
...~Selamat membaca~...
Setelah insiden bangun tengah malam semalam kini Devan dan Amera berada di dapur karena tiba-tiba Amera ingin sekali me masakan Devan bakwan ala Amera. "Sayang apa gak kamu suruh aja bibi ratu atau pelayan lain untuk masak jangan kamu yang masak yang!!, ibu hamil gak boleh kecapean" lirih devan.
"Gak mas aku maunya bikin bakwan sendiri, mas diam aja disini dan tunggu bakwannya jadi oke jadi gak usah banyak omong" ujar Amera.
Devan hanya bisa pasrah dia tidak mau Amera kesal padanya, dan juga saat dia baca di google sebelumnya kita harus menuruti semua kemauan ibu hamil atau anaknya akan ileran.
Devan gak mau kalau nanti anaknya ileran, karena itu dia rela membiarkan istri tercintanya masak.
Devan melihat bagaimana lincahnya istrinya itu memotong kubis, wartel, dan daun bawang. Devan hanya tersenyum saat melihat raut kebahagiaan di wajah Amera.
Amera mulai meracik adonan bakwan yang akan dia goreng, setelah menghabiskan waktu 30 menit adonan siap digoreng.
Amera mulai mengambil tempat penggorengan, lalu mengisi minyak didalamnya dan menghidupkan kompor gas.
"Sayang apa gak suruh pelayan saja yang goreng nanti tanganmu terkena minyak panas lo, mas panggilkan pelayan dulu ya" ujar devab yang ingin memanggil pelayan.
"Gak usah mas, mas ini lebay banget si ini cuma goreng lo. Amera sering goreng bareng mama di rumah" ujar Amera.
Devan hanya pasrah karena dia gak mau membuat mood Amera rusak hanya karena ini, dia memutuskan membuka hp untuk melihat apakah ada sesuatu yang penting.
20 menit menggoreng Amera membawa hasil gorengan pertamanya.
" Ini coba mas makan bagaimana rasanya?? " ujar Amera.
Devan langsung mengambil gorengan dan mulai mencobanya, dia merasa gorengannya enak .
"Bagaimana mas apa rasanya enak atau tidak??, cepat kasih tau sekarang" ujar Amera semangat.
"Rasanya enak sayang mas suka bakwan ala kamu" tersenyum.
Mendengar itu Amera sangat senang karena itu artinya makanan ini akan menjadi salah satu makanan yang akan disukai suaminya, dia tersenyum terus sedari tadi hingga membuat Devan juga ikut tersenyum.
#########
Sore harinya Amera mengajak Devan merujuk di kebun belakang dan makannya juga disana.
"Sayang kenapa kita makannya disini?, lebih baik kita makannya didalam. Disini tidak higienis" ujar Devan.
"Gak aku suka disini, anak kita juga. Kamu harus belajar hidup merakyat jangan karena kau banyak yang kau jadi lupa diri" ujar Amera cerocus.
Devan kembali pasrah karena dia gak akan bisa melawan jurus andalan istrinya itu, apa lagi setiap keinginan akan didasari oleh anak mereka sebagai alasannya.
__ADS_1
"Mm...coba mas makan rujak mangga muda ini, mas pasti akan suka" ujar Amera antusias.
"Tidak saya mas gak mau makan buah mangga mas alergi, kamu aja yang makan" ujar Devan.
"Mas bohong ya?? mana mungkin mas alergi buah mangga" ujar Amera murung.
"Mas gak bohong sayang, sedari dulu mas emang gak bisa makan buah itu karena mas akan mengalami gatal-gatal, pusing, dan mual" ujar Devan mencoba menjelaskan.
"Baiklah kalau gak bisa makan buah mangga maka makan buah stroberi" ujar Amera.
"Tapi"ujar Devan.
"Apalagi!! apa mas juga alergi?? atau mas alergi semua buah-buahan" ujar Almera.
"Bukan begitu sayang " ujar Devan lalu mengambil stroberi di piring Amera.
"Ini udah mas makan kamu senang kan??" tanya Devan.
"Hehehe....iya mas, terimakasih " tersenyum bahagia.
