Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Bermimpi


__ADS_3

Aiba dan Olivia kembali ke Amerika, walau mereka belum ingin kembali tapi mereka akan kembali masuk kuliah seperti biasa jadi terpaksa dia kembali ke Amerika.


"Ma aku dan Olivia akan kembali ke Amerika, kasih kabar kalau om Devan di temukan nanti" Ujar Aiba.


"Kau tenang saja itu pasti akan mama lakukan kalau sudah ada kabar" ujar Aiba.


Setelah itu Aiba dan olivia mulai menaiki pesawat terbang yang akan terbang ke Amerika. Setelah Aiba dan Olivia menghilang dari pandangan mata orang tua Aiba pun memutuskan untuk pulang.


*****


Amera sedang menata makanan dimeja makan, setelah itu Amera memutuskan pergi kekamar mama mertuanya untuk mengajaknya makan bersama.


Tuk ..tuk.../bunyi pintu diketuk.


"Ma ....ini Amera" ujar Amera.


Tuk ....tuk..../bunyi pintu diketuk.


cklik..../pintu dibuka.


Terlihat mama Devan keluar dengan senyum dipaksakan diwajahnya.


"Ada apa sayang?" tanya mama Devan.


"Ayo kita makan dulu ma, Amera sudah masak untuk mama" ujar Amera. Lalu mereka pergi ke lantai satu menuju meja makan, mereka akan makan pagi bersama.


Skip meja makan.


Amera mulai mengambilkan mama Devan makanan dan memberikannya pada mama mertuanya itu.


"Apa ini cukup ma?" tanya Amera.


"Sudah, ini sudah cukup sayang" ujar mama Devan sambil tersenyum kecil.


"Tidak usah tersenyum ma, aku tau mama terluka" batin Amera.


Setelah selesai makan bersama mereka memutuskan untuk duduk bersantai diruang tamu. Mereka akan menghabiskan waktu bersama dengan menonton televisi, Karena dengan begitu mereka akan melupakan sedikit kesedihan mereka.


Saking asik menonton Amera pun tertidur diruang tamu, hal itu membuat mama Devan menatap Amera lirih.


"Kasihan sekali kamu sayang, kamu pasti sedih banget karena Devan belum ditemukan dan Aiba sebenarnya ada apa dengannya itu. Padahal selama ini dia selalu membela kamu sayang, mama jadi bingung apa sebenarnya yang terjadi dan yang membuat dia berubah membenci kamu " ujar mama devan pada Amera yang sedang tertidur pulas dan tidak mungkin membalas ucapannya.


Sedangkan Amera dia sedang bermimpi sesuatu yang menurutnya sangat menyesakkan dada.

__ADS_1


(Didalam mimpi Amera)


Amera sedang berada disebuah restoran dan disana dia tidak sengaja melihat Devan bersama seorang wanita dan anak kecil, Amera bingung siapa mereka dia langsung mendekati tempat duduk Devan Dan wanita itu.


"Mas Devan" lirih Amera.


Devan melihat kearah Amera dan merasa bingung karena dia merasa tidak mengenal siapa orang itu.


"Anda siapa? apa saya mengenal kamu" tanya Devan.


"Mas Devan ini aku Amera istri kamu, apa kamu lupa sama aku. Ini aku mas wanita yang sangat kamu cintai" jelas Amera.


"Jaga ucapan kamu ya, dia bukan suami kang tapi suamiku. Namanya juga Alex bukan Devan kamu jangan membual, pergi dari sini dasar pelakor" usir wanita itu yang tak lain Cantika.


"Tidak aku gak akan pergi aku yakin dia adalah mas Devan suami yang sangat kucintai" ujar Amera.


"Kenapa bibi bilang papaku suami bibi? dia suami mamaku bukan suami bibi" ujar Rani.


"Mas ayo kita pulang disini bukan tempatmy, ayo mas kita pulang" ajak Amera.


"Lepaskan tanganku, maaf nona saya tidak mengenal kamu dan saya yakin kamu pasti salah orang. Benar kata istri saya, nama saya Alex bukan Devan seperti yang kamu bicarakan" ujar Devan.


