
Hallo guys apa kabar semuanya 🥰🥰 udah lama Arthur gak update soalnya sibuk banget, lagi dinas baru jalan 2 Minggu masih ada 2 Minggu lagi doain ya semoga lancar sampai selesai.
********
Amera sedang duduk santai dirumahnya, dia duduk sambil ngemil buah-buahan karena kalau makan nasi Amera merasa mual.Dia makan dengan sangat lahap sambil menonton drama kesukaannya, akhir-akhir ini Amera sangat suka nonton drama Malaysia.
"wa....suaminya sangat romantis mm...coba mas Devan kayak gitu" ujar Amera pada dirinya sendiri.
Mama Devan yang tak sengaja mendengar ocehan Amera hanya geleng-geleng kepala saja.
Lalu mama Devan memutuskan untuk ikut bergabung bersama menantunya itu, dia duduk tepat disebelah menantunya itu.
"Sayang kamu lagi apa??" tanya mama Devan basa basi.
"ini ma lagi nonton drama Malaysia" jelas Amera sambil tersenyum manis.
"Kamu sudah makan nasi mm...?" tanya mama Devan.
"belum ma, Amera mual jadi gak makan de.perut Amera nolak untuk makan nasi itu kenapa Amera memutuskan makan buah- buahan saja" jelas Amera.
"Tapi kamu harus tetap makan sayang, kamu harus ingat kamu tidak sendiri lagi sekarang." jelas mama Devan.
"Tapi aku benar-benar gak nafsu ma, bawaannya pengin muntah" lirih Amera pelan.
"Apa ada sesuatu yang ingin kamu makan mm...sesuatu yang sangat sangat ingin kamu makan sekarang"jelas mama Devan.
"Aku pengin makan sate belut ma" ujar Amera.
"Belut!!" tanya mama Devan kaget.
"Kenapa??" tanya amera.
"Tapi dimana mama akan mendapatkan belut sayang?" tanya mama Devan.
"hehehe....kan bisa suruh sopir buat cari atau bibi, aku cuma pengen makan itu sekarang gak mau yang lain" jelas Amera pada mama mertuanya itu.
***
Setelah mencari 1 jam akhirnya bibi ratu berhasil menemukan belut, ia dan mama Devan segera membuat makanan yang diinginkan oleh Amera.
Amera tersenyum bahagia melihat mama dan bibi ratu akur begitu.
30 menit menunggu akhirnya sate belutnya pun jadi, mama Devan langsung membawa buatannya ketempat Amera sekarang berada.
" dicoba dulu sayang! terus kasih nilai "
ujar Mama Devan.
__ADS_1
"Iya ma" ujar Amera, Amera langsung mengambil satu tusuk.
"Bagaimana? enak atau tidak!!"ujar devan pada Amera menantunya.
"Seperti yang aku bayangkan ma rasanya sangat enak " jelas Amera kembali memakan sate yang dibuat oleh mama Devan dan bibi ratu.
"syukurlah kalau kamu suka satenya, mama jadi sedikit tenang " jelas mama Devan sambil tersenyum manis.
******
Sorenya Devan baru saja pulang dari kantor, dia membawa satu keresek berisi buah semangka. itu adalah pesanan dari istrinya yang sedang mengidam, Devan tidak merasa terganggu sedikitpun dia merasa senang karena Amera mengatakan apa kemauannya dan tidak menyimpannya sendiri.
Amera yang mendengar suara mobil Devan langsung turun kelantai satu untuk menemui suaminya dan juga untuk mengambil buah semangka pastinya.
Saat masuk kedalam rumah Devan dibuat kaget karena Amera yang tiba-tiba langsung memeluknya.
"e....kamu bikin mas kaget saja sayang!!" ujar Devan kaget.
"Hehehe ....habisnya Amera kangen"ujar Amera jujur.
"kemari" ujar Devan sambil merentangkan kedua tangannya.
Amera dengan senang hati langsung mendekati Devan dan masuk kedalam pelukan suaminya itu
"Oh iya mas buah semangkanya mana?"tanya Amera.
