
Amera terbangun dari tidurnya karena merasa sangat lapar, perutnya berbunyi sedari tadi.
"Mas Devan udah ke kantor ya? udah gak ada, aduh udah jam 10 pagi istri macam apa aku ini" ujar Amera lirih.
Amera langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, 40 menit kemudian Amera sudah selesai dengan acara mandinya. Dia langsung keluar kamar untuk pergi kebawah karena perutnya sudah meronta ingin diisi.
Skip dapur.
"BI tolong masakan ikan kecap ya" ujar Amera.
"Baik nyonya"salah satu chef.
Lalu chef mulai memasak makanan yang diinginkan oleh Amera, selagi menunggu masakan chef Amera mutuskan memainkan hp sambil melihat apa ada yang memesan pakaian dibutiknya.
"Kamu udah bangun sayang?" tanya mama Devan.
"Ee...iya ma,maaf ya Amera baru bangun soalnya sejak subuh tadi Amera mual terus" lirih Amera tidak enak pada mama mertuanya.
"Iya gak apa-apa sayang" ujar mama mertuanya dengan penuh kasih sayang.
"Mas Devan udah lama kekantor ma?"
tanya Amera pada mama mertuanya.
"Iya sayang, lagian ini kan sudah jam 10 pasti lah Devan sudah ada dikantor" ujar mama Devan tersenyum kecil.
"Hehe ...iya juga" ujar Amera nyengir.
30 menit kemudian, masakan yang dipesan oleh Amera pun matang dia begitu bahagia karena makanan yang ingin dia makan sudah ada didepan mata.
"Wah...udah matang ya bi, makasih bi" ujar Amera berbinar.
Dia langsung memakan makanan itu, tapi baru satu suap Amera sudah merasa mual. Dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Mama Devan yang khawatir langsung mengikuti Amera, terlihat Amera muntah tapi hanya memuntahkan cairan bening saja.
Hoek...Hoek..../bunyi muntah Amera.
Mama Devan langsung mengusap punggung Amera, dia tau rasanya pasti tidak enak karena dia juga mengalami ini ketika hamil Devan maupun abangnya dulu.
"Masih mual?" tanya Mama Devan.
Amera hanya menganggukkan kepala karena memang dia masih merasakan mual yang luar biasa.
Setelah dirasa mendingan Amera kembali kemeja makan dibantu mama Amera.
"Aku gak mau makan itu lagi ma, mual" lirih Amera.
"Terus kau mau makan apa sayang?" ujar mama Devan.
"Apa aja yang gak bikin mual"Ujar Amera.
Mama Devan akhirnya memutuskan untuk membuat bubur untuk menantunya itu, dia kasihan melihat menantunya yang muntah sedari subuh tadi.
"Ayo sayang dimakan, mama udah buat dengan penuh kasih sayang" ujar Mama Devan.
Amera tersenyum mendengar ucapan mama Devan, dia langsung memakan makanan Mama Devan dan ajaibnya dia gak merasa mual lagi. Dia makan dengan lahap masakan mama mertuanya itu, Setelah makan Ampera bersantai di taman bersama mama mertuanya disana mama mertua Amera sedang menanam bunga. Amera ingin membantu juga tapi tidak diizinkan oleh mama mertuanya jadinya Amera melihat dari
kursi taman saja.
"Mama banyak juga tanam bibit bunganya?" tanya Amera.
"Iya sayang, mama tanam bunga mawar, melati, matahari, kalau anggrek kita pesan yang sudah jadi aja" ujar mama Devan.
"Oke ma" ujar Amera.
Amera ingin sekali ikut menanam bunga tapi tidak diizinkan oleh mama mertuanya itu, alhasil dia menunggu di kursi taman sambil makan buah mangga karena tadi dia sangat ingin makan mangga muda.
__ADS_1
Mama Devan hanya menatap Amera ngeri karena Amera makan mangga sepeti makan mangga manis padahal aslinya mangga itu begitu masam.
"Ada apa ma? apa mama mau mencoba mangganya? enak Lo, rasanya segar" ujar Amera sambil memberikan satu potongan mangga pada mama mertuanya.
"Gak sayang kamu aja yang makan! mama sudah tua lambung mama sudah gak kuat makan mangga muda" ujar mama Devan pada menantunya.
"Baiklah kalau begitu ma, Amera gak maksa kok" ujar Amera sambil tersenyum lalu mulai memakan mangganya lagi.
Mama Devan bernafas lega, dia takut Amera memaksanya untuk memakan mangga muda yang menurutnya sangat asam itu.
######
Jam sudah menunjukkan pukul 11 pagi Rani baru saja sampai dirumah Devan dan Amera tentu saja bersama Rara karena Rara ingin main kerumah Rani.
"Wah...ini rumah kamu Rani? rumah kami besar kayak istana, bahkan rumah papaku gak sebesar rumah papamu" ujar Rara terkagum-kagum.
"Kamu bisa aja, ayo masuk" ajak Rani pada Rara.
Lalu Rara dan Rani langsung masuk kedalam rumah, didalam mereka sudah disuguhi pemandangan dimana Amera yang sedang makan kue didepan televisi.
"ibu Rani pulang" ujar Rani.
"Kamu udah pulang sayang? oh Rara ikut juga ya, sudah sana ganti baju terus makan ajak juga Rara sekalian" ujar Amera pada Rani.
"Oke deh Bu" ujar Rani pada Amera lalu dia langsung pergi ke kamarnya bersama Rara.
Skip kamar Rani.
"Gila Rani kamar kamu bagus banget, aku juga pengin di dekor kamarnya kayak putri tapi papa gak mau dekornya" ujar Rara sedih.
"Kamu yang sabar aja, udah kamu anggap saja kamar ini kamar kamu juga ya jadi gak usah iri.Aku akan ganti baju dulu kamu tunggu disini" ujar Rani pada Rara.
...TBC....
__ADS_1
Hallo guys Arthur datang lagi,jangan lupa vote dan komen ya juga ditambahkan kefavorit.
Yang belum mengikuti akun Arthur silahkan follow dulu, dan terimakasih atas semua dukungannya sampai Arthur ditahap iniš„°.