Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Makan diluar


__ADS_3

...~Selamat membaca~...


Amera sudah tidur selama 3 jam diruang santai, dan selama itu juga Devan senantiasa menemani Amera. Karena dia gak mau Amera nanti bangun dan tidak menemukan dua disampingnya.


Devan terus memandangi wajah Amera dengan lekat sambil mengusap rambut Amera lembut, sesekali dia tersenyum melihat Amera yang sedikit bergerak mencari kenyamanan.


"Dilihat-lihat Amera ternyata cantik juga, malah lebih cantik dia dibanding meli tapi kenapa dulu aku gak jatuh cinta sama dia padahal Amera selalu main ke rumah Aiba" ujar Devan terkekeh.


Saat sedang memandangi devan dengan serius tiba-tiba Devan merasa sangat haus jadi dia meninggalkan Amera sebentar. Saat Devan pergi Amera terbangun dari tidurnya, matanya kesana-kemari mencari seseorang.


"Kemana mas Devan kan aku menyuruhnya menemaniku," ujar Amera.


Saat Amera sedang mengumpulkan nyawanya dia melihat dengan berjalan kemari dengan segelas jus alpukat dan susu ibu hamil.


"Sayang kamu udah bangun??" ujar Devan pelan.


"Mas kemana aja ?? Amera bangun mas udah gak ada" ujar Amera.


Devan yang mendengar itu hanya tersenyum kecil lalu menunjukkan minuman yang dibuatnya pada Amera.


"Mas buat ini khusu untukmu" menyodorkan susu ibu hamil.


"Aku cuci muka dulu mas, gak enak langsung diminum " ujar Amera nyengir.


Devan hanya terkekeh lalu mulai meminum jus miliknya dan menonton televisi, 10 menit kemudian Amera sudah turun dengan muka segarnya.


"Mas" panggil Amera pada Devan sambil meminum susu miliknya.


"Mm...ada apa sayang??" ujar Devan.


" Mas gak kekantor?? kulihat udah beberapa hari mas di rumah terus" ujar Amera.


" Kenapa emangnya yang? Mas masih ingin menemani kamu, lagi kamu juga belum sembuh sepenuhnya " ujar Devan.


"Kata siapa?? aku sudah sembuh mas, jadi besok mas bisa pergi kekantor" Ujar Amera.


Akhirnya karena tidak mau berdebat dengan dengan Amera Devan pun menuruti keinginan Amera untuk kembali ke kampus. Tapi dengan syarat sore nanti mereka jalan-jalan dan dinner, itu si bukan suatu hal yang sulit untuk Amera karena dia sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Devan.


*****


Setelah minum susu Amera langsung pergi ke kamar untuk bersiap-siap untuk pergi dinner bersama Devan.


"Aku pakai baju apa ya ?? ini kan dinner kami yang pertama " ujar Amera semangat.


Saat dia sibuk memilih baju ada tangan yang memeluknya siapa lagi kalau bukan Devan?, "Mas bikin kaget aja" ujar Amera. Kamu lagi apa ? katanya mau siap-siap tadi tapi kok belum siap juga" ujar Devan terkekeh.


"Ini mas aku lagi pusing milih baju, menurut mas aku cocok yang ini atau yang ini" menunjukkan pakaian miliknya pada Devan.


"Ini, kamu cocok yang ini terlihat cantik dan imut" ujar Devan.

__ADS_1


"Gombal" ujar Amera terkekeh.


Akhirnya Devan memutuskan keluar dan menunggu diluar, karena akan sangat membosankan menunggu wanita berdandan.


Saat menujuh lantai dasar tiba-tiba hp Devan bergetar tanda Anda pesan masuk.


isi pesan:


Hai sayang apa kabar?? jadi kamu menikah dengan bocah ingusan itu ya!!, bisa benget kamu ya menghinaku wanita murahan padahal kamu juga gak jauh beda dariku😏


"Kurang ajar Berani sekali Meli mengirim SMS seperti itu" kesal Devan.


