Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Minta jatah


__ADS_3

...Happy reading...


Devan dan Amera sekarang dalam perjalanan pulang setelah dari rumah Aiba, didalam mobil hanya ada keheningan dan itu membuat Devan sedikit merasa aneh. Biasanya istrinya itu sangat bawel dan cerewet tapi lihatlah sekarang Amera malah diam saja.


Devan memutuskan untuk mengajak Amera berbicara dia tidak bisa hanya diam tanpa mengetahui apa penyebab istrinya itu diam sedari tadi.


"Sayang" panggil Devan.


"Iya mas ada apa?" tanya Amera yang tadi melihat kearah jendela mobil langsung berbalik menatap suaminya itu.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Devan sambil fokus menyetir dan sekali-kali melihat kearah istrinya itu.


"Iya mas Aku baik-baik saja" ujar Amera.


"Lalu kenapa kamu diam saja sedari tadi mm..., apa ada masalah?" tanya Devan mencoba mengorek informasi sedikit.


Amera tampak diam dan seperti berpikir, dan itu membuat Devan semakin bingung apa sebenarnya yang ditutupi oleh istrinya itu.


"Apa sebenarnya yang kau tutupi dari mas mm ...? dengar kita ini suami istri sudah seharusnya kamu berbagi sesuatu yang mengganjal pikiranmu bukannya diam saja"


jelas Devan.


Mendengar suara Devan yang dingin Amera langsung menatap wajah suaminya dengan seksama.


"Apa aku kasih tau sama mas Devan tentang Olivia?" batin Amera.


Amera memutuskan memberitahu kan pada Devan apa yang sedari tadi mengganjal dipikirannya.


"Begini mas, aku merasa ada sesuatu sama Olivia sahabat Aiba" jelas Amera akhirnya.


"Maksudnya? sesuatu seperti apa sayang" ujar Devan langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Bagini mas dia sedari tadi memandang diriku begitu intens dan juga tatapan matanya sangat tajam, Dan itu seakan-akan aku ini musuhnya dan ingin dia kuliti" jelas Amera.


Mendengar itu devan langsung tertawa, dia merasa sangat lucu pada istrinya itu.

__ADS_1


"Ihh...kok mas malah senyum si" ujar Amera cemberut.


"Terus mas harus gimana mm ...?" tanya Devan.


"Mas seharusnya gak usah ketawa, mas gak tau posisi aku. Gak enak tau ditatap intens begitu" jelas Amera.


"Kamu jangan berpikiran buruk dulu sayang, mungkin Olivia menatap kamu itu karena wajah kamu" ujar Devan akhirnya.


"Emangnya ada apa dengan wajahku? kenapa dia bisa memandangku begitu" tanya Amera.


"Itu karena istriku itu sangat cantik, jadi dia iri makanya dia menatapmu terus. Sudah gak usah dipikirin lagi, sebaiknya kamu siapkan aja dirimu karena sampai rumah nanti aku minta jatah" jelas Devan sambil tersenyum penuh arti.


"Minta jatah?" tanya Amera dan akhirnya dia pun menutup wajahnya karena malu setelah tau apa yang dimaksud suaminya itu.


Devan hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan rasanya dia ingin menggigit pipi istrinya itu. Lalu Devan kembali menjalankan mobilnya.


30 menit kemudian, Devan dan Amera sudah tiba di rumah mereka. Mereka berdua langsung menuju kamar mereka, selagi menunggu dengan mandi Amera sudah memilihkan baju yang akan dipakai istrinya itu.


Lalu Amera mengambil salah satu lingerie yang dibeli oleh suaminya, dia mengambil lingerie yang berwarna hitam karena itu adalah warna kesukaan Devan. Setelah memakai lingerie Amera berkaca di cermin, dan dia begitu malu melihat tubuhnya memakai baju yang kekurangan bahan itu. Dia ragu keluar dengan baju ini atau tidak, Amera yakin Devan pasti sudah selesai mandi.


Tuk..tuk .tuk..../bunyi pintu diketuk.


