Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Rujak ala Devan


__ADS_3

Cahaya mentari mulai masuk ke sela-sela tirai kamar mewah yang penunggunya masih betah saling memeluk satu sama lain. Benar sekali itu adalah kamar Devan dan Amera, tampak sepasang mata terbuka dan menatap pasangannya sambil tersenyum.


"Kamu benar-benar cantik sayang" ujar orang itu, siapa lagi kalau bukan Devan. Dia mengusap rambut panjang milik istrinya itu dengan penuh kasih sayang, karena itu sang empu rambut terbangun dan membuka pelan matanya.


"Mas" lirih Amera.


"Iya sayang ada apa?" tanya Devan.


"Sekarang jam berapa?" tanya Amera sambil merapatkan tubuhnya kedalam pelukan Devan.


"Sekarang pukul 7 pagi sayang" jelas Devan.


Bukannya bangun Amera malah memejamkan matanya kembali, hal itu membuat Devan merasa aneh karena biasanya istrinya itu akan bangun kalau sudah pagi ini sudah pukul 7 pagi tapi dia malah melanjutkan tidurnya.


"Sayang kamu gak akan bangun mm...ini sudah pagi Lo, bukannya setiap hari kamu bangunnya pagi terus. Kamu lupa ya mama hari ini bakal main ke rumah kita, kan gak lucu mama datang kamu masih tidur" ujar Devan mengingatkan Amera akan telpon mamanya semalam.


Amera yang mendengar ucapan suaminya langsung bangun dan melihat kearah suaminya, dia baru ingat dan langsung ingin berlalu ke kamar mandi namun tangannya ditahan sama Devan.


"Ada apa mas?" tanya Amera pelan.


"Kamu mau kemana?" tanya devan keanehan.


"ya mau ke kamar mandi terus mandi " ujar Amera pada Devan.


Akhirnya Devan melepaskan cekalan tangannya dan membiarkan istrinya itu ke kamar mandi.


*******


Amera dan Devan sudah selesai bersih-bersih dan mereka kini baru saja turun kelantai satu untuk sarapan pagi. Amera seperti biasa selalu mengambilkan Devan makanan, dan itu adalah satu hal yang disukai Devan dari Amera.


"Mas mau lauk rendang atau ayam kecap?" tanya Amera pada Devan, Devan langsung menunjuk rendang Amera juga langsung mengambil lauk rendang untuk Devan.


Setelah mengambilkan untuk suaminya Amera pun mengambil lauk untuk dirinya sendiri, saat mereka sedang asik makan tamu yang mereka tunggu sedari tadi pun datang yaitu mama Devan.


"Pagi Amera, Devan kalian lagi sarapan bersama ya?" tanya mama Devan.


"Mama kok gak kasih tau kalau mau kesini pagi-pagi" tanya Devan saat tau mamanya datang sangat awal dari yang mereka kira.


Mama Devan hanya menatap Devan sebentar lalu menatap menantunya yang sedang makan dengan lahap.


"Mama pengin makan juga? ayo ma makanannya enak Lo" ujar Amera kembali melanjutkan makannya. Mama Devan hanya tersenyum melihat Amera makan.


"Devan, istri kamu sudah isi lagi?" tanya mama Devan.


"Isi apa ma?" tanya Devan bingung begitu juga dengan Amera dia langsung mengehentikan makannya.

__ADS_1


"Isi apa ya ma? Amera gak isi apa-apa" ujar Amera.


"Aduh sayang kamu polos banget, maksud mama kamu udah hamil lagi" jelas mama Devan gemas pada menantunya itu.


"enggak kok ma, Amera gak hamil kok" jelas Amera.


"Mm...kira mama kau sudah isi tadi, habisnya kau makannya banyak sekali" jelas mama Devan.


Lalu mama Devan juga ikut makan bersama dengan Devan dan Amera, Mereka makan dengan nikmat dan juga diselingi dengan canda dan tawa.


#######


Setelah makan Devan, Amera, dan mama Devan berkumpul diruang tamu untuk menghabiskan waktu bersama.


