Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Kembali masuk kuliah.


__ADS_3

...~Selamat membaca~...


******


Hari ini seperti yang dikatakan Mera pada sahabatnya Aiba dia akan kembali kuliah, tapi bedanya hari ini Amera diantar oleh Devan dan bukan dijemput oleh Aiba.


Hubungan Mera dan Devan masih sama seperti sebelumnya sangat kaku dan belum ada kemajuan sedikitpun, tapi Mera tidak menyerah sama sekali dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaklukkan hati suaminya itu.


20 menit kemudian Mera sudah tiba di kampusnya, dia mendekati Devan dan meraih tangan devan lalu mencium tangan Devan sebelum keluar dari mobil. Itu dilakukan Amera saat dia mau pergi atau Devan yang pergi berangkat kerja, itu sudah menjadi kebiasaan bagi Amera.


"Ra kamu nanti pulang jam berapa?? tanya Devan.


"Amera nanti kayaknya pulang jam 1 om! ada apa emang nya om?? " ujar Mera.


"Aku gak bisa jemput kamu nanti siang, jadi kamu bareng sama Aiba saja pulangnya. Nanti langsung pulang gak usah kemana-mana" ujar Devan.


"Oke om nanti habis kuliah Mera langsung pulang gak kemana-mana" ujar Mera pada Devan.


"Bagus ini baru istriku, awas kalo sampai keluyuran" ujar Devan.


Setelah mengatakan itu devan langsung tancap gas dan pergi menuju perusahaannya, banyak mata memandang Mera karena dia antar mobil sport pengeluaran terbaru yang hanya dimiliki 10 orang di dunia dan salah satunya adalah devan.


"Ada apa kalian melihatku begitu??" ujar Mera langsung pada orang yang melihatnya.


"Itu tadi mobil Lo mera? gila lo membeli mobil itu, gue tau si Lo anak orang kaya tapi mobil itu mahal Lo" ujar salah satu mahasiswi.


"Emang masalah jika aku punya mobil itu? lagian itu mobil suami gue, kalian maklumi aja suami gue kan sultan lebih baik kalian kembali ke kelas kalian dari pada gosip'in gue" ujar Mera lalu pergi dari sana.


"Kami kan cuma tanya aja mera Lo baperan banget" ujar mereka.


"Awas-awas kalian jangan Berani ganggu- ganggu ayang aku, ayo beb kita ke kelas" menatap mereka dengan tajam.


"Lo apa-apaan si dim gak usah pegang-pegang segala" kesal Mera.


Mera langsung meninggalkan Dimas yang masih terus memanggil Amera, walaupun ditolak mentah-mentah sama Mera Dimas masih tetap kekeh untuk mendapatkan cinta Mera.


(Kelas)


"Kenapa tu muka datang-datang langsung masam gitu, udah kayak belimbing tunjuk aja??" tanya Aiba.


"Habisnya gue kesal sama Dimas ba!! dia itu lancang banget pegangan-pegang tangan gue segala, pokoknya gue kesel" seru Mera.


"Dia kan salah satu penggemar lo, lo maklumi aja lah mera kasihan gue lihat Dimas" ujar Aiba.

__ADS_1


"Enak aja emangnya gue cewek apaan, lagian gue ini gak sendiri lagi ba. Nanti kalo om Devan salah paham gimana! walaupun pernikahan ini terpaksa untuk om Devan gue tetap istrinya"ujar Mera.


"Beruntungnya om gue bisa dapatkan lo mera, udah baik setia lagi" goda Aiba.


"Pasti dong siapa yang gak beruntung dapat gue" ujar Mera menyombongkan diri.


Saat asik mengobrol bel masuk pun berbunyi yang tandanya mata pelajaran pertama masuk, mata pelajaran ini diajar oleh dosen perempuan yang bernama Bu Sonia lestari.


Dosennya sudah menuju ke kelas Aiba dan Mera.


"Pagi anak-anak" ujar ibu Sonia.


"Pagi bu Sonia" ujar mahasiswa dan mahasiswi serentak.


Lalu ibu Sonia mulai mengajar, Amera memperhatikan dengan serius materi yang disampaikan ibu Sonia tersebut. Karena dia ingin segera lulus kalau bisa dia ingin lulus paling cepat dari teman temannya yang lain.


"Ibu ingin Minggu depan kalian kumpul sketsa baju kemeja ibu, disana akan ibu pilih sketsa mana yang akan dilombakan untuk mewakilkan kampus ini" ujar ibu Sonia.


