Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Manja


__ADS_3

Siangnya Devan kembali ke rumah sakit setelah pulang dari kantor, dia juga tidak lupa membawa buah-buahan yang dia suruh pelayan petik pagi tadi .


"Halo sayang" tersenyum.


"Halo mas" Ujar Amera membalas senyum juga pada Devan.


"Gimana kabarnya siang ini mm? apa masih ada yang sakit" tanya Devan penuh tanda tanya.


"Udah mendingan mas, walau kadang perut Amera kadang masih suka kram" jelas Amera.


" Mm ...baiklah kalau begitu, oh iya ini mas bawakan buah-buahan kesukaanmu yang mas petik dari kebun di rumah kita sayang" jelas Devan sambil memberikan keranjang buah.


"Ha...serius mas semua buah ini ada di kebun yang ada di rumah kita" kaget Amera.


"Iya sayang, kamu mau ? mas akan Bukakan jika kamu mau" jelas Devan.


Amera menganggukkan kepalanya tanda setuju, Devan dengan telaten membuka buah apel dan juga jeruk lalu menyuapi Amera. Hal itu mengundang senyuman mama dan mama mertua Devan.


Mereka saling senggol melihat keromantisan menantu dan anak mereka, mereka berharap akan begini terus dan jangan sampai ada masalah lagi yang menimpah kehidupan anak-anaknya.


*****


Tidak terasa sudah satu Minggu Amera di rumah sakit, dan rencananya hari ini dia akan pulang karena keadaannya yang sudah baik-baik saja .


Devan yang membereskan semua pakaian Amera, padahal Amera bilang kalau dirinya bisa sendiri. Tapi suami tercintanya itu tetap ngeyel mau melakukannya jadi dia bisa apa selain pasrah akan ulah suaminya itu.


"Ayo sayang kita berangkat, aku sudah gak betah di rumah sakit. Kamu juga pasti gak betah kan?" Tanya Devan.


Dan kau hanya menganggukkan kepala mu tanda setuju dengan apa yang dikatakannya.


Lalu kalian bergandengan menuju keluar rumah sakit, Lalu Amera disuruh menunggu diluar karena Devan akan segera kembali dengan mobilnya karena parkiran cukup jauh dan dia gak mau membuat Amera kecapean.


Setelah 10 menit dengan sudah berada didepannya dengan menggunakan mobil sportnya, Devan keluar lalu membuka pintu untuk Amera.


"Terimakasih mas" ujar Amera tulus.


"Sama-sama sayang , apa yang gak buat kamu" ujar Devan sambil mengelus wajah Amera lalu menutup pintu mobil dan menuju kearah kemudi lalu masuk dan mulai melajukan mobil mereka.


Disepanjang perjalanan Amera hanya diam, dia bingung harus bicara apa Devan. Walau Devan mengatakan kalau dia adalah suaminya rasa canggung itu masih ada dan itulah yang membuat nya hanya diam saja.

__ADS_1


"Ada apa sayang sedari tadi kau diam terus apa ada masalah mm..." tanya Devan??


"E...enggak kok mas, Amera hanya capek dan ingin segera sampai rumah" dusta Amera.


"aku tau Mer, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Aku gak akan memaksa kamu untuk cerita, aku tau kamu pasti masih ragu dan belum sepenuhnya percaya sama mas. Tapi mas janji akan menjaga kamu dan membuat kamu percaya pada mas sayang" ujar Devan dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam akhirnya mereka tiba di rumah mereka, Devan melihat kearah Amera yang tampak sangat terpesona dengan rumah kami.


"Ada apa sayang? yuk masuk" ajak Devan.


Amera menganggukkan kepalanya dan pergi ikut masuk berbarengan dengan Devan.


Saat masuk mereka disambut oleh bibi ratu dan para pelayan lainnya, Amera terharu walau dia tidak tau siapa mereka tapi entah mengapa dia merasa sudah sangat akrab bersama mereka.


"Terimakasih bibi ratu karena sudah menyambut kepulangan Amera" ujar Devan.


"iya nak Devan" ujar bibi ratu.


"Mas mereka siapa?" tanya Amera.


Pertanyaan itu mampu membuat semua pelayan menatap Nyonya mereka heran, Devan langsung menjelaskan pada mereka. Mereka turut berduka atas apa yang terjadi pada nyonya mereka itu, setelah dirasa cukup Devan langsung mengajak Amera ke kamar mereka.


