
Amera memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan langganan tempat mama mertuanya, dia ingin memastikan kalau dia benar-benar hamil. Amera gak mau kalau nanti itu hanya kesalahan tispek, disana digambarkan 2 garis e...taunya dia gak hamil kan gak lucu.
skip klinik dokter kandungan.
Amera langsung disuruh masuk oleh dokter kandungan itu, dia langsung masuk ke dalam.
"Apa kabar nyonya Devan" sapa dokter.
"Alhamdulillah baik dok malahan sangat baik" ujar Amera bersemangat.
Lalu dokter langsung izin untuk menyingkap gaun milik Amera karena dia ingin memberikan jeli diperut Amera.
"Wah ...apa nyonya Amera melihat dua titik itu?" tanya dokter.
"Dua titik dok? itu ta...tanda saya hamil kembar ya dok?" tanya Amera.
"Iya nyonya benar sekali, sekarang nyonya mengandung bayi kembar.Umur mereka baru 2 Minggu selamat ya nyonya "
ujar dokter.
Amera menangis bahagia karena dia langsung dapat 2 bayi, setelah berpamitan pada dokter Amera memutuskan kekantor Devan. Dia ingin memberi tau Devan tentang kabar bahagia ini.
*****
Amera sudah sampai di kantor Devan, dia tampak sangat bahagia.Dia langsung memasuki lift dan menuju lantai dimana ruangan suaminya berada.
Skip Depan ruangan Devan.
Amera perlahan membuka pintu ruangan Devan, dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu lebih tepatnya langsung masuk. Saat masuk dia malah melihat Devan sedang berbicara pada seorang gadis dan lebih parahnya lagi gadis itu duduk dipangkuan suaminya.
Hal itu membuat darah Amera mendidih, dia begitu emosi saat melihat itu.
"Mas Devan" panggil Amera dengan muka merahnya seperti orang yang sedang menahan amarah.
Mendengar suara orang yang begitu dia kenal dan yang begitu dia cintai membuat Devan meringis, dia takut istrinya itu salah paham.
"Apa-apaan ini semua?" tanya Amera mulai berbicara dengan nada sedikit tinggi. Hal itu membuat sosok yang berada dibelakang Devan tersenyum penuh makna.
"Kamu kan lihat sendiri apa yang kami lakukan kurasa kami gak perlu menjelaskan semua ini?" jelas Arumi.
Kalian bertanya kenapa Arumi datang lagi padahal sudah lama gak kelihatan dia kembali ke korea, terus dia pulang lagi ke indonesia dia ingin mendapatkan Devan lagi.
__ADS_1
Walaupun Devan sudah menikah dia gak akan menyerah untuk mendapatkan Devan apalagi pada Amera yang menurutnya gadis lemah.
"Ini gak seperti yang kamu pikirkan sayang, dan kamu pergi dari sini" ujar Devan tampak kesal dan marah. Amera paham kalau muka Devan sudah seperti itu berarti Devan kesal pada Arumi dan kemungkinan Arumi berbohong tentang hubungan mereka.
"Kamu dengar gak apa yang suami saya bilang, pergi dari sini!!"Perintah Amera dingin.
Karena merasa kesal Arumi pun memutuskan pergi, sebelum pergi dia mencium bibir Devan secara mendadak sampai Devan belum siap untuk melepaskannya itu.
Dari arah pandang Devan terlihat seperti Devan menikmatinya padahal Devan mati-matian melepaskan pagutan dari Arumi.
Amera yang kesal dan juga bawaan dari bayi yang dikandungnya langsung mendekati Arumi dan menarik rambutnya terus menariknya keluar ruangan devan.
Diluar Ruangan Devan.
"Jadi wanita jangan kegatalan sama suami orang"tekan Amera penuh amarah dan mendorong Arumi.
"Lo..." tekan Arumi.
"Apa?" tantang Amera.
Semua pegawai kantor Devan berkumpul karena mendengar keributan dari Devan ruangan Devan bos mereka.
