
...~Selamat membaca~...
*****
Setelah acara tiup dan memotong kue Amera dan Devan kembali ke kamar mereka, dengan Devan yang menggendong istrinya itu dan membawanya ke kamar mereka.
Amera merasa sangat disayangi oleh Devan, dia tersenyum terus diperjalanan menuju kamar mereka. Dia langsung mencium bibir Devan karena rasa rindu yang besar membuat dia sedikit berani mencium duluan.
"Mas .." panggil Amera.
"mm.." balas Devan masih sibuk menaiki tangga dengan hati-hati agar mereka tidak jatuh.
"Terimakasih sudah membalas cinta Amera, aku sangat bahagia bisa memiliki kamu mas"
ujar Amera tersenyum bahagia.
"Mas juga bahagia" ujar Devan.
tanpa terasa mereka sudah berada dikamar mereka, Devan langsung menidurkan Amera ditempat tidur dan langsung mengunci pintu kamar mereka.
Amera sangat gugup saat Devan berjalan kearahnya seakan Devan akan memakan dia hidup-hidup.
"Mas" lirih Amera.
Devan tidak membalas ucapan Amera dia malah mendekati Amera dan menyingkirkan rambut Amera dan mulai mencium pundaknya.
"M..mas" lirih Amera saat Devan masih sibuk menciumi Amera.
"Aku kangen kamu sayang" ujar Devan.
Akhirnya mereka mencurahkan rasa rindu mereka, Amera melayani suaminya dengan senang hati karena dia ingin suaminya selalu bahagia bersamanya.
Devan menyelesaikan permainannya saat jam menunjukkan pukul 2 dini hari.
"Sebaiknya kamu tidur sayang" ucap Devan, karena dia tidak mau istrinya mengantuk pagi nanti mana dia ujian juga pagi nanti.
"Aku belum bisa tidur mas" ujar Amera lirih.
"Baiklah mas akan mengusap rambut kamu, sekarang kamu pejamkan mata kamu" ujar Devan.
Amera menurut tidak butuh waktu lama, istrinya itu sudah tidur dengan nyenyak.
"Semoga tidak ada yang akan terjadi diantara kita sayang, mas sangat menyayangi kamu. Entah mengapa mas merasa akan terjadi sesuatu yang buruk tapi mas gak tau apa itu" ujar Devan pelan.
*******
jam sudah menunjukkan pukul 04 dini, Devan sebenarnya tidak ingin membangunkan istrinya itu tapi mereka tetap harus bangun untuk melaksanakan shalat jadi dia terpaksa membangunkan istrinya itu.
"Sayang" panggil Devan.
"Iya mas"ujar Amera dengan suara khas bangun tidur.
__ADS_1
"Bangun dulu lalu kamu mandi wajib sayang, habis mandi wajib kita shalat berjamaah. Mas tunggu" ujar Devan.
Dengan berat hati Amera masuk ke kamar mandi dan mulai ritual mandinya, setelah mandi dia memakai pakaian dan mukenanya. Lalu mereka menunggu azab subuh, setelah masuk waktu shalat subuh merekapun mulai menunaikan ibadah sholat mereka.
Devan berdoa semoga mereka selalu bahagia dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk, dan Amera dia mengaminkan semua doa suaminya.
setelah shalat bersama, Devan dan Amera memutuskan duduk di balkon menunggu siang hari.
Amera duduk di samping suaminya sambil bersandar dipundak suaminya, dia menikmati keromantisan mereka saat ini.
"Mas" panggil Amera
"Mm...ada apa sayang" ujar Devan.
" Mas setelah Amera selesai ujian kita honeymoon ya mas" ujar Amera hingga membuat mata Devan langsung terbuka lebar padahal dia sedang memejamkan matanya.
"Honeymoon?" tanya Devan memastikan.
"Iya mas, ayo kita honeymoon agar Amera bisa hamil anak mas lagi. Aku sudah siap untuk mengandung lagi" jelas Amera.
"Baiklah nanti setelah kamu libur kita honeymoon, Kamu mau honeymoon dimana?" tanya Devan.
"Kita ke korea aja ya mas, atau kita ke Khasmir " ujar Amera.
