Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Dokter cantik


__ADS_3

Ditempat lain di rumah sakit yang berada di puncak terdapat seorang dokter cantik yang sedang menangani pasien yang mengalami luka yang cukup parah di kepala dan juga dikakinya.


"Kasihan sekali dengan pasiennya dok, dia terluka cukup parah padahal dia pemuda yang sangat tampan" ujar suster.


"Tidak ada yang bisa mengelak kemalangan Sri, itu sudah nasib pemuda itu meski dia tampan tapi dia masih tetap mengalami kemalangan" jelas dokter cantik itu.


Dokter cantik itu bernama Cantika Putri, dia seorang janda anak satu yang berumur 4 tahun. Suaminya meninggal saat dia melahirkan putrinya karena sakit kanker otak, dia sudah menutup hatinya selama 4 tahun ini tapi sekarang dia kembali merasakan yang namanya jatuh cinta dan itu pada pasiennya sendiri.


Tanpa dia sadari dia telah jatuh hati pada pasiennya itu, pria yang mampu menggeser posisi suami dihatinya.


(Diruang icu )


Tampak pria tampan yang masih betah tidur dengan kepalanya yang berbalut perban dan kakinya yang juga diperban, dia sudah koma selama satu Minggu dan belum ada tanda-tanda sadar.


Hingga dokter Cantika masuk kedalam ruangan Pria itu untuk melihat keadaannya, dan memastikan kalau pria itu baik-baik saja.


"Halo, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Cantika dengan senyum lirihnya. Dia kasihan melihat pria itu yang belum siuman sama sekali, saat dia menggenggam tangan pria itu tiba-tiba tangannya bergerak dan itu membuat Cantika kaget sekaligus senang.


"Kamu sudah sadar?"tanya Cantika.


"Kamu siapa?" tanya pria itu.


"Aku dokter yang merawat mu dan ia nama kamu siapa?" tanya Cantika.


"Namaku? aku tidak tau siapa namaku" ujar pria itu pelan sambil memegangi kepalanya.


"Apa dia mengalami amnesia?, kalau benar dia amnesia itu bagus aku bisa menjadikan dia milikku"batin cantika sambil tersenyum penuh arti.


Pria itu bertanya lagi pada dokter itu tentang nama dan tempat tinggalnya.


"Apa dokter tau siapa nama aku dan dimana aku tinggal?" tanya Devan, pria itu adalah Devan Alexander suaminya Amera yang menghilang selama satu Minggu.


"Aku tau tuan, namamu Alex Ferguson. Kamu sebenarnya suamiku, aku hanya mengetes apa kamu baik-baik saja soalnya kepalamu terluka mas" ujar Cantika lirih dengan nada yang begitu getir.


Devan merasa sedikit ragu akan yang diucapkan oleh wanita didepannya ini, apa benar dia adalah istrinya.


"Kenapa aku merasa ragu kalau dia istriku, tapi bagaimana kalau dia memang benar-benar istriku" batin Devan.


Cantika langsung memeriksa keadaan Devan dan benar dugaannya kalau Devan mengalami amnesia, setelah merasa keadaan pria itu baik-baik saja Cantika memindahkan Devan keruangan VVIP yang ada di rumah sakit itu.

__ADS_1


*******


Paginya, Amera telah selesai mandi dan memutuskan ke dapur untuk memasak dia ingin merilekskan pikirannya yang sedang kabut karena keberadaan Devan belum ditemukan.


"Kamu dimana mas? apa kamu baik-baik saja disana dan apakah kamu sudah makan" lirih Amera pelan, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kamarnya. Saat di dapur dia melihat mamanya yang sedang sibuk memasak bersama pelayan.


"Ma" panggil Amera.


" Kenapa kamu disini sayang? sebaiknya kamu kembali ke kamar dan beristirahat, kamu kan baru pulang dari rumah sakit" ujar mama Amera pada putrinya itu.


"Amera sudah baik-baik saja ma, jadi mama gak usah khawatir " jelas Amera pada mamanya yang sedang menatap dirinya.