Tiba-tiba Meli mengirim pesan kembali.


isi pesan:


balas dong Dev!! Jagan jadi pengecut.


Balas Devan:


Apa mau mu?? jangan hubungi aku lagi!!


******


Didalam kamar ada seorang wanita yang sedang tersenyum puas melihat isi pesan mantannya yang tampak jengkel.


Meli kembali mengirim pesan pada Devan, pesan yang berupa sebuah ancaman.


mengirim pesan:


Aku tau bocah ingusan itu sekarang sedang mengandung, apa aku celakai saja dia😉


Setelah mengirim itu Meli tersenyum bahagia, dia tau sepeti apa muka Devan saat ini.


"Gak semuda itu lepas dari tangan ku Devan Alexander" tekan Meli.


Ting.../bunyi pesan masuk/


isi pesan:


jangan coba-coba kamu melukai istri dan anakku atau kamu akan menyesal.


Melihat balasan Devan Meli hanya tersenyum kecil, dia hanya geleng-geleng saja akan balasan pesan dari Devan.


"Kita lihat saja nanti tuan Devan terhormat" ujar Meli.


...##########...


Seperti yang dikatakan Devan tadi mereka akan jalan-jalan, Devan mengemudi mobil dengan wajah yang sangat kusut. Dia benar-benar kesal terhadap Meli.

__ADS_1


"Ada apa dengan mas Devan ?? sedari tadi wajahnya murung terus" batin Amera.


"Mas ada apa sedari tadi melamun, mas lagi nyetir Lo gak baik nyetir sambil melamun. Mas baik-baik saja??" tanya Amera.


"Iya sayang Mas baik-baik saja, jadi kamu gak usah khawatir" ujar Devan.


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan mereka yaitu taman tempat yang sering artis genta buana shooting nyanyi disana.


" Wah ...rame banget mas!! mereka semuanya ternyata juga suka tempat ini" ujar Amera.


"Iya sayang, Udah ayo kita duduk di kursi taman gak baik untuk ibu hamil berdiri terlalu lama" ujar Devan.


"Apa gak salah mas?? masa semuanya gak boleh ibu hamil lakukan??" bisa mati bosan aku deh" ujar Amera.


"Kamu dengarkan saja apa yang mas katakan jangan banyak bantah, kamu gak kepengin maka sesuatu sayang??" tanya Devan.


"Mas aku mau itu" tunjuk Amera pada permen kapas.


Devan langsung membelikan Amera permen kapas, Amera begitu antusias menerima dan memakan permen kapas itu.


Tak terasa hari sudah malam Devan dan Amera memutuskan mencari restoran terdekat untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi.


(Skip Restoran)


Devan dan Amera menujuh meja VVIP, Awalnya Amera tidak mau ruangan VVIP karena menurutnya terlalu boros. Tapi Devan tetaplah devan yang keras kepala, akhirnya mereka tiba di ruangan mereka.


" Sayang kamu mau makan apa" ujar Devan.


"Lobster, sate gurita, dan stik sayang sama minumannya es teh" ujar Amera.


"Banyak banget sayang apa muat diperut kamu yang kecil" kaget Devan dengan pesanan Amera karena dirinya saja hanya makan ayam bakar.


" Habislah sayang, lagian bukan aku seorang yang makan kan ada Anak kita" ujar Amera.


Setelah menunggu cukup lama makanan merekapun sampai, Amera langsung mulai makan makanan yang dia pesan tadi.


Devan yang sedang memakan makannya terperangah melihat Amera yang makan kayak orang kelaparan yang gak makan selama satu Minggu.


"Yang pelan-pelan" ujar Devan .


"Habisnya enak banget mas, mas mau coba" ujar Amera sambil menyodorkan sate gurita satu tusuk.


Devan dengan semangat memakan sate dari tangan Amera sampai tandas, bukannya sedih sate ditangannya habis dia malah senang dan mengambil lagi. lalu mulai memakannya sendiri, Devan hanya tersenyum sendiri.


" Enak kan mas satenya" ujar Amera.


"Iya sayang rasanya enak banget" ujar Devan.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2