
Terima kasih untuk kalian yang udah dukung novel aku, dan juga terindah kasih atas saran dan masukannya 😊.
...~Selamat Membaca~...
........
Tampak di dapur Mera sedang berkutat dengan alat masaknya, awalnya dia tidak diizinkan oleh bibi ratu selaku kepala pelayan.
Tapi Mera tetaplah Amera Dwi Ratna gadis kelas kepala, dia tetap bersikukuh untuk memasak makanan untuk malam ini.
"Uh....aku harap mereka suka masakan ku ini" tersenyum sambil mengaduk masakan yang dibuatnya.
Saat Amera sedang asik memasak mamanya Devan mendekati Amera.
"Kamu masak apa sayang ???" tanya mama Devan.
"Ehe ...masak rendang sama ayam kecap ma, mama kan sangat suka rendang dan om Devan suka ayam kecap" ujar Amera.
"Kamu masih betah ya manggil suami kamu om, aduh sayang cari panggilan yang romantis dong masa kamu memanggil suami kamu om si gak lucu dong" tersenyum.
Amera hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tangannya karena dia juga bingung mau panggil suaminya itu apa, karena selama ini dia hanya manggil Devan dengan sebutan om saja.
10 menit berlalu masakan yang dimasak Mera pun akhirnya matang, Amera langsung menyusunnya dimeja makan.
"Kamu panggil suami kamu suruh makan jangan sibuk kerja aja, masa di rumah masih kerja" ujar mama Devan.
"Iya ma, Mera keatas dulu" ujar Mera lalu beranjak kelantai atas.
****
**Ruangan kerja**
Devan baru saja selesai menyelesaikan pekerjaannya, dia langsung menutup leptop dan memutuskan turun untuk makan malam. Namun saat mau keluar dia malah menabrak Mera hingga membuat mereka jatuh, Mera berada dibawah sedangkan Devan di atas.
"Dilihat-lihat Amera ini cantik juga, hidungnya juga mancung" ujar Devan tanpa sadar telah memuji istrinya itu.
"Om bisakah kau bangun tubuhmu Sangat berat" rengek Amera.
"Maaf habisnya kamu masuk kok gak ketuk pintu dulu, saya kan gak tau kalau kamu mau masuk" ujar dengan.
"Aku tadi udah mau ketuk kok, om aja tiba tiba keluar" ujar Mera membela diri.
Devan hanya menggelengkan kepalanya saja, dia langsung meninggalkan Mera dan menuju meja makan dilantai satu.
"Om tungguin Mera jangan tinggalin Mera !!! masa Mera ditinggal" ujar Mera merengek.
'Makanya jalan tu yang cepat jangan lambat kayak siput " ujar Devan.
__ADS_1
"Iya Mera minta maaf om" ujar Mera.
"Berhentilah memanggil ku om, kupingku sakit mendengar itu. Aku ini suami kamu bukan om kamu"ujar Devan dingin.
"Terus kalo bukan panggil om panggil apa om??" ujar Mera.
"Terserah jangan saja om" ujar Devan.
"Mm...kalau mas Devan boleh gak??" tanya Mera takut - takut.
"Itu lebih baik dibandingkan om, sudah ayo kita turun jangan membuat mama lama menunggu" ujar devan.
Amera pun mengikuti langkah suaminya itu, akhirnya mereka tiba juga dimeja makan. saat disana mereka langsung mendapatkan tatapan aneh dari mamanya Devan, hal itu membuat Amera merasa takut.
"Sayang kenapa kau menundukkan kepalamu mm?? " tanya mama Devan.
"Ee...enggak kenapa-kenapa kok ma" ujar Amera sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"Sudah ayo duduk kalian lama banget turunnya mama kan lapar" ujar nama devan.
"Mama kayak gak tau pengantin baru saja, ayo sayang duduk" ujar Devan sambil Menarik kan kursi untuk Amera .
Amera langsung menoleh ke Devan saat Devan memanggil dirinya sayang.
"Ada apa dengan mas Devan!!" batin Amera sambil duduk di kursi yang ditarik suaminya tadi.