"Baik Bu" ujar mahasiswa dan mahasiswi.


Setelah menyampaikan tugas dan informasi, ibu Sonia kembali kekantor dosen.


"Beb kita ke kantin yuk lapar ni" ujar Aiba sambil mengelus perutnya.


"Yuk gue juga udah lapar banget ni, pengin makan lontong bude sari" ujar Amera.


Mereka pergi ke kantin sambil pegangan tangan, semua orang tau akan kedekatan mereka jadi tidak ada yang aneh. Yang aneh kalau mereka berpisah atau bertengkar, karena mereka lengket kaya prangko.


**Kantin**


Mereka mencari cari bangku yang kosong tapi sudah di isi semua, Aiba mengerucutkan bibirnya karena dia begitu sangat lapar saat ini.


"Gak ada lagi kursi ni beb, padahal gue udah lapar banget" cemberut.


"Kita gabung aja dimeja doi Lo aja ba" ujar Mera.


"Gak aa...gue lagi berantem sama dia, gue gengsi dong masa gue yang duluan ngajak dia bicara gak banget"ujar Aiba.


"Tapi cuma meja mereka yang masih ada kursi kosong" seru Mera.


Akhirnya Aiba mengalah dan mengikuti kemauan bibinya itu, mereka langsung menuju meja damar dan teman temannya.


"Dam gue sama Aiba boleh gabung dimeja kalian?? soalnya disini mejanya udah penuh semua"ujar Mera ramah.

__ADS_1


"Boleh mera duduk aja" ujar damar sambil melirik Aiba.


"Ngapain Lo lihatin gue kaya gitu!! gak usah natap kayak gitu gue risih" ujar Aiba.


"Kalian ini kenapa bertengkar??" tanya Riko sahabat damar.


"Diam !! " ujar damar dan Aiba barengan.


"Kalian pasti jodoh jawab aja kompak" ujar Mera.


"Ih .... ra loh apa apaan si, gue gak mau berjodoh kayak cowok tukang selingkuh " menatap damar tajam.


"Aiba gue sama dia itu cuma teman gak lebih, diganti gue cuma ada Lo" ujar damar.


"Gue gak percaya !! teman Lo bilang kalau teman gak mungkin sedekat itu sampai genggaman tangan, jijik gue lihatnya cuih....sama aku aja gak mau digenggam tangannya" ujar Aiba.


Damar pun hanya diam, sejujurnya selama pacaran Aiba dan damar bisa dihitung pegangan tangannya. Bukan karena apa tapi damar punya penyakit kalo bersentuhan dengan wanita maka tangannya akan gatal, dan anehnya saat bersama Lisa sahabat kecilnya gatal itu gak muncul.


"Bukan begitu ba lo kan tau gue alergi saat bersentuhan kulit dengan seorang gadis " ujar damar lirih.


"Cih...alergi tapi kok bisa pegangan sama cewek lain, gak usah munafik deh lo gue mau kita putus" ujar Aiba.


"Gue gak mau putus gue sayang sama lo ba, percaya sama gue"ujar Devan.


"Bulshit gak usah ngenggombal sama gue gak mempan" ujar Aiba jutek.


"Sudah kok kalian malah bertengkar! gak malu apa dilihat sama orang, gue ini lapar jadi gak nafsu dengar suara kalian" marah Mera.


"Maaf Ra"ujar damar.


"Maaf beb"ujar Aiba.


"Kalau mau gue maafkan kalian harus diam hargai kami yang mau makan, kalian udah dewasa kalian jangan bertingkah kayak anak kecil. Selesaikan dengan kepala dingin, lebih baik lagi kalau makan dulu baru selesaikan masalah kalian mau lanjut atau udahan" ujar Mera bijak.


"Tu dengerin Amera kata katanya benar, kalian saling marah seperti ini gak akan menyelesaikan masalah" ujar Riko.


Aiba dan Damar pun mencerna omongan Amera, tak lama kemudian makanan mereka sampai mereka langsung memakan makanan mereka.


"Mm ... lontongnya enak banget" ujar Mera menikmati makanan miliknya.


"Benar banget Mer, gue dari awal kuliah disini udah suka banget sama lontong nya ini" ujar Riko.


...TBC...

__ADS_1


bagaimana guys?? apa ceritanya menarik?? komen dibawah ya jangan lupa like dan follow bagi yang belum follow.


maaf kalau masih banyak typo didalam setiap paragraf 🙏🙏


__ADS_2