Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Perjanjian Itu


__ADS_3

Venson yang baru saja pulang dari luar negeri. iapun tersenyum tipis begitu melihat bangunan rumah yang dia tinggal selama 5 hari itu. Dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, Venson kini melangkah menuju kearah pintu utama.


Baru saja ingin memanggil anak dan istrinya, mulutnya terkatup begitu dia mendengar putrinya menyebut – menyebut namanya. Dilangkahkan kakinya mendekati ruang santai. Namun dia tidak langsung menunjukan kehadirannya, melainkan menyembunyikan dirinya di balik tembok.


Posisinya saat ini ada di balik punggung keempat orang disana. Namun telinganya cukup jelas mendengar apa yang diucpak oleh putrinya itu.


“Seharunya kau ingat batasanmu disini. Kau hanya menjadi istri ayahku. Tapi kau telah melewati dari batas kesepakatan yang kita buat. Dasar tidak tahu diri!” Teriakan itu membuat Venson memgernyit bingung.


Sebenarnya kesepakatan apa yang dimaksud oleh anaknya itu. Ruangan mendadak senyap begitupun dengan Jasmine yang hanya diam saja, karena apq yang diucapkan oleh Aura tadi memang benar adanya.


Dia sendiri sudah banyak melanggar isi perjanjian yang telah mereka buat sebelumnya. Seharunya dia ingat kalau kehadirannya disini hanya sebatas perjanjian belaka. Namun kenapa dia sampai lupa dan akhirnya terbuai dengan apa yang ada. Menyangkalpun rasanya percuma, sebab apa yang Aura katakan memang benar, dia memang tidak tahu diri.


“Aura, sudah cukup. Kau keterlaluan.” sentak Jackson sambil bangkit dari posisinya.


Jujur Aura sedikit merasa takut akan nada bicara kakaknya itu. Tapi rasa emosi yang memaksanya untuk diluapkan sudah tak terbendung lagi.


“Kenapa, Kak? Apa yang salah dari kata – kataku tadi? Kenapa sekarang kau lebih sering membelanya? Kenapa, KAK?!!” bentak Aura pada kakaknya itu.


Jackson menatap sang adik dengan raut bercampur aduk. “Apa jangan – jangan kau suka padanya, ya? Makanya kau lebih membelanya bila dibandingkan aku.”


“Cukup, Aurora! Perkataanmu itu semakin tidak jelas.” marah Jackson yang tak membuat Aura mau menutup mulutnya itu.


“Apa sekarang kau sudah lupa dengan perjanjian yang telah kita buat untuknya. Ingat kak, dia hanya menjadi istri ayah tak lebih dari 1 tahun. Dan kau, Jasmine Larasati. Ingat kau hanya menjadi istri Venson Klein Alexander tak lebih dari 1 tahun. Harusnya kau sadar itu.”


Deg


Ucapan itu membuat Venson terpaku di posisinya. Hatinya seperti dihantam dengan keras. Sebenarnya perjanjian apa yang telah mereka buat. Dan kenapa namanya diikut sertakan seperti ini.


“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan, Kak? Aku tidak paham sama sekali?” ucap Wilson yang terlihat jelas raut kebingungan di wajahnya itu.


“Perjanjian apa yang kalian maksud tadi? Kenapa menyangkut pernikahan ayah dan mama Jasmine?” desak Wilson pada kedua kakaknya itu.


Sejak awal wilson memang tidak tahu dengan perjanjian apa yang dikatakan oleh Aura itu. Makanya dia hanya diam untuk mencernanya, namun semuanya semakin membuatnya pusing, terlebih saat nama sang ayah juga diikut sertakann didalamnya.


“Kau tahu, pernikahan antara ayah dan dia tak lebih hanya karena perjanjian. Aku dan kakak membuat perjanjian dengannya. DIA SUDAH MENANDATANGANI SURAT PERJANJIAN YANG MENYATAKAN BAHWA DIA HARUS BERCERAI DENGAN AYAH SETALAH 1 TAHUN PERNIKAHAN MEREKA!"

__ADS_1


DEG!!!


Wilson dan tentu saja sangat terkejut dengar ucapan kakaknya barusan. “Jadi semua ini hanya berdasarkan perjanjian semata?” Wilson menatap tak percaya kearah Jasmine yang saat ini hanya diam. Dan keterdiaman itu malah semakin membuat Wilson menggeleng tak percaya.


“Apa semua itu benar, Ma? Jawab Ma!” Jasmine tak kuasa mendengar nada menuntut jawaban yang dilontarkan oleh Wilson disertai dengan sorot tak percaya itu.


“Apa berarti semua kasih sayang yang mama berikan itu hanya kepalsuan?” Jasmine segera menatap putranya itu. Baru saja akan menolak pertanyaan tadi. Aurora lebih dulu memotongnya.


“Itu benar. Dia melakukannya untuk memanfaatkanmu, agar nantinya dia tidak harus keluar dari rumah ini.” Tatapan kecewa menghiasi mata Wilson saat menatap kearah jasmine.


Dia tadinya sungguh bahagia karena bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang bahkan belum pernah dia rasakan sama sekali. Sebab dia kehilangan sang ibu saat dia dilahirkan di bumi ini.


Jasmine yang tak ingin anaknya itu salah paham terlalu dalam pun langsung menyaut ucapan Aurora. “Tidak semua yang dikatakan oleh Aurora itu benar”


“Kau masih mau mengelaknya. Apakah aku perlu tunjukan surat perjanjian itu sekarang juga?”.


