan untuk sarapan. Tapi belum sempat dia ke kamar mamanya sudah terlihat menuruni tangga satu persatu.


"Amera baru saja mau menjemput mama e...Mama sudah turun" ujar Amera sambil tersenyum.


"Habisnya mama sudah mencium bau masakan kamu yang enak ini sayang, makanya mama langsung turun. Andai saja Devan ada disini dia pasti akan segera memakan makanan kamu ini" ujar mama Devan.


" Sudah-sudah kenapa kamu malah bersedih begitu, ayo kita makan dan doakan saja semoga Han cepat menemukan keberadaan Devan. Han itu adalah orang yang sangat cerdas doa tidak akan lama lagi pasti bisa menemukan Devan, Setelah itu mereka kembali makan bersama.


Sedangkan di surabaya Han sedang menelusuri setiap sudut Surabaya, tapi belum menemukan setitik harapan tentang keberadaan Devan.


"Tuan kau dimana sebenarnya, apa kau tidak kasihan pad Amera dan mamamu" lirih Han sambil memandang Poto Devan di hpnya, hingga terlintas di otaknya untuk menyebarkan Poto Devan di seluruh Indonesia agar muda menemukan Devan.


"Tapi bukankah itu akan berbahaya untuk tuan Devan dia kan banyak saingannya pasti banyak yang mengincar nyawanya" jelas Han pada akhirnya. Jadi karena itu dia memutuskan untuk tidak jadi menyebarkan Poto Devan di Indonesia.


Sedangkan Devan dia sedang membujuk Cantika yang marah padanya, Dia bingung bagaimana caranya membujuk wanita itu dia yakin Cantika marah karena kejadian tadi malam.


"Can aku minta maaf kalau aku udah buat kamu tersinggung, tapi sungguh aku gak bisa melakukan itu sama kamu dan juga gak bermaksud mengatakan kamu pelacur" ujar Devan.


"Tapi kenapa mas! aku ini istri kamu, lalu apa yang jadi masalahnya? kenapa kamu gak mau bercinta dengan ku" tanya Cantika pada Devan yang membuat Devan terdiam.


"Karena aku masih merasa ragu" ujar Devan lirih.

__ADS_1


"Apa yang kamu ragukan?" tanya Cantika.


"Pokoknya aku tidak akan menyentuh kamu selama aku belum kembali mengingat masa lalu, kamu gak usah bertanya apa-apa intinya kita jalani saja hubungan ini seperti teman saja" jelas Devan.


"Bagaimana bisa begitu? kamu udah gak cinta lagi ya sama aku hiks.... terus Rani itu apa? dia itu lambang cinta kita mas kamu tega banget sama aku " ujar Cantika sambil terus menangis.


Devan tidak tega melihat Cantika menangis langsung memeluk Cantika, dan mengelus rambutnya pelan.


"Sudah jangan menangis, aku minta maaf kalau membuat kamu tersinggung tapi coba kamu melihat dari sisi lain" ujar Devan.


"Tapi kenapa kamu gak bisa menerima aku mas, seakan-akan kamu berubah dan buka mas Alex yang aku kenal dulu" ujar Cantika sambil menangis bohongan yang akan membuat Devan merasa iba pada Cantika.


"Sial aku harus terlihat sedih agar dia bisa menerima aku sepenuhnya, pokoknya aku gak akan melepaskan dia bagaimana pun caranya " batin Cantika.


Setelah itu dia melepaskan pelukannya dari Devan dan pergi kekar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Devan dia pergi ke kamar Rani untuk mengajak putrinya itu sarapan bersama.


skip kamar Rani.


"Sayang bangun ini sudah pagi, kenapa kamu belum bangun mm.." tanya Devan.


"Masih ngantuk pa" lirih Rani.


"Pokoknya kamu bangun sayang dan papa akan memandikanmu jadi ayo bangun" perintah Devan pada Rani. Rani langsung menurut dan pergi ke kamar dan disusul oleh Devan dari belakang.


Setelah mandi Devan dan Rani langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama, disana sudah ada Cantika yang sudah tersenyum menyambut mereka seakan-akan tidak ada masalah yang terjadi.


"Sayangnya mama mau makan apa mm...ini semua Papa Alex yang masak Lo" ujar Cantika.


"Mau telur goreng ma" ujar Rani semangat.


Cantika langsung mengambilkan telur untuk putrinya itu.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2