Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Berita aiba


__ADS_3

.....^^selamat membaca^^.....


Hari ini Amera kembali ke kampus dia juga membawa separuh stroberi didalam tasnya, dia ingin segera bertemu Aiba karena dia begitu merindukan sahabatnya itu. Namun saat tiba dikelas dia tidak melihat batang hidung Aiba dia bingung kemana Aiba padahal sebentar lagi masuk jam kuliah pak Idram.


"Rani" panggil Amera pada seorang teman kelas yang duduk didepannya.


"Iya Ra ada apa ??" tanya Rani.


"Lo lihat Aiba gak kok dia belum datang" ujar Amera.


"Lo gak tau ya Aiba kan udah gak ke kampus 4 hari dan tadi aku dengar katanya Aiba mau pindah ke Amerika" ujar Rani.


"Pindah !!!" ujar Amera kaget.


"Lo kan sahabatnya masa Lo gak tau" ujar sisi yang duduk disebelah Rani.


"Gue benar benar gak tau, tapi kenapa dia pindah" ujar Amera sedih.


"Itu karena 4 hari lalu dia hampir dilecehkan damar di club malam mungkin Sabahat Lo itu malu, makanya jadi cewek jangan ke gatelan" ujar Ajeng yang emang dari dulu gak suka Aiba.


"Tutup mulutmu sahabatku bukan wanita gatal" ujar Amera marah.


"Lo kok marah si mera, itu kenyataannya kalau dia gak-gatel untuk apa dia keclub sama damar" ujar Ajeng lalu pergi.


Amera sedih kalau emang yang diomongkan Ajeng benar kenapa Devan atau Aiba tidak memberi taunya, dan Devan dia pasti tau kalau aiba hampir dilecehkan.


Dia hanya murung selama kuliah, setelah jam kuliah terakhir habis Amera langsung menuju rumah sahabatnya itu. Dia butuh penjelasan dan kenapa sahabatnya itu tidak mau berbagi kesedihan dengannya padahal mereka sahabat.


**Rumah Aiba**


Amera turun dari mobil taksinya dan masuk menuju halaman rumah Aiba, setelah itu dia masuk kedalam rumah.


"Non Amera silahkan duduk non mau minum apa" ujar bibi pelayan.


"Apa saja bibi yang penting dingin, oh iya Aiba ada ??" ujar Amera.


"Ada non di kamarnya" ujar bibi.

__ADS_1


"Terimakasih bibi, nanti bawah aja keatas ya" ujar Amera lalu menuju kamar sabatnya itu.


Amera masuk tanpa mengetuk pintu dia begitu kesal kepada sahabatnya ini, Aiba yang mendengar pintu kamar dibuka kasar langsung menatap pintu dan dia kaget melihat Amera datang dengan muka marahnya.


"Amera kau" ujar aiba pelan.


"Kenapa lo sembunyikan ini dari gue!!! lo udah gak anggap gue sebagai sahabat lo lagi??" ujar Amera penuh selidik.


"Apa maksudmu?? aku gak paham" ujar Aiba.


"Jangan banyak ngeles lo, atau lo emang mau pertemanan kita putus. Bahkan gue tau lo dilecehkan Sama damar itu juga dari orang lain, lo keterlaluan banget. Gue kayak teman yang jahat banget tau gak" ujar Amera.


"Bukan gitu mera, gue hanya gak mau Lo kepikiran sama ini. Om Devan juga melarang aku memberi tau kamu" ujar Aiba mulai meneteskan air mata.


"Tapi lo bisa bilang iya Sama om lo Aiba terus kasih tau aku, kau benar-benar sakit hati lo. Kita selalu berbagi apapun selama ini bahkan kita sama sama bekerja sama buat memisahkan om Sama kekasihnya" ujar Amera.


"Apa!!" ujar mama Aiba yang baru tiba dikamar Aiba.


"Mam/mbak" ujar mereka barengan.


Amera menatap Aiba Dengan penuh ketakutan, Mama Aiba mendesak mereka berdua untuk mengatakan itu akhirnya Amera mengatakan semua rencana mereka.


