Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Sate lontong


__ADS_3

Setelah Makan malam diluar Devan dan Amera memutuskan pulang karena Amera sedang hamil dan tidak boleh ke capek'an, Devan memandang Amera sambil tersenyum kecil karena istrinya itu sedang tidur di mobil saat ini.


Devan merasa sangat bersyukur karena bisa memiliki Amera saat ini, dia berjanji akan menjaga dan melindungi Amera dan juga anak mereka yang masih didalam kandungan.


Dia jika ada orang yang berniat dan juga mengancam akan melukai istri dan anaknya, gak ada !! kalaupun ada berarti laki-laki itu adalah laki-laki terbodoh sepanjang masa.


"Sayang yuk bangun ini sudah sampai?? sayang" panggil Devan pelan.


Tetapi Amera tampaknya tidak bergeming dari tidurnya alhasil Devan langsung menggendong Amera memasuki rumah. Di sepanjang jalan menuju rumah Devan terus tersenyum karena Amera sama sekali tidak merasa terganggu padahal tidurnya pasti sedikit berguncang karena berada di gendongan Devan.


Setelah tiba dikamar Devan langsung membaringkan Amera ditempat tidur dan dia pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan juga ganti pakaian.


Setelah itu dia pergi ke kamar dan berbaring disebelah istrinya itu.


*******


Devan meraba ranjang disampingnya matanya langsung terbuka saat dirinya tidak mendapati adanya Amera disana. Dengan segera Devan beranjak dari kamar dan menujuh keluar kamar. baru saja Devan keluar dari kamar, indra penciumannya langsung bisa mencium aroma yang tidak asing baginya.


Devan langsung berjalan menuju dapur karena bau itu berasal dari dapur, dan benar saja dimeja makan dia melihat Amera sedang menikmati mie kriuk yang menggugah selera.


"Sayang kenapa kau makan mie instan? itu tidak baik untuk perkembangan bayi kita!! Devan yang terkejut mendapati Amera sedang memakan makanan yang tidak sehat seperti itu tanpa sadar menaikkan nada bicaranya.


Mendengar suara keras Devan Amera terkejut tanpa sadar menjatuhkan garpu yang di pengangnya.


Melihat Amera yang seperti ketakutan membuat Devan sadar kalau dia telah melakukan sebuah kesalahan pada istrinya itu.


"Aku lapar mas, dan aku penginnya maka mie"


ujar Amera menunduk.


Devan mendekat dan langsung duduk di samping Amera.


"ini mienya jangan dimakan lagi ya, gak baik untuk kamu yang merupakan seorang ibu hamil" ujar Devan sambil menjauhkan piring yang berisi mie.


Amera menoleh pada Devan dengan bibir dimajukan ke depan.


"Tapi aku masih lapar mas, dan aku gak mau makan makanan di rumah ini" ujar Amera merajuk.


" Lalu sayangnya mas mau makan apa ?? " ujar Devan.


"mm.." berpikir.


"sayang" panggil Devan.


"Sate lontong kayaknya enak mas" ujar Amera penuh semangat.


Devan melihat kearah jam yang kini menunjukkan pukul 08.30 WIB.


"Ayo kita pergi cari sate lontong, atau kamu mau disini saja?? biar mas yang cari" saran Devan.


"Ikut mas aku mau makan disana" ujar Amera.

__ADS_1


Devan menunggu Amera yang sedang mengganti bajunya karena mereka akan mencari lontong sate yang diinginkan istrinya itu.


Devan benar-benar tidak habis pikir kenapa Amera Mala memakan mie instan padahal pelayan sudah memasak begitu banyak menu dimeja makan.


Devan tidak suka tidak mempermasalahkan kalau yang Amera makan adalah makanan bergizi, tapi ini mie instan yang kandung zat dalam mie tersebut tidak baik untuk perkembangan janin didalam perut Amera.


"Udah mas" ujar Amera yang keluar dari ruang ganti memakai baju kaos oblong dan celana jins seperti saat ini karena pastinya perutnya akan semakin membesar.


"Ayo" Devan beranjak dari tempat tidur.


Amera dan Devan keluar rumah bersama-sama, lalu Devan membukakan pintu mobil untuk Amera baru dia masuk kedalam mobilnya.


