Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Kemarahan Devan.


__ADS_3

Devan terus memandang Cantika dengan tatapan kemarahan, dia benar-benar muak pada wanita itu.


"Mengapa kau membawaku kesini dan bilang kalau aku adalah suami kamu?" tanya Devan penuh penekanan.


"Apa yang kau katakan mas, kamu kan emang suami aku" Ujar Cantika masih menyangkal.


"Hentikan omong kosong mu itu!! aku sudah mengingat semuanya nyonya Cantika yang terhormat" Bentak Devan penuh kemarahan.


"Kamu sepertinya butuh obat lagi mas, kenapa bicaramu jadi ngaco begini" ujar Cantika.


"Berhenti mengatakan hal yang tidak penting itu, aku sudah ingat siapa aku. Aku adalah Devan Alexander bukan Alex seperti yang kamu katakan, dan aku suaminya Amera Dwi bukan kamu"Jelas Devan.


"Iya aku berbohong tentang semuanya! terus mau kamu apa? dengar ya tuan Devan kamu punya hutang nyawa padaku, kalau bukan karena aku kau tidak akan bisa melihat dunia ini lagi" jelas Cantika.


"Jadi kamu jangan macam-macam ingat kalau bukan karena aku kau gak akan melihat dunia ini, lupakan istrimu itu dan hiduplah bersamaku.Anggap saja kau sudah mati dan jadilah Amex suamiku" tekan Cantika tidak tau malunya.


plak....plak.../bunyi tamparan.


"Selama ini aku tidak pernah mengangkat tangan pada wanita, namun mulutmu itu benar-benar kotor. Dengar ya menyelamatkan nyawa pasien itu adalah tugas dokter,jadi aku gak berhutang nyawa padamu. Masalah biaya rumah sakit? aku bisa membayar 3 kali lipat , kau membayar perobatan ku kemaren 20 juta kan aku akan mengembalikannya 100 JT" jelas Devan pada Cantika.


"Kau ! berani sekali kau menamparku dan apa katamu ingin mengganti uangku 100jt, jangan terlalu banyak bermimpi tuan Devan kamu itu hanya gelandang tanpa aku" jelas Cantika.


"Terserah apa katamu tapi yang jelas aku akan menuntutmu karena sudah membohongiku Dan memalsukan identitas orang lain" jelas Devan lalu pergi dari sana.


"Mau kemana kamu kita belum selesai, hei...brengsek mau kemana kau" teriak Cantika.


"Itu bukan urusan kamu" Ujar Devan lalu pergi dari sana, dia akan pergi menemui Raka sahabatnya dan membahas semaunya pada sahabatnya itu.


*****


Skip rumah Raka.


Devan sudah berada didepan rumah Raka menggunakan motor miliknya, satpam yang mengenal Devan langsung membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Devan untuk masuk.


Setelah memarkirkan motornya Devan langsung memasuki rumah Raka.


"bibi Raka ada?" tanya Devan pada mama yang Raka, setelah mengucapkan salam sebelumnya.


"Nak Devan, Rakanya ada diruang kerjanya naik aja kelantai atas" ujar Mama Raka.


Devan langsung pergi menuju lantai atas untuk keruangan sahabatnya itu.


Skip ruangan Raka.


Tok..tok/ bunyi pintu diketuk.

__ADS_1


"Masuk" ujar Raka.


Mendengar jawaban dari sahabatnya itu langsung masuk kedalam, hal itu membuat Raka kaget karena setau dia Devan masih amnesia.


"Devan, kau?" tanya Raka.


"Aku minta bantuan mu" ujar Devan langsung to the poin.


"Bantuan apa?" tanya Raka.


"Aku ingin menyelesaikan masalahku disini sendiri tanpa bantuan Han, aku ingin menuntut perempuan penipu itu" ujar Devan.


"Kamu sudah kembali ingat?" ujar Raka pada sahabatnya itu.


"Iya aku sudah kembali ingat" ujar Devan.


"Tapi kalau kau menuntut Cantika kasihan putrinya" ujar Raka.


"Aku bisa merawatnya, aku tidak bisa membiarkan wanita itu hidup bebas di luaran sana" ujar Devan.