Amera langsung melepas pelukannya dan langsung mendekati Katong keresek yang berisi buah semangka.
"Akhirnya aku bisa makan buah semangka" ujar Amera tersenyum.
"Kenapa gak bilang kalau mau makan buah semangka mas kan bisa belikan satu truk untuk kamu " ujar Devan.
"Emang lain ya kalau orang kaya, buah semangka aja mau beli satu truk" jelas Amera.
"hehe...kamu kan tau kalau mas ini banyak uang jadi gak perlu heran kalau mas beli satu truk " jelas Devan pada Amera.
"hehe ....iya juga si mas, mas kan gak perna hidup susah sama kayak Amera kita kan sama-sama hidup berkecukupan tapi tingkat sombong mas besar sekali.Seharusnya mas gak boleh gitu, kasihan kalau mas beli banyak karena nanti pasti akan busuk dan terbuang saja nantinya" jelas Amera panjang lebar.
"Baiklah istriku yang tersayang " ujar Devan lalu Devan izin kekamar dulu karena dia ingin membersihkan diri dulu setelah itu baru dia turun untuk makan malam karena hari sudah menunjukkan pukul 18.00.
Sedangkan Amera dia sedang memakan semangka yang telah dia potong, setelah merasa cukup Amera langsung keatas untuk sholat.
Karena suara azan sudah berkumandang, terlihat kebahagiaan diwajah Amera.
"Sayang kita shalat dulu ya, nanti kita lanjut makan lagi" ujar Amera lembut pada calon bayinya dan Devan.
*******
__ADS_1
Ditempat lain, Di apartemen Aiba. Aiba sedang teringat akan Amera dia merasa rindu pada Amera.
"Kenapa aku jadi rindu sama wanita itu, dia itu wanita jahat dia sengaja mendekati aku untuk mendapatkan om Devan" batin Aiba.
Hingga terlintas ingatan ketika mereka menghabiskan waktu bersama, dan selama dia bersama Amera tidak ada keganjalan pada Amera.
"Sebenarnya siapa yang benar ? Amera atau Olivia " batin Aiba.
Tanpa sadar Aiba menelpon Amera, dan panggilan itu langsung diangkat oleh Amera.
📞:hallo ba
Aiba: mm....halo
📞: ada apa kamu menelpon aku?
Aiba: cuma mau tanya keadaan om Devan aja(ujar Aiba canggung,dia ingin sekali bilang kalau dia kangen Amera)
📞:aku kangen sama kamu ba, kapan kau pulang. Aku merasa sekarang kita sudah sangat jauh, dan sudah seperti orang asing
Aiba:kenapa kamu kangen sama aku? gak usah menggombal
📞:aku gak lagi ngengombal ba, oh iya soal om kamu dia baik-baik saja.Oh iya aku gak tau kamu senang atau gak akan kabar ini tapi sebentar lagi aku dan mas Devan akan punya bayi.
Amera ingin sekali Aiba mengatakan kalau dia senang atas kabar itu, dan mengucapkan selamat padanya tapi yang dia dapat hanya keheningan.
📞:Baiklah kalau begitu aku tutup ya, aku mau pergi makan dulu.bye....
Tut..Tut...
"Aku juga kangen sama kamu Ra hiks...tapi aku harus cari tau dulu siapa yang salah disini, jika kau emang gak bersalah tolong maafkan sahabatmu ini Ra" ujar Aiba pada dirinya sendiri.
Lalu Aiba pergi kekamar mandi untuk mandi karena hari sudah menunjukkan pukul 4 sore.
******
Amera Baru saja sampai dimeja makan,dia tersenyum pada Devan dan mama mertuanya.
"Kamu kok lama banget turunnya sayang "
ujar Devan.
"Tapi Aiba menelpon aku mas" jelas Amera.
"Aiba? kenapa dia menelpon kamu? apa dia mengatakan hal buruk sama kamu" ujar mama Devan, hal itu membuat Devan penasaran.
...TBC....
__ADS_1