
Hari ini adalah kepulangan Devan dari Amerika, dia pulang tanpa memberi tau Amera dia Ingin memberikan informasi pada istrinya itu. Dia tersenyum terus didalam Jet pribadinya, waktu pergi dia menggunakan pesawat milik negara tapi karena dia ingin cepat sampai jadi dia menggunakan jet pribadi.
"Tunggu mas sayang, mas udah kangen banget sama kamu, senyummu, dan semua tentang kamu" ujar Devan dalam hati.
Setelah menempuh 1 jam setengah Devan pun sudah berada di Indonesia dan dia dijemput oleh mobil pribadinya.
Setelah itu mobil pribadinya langsung meninggalkan wilayah penurunan dan penerbangan jet pribadi Devan. Devan berpikir Amera dirumahnya atau di rumah sakit atau dia pergi ke kampus karena hari ini adalah hari Senin.
Di perjalanan Devan pun mengirim pesan pada istri tercintanya itu, dia ingin memastikan dimana keberadaan istrinya itu.
pesan:
Devan:
sayang, kau dimana??
Amera :
di kampus mas, mas jadi pulang hari ini?
Devan:
kayaknya belum sayang, mas masih ada pekerjaan.
Tampak wajah Amera masam saat melihat balasan pesan dari Devan.
"Kupikir mas akan pulang hari ini" ujar Amera sedih.
Amera:
oh....iya mas gak apa-apa mas kerja yang semangat ya.
Devan :
terimakasih sayang.
Devan terkekeh melihat balasan pesan Amera.
"Dia pasti sangat kecewa hari ini, maafkan mas ya sayang. Mas hanya ingin membuat kejutan untuk ulang tahun kamu" ujar Devan tersenyum lalu memasukan hpnya ke saku jas yang dipakainya.
*********
Mobil mewah Devan sudah masuk kedalam rumah yang begitu besar dan mewah dengan pagar yang berwarna putih menjulang tinggi di langit.
Setelah mobil berhenti Devan pun turun dan masuk kedalam rumah setelah menyuruh sopir Mambawa koper miliknya.
"Nak devan kau sudah kembali?" tanya bibi ratu.
"Iya bi, baru saja sampai" jelas Devan.
__ADS_1
Setalah berbincang-bincang dengan pengasuhnya Devan langsung memutuskan ke kamar untuk bersih-bersih dan akan pergi ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.
Tap....tap....tap ..../bunyi sepatu yang menaiki tangga.
Skip kamar.
Devan langsung menuju kamar mandi karena dia merasa tidak nyaman memakai pakaian nya dan ingin berganti pakaian baru.
"Aku gak sabar melihat wajah terkejut Amera nanti, dia pasti sangat terkejut dengan kejutan ku" ujar Devan didalam kamar mandi. Setalah mandi selama 50 menit akhirnya Devan selesai juga mandi dia keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk, lalu dia menuju closed untuk mengambil pakaian miliknya.
Setelah rapi dia memutuskan pergi ke rumah sakit, sebelum itu dia menyuruh Pelayan untuk membuat kue ulang tahun yang enak dan persiapkan pesta kecil di rumah mereka untuk Amera nanti.
"Bi..."panggil Devan.
"Iya nak ada apa?" tanya bibi Ratu.
"Tolong buatkan kue ulang tahun dan persiapan pesta untuk Amera ya bi. Karena nanti malam aku ingin memberikan kejutan untuknya" jelas Devan.
"Baik nak Devan akan bibi laksanakan" jawab bibi Ratu.
Setelah itu Devan langsung pergi menuju mobil yang sudah disiapkan sopir dan akan langsung menuju rumah sakit sebelum kekantor.
(Skip rumah sakit)
Devan baru saja memasuki lobi rumah sakit, dia langsung menuju tempat informasi untuk menanyakan ruangan berapa mamanya dirawat setelah tau ruangannya dia langsung pergi mencari ruangan tersebut.
Setelah mencari selama 10 menit Devan langsung menemukan ruangan mamanya, dia langsung melangkahkan kakinya menuju ranjang mamanya. Tampak disana mamanya Devan sedang tidur di ranjangnya, Devan langsung mendekati mamanya dan memeluk mamanya itu.
