
Hai guys apa terimakasih atas dukungannya 😊gak terasa udah sampai di part 22 semoga novel ini sukses dan banyak diminati amin. doakan lulus mengajukan kontrak ya😊.
****
...^^^Selamat membaca^^^...
Keesokan harinya Amera seperti biasa pergi ke kampus karena dia kini mahasiswi tingkat akhir untuk jurusan desainer yang dipilihnya, Dia harus menata kehidupan barunya dan melupakan masa lalunya.
Amera diantar sama supir pribadi papanya walau papanya marah akan perbuatan Amera, tapi dia tidak bisa marah karena Amera adalah anaknya satu satunya.
Amera dan sopir sudah tiba di kampus, Amera berjalan menuju kelasnya dengan tersenyum walau semua itu hanya senyum palsu.
Karena kebahagiaan Amera sejujurnya ada pada Devan, baru satu hari berpisah Amera sudah merasa rindu berat pada mantan suaminya itu.
Gak lama setelah itu bunyi bel berbunyi Amera sangat antusias menunggu dosennya, dia harus mendengarkan dengan seksama agar bisa tamat dengan target waktu 3 tahun.
Skip selesai kuliah Amera memutuskan pergi ke restoran, dia sangat lapar dan memutuskan untuk memakan banyak makanan.
Di restoran itu juga terdapat Devan yang sedang menemui klien nya.
Saat Devan sedang menoleh ke kiri dia melihat Amera yang sedang duduk di kursi, Devan berusaha untuk tidak perduli dengan apa yang akan Amera lakukan.
Dia kembali Fokus mendengarkan poin-poin penting yang disampaikan setelah selesai meeting dia memutuskan pergi dari sana.
Namun saat mau keluar matanya bertemu dengan mata Amera lalu dia membuang muka, Amera yang melihat itu menunduk sedih.
"Segitunya kau tidak mau bicara dan melihat padaku" ujar Amera dalam hati.
Amera memilih untuk tidak perduli dan langsung saja memakan makanan yang sempat dihentikannya, dia makan dengan nafsu makan yang tiba tiba hilang.
Setelah selesai makan Amera langsung pergi dari restoran dan memutuskan untuk pulang, karena dia benar benar tidak ingin kemana-mana.
***
Mera baru saja tiba di rumah orang tuanya,dia disambut oleh mamanya, walaupun dia telah berbuat salah mamanya akan memaafkan semua kesalahan anaknya.
"Sayang kamu baru pulang?? sudah makan??"
tanya mama Amera.
__ADS_1
"Iya ma tadi makan di restoran dekat kampus aku" ujar Amera.
"Baiklah kalau kamu sudah makan sekarang ganti baju dan istirahat " ujar mamanya.
"Iya ma" ujar Amera lalu pergi ke kamarnya.
Di kamar Amera langsung menuju kamar mandi dan mulai berendam, dia ingin merilekskan otaknya sekarang.
"Segarnya" ujar Amera sambil tersenyum lembut.
Dia sampai ketiduran dikamar mandi, saat bangun sudah pukul 3 sore padahal dia berendam dari jam 2.
"Aduh lama sekali aku berendam dikamar mandi" ujar Amera terkekeh.
Lalu dia langsung memakai baju ganti yang sudah dipilihnya, setelah itu dia turun untuk makan karena tiba-tiba dia merasa lapar.
"Sore ma" ujar Amera tersenyum.
Mama Amera bisa melihat kalau senyum putrinya itu senyum penuh luka, mamanya memang tau kalau Amera suka dan cinta pada Devan sedari SMP karena dia melihat buku diary putrinya diam-diam dulu karena rasa penasaran.
"Kasihan sekali putriku padahal jelas semua ini bukan salah Amera, dia kan hanya ingin membantu Aiba. Seharusnya dia bisa menerima semua kesalahan Amera" batin mama Amera.
"Eh...gak ada nak, sore juga. Kamu mau makan??"tanya mama Amera.
"Iya ma" ujar Amera.
