
Keesokan harinya Amera sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena sebentar lagi mereka ujian untuk semester 5 setelah ujian baru mereka naik ke semester 6.
Amera sudah siap dan mulai keluar kamarnya menuju ruang tamu, dia melihat mama dan papanya lagi diruang tamu. Papanya memang memilih libur untuk hari ini karena keadaannya kurang enak sebelumnya.
"Pagi pa....pagi ma ...." panggil Ampera pelan lalu mencium pipi papa dan mamanya bergantian.
"Kamu udah mau ke kampus sayang" tanya papa Amera.
"Iya pa, soalnya mau ngejar materi yang banyak tertinggal untung Amera pintar jadi bisa mengejar materi yang tertinggal. Karena Minggu depan Amera sudah harus ujian akhir semester ma...pa .." jelas Amera.
"Semangat ya sayang belajar dan mengejar mata kuliah yang tertinggal" jelas papa Amera.
"Tapi kamu harus tetap menjaga kesehatan kamu sayang! jangan karena mengejar materi yang tertinggal kamu jadi lupa menjaga kesehatan" ujar Mama Amera.
Ampera hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia memutuskan untuk berangkat kuliah karena jam sudah menunjukkan pukul 8 kurang , jarak dari rumah orangtuanya ke kampus itu memakan waktu 1 jam .
Saat di perjalanan dia mendapatkan telpon dari seseorang yang sudah sangat dirindukannya padahal baru kemaren ditinggal tapi rindu Ini sudah sangat berat.
📞📞:
Devan: halo sayang, kamu dimana?
Amera: lagi diperjalanan mau ke kampus, mas sendiri sudah mau kemana sudah rapi begitu.
Devan : mas mau meeting sayang, sekalian nanti mau jemput Aiba di kampus barunya.
Amera: gak bisa ya mas pulangnya dipercepat.
Devan : gak bisa sayang, tapi akan mas usahakan kalau besok semua urusan selesai mas akan pulang, kalau tidak kepulangan mas tetap dijadwal.
Amera hanya cemberut karena dia begitu merindukan prianya itu, dia ingin bermanja-manja pada suaminya itu.
Devan: sabar ya sayang! kamu udah kangen banget ya sama mas?
Amera: tantu Amera kangen, mas kan suaminya Amera. Emangnya mas gak kangen sama Amera?
Devan: tentu mas jangan sama istri mas yang cantik ini, mas kalo bisa pulang cepat hari ini juga udah mau pulang mas gak betah lama-lama disini mas udah sangat bucin sama kamu.
__ADS_1
Mendengar hal itu Amera jadi sangat malu, ya bagaimanapun Amera masih merasa kalau semua ini kayak ilusi. Dia ingin sekali mengingat bagaimana dulu dia berjuang untuk mendapatkan Devan suaminya itu, tapi Ingatannya ini bermasalah tapi dia bersyukur karena semuanya ada hikmahnya.
******
Amera keluar dari mobil Devan dan dia menyuruh sopir pulang, nanti sopirnya datang lagi sejam sebelum dia pulang. Karena kasihan dengan mang diman kalo mau nunggu dia disini mana lagi mang Diman udah tua seumuran papa Amera.
Amera sudah sampai dikelas dengan wajah cerahnya, semua teman-teman Amera tau kalau Amera hilang ingatan Karena mereka tau itu dari Aulia teman baru Amera.
"Akhirnya kamu datang juga Mer, kukira kau kembali tidak hadir kamu jarang datang kuliah beberapa bulan ini" jelas Aulia.
"Kamu kan tau kalau aku hamil, dan beberapa bulan ini aku banyak menghadapi masalah sampai aku kehilangan calon anakku" jelas Amera.
Kemaren kan Amera hanya mimpi waktu dipulangkan ke rumah orang tuanya. Kalian pasti bertanya kok Amera kenal sama Aulia? itu karena mereka berteman walau tak sedekat Aiba. Tapi dikarenakan Aiba sudah pindah ke Amerika jadinya Amera temanan dengan Amera, dan dia tau kalau Amera udah menikah dan baru keguguran walau begitu dia masih mau bersahabat dengan sahabatnya itu.