"Dev, kapan kau kembali? dimana Amera kenapa kamu gak sama dia?" tanya mama Devan.
"Dia lagi di kampus ma, oh iya jangan kasih tau dia kalau Devan sudah pulang " ujar Devan pelan.
"Kenapa?" tanya mama Devan.
" Karena Devan ingin memberikan kejutan untuk Amera ma, karena dia hari ini ulang tahun" jelas Devan.
"Benarkah! sayang sekali mama masih sakit mama juga ingin ikut kau partisipasi dalam merayakan ulang tahun Amera" jelas Mama Devan.
"Tapi mama kan masih sakit" jelas Devan.
"Iya mama paham, mama gak akan kasih tau Amera kalau kamu sudah pulang" jelas mama Devan.
********
Malamnya, Devan sudah menyiapkan semuanya sebagus mungkin. Devan sudah mengirim Amera pesan kalau dia menyuruh Amera mengambil berkas yang ada dan suruh sekertaris Han membawanya ke Amerika.
Amera baru saja tiba di rumah mereka, dia menatap rumah yang 4 hari ini dia tinggalkan.
"Aku rindu banget sama rumah ini, tapi kalau mas Devan gak ada rasanya sepi. Aku merindukan mu mas, kapan kamu pulang apa kamu gak tau kalau aku hari ini ulang tahun" lirih Amera pelan.
__ADS_1
Tanpa Amera sadari Devan sedang memantaunya dari lantai atas, dia tersenyum kecil melihat Amera yang sedang bersedih.
"Maafkan mas sayang udah buat kamu menangis" ujar Devan pelan.
Lalu dia melihat Amera sedang berjalan memasuki rumah mereka, Devan langsung bersiap-siap kelantai bawah setelah mematikan lampu.
Dilantai bawah Amera keanehan kenapa rumah lampunya mati semua, padahal didepan rumah orang lampunya menyala semua.
" Kok lampu mati? padahal didepan hidup semua aneh sekali" ujar Amera pelan.
Amera kemudian mencari saklar lampu dan tiba-tiba lampu menyala, dan ada Suara orang bernyanyi.
"Selamat ulang tahun.....selamat ulang tahun....selamat ulang tahun Amera.....selamat ulang tahun" ujar Devan sambil bernyanyi.
Seketika Amera menangis haru karena melihat Devan sedang menuruni tangga dengan hadiah ditangannya.
"Mas ..." lirih Amera.
Amera langsung mendekat kearah Devan dan memeluknya, dia sangat merindukan pria nya itu jadi dia memeluknya dengan sangat erat.
"Mas kok gak kasih tau aku, kalau mas pulang"
jelas Amera.
"Kalau mas kasih tau itu bukan kejutan dong sayang, oh iya kamu tiup lilin dulu lalu potong kue baru buka hadiah" ujar Devan.
" iya mas" ujar Devan pelan.
Lalu Amera langsung meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya dan memberikan kue pertamanya pada Devan.
"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur dan makin sayang sama mas" ujar Devan.
"Itu pasti" ujar Amera.
"Sekarang bukalah hadiah dari mas" ujar Devan.
Amera langsung membuka hadiah dari suaminya, matanya langsung berbinar saat melihat isi hadiahnya.
"Kamu suka hadiah dari mas mu ini?" tanya Devan.
"Apa ini gak terlalu berlebihan mas ini pasti mahal, ini berlian Lo mas " ujar Amera lirih.
"gak usah memikirkan nominal yang mas keluarkan, tapi nilai saja ketulusan mas memberikan ini untuk mu. Mas gak akan miskin hanya karena memanjakan istrinya sedikit" jelas Devan.
"Tapi" ucapan Amera terpotong karena Devan langsung menutup bibirnya menggunakan jari lalu langsung memasang kalung yang dibelinya dileher Amera.
"Lihat kalung ini sangat cocok untukmu yang sangat cantik" ujar Devan.
Amera langsung tersenyum malu mendengar ucapan Devan.
__ADS_1
...TBC....