Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Musibah yang dialami Devan dan Amera


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Sudah satu Minggu waktu liburan berlalu, selama liburan Devan dan Amera menghabiskan waktu bersama-sama walau Devan masih juga sibuk dengan pekerjaan kantornya tapi dia masih menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama istrinya.


Seperti hari ini Devan dan Amera memutuskan untuk pergi liburan kepuncak bersama setelah Devan menghabiskan waktu bersama.


Devan dan Amera ingin melanjutkan pembuatan Devan junior, Mereka sudah tidak sabar ingin menimang anak karena itu mereka memutuskan untuk liburan kepuncak. Sedangkan dipihak lain Olivia sudah berhasil mencuci otak Aiba sehingga meragukan cinta sahabatnya itu. Aiba sudah tidak percaya kalau Amera benar-benar mencintai Pamannya, hal itu membuat Olivia sangat senang.


(Kamar Aiba).


Tampak seorang gadis sedang marah-marah, dan seorang gadis lain yang memprovokasi gadis lainnya.


"Kau benar juga Oliv, gak akan ada cinta yang tulus kalau beda umur. Aku sekarang malah percaya kalau Amera itu pura-pura cinta sama om aku" jelas Aiba dengan muka marahnya, padahal selama ini Aiba tidak pernah sedikitpun meragukan Amera tapi karena Olivia dia malah meragukan sahabat kecilnya itu.


"Aku juga merasakan itu saat pertama kali aku bertemu bibimu itu, kalau dia memang mencintai pamanmu dia tidak akan bersikap semaunya. Kau lihat kan Minggu lalu dia memaksa om Devan pulang saat kita main kerumahnya, untuk apa dia memaksa om mu pulang. Padahal dia tau kalau om kamu lagi kerja, bahkan om kamu pergi meninggalkan meeting yang akan memenangkan uang miliaran " jelas Olivia semakin menghasut Aiba.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk memisahkan om Devan dan Amera, aku gak rela kalau om aku bersama wanita yang hanya memanfaatkannya saja" jelas Olivia.


"Kita harus mencari tau dulu kebusukannya ba, kita tidak bisa memisahkan mereka tanpa bukti yang akan membuat om kamu benci sama Amera" jelas Olivia dengan penuh semangat pada Aiba.


"Terimakasih Oliv kau sudah membuka mataku, aku juga melihat om aku begitu bucin pada Amera. Om aku seakan menjadi babu dari Amera, pokoknya kita harus memisahkan om aku bagaimanapun caranya"jelas Aiba.


Mendengar itu Olivia tersenyum penuh arti, dia begitu bahagia bisa menghasut Aiba sehingga membenci Amera.


******


Devan dan Amera sedang diperjalanan menuju puncak sambil berbincang-bincang.


"Aku senang banget sayang kita bisa jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama seperti sekarang" jelas Devan pada Amera.


"Aku juga senang mas, kita bisa menghabiskan waktu bersama semoga kita dijauhkan dari niat jahat orang" ujar Amera.


Saat Devan menyetir mobilnya tiba-tiba saja ada mobil didepan mereka, hal itu membuat Devan begitu kaget.


"Mas, awas..." teriak Amera.


Devan yang melihat ada mobil didepannya dia langsung memutar setir mobil hingga mobil mereka jatuh kejurang, Devan terpaksa membanting setir untuk menghindari mobil yang Devan anggap remnya belong. Tapi malah jatuh kejurang, ketika mobil jatuh kejurang Devan mendorong Amera hingga keluar dari mobil.

__ADS_1


Dan tiba-tiba mobil jatuh dan meledak gak jauh dari tempat kejadian ada sungai yang mengalir.


Berita kecelakaan mereka sampai ditelinga keluarga Devan dan Amera, Amera ditolong oleh orang sekitar situ karena tidak jauh dari jurang ada permukiman warga.


(Skipp rumah sakit).


Amera dibawah ke rumah sakit Bhayangkara yang ada di sana, Amera mengalami luka di kepala dan tangan saat didorong oleh Devan.


