Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Masuk kuliah lagi


__ADS_3

hari ini Amera sudah siap untuk pergi ke kampus untuk masuk kuliah semester 6, Dia harus tetap fokus meski Devan belum ditemukan. Dia berdoa semoga saja suaminya itu lekas ketemu baik itu masih hidup atau hanya tinggal jasad dia hanya ingin mengetahui keadaan suaminya itu tidak lebih.


Dia langsung keluar dari kamar Devan dan menuju lantai satu untuk berpamitan dengan mama mertuanya.


"Ma Amera berangkat kuliah dulu ya" ujar Amera.


"Kamu udah mau berangkat ? baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya" ujar mama Devan.


"Iya mas aku pergi dulu, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ma" ujar Amera lalu mencium tangan mama Devan dan pergi menujuh parkiran karena dia akan berangkat bersama sopir pribadi.


******


1 jam kemudian Amera pun tiba di kampusnya, dia langsung menuju kelasnya dan meninggalkan sopir pribadi mamanya disana.


skip kelas.


"Hai Amera, kamu tumben datangnya agak siang biasanya pagi-pagi kamu sudah ada di kampus" ujar Aulia sahabat Amera.


"Itu karena jarak rumah mama mertuaku dengan kampus 1 jam padahal tadi udah berangkat jam 7 kurang Lo tapi masih juga telat" ujar Amera.


"Oh iya gimana suami kamu ? aku dengar-dengar kalian 2 Minggu lalu mengalami kecelakaan" jelas Aulia pada Amera.


"Suami aku belum ditemukan, aku gak tau dia dimana sekarang" lirih Amera.


"Kamu yang sabar ya, aku yakin suami kamu akan segera ditemukan jangan putus asa" jelas Aulia.


"Terimakasih Lia aku akan terus bersabar sampai suamiku ketemu" jelas Amera.


"Ini baru Amera yang aku kenal" ujar Aulia.


Amera hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu, belum lama berbincang-bincang bel masuk pun berbunyi mereka siap-siap untuk memulai perkuliahan pertama mereka dengan ibu Rini.


2 jam masuk kuliah akhirnya mereka pulang karena hari ini kuliahnya hanya satu mata kuliah saja.


Sedangkan ditempat lain Han sedang pergi ke surabaya entah mengapa dia punya pirasat kalau tuan sekaligus sahabatnya itu ada disana. Dia juga menghubungi sahabatnya disana untuk mencari keberadaan Devan siapa tau dia ada di sana, disana dia punya 1 orang teman yang juga merupakan pengusaha terkaya di surabaya yaitu tuan Raka sahabat dia dan Devan sewaktu mereka sekolah menengah atas di jakarta dulu.

__ADS_1


" Apa sebenarnya yang terjadi pada Devan? kenapa dia bisa menghilang Han" tanya Raka.


"Saat itu Devan pergi kepuncak bersama istrinya untuk bulan madu tapi mereka malah mengalami kecelakaan hingga membuat Amera dan Devan jatuh ke jurang dan terpisah " jelas Han pada Raka.


"Kasihan sekali Devan dan istrinya, tapi tunggu dulu kan dia ada dipuncak bagaimana bisa dia ada disini?" tanya Raka.


"Aku punya firasat kalau Devan ada di Surabaya karena itu aku minta bantuan mu untuk mencarinya di Surabaya karena kau berkuasa di rumah ini" jelas Han.


"Baiklah apa yang kau mau, aku pasti akan membantumu" jelas raka.


"Itu lebih baik" jelas Raka.


*****


Devan memutuskan untuk mencari pekerjaan karena dia tidak mungkin membiarkan Cantika bekerja sendiri.


"Can aku akan mencari perkerjaan besok pagi" jelas Devan.


"Tapi mas Alex kau akan bekerja apa? kau kan" ucapan Cantika terputus.


"Tapi kau tidak punya ijasah mas, kau hanya tamat SMP" bohong Cantika pada Devan.


