
Hak terasa udah sampai part 11 terimah kasih untuk dukungannya, semoga cerita yang saya buat ini gak membosankan pembaca😊.
...~Selamat Membaca~...
****
Devan dan Amera baru saja tiba di bali dan sedang menujuh hotel untuk tempat mereka menginap selama mereka bulan madu dibali, Amera sangat antusias karena mereka honeymoon nya dibali tempat yang sudah lama tidak dia datangi.
Dulu dia datang kesini bersama papa dan mamanya, Dan sekarang dia datang bersama pria yang sudah resmi menjadi suaminya.
Devan langsung turun dari mobil dan menuju begasi mobil, dia mengeluarkan koper miliknya dan sang istri.
Lalu membawanya menuju hotel, Amera yang melihat suaminya kesusahan membawa dua koper berniat menawarkan diri untuk membantu suaminya itu.
"Mas berikan koper milik Amera biar Amera yang dorong mas kelihatan sangat kesusahan membawa 2 koper itu" ujar Amera lembut.
"Gak usah Ra mas bisa kok" ujar Devan lalu menarik koper mereka.
"Mas Devan romantis banget walau hanya sekedar membawa koper tapi aku sudah sangat bahagia, mas devan juga sudah gak sedingin dulu lagi. Kalau begini aku mungkin bisa mendapatkan hati mas Devan semangat Amera kamu pasti bisa" ujar Amera.
Di lantai satu devan langsung minta bantuan satpam membawa koper milik mereka kelantai 3 karena Devan memesan kamar hotel VVIP.
Amera mengikuti langkah suaminya itu karena gak mau ditinggal, Devan menyadari kalo Amera kesulitan menyimbangi langkah kakinya akhirnya memutuskan menggenggam tangan mungil Amera dan mulai melanjutkan langkahnya.
Amera yang diperlakukan begitu hanya mampu tersenyum kecil karena sangat bahagia, padahal hanya perlakuan kecil saja tapi bisa membuat moodnya bagus.
Saat tiba dilap Devan langsung mengklik lantai 3 selama didalam lap Devan terus menggenggam tangan amera seakan takut kehilangan Amera .
3 menit kemudian mereka sudah tiba dilantai 3 satpam langsung membawa koper kekamar yang sudah diberi tau devan sebelumnya, setelah memasukan koper kekamar Devan dan Amera satpam pun izin pergi dari kamar mereka.
Amera langsung bergegas membuka lemari dan mulai menata pakaian disitu, dia ingin menciptakan kamar ini seperti kamarnya sendiri jadi dia tidak akan merindukan rumah nantinya.
"Kau terlalu bersemangat Ra kan bisa besok menyusun pakaian itu, lagian kita gak lama untuk apa kau memasukan baju kelemari" tanya Devan.
"Aku hanya ingin menciptakan nuansa kayak dikamar kita mas, jadi selama kita disini kamar ini anggap saja rumah kita" ujar Amera.
Entah setan dari mana tiba-tiba saja pikiran kotor muncul diotak Devan, dia memikirkan dia dan Amera saat sedang merenggut nikmat bercinta dengan tubuh polos dengan penuh keringat.
"Bodoh....bodoh pemikiran macam apa itu sadar Dev sadar jangan memikirkan hal mesum begitu" ujar Devan sambil memukul kepalanya pelan.
__ADS_1
"Mas ada apa? kenapa memukul kepala apa kepala mas sakit?" tanya Mera.
"I...iya sedikit sakit " ujar dengan bohong gak mungkin dia jujur kalo dia sedang berpikir mesum dengan Amera bisa hilang nama baiknya.
Amera yang mendengar itu jadi khawatir dia gak mau Devan sakit dia langsung mendekati Devan dan langsung duduk di ranjang mereka.
"Mas sebaiknya duduk dilantai" perintah Amera.
"Gak mau apaan kau menyuruhku duduk dilantai " kesal Devan.
"Mas tolong dengarkan Amera, Amera ingin memijat kepala mas agar sakitnya nanti bisa hilang" ujar Amera pelan.