"Sebentar lagi mas, mas tunggu aja" teriak Amera dari dalam ruang ganti. Amera memberanikan diri keluar hanya menggunakan lingerie, dia berjalan pelan menuju kearah Devan yang sedang duduk di sopa sambil bermain hp.


"mm...mas" panggil Amera pelan.


"iya Sa... yang" ujar Devan terbata saat melihat istrinya itu memakai lingerie berwarna hitam warna kesukaannya.


"Mas kenapa natap Amera begitu? apa ini gak cocok sama Amera? kalau begitu Amera ganti aja" jelas Amera.


Saat melihat Amera melangkah pergi Devan langsung menahan tangan Amera, dan langsing Melu**t b***r Amera.


"Gak usah diganti sayang, ini sangat cocok untuk kamu. Kamu terlihat cantik dan juga SEKSI" tekan Devan dikata seksi, hal itu membuat pipi Amera seketika memerah.


"Mas ih ... jangan menggoda Amera begitu, jantung Amera rasanya ingin copot Lo" jelas Amera polos.

__ADS_1


Mendengar itu Devan langsung terkekeh pelan, dia tidak menyangka istrinya itu begitu polos dan menggemaskan. Dia langsung menggigit pipi Amera pelan.


"Mas....mas kok gigit pipi Amera? pipi Amera bukan makanan Lo, jangan-jangan mas seorang kanibal ya yang suka makan orang" ujar Amera bergidik ngeri.


"Astaga sayang, masa mas seganteng ini kamu bilang kanibal" ujar Devan sambil menggelengkan kepalanya. Lalu dia mendekati Amera dan langsung menggendong Amera ala bridal style.


"Mas turunkan Amera" ujar Amera malu.


"Diam, jangan banyak bicara sayang" ujar Devan lalu menidurkan Amera ditempat tidur, setelah itu mulai mencium Amera kembali.


Amera hanya bisa mendesah dan menikmati permainan suaminya itu.


"akh....mas" lirih Amera.


Devan tidak mengindahkan ucapan Amera dia langsung menyerang Amera dengan bruntal. Dia mulai melucuti pakaian dia dan istrinya dengan terburu-buru.


"Mas pelan-pelan" ujar Amera lirih sambil bergidik ngeri, dia jadi takut diterkam Devan apalagi dengan tidak sabaran.


Tapi devan tidak perduli dia langsung mencium wajah Amera, turun ke leher dan berakhir di pa****** Amera. Amera hanya dapat pasrah menerima perlakuan Devan, dia malam ini bermain dengan begitu kasar tapi itu malah membuat Amera merasa surga dunia karena permainan Devan yang kasar membuat Amera merasa kenikmatan.


"Aaaa...mas terus lebih dalam" lirih Amera dengan mata sayunya. Mendengar ucapan Amera Devan kembali meng*****t milik Amera bertambah kasar, hingga membuat Amera merasa miliknya sedikit ngilu dan sakit.


Tapi hal itu tidak membuat Amera ingin berhenti, karena selain rasa sakit juga ada rasa nikmat.


"Aku m...mau keluar Sha...yanghh" lirih Devan.


Lalu mereka berdua mencapai ******* bersama-sama, setelah itu Devan mencium kening Amera tanda terimakasih karena sudah diberi jatah malam ini.


Devan mengelus rambut Amera pelan, dia dapat melihat wajah kelelahan milik istrinya itu.


"Sudah sayang, sebaiknya kamu tidur sekarang wajah kamu terlihat sangat kelelahan" jelas Devan sambil mengelus rambut Amera.


"Peluk, Amera mau tidur sambil dipeluk mas Devan" rengek Amera manja.


Inilah salah satu yang membuat Devan tergila-gila pada Amera karena Amera bersikap manja padanya, bukannya jijik Devan malah senang kalau istrinya itu bersikap manja.

__ADS_1


Lalu Devan membawa Amera kedalam pelukannya, lalu mulai mengusap rambut Amera pelan. Dia menyanyikan lagu pengantar tidur untuk istrinya, Amera yang mendengar lagu yang dinyanyikan Devan pun langsung tertidur karena suara Devan sangat merdu saat bernyanyi.


...TBC....


__ADS_2