Lalu mama Amera langsung menyiapkan makanan untuk putri kesayangannya itu, Amera melihat itu langsung teringat saat dia mengambilkan Devan nasi setiap hari.
Dia hanya tersenyum sendu, dia berpikir apakah semua yang dia lakukan dulu tidak ada yang terkenang di hati Devan.
Apa hanya kesalahannya saja yang terkenang dan kebaikannya dibuang dan dilupakan.
Setelah selesai makan Amera dan mamanya pergi keruang tamu, mereka nonton televisi yang ada di sana.
"Gimana kuliah kamu ? apa semuanya berjalan baik sayang" ujar Mama Amera.
"Iya ma semuanya baik, dan seminggu kami ujian untuk masuk ke semester 5 " ujar Amera.
"Wah itu bagus sayang kamu harus belajar lebih giat biar cepat selesai kuliah, dan lupakan saja Devan. Jangan ingat-ingat dia lagi, dia saja tidak mengingatmu, kalau dia benar-benar sayang kamu dia pasti akan memaafkan mu. Tapi lihatlah hanya karena satu kesalahan mu dua melupakan kebaikanmu" ujar mama Amera.
__ADS_1
Amera yang mendengar nya hanya diam saja, apa yang dibicarakan mamanya memang benar. Tapi dirinya ini terlalu bodoh mencintai Devan dengan begitu dalam, bahkan sangat sulit melupakannya.
"Apa kamu mendengar apa yang mama bilang ??" ujar Mama Amera.
"Iya ma Amera mendengar semua yang mama katakan" ujar Amera.
"Jangan cuma didengar tapi dilakukan, kamu berhak bahagia Amera. Jadi lupakan dia, itu tandanya dia bukan jodoh kamu" ujar mama Amera.
"Iya ma, Amera paham dan akan Amera coba untuk melupakan Devan. Mama tenang saja, Amera juga ingin bahagia" ujar Amera sambil tersenyum.
"Itu baru putri mama yang mama kenal, gak gampang putus asa dan sakit hati" Ujar mama Amera.
Amera hanya membalasnya dengan senyuman walau sejujurnya hatinya sangat terluka, dia juga tidak mau mamanya kepikiran dan akhirnya bersedih.
"mungkin memang ini jalan kisah kita mas, hanya sebatas ini saja perjuangan aku mendapatkan hatimu. Semoga kau bahagia dan bisa mendapatkan orang yang lebih baik dariku" ujar Amera dalam hati.
Setelah selesai mengobrol Amera memutuskan kembali ke kamarnya , Karena hari sudah sore Dan dia harus mandi terus melanjutkan buat makalah yang akan dikumpulkan besok pagi.
***
Malamnya Amera setelah makan malam memutuskan ke kamar untuk melanjutkan makalah yang dibuatnya sore tadi.
Makalahnya sebentar lagi selesai jadi Amera tidak mau buang-buang waktu, dia langsung menyelesaikan makalahnya.
"Semangat Amera sebentar lagi makalah mu selesai" ujar Amera tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri.
Ditempat lain di rumah Devan dia sedang dimarah habis-habisan oleh mamanya, mamanya marah karena Devan menceraikan Amera.
"Dasar anak gak tau diri kenapa kau menceraikan menantuku ha..!!, apa salahnya padamu" marah mama Devan.
"Salahnya itu sangat besar ma pertama dia membohongi Devan, kedua dia menjebak Devan" ujar Devan lalu mulai menceritakan semuanya dia tidak mau terus-terusan disalahkan oleh mamanya.
" Kamu ini dasar laki -laki yang gak peka, seharusnya kamu bersyukur karena kamu mendapatkan istri yang sangat mencintai mu Devan. Bukan seperti ini, dia melakukan itu karena dia ingin menyelamatkan mu dari wanita ular itu" maki mama Devan.
Devan yang kesal disalahkan mamanya langsung pergi dari sana, dia benar-benar muak kepada mamanya.
"Sudah pergi saja masih menjadi masalah untukku !! benar-benar menyebalkan" ujar Devan dalam hati.
...TBC....
__ADS_1