Akhirnya Devan menuruti Amera karena dia gak tega melihat mata Amera yang menatapnya sendu, entah mengapa semua hal yang berhubungan dengan istrinya itu sangat penting sekarang.
Seakan akan Amera adalah belahan jiwanya karena ketika Amera bahagia devan pun ikut bahagia, ketika Amera sedih Devan pun ikut sedih.
****
(Malamnya).
Devan baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengambil air wudhu, dia berniat sholat bersama Amera.
Amera sudah sedari tadi menunggu suaminya itu, lalu mereka mulai melaksanakan sholat magrib.
Selesai merapikan peralatan sholat Amera dan Devan memutuskan turun kelantai satu untuk makan malam, karena mereka sudah merasa sangat lapar.
***Restoran***
Ketika Devan dan Amera masuk kedalam restoran semua mata tertuju pada Devan terutama kaum hawa. Amera merasa sangat cemburu karena mereka memandang miliknya begitu.
Devan menyadari raut sedih milik istrinya dia yakin Amera pasti cemburu, Devan bahagia mengetahui Amera cemburu itu artinya cinta Amera padanya tidak perna berubah masih sama seperti dahulu.
Jadi dia benar benar akan berusaha untuk membalas cinta Amera, karena dia tidak mau terlalu menyakiti hati wanita yang sudah begitu mencintai nya.
Devan langsung saja membawa tangan Amera kelengannya peristiwa itu langsung menjadi sorotan semua orang, banyak yang memuji mereka dan ada juga yang menghina karena menurut mereka Amera dan Dev sangat tidak cocok.
Skip meja makan.
"Kamu mau pesan apa Ra ??" tanya Devan.
__ADS_1
"Pesan aja pecel lele mas,sama es teh" ujar Mera.
"Baiklah, pelayan pesan ayam bakar, pecel lele, es teh, dan lemon tea" ujar Devan.
"Baik tuan, mohon ditunggu" ujar pelayan.
"Mer" panggil Devan.
Mendengar namanya dipanggil Mera langsung melihat kearah Devan, dia penasara apa yang membuat suaminya memanggilnya.
"Iya mas ada apa ??" tanya Mera.
"Apa kamu masih mencintaiku seperti sebelumnya? seperti waktu kau kelas 2 SMP?" tanya Devan pada istrinya itu.
Amera terdiam mendengar pertanyaan Devan, apa devan selama ini tidak merasakan cintanya itu. Apakah cintanya kurang besar sehingga Devan tidak dapat merasakan dan mengetahui perasaannya.
"Ditanya kok malah melamun! apa kamu masih mencintaiku?" tanya Devan lagi.
"Apa yang ingin mas dengar ??" tanya Amera balik.
"Aku kan bertanya kenapa kau menjawab dengan pertanyaan lagi" ujar Devan mulai kesal.
"A...aku aku..." ucapan Ampera terpotong karena pesanan mereka sudah sampai.
"Nanti dilanjut lagi Sekarang kita makan dulu" ujar dengan menghentikan pembicaraan.
"Baiklah" ujar Amera pasrah lalu mulai memakan makanan miliknya.
Mereka makan dalam diam tanpa ada pembicaraan sedikit pun, mereka pokus dengan pikiran mereka masing-masing.
30 menit kemudian mereka selesai makan malam, devan mengajak Amera kembali kekamar mereka. Amera menuruti perintah suaminya karena dia gak mau Devan tambah kesal, dari wajahnya Amera tau kalau Devan sedang kesal sekarang kesal kepadanya.
"Mas aku ingin bicara soal tadi" ujar Amera.
"Tidak usah dibahas lagi, lagian itu bukan suatu hal yang penting" ujar Devan lalu mulai masuk kelab yang sudah terbuka dengan diikuti Amera dibelakangnya.
"Itu hal yang penting mas, karena aku ingin mas tau kalau aku cinta sama mas" ujar Amera dalam hati.
Bibirnya begitu keluh untuk melontarkan pernyataan itu, seakan sangat berat mulutnya untuk mengucapkan itu.
__ADS_1
...........
...TBC....