
Devan tidak mengizinkan Amera untuk pulang sendiri, dia menyuruh Amera menunggu dia di ruangan selagi dia bekerja.Nasib baik ada kamar untuk tapat istirahat, biasanya kamar itu digunakan saat Devan masih bujangan dulu.
Dia saat itu sering lembur jadi dia tidur disana, Amera mengedarkan pandangannya dikamar itu seketika senyumnya mengembang saat melihat Poto pernikahan mereka terpajang di dinding kamar itu.
"Kapan mas Devan memasang Poto ini disini?" ujar Amera tersenyum kecil, tiba-tiba dia merasa sangat sangat mengantuk jadi dia memutuskan untuk istirahat selagi Devan bekerja.
"Sekarang waktunya kita tidur sayang" ujar Amera sambil mengelus perutnya pelan. Tidak lama Amera pun terlelap dalam tidurnya, padahal biasanya jam 11 dia gak perna tidur tapi lihatlah sekarang dia malah tidur apa mungkin karena bawaan bayi.
Skip siangnya.
Makanan pesanan Devan baru saja sampai dia harus memberikan makanan pada Amera dan juga calon bayi mereka.
Setelah meletakkan makanan di sopa Devan langsung menuju kamar tempat Amera beristirahat sebelumnya.
Cklik.../bunyi pintu dibuka.
"Sayang" panggil Devan.
"Sayang yuk bangun dulu, kita makan siang" ujar Devan lagi pada Amera yang masih betah tidur.
Devan tersenyum kecil saat melihat pergerakan dari Amera, terlihat Amera mulai membuka matanya dan tersenyum kearah Devan.
"Emang udah jam makan siang" ujar Amera suara khas bangun tidur.
"Iya sayang ini udah jam makan siang, yuk kita makan mas sudah pesankan makanan tadi" ujar Devan.
"Mas pesan makanan apa?" tanya Amera penasaran.
"Ayam bakar dan tumis kangkung kesukaan kamu sayang" ujar Devan pada Amera, mendengar itu Amera langsung bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.
Selagi menunggu Amera dikamar mandi, Devan langsung pergi keluar untuk menyiapkan menyiapkan makanan dia dan Amera.
Devan menoleh ke pintu saat melihat Amera yang baru keluar dari dalam kamar, dia tersenyum melihat muka bantal milik Amera.
"Yuk kemari sayang, kita langsung makan" ujar Devan pada Amera istrinya.
"mm...ini pasti enak banget soalnya Amera sudah lama gak makan ini, habisnya dirumah mas selalu makanan kayak yang ada dibintangi Lima soalnya chef yang masak pun adalah chef yang terkenal bukan yang sembarangan.
Mereka mulai makan makanan mereka dengan lahap, Devan tersenyum melihat Amera yang makan dengan lahap.
Setelah makan Devan kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan Amera dia sibuk memainkan hp miliknya.
Tok...tok.../bunyi pintu diketuk.
"Masuk!!" perintah Devan.
__ADS_1
Terlihat Han memasuki ruangan kerja Devan dengan berkas ditangannya, Amera yakin itu adalah berkas yang diperlukan tanda tangan milik suaminya.
"Tuan ini berkas yang perlu anda tanda tangani" jelas Han pada Devan.
Devan langsung mengambilnya dan mulai melabuhkan tanda tangannya disana.
***
Sorenya Devan dan Amera pun langsung pulang karena Amera juga kasihan pada Rani dia pasti mencari keberadaan dia.
"Kasihan Rani mas dia pasti bertanya-tanya aku kemana" lirih Amera pada Devan.
"Dia pasti paham sayang, nanti kita jelaskan pada dia" ujar Devan pada Amera yang terlihat murung.
Setelah 1 jam menempuh perjalanan akhirnya mobil mereka mendarat di pelantaran rumah dengan selamat, Amera tersenyum karena disana sudah ada Rani.
Wajah Rani terlihat sangat masam karena baru kali ini dia ditinggal sendiri di rumah.