******
Di Amerika, Aiba sedang jalan-jalan bersama barunya yang bernama Olivia. Mereka di jurusan yang sama dan dikelas yang sama juga.
"Kamu jangan sedih Oliv, kan ada aku nanti kalau aku pulang liburan kau boleh ikut. Sekalian aku mau mengenalkan mu sama keluarga ku" ujar Aiba.
"Itu ide yang bagus, kalau pergi bersama mu aku pasti akan mendapatkan izin pergi ke sana" ujar Olivia senang.
"Pasti dong karena ada tempatmu menginap haha ..." ujar Aiba terkekeh.
"Kau bisa saja" ujar Olivia.
"Kita sudah 1 jam keliling Amerika aku merasa sangat lapar, sebaiknya kita cari makan dulu deh Oliv "Ujar Aiba.
"Kau benar Aiba, ayo kita cari restoran terdekat" ajak Oliv pada sahabatnya itu.
**Skip Restoran**
Mereka berdua langsung memesan makanan saking laparnya, selagi menunggu pesanan mereka bermain hp.
"Baa apa kamu punya kenalan cowok gitu untuk aku jomblo ini" ujar Oliv.
"Hehehe... jangankan mencari untukmu aku sendiri jomblo wle" ujar Aiba.
__ADS_1
"Ngenes banget hidup kita ya" ujar Oliv.
30 Menit menunggu makanan pesanan mereka pun datang, Aiba sangat antusias dengan makanan mereka dan mulai memakan makanan mereka itu.
"Makanan disini selalu enak itulah mengapa aku selalu makan disini" ujar Oliv.
"Tapi kalau menurutku makanannya Bae aja, karena masakan mama lebih enak haha...." ujar Aiba sambil gelak tawa.
"Kalau itu jangan ditanya lagi" ujar Oliv sambil membalas gurauan sahabatnya itu.
...########...
Setelah acara merujuk Amera dan Devan kembali kedalam mereka ingin bersantai diruang santai sambil nonton televisi, saat sampai diruang santai Amera langsung membuka canell yang akan menayangkan sinetron India.
"Ganti dong sayang aku gak suka nonton Film ini" ujar Devan.
"gak ah...enak aja mau diganti film Geet ini adalah film kesukaanku apalagi sebentar lagi Geet akan menikah dengan tuan Man" ujar Amera menjelaskan.
"Tapi aku gak suka kamu lihatin cowok lain walau itu di televisi, karena mas cemburu sayang" ujar Devan.
"Ngapain mas cemburu, gak usah cemburu mas seharusnya belajar dari man bagaimana dia mencintai geet dan membahagiakannya" ujar Amera sambil pokus sama televisi.
"Apa juga bagusnya pria itu berewokan!! Ganteng juga gue" ujar Devan dalam hati dengan PD.
1 jam kemudian film geet bersambung, Amera sangat geregetan sama kakaknya Geet.
"Dasar pria brengsek !! dia mau membunuh Geet, Man juga kenapa gak dilihat kalau Geet belum datang" marah Amera.
"Sayang sudah ini kenapa malah jadi marah- marah gak jelas begini , lagian itu kan sinetron di tv saja sudah jangan terlalu dibawah perasaan " ujar Devan.
" Tetap saja aku kesal mas, masa ada kakak laki-laki begitu. seharusnya dia menyayangi dan melindungi adiknya, bukan mau membunuhnya" kesal Amera.
"Sudah dari pada kamu terbawah emosi ni, minum jus lemon biar rileks lagi" ujar Devan.
Amera langsung menyambar jus yang ada ditangan suaminya itu, "Mm ...segarnya, aku mengantuk mas tapi malas ke kamar aku mau tidur disini saja. Mas dielus rambut Ampera ya...mas" ujar Devan.
"iya sayang, tidurlah mas akan disini menemani kamu. Mas gak akan ninggalin kamu" ujar Devan.
...TBC....
Bantu doanya ya guys semoga besok lulus kontrak tahap satu, dan terima kasih bagi kalian yang sudah membaca novel aku dan juga komentar disana.
Jangan lupa bagi yang belum follow harap difollow dulu ya akunku, terimakasih.
__ADS_1