
...~Selamat Membaca~...
Lalu mereka memutuskan untuk pergi menujuh mobil mereka, tetapi ada seseorang.....orang itu adalah mantannya Devan siapa lagi kalau bukan siluman ular yang tak lain dan tak bukan Meli.
"Halo sayang kamu disini? kenapa gak bilang-bilang kalau kamu lagi didekat rumahku" ujar Meli sambil ber gelanjut mesra ditangan Devan. "Ya... hentikan ini meli kamu sudah gila ya!!, menjauh lah dariku" teriak Devan.
Amera yang kesal langsung mendorong Wanita itu, saking kesalnya meli sampai terjatuh diaspal.
"Dengar wanita tidak tau diri!, Devan itu sekarang suamiku dan jangan berani kau mendekatinya. Kalau gatal itu sana jadi pelacur aja jangan disini, dasar wanita ganjen" ujar Amera kesal.
"Apa katamu! Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku" marah Meli.
"Buat apa aku takut pada kamu, lagian kamu itu masih manusia. Kita masih sama-sama makan nasi, jadi gak usah sok suhu disini" tekan Amera.
"Kau!" Marah Meli.
"Hentikan!, dan kamu silahkan pergi dari sini jangan mengganggu hubungan aku dan Amera. Kita sudah pisah dan tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi jangan mengganggu aku lagi"
ujar Devan.
"Tidak bisa begitu sayang, kamu seharusnya nikah sama aku bukan sama bocah ingusan itu" ujar Meli.
"Kenapa gak bisa! kamu aja bisa tidur bersama para buaya itu" tekan Devan.
Karena terus-terusan ditolak Devan Meli jadi naik pitam, lalu dia menarik Amera ketengah jalan.
"Ya apa yang kau lakukan, lepaskan aku wanita gila" ujar Amera.
"Meli mau kau bawah kemana istriku," ujar devan.
Ketika sudah dijalan Meli melihat ada mobil yang melaju kencang kearah mereka dia langsung mendorong Amera kearah mobil.
Devan yang kaget langsung berlari untuk menyelamatkan istrinya, tapi telat karena mobil itu sudah menabrak tubuh wanita hamil itu.
"Haha...mampus lo" ujar Meli lalu pergi dari sana.
Tapi belum sempat kabur dia sudah dipegang oleh pedang buah rujak, dia berusaha memberontak minta dilepaskan.
"Lepaskan saya" teriak Meli.
"Anda harus bertanggung jawab karena sudah melukai neng baik itu" ujar pedagang rujak.
__ADS_1
Sedangkan Devan dia sedang meraih tubuh Amera yang bersimbah darah, Devan tanpa sadar mengeluarkan air mata saat melihat kondisi istrinya itu.
"Sayang" panggil Devan.
"M...mas sakit" lirih Amera.
Devan langsung menggendong Amera dan membawanya Ke rumah sakit terdekat, Dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi anak dan istrinya. Devan mengemudi dengan kecepatan tinggi karena dia begitu menghawatirkan keadaan Amera dan Bayi dalam kandungan Amera.
Setelah menempuh perjalan 10 menit Devan tiba di rumah sakit dia langsung menggendong Amera yang bersimbah darah di pelukannya.
"Dok! tolong istri saya " teriak Devan.
Amera langsung dibawah keruang UGD untuk mendapatkan perawatan medis.
Devan terlihat sangat Prustasi, dia langsung menelpon Han meminta dia untuk memasukkan Meli kedalam penjara dan buat perusahaan papanya meli bangkrut. Devan termenung dia tiba-tiba teringat akan memori ketika dia dan Amera bersama.
"Maafkan aku sayang hiks...aku sudah gagal menjagamu dan anak kita, tapi kumohon bertahanlah dan jangan tinggalkan aku " Lirih Devan.
Devan mondar-mandir didepan UGD dia begitu sangat cemas dan khawatir tentang kondisi Amera. Dia juga sudah memberi tau keluarganya tentang musibah yang dialami Amera.
Saat dia sedang kalut begitu, keluarganya pun datang dan langsung menghampiri Devan.
"Sayang bagaimana keadaan Amera?" tanya mamanya Devan.