"Papa sama ibu kemana si? kok lama banget pulangnya mana Rani ditinggal sendiri di rumah"ujar Rani cemberut.
"Ibu dan papa kerja untuk kamu sayang, kalau kerja kan papa dan ibu bisa belikan Rani mainan baru" ujar Devan pada Rani.
"Serius pa! Rani boleh beli mainan?" tanya Rani semangat.
"Boleh dong sayang apa yang gak boleh buat kamu" ujar Amera sambil tersenyum melihat kearah Rani.
#####
Mendengar berita bahagia dari Devan otomatis mama Devan langsung berangkat ke rumah devan dan Amera.
Dia bersyukur Devan dan Amera sudah diberi kepercayaan lagi untuk menjadi orang tua, kali ini dia akan menjaga menantunya itu. Kapan perlu dia akan tinggal di rumah Devan selama Amera hamil, dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi.
Skip rumah Devan dan Amera.
Amera dan Devan yang mendapat kabar dari bibi ratu kalau mama mereka ada diruang tamu langsung turun, mereka tidak menyangka mama mereka akan datang malam ini juga tidak menunggu besok pagi.
Setelah tiba diruang tamu Amera dan Devan langsung duduk di sopa depan mamanya.
"Devan tidak menyangka mama akan datang malam ini juga" ujar Devan pada mamanya.
"Kenapa kamu gak senang mama kesini malam-malam? apa kamu merasa terganggu?" tanya mama Devan.
"Bukan begitu ma, mama kan sudah berumur gak baik keluar malam-malam lihat sekarang sudah jam 9 malam" ujar Devan.
"Tidak jadi masalah mama akan menginap disini, oh iya rani mana?" tanya mama Devan.
__ADS_1
"dia sudah tidur ma" ujar Amera.
Setelah berbincang- bicang tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, mama Devan langsung menyuruh Amera tidur.
Amera langsung tidur dia menarik Devan karena dia ingin tidur sambil dipeluk suaminya itu.
Skip paginya.
Tidur Devan terganggu karena mendengar suara orang muntah, dia langsung melihat ke sisi tempat tidur sebelahnya susah tidak ada Amera disana.
Hoek ...Hoek....// bunyi muntahan Amera dari dalam kamar mandi.
Devan langsung pergi ke kamar mandi karena mendengar suara muntahan Amera, dia langsung mengusap pelan punggung dan tengkuk Amera.
"Apa masih mual?" tanya Devan pada sang istri.
"Masih mas" ujar Amera.
Hoek....Hoek...
Devan kembali mengusap punggung Amera, Amera langsung mencuci mulutnya dan mulai
menghadap Devan.
"Mas peluk" rengek Amera manja.
Devan langsung memeluk istrinya itu, dan entah mengapa rasa mual yang sedari tadi Amera rasakan langsung hilang.
"Kamu mau langsung mandi atau mau tidur lagi?" ujar Devan.
"Mau tidur lagi sambil dipeluk mas Devan" rengek Amera manja.
"Baiklah tuan putri, apa kamu kuat untuk jalan?" tanya Devan.
"Maunya digendong sama mas Devan" ujar Amera lagi.
Devan langsung menuruti keinginan Amera, dia tidak ingin Amera marah kalau keinginannya gak dituruti. Dia ingat bagaimana waktu Amera marah dulu serem.
Setelah dirasa Amera sudah tertidur Devan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap kekantor.
Ditempat lain Rani sudah siap dengan baju sekolahnya, dua akan diantar sopir karena Amera maupun Devan tidak mungkin mengantar Rani ke sekolah.
Rani yang mengetahui ibunya hamil dan dia akan mempunyai adik sangat bahagia karena dia akan punya teman bermain nanti.
"Sayang ini bekal kamu, jangan lupa dimakan ya" ujar mama Devan.
__ADS_1
"Oke nek, Rani pasti makan apalagi ini masakan nenek" ujar Rani senang.
...TBC ...