Semua orang berbisik-bisik setelah mendengar ucapan Amera, hal itu membuat Arumi kesal dan ingin menampar Amera tapi tangannya ditahan oleh Devan.
"Jangan sekali-kali kamu menyentuh secuil pun istri saya, atau kamu akan menyesal" ujar Devan.
"Dev" ujar Arumi lirih.
"Dengar kalian yang punya suami jauhkan suami kalian dari wanita dia ini pelakor"cicit Amera pada pegawai yang ada disana.
"Ihh... cantik-cantik tapi seleranya suami orang, gak tau malu banget" ujar salah satu pegawai Devan.
Karena merasa malu Arumi pun pergi dari sana dengan muka merah, sedangkan Amera dia menatap Devan tajam. Devan hanya dapat bergidik ngeri melihat istrinya itu, lalu dia mengikuti Amera yang masuk keruangannya.
Saat didalam ruangannya dia bergidik ngeri melihat Amera yang menatapnya tajam, dia hanya mampu menggaruk kepalanya pelan.
"JELASKAN!!" perintah Amera.
Devan yang mendengar itu mulai menjelaskan semuanya, dia tidak mau Amera lama-lama ngambek sama dia.
"Saat dia tiba-tiba duduk dipangkuan mas kamu masuk sayang, tapi mas gak ada macam-macam sama dia" lirih Devan.
__ADS_1
"Gak ada macam-macam!! cuih...tadi dicium kamu gak nolak" kesal Amera.
"Sayang mas tadi udah nolak dia Lo, apa kamu gak lihat" ujar Devan.
"Aku marah sama mas Devan, bibir mas Devan sudah ternoda" ujar Amera lalu bangkit.
"Sayang, kamu mau kemana?"tanya Devan.
"PULANG!! ketus Devan.
"Sayang jangan pulang dong kamu kan baru tiba" ujar Devan.
"Aku kesal lihat muka mas Devan, mas Devan udah mengkhianati cinta Amera dan mas Devan sudah kotor" ujar Amera mulai berkaca-kaca.
Melihat itu Devan pun uring-uringan dia sedang berpikir keras cara merayu istrinya agar tidak marah lagi padanya.
"Sayang kamu jangan marah, mas akan cuci mulut dan gosok gigi biar hilang bekas wanita tadi" ujar Devan. Amera tidak menjawab dia malah menatap arah lain, Devan langsung ke kamar mandi.
Setelah dirasa sudah cukup gosok gigi dan cuci mulut Devan langsung mendekati Amera di sopa, dia mulai mengelus pipi Amera yang menurutnya sedikit berisi sekarang.
"Kamu jangan ngambek lagi, ni cium bibir mas kamu bisa menghapus jejak wanita itu" ujar Devan mencoba mengajak istrinya itu untuk bicara.
Amera langsung meraih tengkuk Devan dan mulai ******* bibir Devan kasar.
"Pokoknya mas Devan gak boleh cium wanita lain, mas devan cuma punya Amera" rengek Amera dengan berkaca-kaca.
Devan yang melihat Istrinya ingin menangis langsung mencium 2 kelopak mata istrinya hingga membuat istrinya reflek menutup matanya.
"Sudah jangan menangis lagi, oh iya tumben kamu datang kesini gak kabarin mas sayang? biasanya kamu kan kabarin mas" ujar Devan lembut.
Amera langsung meraih tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam sana, setelah itu langsung menyerahkannya pada Devan.
"Apa ini sayang?" ujar Devan saat melihat sesuatu yang diberikan Amera saat melihat apa itu dia langsung menatap Amera spontan.
Amera tersenyum mendapatkan pandangan seperti itu dari suaminya, dia begitu gemas pada Devan yang menurutnya sangatlah menggemaskan.
"Apa kamu hamil sayang?" lirih Devan yang mulai berlinang air mata. Amera hanya menganggukkan kepalanya tanda iya.
Mendengar itu Devan langsung memeluk istrinya dan mencium wajah istrinya secara bertubi-tubi, menandakan dia begitu bahagia.
...TBC...
__ADS_1