"Tidak mas aku yakin kamu adalah Devan ku, apa yang kau lakukan pada suamiku sampai dia melupakan ku begini ha!!" marah Amera.


"Mas ...." panggil Amera.


"Security....security " panggil Amera.


Mendengar panggilan dari pengunjung security pun datang, dia langsung mendekati sumber keributan.


"Ada yang bisa saya bantu" ujar security.


"Tolong usir wanita ini karena dia sudah mengganggu kedamaian kami" perintah Cantika.


"Tidak aku tidak mau, mas Devan jangan lakukan ini padaku mas. Apa mas tega mengusir aku mas bilang aku adalah wanita yang mas cintai, Jagan usir aku mas aku sudah lama mencari keberadaan mu apa kau tega mengusir aku hiks..." ujar Amera lirih.


Devan hanya diam saja tanpa Melihat Amera, hal itu membuat Amera sangat sedih, dia terus berteriak memanggil Devan.


mimpi off.


"Mas Devan .....jangan lakukan ini hiks...jangan usir aku mas hiks..." ujar Amera mengigau didalam mimpi. Melihat Amera yang teriak-teriak membuat mama Devan yang sedang membuat minuman di dapur langsung menuju tempat Amera tidur.


"Amera sayang bangun.....sayang ayo bangun" ujar mama Devan berusaha membangunkan menantunya yang sedang menangis didalam mimpi.

__ADS_1


Tetapi Amera belum kunjung bangun, hingga nama Devan mengambil air dan menyiram dimuka Amera sedikit. Karena itu Amera pun terbangun.


"Mama hiks...." panggil Amera lirih.


"Ada apa sayang? kenapa kamu sampai menangis begitu apa kamu bermimpi" tanya mama Devan.


"iya ma Amera mimpi ketemu mas devan dia hiks ...." ujar Amera kembali menangis.


"Dia kenapa?" tanya Mama Amera lirih, karena dia sedih kalau itu membahas putra bungsunya.


"Mas Devan didalam mimpiku bersama seorang wanita yang tidak kukenal ma hiks...dia...dia menikah sama wanita itu dan punya seorang anak bersama wanita itu, tapi mas Devan gak ingat aku ma dia diam saja saat wanita itu mengusir aku hiks..." lirih Amera.


"Kau hanya mimpi sayang, Devan gak mungkin menikah lagi dan melupakan mu" jelas mama Devan.


Setelah mendengar penjelasan mama Devan, Amera pun mulai tenang.


******


Sedangkan di surabaya Devan sedang memasak makanan untuk Rani, karena Cantika sedang bekerja di rumah sakit siang ini.


"Apa telurnya masih lama matangnya pa?" tanya Rani.


"Kayaknya sebentar lagi sayang, kamu udah lapar banget ya sayang" ujar Devan pada Rani.


"Iya pa Rani udah lapar banget" ujar Rani.


"Kamu sabar ya sayang bentar lagi masakan papa matang dan kamu bisa langsung makan de" ujar Devan sambil tersenyum.


10 menit kemudian, telur goreng ala Devan matang dan langsung Devan sajikan pada Rani.


"Na sayang telur masakan papa sudah matang, ayo sekarang kamu duduk dimeja makan terus makan" perintah Devan.


"Baik papa" ujar Rani.


" e...jangan langsung makan sayang, kamu doa dulu gak baik Lo kalau langsung makan tanpa berdoa" jelas Devan.


"ehehe....Rani lupa pa, baiklah Rani doa dulu" ujar Rani lalu dia mulai membacakan doa sebelum makan. Setelah itu dia mulai memakan makanan yang papanya buat, dan dia sangat senang karena ini adalah makanan pertama yang papanya buat untuknya.


"Bagaimana sayang apa telur gorengnya enak" tanya Devan.


"Enak banget pa Rani suka, sering-sering masakin buat Rani ya pa. Karena Rani suka masakan yang papa buat untuk Rani" ujar Rani sambil tersenyum.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2