Mendengar penjelasan Devan mamanya Amera menangis meratapi nasib putrinya, dia berdoa didalam hati semoga putrinya baik-baik saja.
"Bagaimana ini bisa terjadi nak Devan?", tanya papanya Amera. Devan langsung menceritakan semuanya, mendengar cerita itu mamanya Devan dan papa Amera sangat marah.
"Dia benar-benar wanita ular, dia harus dihukum seberat-beratnya" ujar mama Devan.
"Itu pasti ma, Devan gak akan biarkan dia hidup dengan tenang" ujar Devan.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter pun keluar dari dalam, melihat dokter keluar mereka langsung bertanya tentang kondisi Amera.
"Bagaimana kodisi anak saya Dok?" Tanya papa Amera.
"Keadaan pasien saat ini sangat kritis, dia mengalami pendarahan dan dengan sangat berat kami katakan pasien mengalami keguguran. Jadi saya ingin meminta persetujuan keluarga untuk mengoperasi pasien untuk membuang janin yang telah meninggal itu" jelas dokter.
Devan yang mendengar bahwa calon anaknya meninggal langsung terduduk dengan wajah bersimbah air mata.
"Nak tabah kan hatimu, sekarang yang terpenting keselamatan Amera cepat urusi persyaratan untuk operasi Amera" ujar papa Devan pada putranya.
__ADS_1
Setelah kepergian Devan, papa Amera juga pergi dia akan ke penjara menemui wanita yang mencelakai putrinya yang begitu dia sayangi.
*******
Dengan langkah kaki cepat papa Amera memasuki penjara yang telah menyekap orang yang mencelakai putrinya itu.
Setelah berbicara dengan petugas disana Akhirnya papa Devan dipersilahkan untuk menemui tahanan itu. Dengan wajah tegasnya dia masuk keruangan tempat menemui tahanan.
Keluarlah seorang wanita cantik Yang berhati busuk siapa lagi kalau bukan Meli. Meli tidak tau siapa orang yang ada di depannya ini, dia langsung duduk.
"Anda siapa ya?" tanya Meli.
plak..../satu tamparan yang diberikan oleh papanya Amera.
"Om siapa dan kenapa kau menamparku" ujar Meli.
"Saya papanya Amera, kamu sudah mencelakai putri saya kamu salah mencari lawan wanita ular" ujar Papanya devan.
"Hahaha....jadi kamu papanya wanita ingusan itu, oh iya bagaimana keadaan gadis itu apa sudah mati" ujar Meli.
"Tutup mulutmu mengenai putriku, dengar aku akan menghukum mu seberat-beratnya dan kau harus tau nyawa dibalas nyawa bagaimana kalau aku mencelakai saja keluargamu. Menantuku pasti mau menuruti ku untuk membunuh keluargamu itu dan tanpa persetujuan Menantuku aku juga bisa apa lagi sekarang keluargamu bangkrut" ujar Papa Amera Smirk.
" jangan anda bawak-bawak keluargaku mereka tidak ada salah sama sekali" ujar meli penuh ketakutan.
"Putriku juga tidak punya salah kepadamu, kalau Devan memutuskan hubungannya denganmu itu urusan dia tidak ada sangkut pautnya dengan anakku" ujar papa Amera lalu pergi meninggalkan Meli yang sedang menangis itu.
Papa Devan langsung memasuki mobil miliknya dan mulai menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat putrinya dirawat. Dia berharap putrinya akan baik-baik saja, setelah menempuh 30 menit perjalanan dia akhirnya sampai di rumah sakit.
#######
Devan mondar-mandir menunggu operasi istrinya itu, dia berdoa semoga Amera baik-baik saja cukup anaknya yang pergi istrinya jangan.
"Ya Allah kali ini kumohon kabulkan doaku, jangan kau ambil istri ku aku masih butuh dia di sisiku" ujar Devan.
"Bagaimana apa Amera sedang dioperasi sekarang tanya papa Amera.
"Iya, Papa dari mana tadi??" ujar Mama Amera.
"Ada sedikit urusan " ujar papa Amera.
3 jam kemudiaan, operasi yang dilakukan Amera berjalan lancar dan Amera sudah dipindahkan di ruangan rawat yang berada dikelas VVIP.
__ADS_1
...TBC....