"Dev, apa gak sebaiknya kamu sama Amera pergi ke dokter kandungan untuk mengecek apa istri kamu hamil atau tidak. Mama kayak punya firasat kalau Amera hamil" jelas mama Devan.


"Kalau memang Amera hamil Alhamdulillah ma, gimana mas Dev mau pergi menemui dokter kandungan?" tanya Amera.


"Baiklah besok siang aja gimana sayang" tanya Devan.


"Baiklah mas"ujar Amera.


(Dirumah Aiba).


"Bagaimana kalau kita ajak bibi kamu untuk jalan-jalan" ajak Olivia.


"Gak mungkin diijinin" ujar Aiba.


"Maksudnya?" tanya Olivia penasaran pada sahabatnya itu.


"Iya karena hari ini hari libur, dan bibi Amera pasti menghabiskan waktu bersama om devan.


Mendengar itu Olivia seketika merasa kesal, dia bingung apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Devan dan memisahkan Devan dari Amera.


"Sejujurnya aku kurang suka sama bibi kamu" jelas Olivia.


"Maksudnya?" tanya Aiba.


"Aku lihat om kamu terlalu menurut sama bibi kamu, dia kayak babu untuk bibi kamu" jelas Olivia.


"Gak ah ....kamu jangan aneh-aneh deh ol, bibi aku gak gitu dia emang cinta sama om aku" jelas Aiba.


"Tapi aku gak yakin ba, karena om kamu itu orang kaya pasti banyak yang cinta Sama om kamu dan itu semua karena Harta om kamu" jelas Olivia.


"Sudah-sudah jangan seuzon sama orang, udah ayo kita pergi sekarang" ajak Aiba.

__ADS_1


Olivia pun menganggukkan kepalanya dan merekapun pergi menuju mall tujuan mereka.


*****


Siangnya Amera merengek sama mama Devan, hal itu semakin memperkuat dugaan mama Devan kalau Amera hamil karena dia sangat aneh menurut mereka.


"Ma ...pengin makan rujak" rengek Amera.


"Rujak?? kenapa mau makan rujak ??" tanya Devan.


"Amera gak tau mas, Amera maunya makan rujak dan itu mas yang buat" rengek manja Amera.


"Kayaknya istri kamu benar-benar isi de Dev, sudah sana buat rujak untuk Amera" ujar mama Devan.


"Tapi aku gak bisa bikin Rujak ma" ujar Devan.


"Sana minta bantu bibi ratu, bibi ratu bisa bikin rujak yang enak" ujar mama Devan. Akhirnya Devan menuruti mamanya dan pergi menuju dapur untuk menemui bibi ratu dan belajar cara membuat rujak ala Devan.


(Dapur)


"Bibi ratu" panggil Devan.


"iya nak Dev, Ada apa??" tanya bibi ratu.


"Bantu Devan masak rujak dong, istri Devan ingin makan rujak" ujar Devan.


Bibi ratu hanya tersenyum melihat Devan yang begitu sangat memperhatikan Devan.


Devan memutuskan ke taman untuk memetik buah-buahan yang ada ditangan, setelah itu dia membawah buah itu ke dapur dan mulai meracik bumbu rujak.


30 menit kemudian rujak ala Devan jadi, Devan tersenyum dengan bangga karena berhasil membuat rujak ala dirinya. Dia langsung membawa rujak itu keruang tamu, dan memberikannya pada istrinya.


"Ayo sayang dimakan rujaknya" ujar Devan pada Amera.


"Wah...sudah jadi ya? ini pasti enak banget" ujar Amera lalu mengambil rujak dan mulai memakan rujak buatan suaminya.


Melihat Amera makan rujak yang ia buat membuat Devan tersenyum bahagia, dia bangga karena bisa membuat rujak untuk Amera.


"Bagaimana rasanya sayang? apa rujak buatan mas enak??" tanya Devan.


"Iya rasanya enak sekali, cocok banget di lidahku" jelas Amera lalu melanjutkan acara makan rujaknya yang sempat tertunda.


...TBC....


Hai guys terimakasih sudah mampir diceritakan jangan lupa vote dan komen ya biar Arthur semakin semangat bikin bab selanjutnya 🥰🥰.

__ADS_1


__ADS_2