"Ada apa ma kok mama senyum-senyum sendiri gitu? jangan bikin devan khawatir" ujar Devan saat melihat mamanya senyum-senyum sendiri.
"Mama senyum karena mama senang Dev, teruslah begini lupakan meli dan Fokuslah pada pernikahan mu dan Amera" ujar mama Devan.
"Iya ma lagian untuk apa lagi Devan memikirkan meli dia hanya masa lalu" ujar Devan penuh keyakinan.
Lalu mereka mulai untuk makan malam, Mera langsung mengambil kan nasi untuk suaminya.
"Mas mau paha, sayap, hati, atau dada ayam??" tanya Mera.
"Paha nya saja sayang terus mau rendang juga sayang " ujar Devan.
"Baiklah mas" ujar Mera lalu mengambilkan apa yang diinginkan suaminya itu.
Setelah itu dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan dia mulai memakan makanan miliknya.
30 menit kemudian mereka selesai makan malam lalu mereka duduk diruang keluarga untuk menonton televisi dan juga sambil mengobrol tentunya.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Amera sudah mengantuk sedari tadi dia pun memberanikan diri mengatakannya pada Devan.
"Mas Amera sudah sangat mengantuk" ujar Amera.
__ADS_1
"Sudah sebaiknya kalian istirahat mama juga mau istirahat" beranjak ke kamarnya.
"Ayo" ajak Devan.
"Gendong mas !! Amera benar-benar ngantuk" ujar Amera mencoba membuka matanya yang memang benar-benar mengantuk.
Melihat itu devan pun tak tega dia langsung menggendong Amera menuju kamar mereka, Devan merasa sangat tenang saat berada didekat Amera.
Ada rasa aneh yang menggelitiki dadanya saat mereka bersentuhan begini, hal ini baru dia rasakan karena waktu bersama meli Devan sama sekali tidak merasakan hal itu.
***
(Kamar)
Devan langsung meletakan Mera di ranjang dengan pelan, lalu mengusap kepala Mera pelan.
"Tidurlah dengan nyenyak Rara, mas masih ada pekerjaan mencium kening Mera lalu beranjak keluar kamar dan menuju ruang kerja.
Devan langsung membuka google untuk mencari tempat wisata yang bagus untuk honeymoon.
"Kemana ya bulan madu ni, bagaimana kalo ke Swiss aja" ujar Devan pada dirinya sendiri.
"Kayaknya bagus kalau ke swiss Mera pasti belum pernah kesana" ujar Devan lalu menelpon Han .
"Halo Han" ujar Devan.
"Iya tuan ada apa??" ujar Han yang tampaknya baru bangun tidur karena suara Devan serak-serak khas bangun tidur.
"Tolong pesankan tiket pesawat ke Swiss sekalian penginapannya soalnya saya sama istri saya mau honeymoon disana" ujar Devan.
"Baik tuan saya akan memesankan nya" ujar Han.
"Baiklah saya tutup dulu telponnya" ujar Devan lalu mematikan teleponnya dan menutup leptopnya lalu beranjak kebkamar untuk beristirahat.
"Apa aku bisa mencintai Amera? soalnya dia benar benar bukan tipe ku, kalau bukan karena aku tidak sengaja menidurinya aku pun tidak akan mau menikah dengannya" ujar Devan membatin.
Devan pun tiba di kamarnya dia langsung menutup dan mengunci pintu agar tidak ada yang masuk. Lalu berjalan menuju kasur kosong disebelah Mera.
Setelah itu Devan mencoba memejamkan mata untuk menuju alam mimpin, tidak lama kemudian Devan pun tertidur dan menyusul istrinya meraih surga dunia didalam mimpi.
****
Ditempat lain Aiba dan damar sudah baikan dan damar berjanji untuk tidak dekat-dekat lagi sama cowek lain walau itu sahabatnya sekalipun.
"Aku harap keputusan ku untuk baikan sama damar betul sehingga gak akan ada perpisahan.
...TBC ....
__ADS_1