"Iya mas" jawab Amera.


Setelah kepergian Devan Amera langsung mengedarkan pandangannya ke kamar mereka dan dia melihat Poto pernikahan mereka yang terpasang di dinding kamar mereka dengan ukuran yang lumayan besar.


Dia tersenyum bahagia melihat itu, dia jadi sangat penasaran bagaimana dia bisa menikah dengan Devan pria yang begitu dia cintai itu.


Lalu dia memutuskan menelepon Aiba untuk bertanya pada sahabatnya itu, tapi nomor Aiba begitu susah dihubungi.


"Kenapa nomor Aiba susah dihubungi, a... mungkin dia sibuk mengurus tugas kuliah disana" ujar Amera lalu memutuskan untuk istirahat.


********


Devan baru saja menyelesaikan tugasnya, dia melihat jam ditangannya yang kini menunjukkan jam 2 siang. Itu artinya dia sudah meninggalkan istrinya itu 4 jam, dia langsung menuju kamar untuk mengajak istrinya itu makan siang.


Dia melangkahkan kakinya memasuki kamar mereka, dilihatnya Amera baru keluar dari kamar mandi.


"Mas ngagetin Amera saja" ujar Amera sambil mengusap dadanya.

__ADS_1


"Maaf ya udah bikin kamu kaget, yuk kita turun makan siang kami belum makan kan?" tanya Devan.


"Iya mas Amera juga sudah sangat lapar" ujar Amera.


Lalu mereka berjalan beriringan kelantai satu menuju meja makan. Amera menatap senang kearah meja makan karena makanan disana adalah makanan yang sangat dia sukai. Melihat mata Amera yang berbinar Devan langsung mengambilkan nasi dan lauk kesukaan istrinya itu lalu meletakkannya dimeja makan.


Devan memandang Amera yang masih saja tidak menyentuh makanannya, dia yang bingung langsung bertanya pada belahan jiwanya itu.


"Ada apa sayang?, kenapa tidak dimakan mm" tanya Devan.


"Aku maunya disuapi sama mas" rengek Amera.


"Astaga ! kenapa gak bilang sama mas kalau kamu mau disuapi, aduh manja banget sayangnya mas" ujar Devan tersenyum.


"Biarin, manja sama suami sendiri masa gak boleh" ujar Amera.


Devan hanya membalasnya dengan senyum manisnya lalu mulai menyuapi istrinya itu makan, Amera dengan semangat membuka mulutnya. Lalu dia juga menyuapi Devan Dengan sendok yang baru, jadilah mereka makan dalam satu piring yang sama .


Bibi ratu yang melihatnya sangat bahagia, dia harap Devan dan Amera selalu bahagia selamanya. Karena dia sangat menyayangi mereka berdua, dia sudah menganggap mereka sebagai anaknya sendiri.


Tanpa terasa Devan dan Amera akhirnya selesai makan, mereka memutuskan untuk duduk di ruangan tamu sambil menonton drama disana.


"Boleh mas bertanya sesuatu sama kamu!" tanya Devan.


"Boleh mas, emang mas mau nanya tentang apa?" tanya Amera.


"Apa yang membuat kamu mencintai mas? sampai kamu begitu tergila-gila pada mas" tanya Devan.


Amera diam sejenak, dia memandang wajah pria yang amat dia cintai. lalu dengan tersenyum dia menjawab;


"Aku mencintai mas karena mas orangnya penyayang, Ramah dan juga tampan tentunya" jelas Amera sambil tersenyum manis.


"Tapi bukankah mas terkenal dingin, jutek, jarang bicara dan selalu menatap orang dengan tatapan tajam. Terus dimana kau memukan sisi yang berbeda itu" tanya Devan.


"Aku sudah cukup lama mengenal om, sejak aku kelas 1 SD aku sudah tau mas dari Aiba. Dan aku selalu melihat mas bersikap seperti yang kubilang pada Aiba dan hal itu yang membuat aku semakin mencintai mas setiap hari" jelas Amera Sambil tersenyum.


Devan pun membalas senyuman Amera degan senyuman juga pastinya, hal itu membuat Amera sangat bahagia.


...TBC....

__ADS_1


Hai guys terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan, jangan pernah bosan ya sama novel ini. Kalau ada masukan dipersilahkan untuk diungkapkan pada komentar yang tersedia, Terimakasih🥰.


__ADS_2