"Mau cari dimana dulu sayang lontong satenya" ujar Devan.


"Aku gak tau mas" ujar Amera pada Devan.


"Coba cari di google tempat makan sate lontong di dekat sini, siapa tau ada sayang" ujar Devan menyuruh Amera mencari e.


Amera mencari hpnya di dalam tas, tapi ternyata dia sama sekali tidak menemukan barang yang dicarinya itu.


"Hp aku kayaknya tinggal di rumah deh mas, kucari gak ada" ujar Amera.


"Ya udah pakai hp mas aja" ujar Devan menatap istrinya itu.


Amera langsung mengambil hp Devan tapi waktu membuka hpnya, ternyata hp devan dikunci.


"Mas hpnya terkunci" ujar Amera.


"kok pakai tanggal lahir Amera mas??" tanya Amera polos.


"Biar mas gak lupa hari ulangtahun mu" ujar Devan.


Seketika pipi Amera bersemu merah mendengar ucapan Devan, Lagi-lagi Amera dikejutkan dengan Poto wallpaper hp Devan.


"Kok mas punya Poto pernikahan kita?? kenapa gak kasih tau Amera!! Amera kan juga mau" ujar Amera lirih.


"Hehehe...Mas minta sama Fotografernya sayang" ucap Devan singkat.


"Oh..." ujar Amera seraya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.


"Udah ketemu belum tempat penjualnya?" tanya Devan.


"Belum mas" ujar Amera.


Tiba-tiba saja tatapan Amera ter tujuh kepada penjual rujak didepannya.


"Mas mau itu" menunjuk penjual rujak.


Devan langsung menghentikan mobilnya.


"Yang mana yang" tanya Devan pada Amera, pasalnya didepan sana banyak sekali penjual yang menjual makanan yang berbeda.

__ADS_1


"Rujak buah" Ujar Devan tanpa menolehkan kepalanya kepada Devan. Tatapannya benar-benar hanya tertuju pada gerobak rujak buah didepannya.


Devan tersenyum melihat Amera seperti anak kecil yang menunggu pesanan makanan yang dia suka.


"Ya udah ayo kita turun" ajak Devan pada Amera.


Dengan semangat Amera keluar dari mobil dan menghampiri penjual rujak buah tersebut tanpa menunggu Devan terlebih dahulu.


"Pak mau rujak, berapa satu porsinya??"


tanya Amera.


" 1 porsinya 5 ribu neng" ujar penjual itu ramah.


" kalau begitu mau dong pak 30 ribu" ujar Amera .


"Benar neng, tunggu sebentar " ujar penjual rujak.


"Jangan pakai nanas ya pak !!" ujar Devan saat sudah tiba di samping Amera. Ya walaupun tidak tau pasti apakah nanas berbahaya untuk ibu hamil, tapi Devan hanya berjaga-jaga saja.


"Ooo...baik mas, ngomong-ngomong masnya ini pacarnya neng ya" tanya pedagang rujak tersebut.


Devan tersenyum.


"Bukan pak, saya suaminya" jawab Devan jujur.


"Oalah ...suami istri toh, saya kira masih pacaran" ujar pedagang itu terkekeh.


" Kenapa gak boleh pakai nanas mas??" tanya Amera.


" Gak apa-apa yang, takutnya itu berbahaya sama kandungan kamu " ujar Devan.


"ini bumbunya mau pedas? atau manis neng" ujar penjual.


"pedas" ..."manis"..… ujar Devan dan Amera bersamaan.


"Manis aja ya yang nanti kalau pedes-pedes kamu sakit perut" ujar Devan.


"Tapi maunya yang pedas bang" rengek Amera.


"baiklah kalau begitu pedas manis aja yang, ada pedas ada manis" ujar Devan pada istrinya itu.


"ini mas totalnya 30 ribu" ujar penjual.


Devan langsung memberikan uang seratus ribu, dan menyuruh bapak menyimpan kembaliannya.


"Terimakasih mas,neng, semoga rezeki kalian selalu mengalir dan calon bayi kalian sehat terus" ujar penjual rujak.


"terimakasih atas doanya" ujar Devan.


lalu mereka memutuskan untuk pergi menujuh mobil, tetapi ada seseorang.....

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2