Saat mereka sedang mengobrol serius tiba-tiba dosen masuk, lalu mereka mulai menyiapkan bahan untuk kuliah dosen itu. Amera yang memang mahasiswa yang aktif diapun langsung bertanya sesuatu yang dianggapnya sudah dan sulit dipahaminya.
Setelah masuk kuliah 1 jam setengah, akhirnya kuliah mata pelajaran pertama selesai. Amera dan Aulia memutuskan ke kantin untuk mengganjal perut mereka yang mulai terasa lapar karena sekarang sudah menunjukkan pukul 11 siang.
"Mer, kamu mau pesan apa? kalau aku mie ayam" ujar Aulia.
"Aku pesan nasi saja, soalnya lapar banget. Gak bakal kenyang kalau aku makan mie ayam" jelas Amera.
********
Devan baru saja meeting, dia memutuskan menjemput ponakannya di kampus sekalian makan siang bersama.
Devan sudah mengechat Aiba, dan Aiba sudah kuliah untuk jam pagi jadi mereka bisa untuk makan siang dulu.
(Di kampus)
"Kenapa kita gak makan di kantin aja beb? ini udah jam makan siang Lo" ajak Olivia.
"Gak aa... lagian om gue bentar lagi sampai, kita makan bareng om gue aja makan gratis tau rugi kalo gak ikut. Kamu mau kan makan gratis?" tanya Aiba.
"Kalau gratis ma jangan ditanya! gue selalu bisa hahaha..." ujar Olivia terkekeh.
Saat mereka mengobrol terlihat ada mobil mewah punya siapa lagi kalau bukan punya omnya Aiba, wajarlah Omnya ini orang kaya banyak uangnya sebenarnya dia ada rumah, Apartemen dan semua aset di negara ini.
__ADS_1
Bahkan Apartemen yang ditinggali Aiba adalah salah satu apartemen milik Devan.
"Ayo Oliv, itu paman aku" ajak Aiba.
"Omnya Aiba masih muda atau sudah tau ya? aku jadi penasaran" ujar Olivia.
Lalu mereka masuk kedalam mobil, mereka langsung duduk di kursi belakang.
"Om teman Aiba boleh ikut kan?" tanya Aiba.
"Iya boleh" ujar Devan dingin.
"Muka gila, omnya Aiba kece parah mana tampan dan rupawan. D'ingin juga ini ma tipe aku banget" ujar Olivia tersenyum-senyum sendiri.
"Kenapa kamu senyum-senyum begitu mm.." tanya Aiba.
"Ehehe...aku cuma mikir mau makan apa, kan gratis" Kila Aiba.
"Kau ini " ejek Aiba.
Diperjalanan Olivia terus-terusan curi-curi pandang, hingga telpon dari seseorang membuyarkan pikiran Oliv.
"halo sayang, kamu lagi dimana?" ujar Devan .
Olivia on:
siapa yang ditelpon sama omnya Aiba? pakai sayang segala apa itu kekasih omnya Aiba. *Telat dong padahal baru mau pdkt.
"ini baru mau makan sayang, kamu sendiri udah makan mm .." ujar om Aiba lembut.
Beda banget waktu ngomong sama aku, tadi dia begitu dingin. Apa itu kekasihnya? beruntung banget wanita itu bisa dapat pria sekeren ini, coba gue yang lebih dulu ketemu sama omnya ini mungkin gue yang ada diposisi wanita itu. Tapi kalau masih pacar aku masih bisa mengejar omnya Aiba, aku harus tanya Aiba nanti untuk memastikan itu pacar atau istri.
Kalau istri aku gak bisa maju, gak maulah aku jadi pelakor.
"Aku mencintaimu sayang, kuliah yang benar muach..." ujar omnya Aiba.
Aku jadi keki sendiri karena aku suka sama omnya Aiba itu, tunggu kuliah apa kekasihnya itu seumuran dengan kami atau dia lagi lanjut S2 ? pokoknya gue harus tau latar belakang omnya Aiba*.
__ADS_1
...TBC....