Akhirnya karena anaknya memaksa untuk membantu memasak mama Amera mengizinkan putrinya memasak makanan untuk mereka pagi ini dibantu dengan dia dan para pelayan.


Amera memasak dengan senyum diwajahnya walaupun itu senyum paksa dia ingin terlihat kuat didepan orang tuanya sehingga dia tidak dikasihani oleh mama dan papanya.


1 jam memasak akhirnya masakan mereka matang, Amera membawa masakan mereka kemeja makan dan menyusun nya disana.


"Amera panggil papamu makan, dia sedari tadi berada di ruang kerjanya terus" perintah mama Amera. Amera menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan kelantai 2.


Sedangkan ditempat lain Cantika membawa putrinya Rani ke rumah sakit untuk menemui Devan dan membuat Devan percaya kalau dia adalah istri dari pria yang dia cintai itu.


"Kamu tenang saja sayang, sebentar lagi kamu ketemu papa. Ayo masuk, papamu ada didalam" ujar Cantika menunjuk kamar didepannya.


Lalu ia membuka pintu untuk putrinya, dan menyuruh putrinya masuk. Saat masuk kedalam Rani melihat seorang laki-laki dewasa yang sangat tampan sedang berbaring ditempat tidur, dia langsung memanggil pria itu dengan papa.


"Papa.....hiks....papa " ujar Rani lalu berlari dan mendekati tempat tidur yang ditiduri oleh Devan.


Devan yang mendengar suara anak kecil manggilnya papa langsung bangun dan melihat kearah sumber suara.


"Kamu siapa?" tanya Devan.


"Dia putri kita mas Alex, namanya Rani" jelas Cantika.


"Rani!! jelas Devan.


"Papa sakit apa hiks....kenapa papa gak perna menemui Rani, Rani kangen" lirih Rani.


Melihat Rani menangis Devan tidak tega dan langsung bangun dan meraih tangan gadis kecil itu.

__ADS_1


"Sudah sayang, putri papa gak boleh sedih papa kan sudah ada disini" jelas Devan padan Rani.


"Papa janji gak akan pergi lagi meninggalkan Rani dan juga mama?" tanya Rani.


"Papa janji sayang" jelas Devan.


Mendengar itu Rani sangat senang dia langsung memeluk Devan dengan erat, dia tidak ingin papanya meninggalkannya lagi.


"Aku harap ingatan Alex gak kembali, biarkan dia disini bersama kami" batin Cantika.


Cantika mendekati Rani dan devan lalu mengambil putrinya dari pelukan devan.


"Sayang kemari, jangan disana papa kamu masih sakit" jelas Cantika.


"Tidak apa, biarkan Rani disini" jelas Devan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke ruangan ku. Aku permisi " jelas cantika.


"Tunggu! siapa namamu? aku tidak bisa mengingat apapun bahkan namaku sendiri aku tidak ingat" jelas Devan.


"Namaku Cantika mas alex, sudah mau jangan khawatir ini semua karena mas kecelakaan jaid mas hilang ingatan" jelas Cantika.


"Baiklah can" ujar Devan pada Cantika.


Setelah itu Cantika langsung pergi meninggalkan ruangan Devan menuju ruangan Devan keruangannya.


"Pa Rani sangat senang sekarang" jelas Rani pada Devan.


"Kenapa kamu senang?" tanya Devan.


"Karena papa akan disini bersama ku, dan tidak akan meninggalkan aku lagi" jelas Rani pada Devan. Dia ingin menceritakan banyak hal pada papanya itu, rasanya gak akan habis-habis bahan pembicaraan yang ingin ia katakan pada papanya.


"Tentu saja sayang, kamu tenang saja. Apa kamu sudah makan mm?" tanya Devan.


"Belum, tadi Rani langsung kesini ingin bertemu dengan papa jadi gak sempat makan" jelas Rani pada Devan.


"Kalau begitu ayo kita makan, Papa juga baru mendapatkan nasi tadi " kelas Devan.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2