"Kalian berdua benar benar keterlaluan, dan kau Aiba kenapa kau malah mengajak sahabat mu Melakukan hal bodoh itu. Apa kau tidak memikirkan apa yang akan terjadi saat om kamu tau ha!!" marah mama Aiba.


"Dan kamu Amera aku benar benar kecewa padamu, iya aku sadar kalau anakku itu bandel tapi kamu adalah gadis yang baik. Entah apa yang akan dilakukan Devan kalau dia tau semua ini " ujar mama Aiba kesal.


"Maaf mbak, aku tau itu salah tapi aku dan Aiba gak rela kalau mas Devan menikah dengan mbak meli karena dia itu tukang selingkuh. Mas devan adalah laki laki yang baik dan dia gak pantas bersanding dengan mbak meli" ujar Amera.


"Aku tau niatmu baik tapi caranya tetap saja salah seharusnya kau tidak melakukan cara itu" ujar mama Aiba lalu pergi dari sana.


Amera terlihat sangat sedih mendengar ucapan mama Aiba, aiba yang melihatnya sangat merasa bersalah.


"Maafin mama aku ya, jangan dimasukkan kedalam hati" ujar Aiba.


"Iya gak apa apa yang dikatakan mamamu itu emang benar, sebaiknya aku pulang dulu ini sudah sore" ujar Ampera lalu pergi dari rumah itu.


Melihat temannya pulang Aiba langsung menemui mamanya, dia merasa kesal ia tau kalau yang mereka berdua lakukan salah tapi mamanya gak usah berbicara begitu pada Amera.

__ADS_1


"Ma...mama benar benar keterlaluan, seharusnya mama gak usah bicara begitu sama Amera dia sangat sedih sampai menangis" ujar Aiba kesal.


"Mama tidak melakukan apa yang kamu katakan salah, kalian memang salah karena kebohongan kalian om kamu harus menikahi Amera" ujar mama Aiba.


"Tapi ma kejadian itu bukan salah Amera, dia tidak tau kalau aku yang memberikan obat perangsang itu pada om. Dan kejadian mereka tidur bersama itu memang benar ma, om sudah mengambil keperawanan Mera" ujar Aiba tidak terima Amera dibilang penipu.


Plak....plak...(mama Aiba menampar Aiba)


"Aiba .... apa yang kau lakukan dasar bodoh, kenapa kau melakukan hal yang sangat memalukan begitu. Kejadian ini sepertinya hukum karma untuk mu" ujar mama Aiba kesal.


Aiba hanya diam apa yang dibilang mamanya memang benar itu adalah salahnya, seharusnya ia tidak mengajak sahabatnya Amera kedalam ide gilanya.


"Tapi kumohon ma jangan beritahu om atau itu akan terjadi masalah besar ma, kasihan Amera dia lagi berusaha meluluhkan hati om Devan. Maka usahanya akan sia sia nantinya om Devan pasti akan membenci Amera" ujar Aiba.


"Apa yang kamu maksud??" ujar mama Aiba.


"Amera mencintai om Devan ma karena itu dia mau membantu Aiba menggagalkan pernikahan om" ujar Aiba.


Mama Aiba akhirnya menuruti keinginan Aiba, dia juga gak mau Amera kena Masalah. Karena menurutnya Mera adalah gadis yang baik dan cocok bersama adiknya Devan.


****


Di perjalanan Amera terus menangis mengingat semua yang dia lakukan dan juga yang dikatakan oleh mamanya Aiba.


"Apa yang harus aku lakukan hiks..." menangis.


"Apa nona baik baik saja " ujar sopir taksi.


"Saya baik baik saja pak lanjutkan saja Perjalanan" ujar Amera.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit Amera sudah tiba di rumahnya dan devan, Saat masuk dia langsung mendapatkan pertanyaan dari BI ratu.


"Nyonya... nyonya kenapa?? kenapa mata nyonya sembab nyonya habis menangis??" tanya bi ratu.


"Tidak bi tapi mata Amera ke lilipan Amera pergi dulu" ujar Amera lalu pergi ke kamarnya.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2