1 jam kemudian, keluarga Devan dan Amera tiba di rumah sakit. Mereka sangat khawatir akan keadaan Devan dan Amera.


Saat dokter keluar mama Devan langsung menanyakan keadaan Devan dan Amera.


"Bagaimana keadaan putra dan menantu saya dok" ujar mama Devan.


"keadaan nyonya Amera sudah baik-baik saja tinggal menunggu dia siuman, untuk putramu kami tidak tau karena hanya nyonya Amera sendiri waktu warga membawa ke rumah sakit" jelas dokter.


Mendengar itu mama Devan hampir jatuh kalau tidak dipegang oleh mama Amera, dia terus berpikir dimana keberadaan putranya.


"Jeng hiks... bagaimana ini hiks ... dimana putraku" ujar mama Devan sedih.


"Kau tenang saja nyonya Alexander saya akan menyuruh anak buah saya mencari keberadaan putra Anda" jelas papa Amera.


"Ini semua salahnya putri kalian!!" jelas Aiba yang tadi langsung menyusul rumah sakit bersama Olivia.


"Apa maksud kamu nak" ujar mama Aiba.


"Ini semua salah Amera ma, kalau dia gak mengajak Om Devan kepuncak ini semua gak akan terjadi. Semenjak om Devan menikah dengan Amera om Devan jadi kena sial" jelas Aiba.


plak.../ tamparan yang diberikan oleh mama Amera.


"Jaga ucapanmu Aiba, jangan bicara omong kosong tentang putriku. Putriku bukan pembawa sial" marah mama Amera.


"Kalau putri anda bukan pembawa sial ini semua gak akan terjadi nyonya" sela Olivia.


"Olivia ! hentikan omong kosong kamu, jangan ikut campur urusan keluarga kami" jelas papa Aiba.


"Tapi yang dikatakan Olivia benar pa" ujar Aiba membantah ucapan papanya yang melarang sahabatnya menyampaikan pendapat.

__ADS_1


Mama Devan yang mendengar keributan jadi marah, apalagi memantu kesayangan yang dihina oleh cucunya.


"Berhenti bicara omong kosong Aiba dan bawah sahabatmu ini pergi kalau hanya ingin membicarakan hal buruk tentang menatu saya, jangan bikin nenek marah" ketus mama Devan.


" Tapi nek" sela Aiba.


"Tidak ada tapi-tapian pergi dari sini" marah mamah Devan.


Aiba akhirnya pergi dari sana bersama dengan Olivia, Olivia merasa sangat kesal karena banyak yang menyayangi Amera di keluarga Devan.


"Bagaimana si caranya agar aku bisa menyingkirkan Amera dari hidup Devan dan hati semua orang" batin Olivia dengan kesal.


*******


2 jam sudah berlalu, kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan Amera juga belum sadar dari pingsannya. Bukan cuma itu saja keluarga juga pusing memikirkan dimana keberadaan Devan saat ini, apa devan masih hidup atau sudah mati.


"Sayang bangunlah hiks....apa kamu gak kasihan sama mama mm..." lirih mama Amera sambil membelai rambut Amera. Dia begitu sedih melihat putrinya, putrinya begitu malang selalu mendapat kemalangan mulai dari keguguran sampai mengalami kecelakaan 2 kali.


Saat dia mengusap rambut di kepala Amera, tiba-tiba jari-jari Amera bergerak Mama Amera langsung memanggil dokter.


15 menit kemudian, dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Amera.


"Bagaimana keadaan putri saya dok" ujar mama Amera.


"Ma..."lirih Amera.


"Sayang kamu sudah siuman" tanya mama Amera.


"Keadaan nyonya Amera sudah baik-baik saja ,tinggal penyembuhan luka saja" jelas dokter.


Lalu dokter pergi dari ruangan Amera, setelah kepergian dokter Amera langsung menanyakan tentang keadaan bayinya yang membuat mama Amera bingung harus menjawab apa.


"Ma !! bagaimana janin dalam kandunganku" tanya Amera lirih.


Mama Amera hanya diam saja, dia takut membuat anaknya terluka akan kenyataan yang terjadi.


"Ma, bagaimana bayiku......

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2