"Baiklah diantara kedua tempat itu kamu paling ingin pergi kemana?" tanya Devan akhirnya.
"Pengin ke Khasmir mas, soalnya disana sangat indah" jelas Amera.
******
Hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi Devan dan amera sudah bersiap untuk ke kampus, karena Devan yang akan mengantar Amera ke kampus.
diperjalanan mereka berdua sibuk dengan kegiatan masing-masing, Devan dengan Fokus menyetir dan Amera sedang menghapal materi.
Setelah sampai di kampus Amera langsung mencium tangan suaminya, dan langsung bersiap pergi menuju kantornya yang tidak jauh dari kampus Amera.
(Kelas Amera)
"Aulia kamu udah belajar mm..." tanya Amera.
"Udah, kamu!" tanya Aulia.
"Aku juga udah, semoga nilai kita memuaskan ya" ujar Amera dengan senyum manisnya.
"Semoga" ujar Aulia.
30 menit kemudian bel pun berbunyi itu tandanya ujian mereka akan dimulai.
Setelah ujian selama 2 jam akhirnya mereka selesai ujian yang pertama yang kedua akan dimulai jam 11 nanti ini masih menunjukkan pukul 9.30 WIB jadi mereka memutuskan pergi ke kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncong.
Setelah sampai di kantin Amera memanggil orang yang berjualan, dia menatap daftar menu dan mulai memesan.
__ADS_1
"Kamu pesan aja apa yang kamu mau, aku yang teraktir" ujar Amera.
"Wah....benarkah! dalam Rangkah apa ni tumben teraktir" goda Aulia.
"Gue ulang tahun kemaren" ujar Amera.
"Wah ...teman macam apa gue ini Lo ulang tahun gue gak tau" terkekeh.
"Kamu teman terbaikku kok, jangan sedih wajar dong kamu gak tau kita kan baru dekat selama ini kan aku sama Aiba terus" jelas Amera.
Lalu Aulia memesan makanan yang ingin dia makan sekarang, siapa yang nolak kalau ditraktir kan.
******
Setelah selesai ujian Amera langsung pulang setelah dijemput sopir pribadinya yang dipekerjakan Devan.
Dia memutuskan pulang karena dia sangat lapar dan ingin makan masakan bibi ratu.
Skip rumah.
Amera memasuki rumah dengan wajah lelahnya, dia langsung melempar tasnya sembarang ke sopa dan duduk dimeja makan.
"bini ratu" panggil Amera pelan.
"Iya nya!" jawab bibi ratu pelan.
"Amera lapar ni, tapi mau makan masakan bibi. Bibi bisakan masakin untuk Amera" Ujar Amera pelan sambil tersenyum.
Bibi ratu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mendengar itu Amera langsung memeluk bibi ratu hingga membuat bibi Ratu kaget.
"Terimakasih bi, aku sayang bibi" ujar Ampera mencium pipi bibi Ratu.
"Nyonya kok cium pipi bibi si, bibi kan malu" ujar bibi Ratu.
"Itu tanda sayang Amera sama bibi, Amera ke kamar dulu mau mandi udah gerah banget" Ujar Amera lalu menuju lantai 2 yang pastinya kek kamar dia dan suaminya.
1 jam kemudian Amera sudah turun dengan baju santainya, dia langsung tersenyum saat melihat meja makan sudah tersedia makanan kesukaannya.
"Akhirnya Makanan yang bibi buat jadi" ujar Amera berjalan menuju meja makan.
Bibi Ratu hanya tersenyum, dia bersyukur yang menjadi istri anak asuhnya itu Amera bukan Meli yang sombong itu.
"Bi, temani Amera makan. Amera gak suka makan sendirian" bujuk Amera.
"Tapi nya itu gak sopan, nyonya makan saja sendiri ya saya ini hanya pelayan alangkah tidak pantasnya saya satu meja makan dengan Anda" ujar Bibi ratu.
"Tidak apa-apa bi, saya gak pernah menganggap bibi sebagai pelayan. Aku malah menganggap bibi sebagai ibuku seperti mas devan menganggap bibi" jelas Amera.
Dengan terpaksa bibi Ratu menuruti keinginan istri tuannya itu, dan mereka makan bersama disatu meja yang sama.
...TBC....
__ADS_1