Jasmine tak mengubris Aura yang kini menatapnya remeh. "Semuanya tidaklah benar. Ku mohon kau percaya padaku, Wil.” Wilson membuang muka saat jasmine menatapnya dengan sorot memohon.


“LALU BAGIAN MANANYA YANG SALAH, HUH?”


“Mengenai surat itu memang benar adanya.” Wilson bertambah kecewa dengan apa yang dia degar dari mulut jasmine. Buru – buru jasmine menambahkan kalimatnya. “Tapi semua perlakukan yang aku tunjukan pada kalian semua itu bukan kepura – puraan.”


“Aku mulai menganggap kalian sebagai anakku sendiri. Dan tulus menyanyangi kalian.”


“Kalian berdua jangan mudah percaya pada mulut manisnya itu. Dia hanya seorang penipu ulung.” Tekan Aura yang tak ingin kedua saudaranya luluh pada jasmine.


“Wil, tolong percaya padaku. Aku mulai menganggap kalian semua adalah bagian terpenting dalam hidupku.” Wil tak langsung menanggapinya. Dia merasa telah dibodohi. Bukan hanya oleh Jasmine melainkan juga oleh kedua saudaranya itu.


“Kenapa kalian berbuat sampai sejauh ini. Apakah ayah sudah tahu permasalahan ini?” Ketiganya tidak ada yang bersuara. Melihat kebungkaman mereka membuat Wilson menggeleng tak percaya.


“Kalian memang keterlaluan! Bagaimana bisa kalian merencakan perbuatan seperti ini. Kalian tidak memikirkan perasaan daddy, begitu tahu kalau ternyata pernikahan yang dia jalani saat ini, tak lebih hanya terikat kotrak.”


“Bisa kalian bertiga bayangkan, kalau daddy sampai tahu mengenai masalah ini, akan sehancur apa perasaan daddy nantinya.”


Muak melihat ketiga orang ini, Wilson lebih memilih untuk kembali ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti begitu saja setelah melihat keberadaan sosok di dekat ambang ruangan.

__ADS_1


“Da-ddy.” Ucapan itu membuat ketiganya segera memusatkan pandangan mereka kearah yang di tuju oleh Wilson. Ketiganya dibuat membatu begitu melihat keberadaan ayah dan suami mereka berdiri dengan sorot yang sulit diartikan sambil menatap kearah mereka.


Venson berjalan mendekat kearah keempatnya yang masih menatapnya dengan sorot terkejut. Kalau ditanya bagaimana perasaaan venson saat ini, jelas saja dia sangat kecewa.


Siapa yang tidak akan kecewa begitu mendengar fakta yang begitu menyakitkan seperti ini. Anak – anakmu sendiri merancangan pernikahan palsu untuk dirimu. Padahal kau sendiri berharap banyak atas pernikahan ini.


“Jadi selama ini kalian berbohong padaku.” Tak ada satupun yang buka suara. Terlebih lagi jasmine yang kini perasaannya amat sangat merasa bersalah. Terlebih lagi sorot mata suaminya yang sangat mengisyaratkan kekecewaan besar padanya.


“Kalian sudah puas telah membohongiku sajauh ini.”


“Bagaimana bisa kalian tega menjadikan pernikahan sebegai main – main seperti ini. Kalau tahu akan seperti ini jadinya, lebih baik kalian menolaknya sejak awal.”


“Tapi kami sudah berusaha menolaknya, Dad.” Perkatan Aura membuat venson menatap putri tunggalnya itu.“Pada akhirnya kalian tetap menerima pernikahan ini, kan.”


Semuanya diam.


“Mas, Ini se—“ Venson mengangkat tangannya pertanda menyuruh jasmine untuk diam.


“Tidak perlu menjelaskan apapun, karena fakta yang aku dengar sudah membuktikan bahwa kau hanya berpura – pura mencintaiku.”


Perasaan sesak langsung menerpa hati jasmine. Istri mana yang kuat mendengar ucapan datar dari suaminya sendiri. Venson melangkah pergi meninggalkan semuanya yang masih diam diposisi mereka masing – masing.


Lankahnya terlihat tegas, namun berbeda dengan hatinya yang mulai hancur berkeping - keping. Kepercayaan yang dibangunnya selama ini hancur begitu saja. Venson lebih memilih untuk pergi daripada berada disana dan malah akan bertambah kecewa.


Saat ini entah pada siapa dia harus percaya. Kalau orang yang dia percayai bisa setega itu menghianatinya. Suara deguman pintu membuat jasmine jatuh ke sofa dengan airmata yang mulai menderai dipipinya. Isakan pelan keluar dari celah bibir jasmine.


Ingin rasanya dia menghampiri suaminya dan menjelaskan semunya kesalahpahaman ini. Tapi dia sadar diri untuk tidak memaksa venson percaya padanya. Karena faktanya dia sendiri juga menyetujui perjanjian itu.


Wilson mendengus dengan pikiran kalut. Tak dipedulikannya ketiga orang disana yang kini mulai bergelut dengan pikiran mereka masing- masing. Langkahnya menuju kamarnya diperhatikan oleh sang kakak yang kini mulai mengulas senyum di bibir milikinya itu.


“Sebentar lagi semuanya akan selesai.” gumamnya pelan dan nyaris tak terdengar oleh siapapun.


......................


*Kalian tentu tahu kan siapa yang barusan bergumam itu 🙉

__ADS_1


...Semoga kalian sehat selalu 💜...


__ADS_2