"Benarkah! kenapa aku gak lanjut sekolah " ujar Devan sedih.


"Itu karena mas anak yatim piatu, nasib baik kau bisa sekolah sampai SMP mas" jelas Cantika.


Devan tampak ragu dengan semua ucapan Cantika, dia tidak yakin kalau dia hanya lulusan SMP.


"Kenapa aku merasa yang diucapkan oleh Cantika itu bohong" jelas Devan salam hati.


"Mas kenapa kau diam saja? apa kau tidak percaya apa yang aku katakan" jelas Cantika.


"Aku percaya kok, kalau begitu aku akan. mencari pekerjaan lain saja seperti tukang ojek, apa kau bisa membelikan aku sebuah motor" ujar Devan.


"Baiklah mas aku akan membelikan kamu motor, itu lebih baik dari pada mas menganggur di rumah kan" ujar Cantika sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jadi papa bisa bawah motor? kalau begitu Rani ingin jalan-jalan bersama papa kalau motor sudah ada nantinya " jelas Rani.


"Akan papa coba kalau motornya sudah datang, apa papa bisa membawa motor atau tidak jadi kau tunggu saja ya sayang" ujar Devan pada Rani.


"Oke pa Rani akan menunggu itu" ujar Rani sambil tersenyum.


"Ini lebih baik, setidaknya aku akan merasakan nafkah lagi setelah 4 tahun. Tapi bagaimana caranya agar aku bisa benar-benar menikah dengan Alex, aku ingin memiliki anak darinya" jelas Cantika salam hati.


Malamnya, Cantika baru saja menidurkan putrinya di kamar putrinya lalu dia pergi menuju kamarnya dia akan meminta haknya pada Alax. Karena dengan ada anak dia bisa meminta Alex menikahinya jika nanti dia bisa mengingat lagi.


(Kamar Cantika dan Devan)


selama ini Cantika tidur bersama Rani terus dan Devan dia tidur sendiri dikamarnya, tapi tidak malam ini dia ingin menghabiskan malamnya bersama pria yang dia cintai itu.


cklik/ bunyi pintu kamar dibuka.


"Mas kau belum tidur" tanya cantika.


"Belum, kamu kok kesini? gak tidur sama Rani malam ini" tanya Alex. Dia merasa tidak nyaman satu kamar dengan Cantika, Sedangkan Cantika dia hanya tersenyum membalas ucapan Devan.


"Rani sudah tidur mas, jadi aku bisa disini menghabiskan malam ku bersamamu. Aku merindukan mu" ujar Cantika lalu mulai mendekati Devan. Sedangkan Devan yang melihat Cantika mendekatinya merasa tegang dan gugup, entah mengapa ada penolakan didalam hatinya tapi ada juga keinginan untuk menyentuh wanita yang katanya itu adalah istrinya.


Cantika langsung duduk dipangkuan Devan dan mulai mencium pipi Devan, dia juga menurunkan kepalanya menuju leher Devan dan menghirup bau badan Devan. Hal itu justru membuat Devan merasa tegang dan miliknya bangun.


"Aku akan mengganti pakaian ku mas tunggu disini, pokonya malam ini milik kita berdua" ujar Cantika sambil memainkan matanya sambil tersenyum menggoda.


Lalu dia berlalu ke kamar mandi sedangkan Amera dia malah bermimpi devan sedang bercumbu dengan wanita yang ada dimimpinya sebelumnya.


"Mas Devan" lirih Amera. Tapi Devan tidak mendengar ucapan Amera dan masih sibuk mencium bibir Cantika dengan mesra, hal itu membuat hati Amera sangat sakit.


"Mas Devan hiks....tega kamu mas" ujar Amera sambil menangis lalu dia terbangun dari mimpinya.


"Ya Allah mimpi macam apa ini hiks...mas Devan kau sedang apa disana? semua yang ada di mimpi itu tidak benar kan hisk ....kau tidak berselingkuh dengan wanita lain kan hiks..." lirih Amera.


Sedangkan dikamar Devan dan Cantika.....

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2