"Terus mau kamu apa sekarang" tanya sahabatnya itu.


"Pinjam uang untuk menjebloskan wanita itu ke penjara" ujar Devan.


"Haha...tuan devan yang terhormat datang kepadaku pinjam uang, wah...ini lucu sekali"ujar Raka.


"Baiklah tuan Devan yang terhormat, apa si yang tidak buat sahabatku ini " ujar Raka lalu mengeluarkan cek bernilai 200 JT karena menurutnya itu sudah cukup untuk menjebloskan wanita itu ke penjara. Setelah itu Devan menginap di rumah Raka karena dia tidak Sudi kembali ke rumah itu.


Saat dikamar tempatnya menginap Devan memutuskan untuk menelpon istrinya itu karena dia sudah sangat merindukan istrinya itu.


*****


Amera tadi memutuskan untuk menginap dirumahnya dan Devan karena dia merasa rindu dengan rumah mereka.


Saat dua berbaring tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk, Amera langsung melihat dan itu nomor tak dikenal.


"Siapa yang menelponku, aku tidak mengenal nomor ini" ujar Amera lalu dia mengangkat telponnya.


📞:


Amera: halo


Devan: halo


Amera: ini siapa?

__ADS_1


Devan: ini aku sayang, Devan.


Amera: mas Devan? ini benar-benar kau?


Devan: iya sayang ini mas.


Amera: kemana saja mas selama ini hiks...


Lalu Devan mulai menceritakan semuanya pada Amera, apa yang terjadi padanya dia tidak menutupi apa yang terjadi padanya karena dia percaya pada istrinya itu.


Amera: astaga jahat sekali wanita itu mas hiks...kenapa dia tega misahin kita.


Devan: sudah sayang jangan bersedih lagi, mas janji setelah urusan mas disini selesai mas akan pulang, tolong rahasiakan dulu dari keluarga mas ya mas gak mau mereka khawatir.


Amera: iya mas.


Setelah itu sambungan terputus, Amera begitu bahagia karena suaminya selamat dan kini sedang mengurusi masalahnya disana. Dia berdoa semoga masalah suaminya bisa cepat selesai agar mereka bisa berkumpul lagi.


Sedangkan di rumah Cantika dia sedang marah besar karena Devan tidak pulang.


"Sial semuanya rencana ku hancur, dan pria itu bahkan tidak pulang" teriak Cantika marah.


"Ma..." panggil Rani takut-takut.


"Apa!! jangan buat mama tambah marah, lihat papa kamu pergi meninggalkan kita. Dia itu jahat dia lebih memilih bersama wanita lain dari pada kita" teriak Cantika.


"Apa maksud mama" ujar Rani.


"Dengar Rani kamu udah gak punya papa, dia bukan papa kamu dia itu pria brengsek" ujar Cantika mulai menangis.


Dua akui dia salah karena telah menipu Devan, tapi dia melakukan itu karena dia mencintai Devan dan tidak ingin kehilangan Devan apa itu salah?


Melihat mamanya menangis rani pun bersedih, dia gak akan memaafkan orang yang menyakiti mamanya.walaupun umurnya baru masuk 5 tahun tapi dia tau mamanya menangis karena wanita lain.


Setelah capek menangis Cantika akhirnya mengajak Rani untuk tidur karena hari sudah larut.


skip paginya.


Cantika sedang sibuk memasak makanan untuk anaknya, karena dia pagi ini juga dinas pagi dan pulangnya pasti sudah siang. Ia takut putrinya kelaparan nantinya.


Setelah selesai memasak Cantika mengajak Rani untuk makan bersama.


"Rani sayang ayo makan bersama mama" ujar Cantika mengajak putrinya.


"Iya ma" ujar Rani.

__ADS_1


Mereka makan dengan diam, menikmati makanan dengan lauk sederhana milik mereka. Setelah selesai makan Cantika izin berangkat ke rumah sakit, sebelum pergi dia memberikan amanat pada putrinya untuk jangan pergi kemana-mana dan tidak membukakan pintu pada orang lain yang tidak dikenal.


...TBC....


__ADS_2