Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Kesempatan


__ADS_3

...Yes! I'm Comeback!...


...Ada yg nyariin aku? :*...


...OoOoOoOoOoO...


Seorang pria berjalan dengan langkah tegap diiringi dengan perasaan yang berdebar. Dirinya telah tiba di depan sebuah kamar apartemen, namun dirinya tak sendirian melainkan bersama salah satu keluarganya.


Belum sempat keduanya mengetuk pintu itu, lebih dulu pintu itu terbuka dari dalam. Sontak saja hal itu membuat orang yabg membuka pintu terlonjak kaget. "Paman ngagetin saja." ucap Shifah yang barusan membuka pintu untuk membeli susu ibu hamil.


Venson tersenyum kecil kearah Shifah yang berada di depannya. "Jasmine ada di dalam?" tanyanya yang diangguki oleh Shifah. Venson semakin melebarkan senyumannya. "Boleh paman masuk?"


Shifah mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam guna bertemu dengan Jasmine.


Jasmine sendiri yang mendengar suara langkah kakipun, mulai mengernyit bingung. "Kenapa balik lagi, Fah. Memangnya ada yang ketinggalan, ya?" tanyanya tanpa menoleh kearah yang bersangkutan.


Shifah berjalan mendekat, "Bukan, Mbak. Ini ada suaminya Mbak Jasmine." Ucapan itu tentu saja membuat Jasmine cukup terkejut. Sebenarnya sejak kejadian di pesta waktu itu, Venson belum berbicara banyak hal padanya. Bahkan Jasmine sendiri tak tahu, sudah berapa lama suaminya ini menyimpan semua rahasia itu darinya.


Venson memang sejak pesta itu berakhir, belum kunjung menemui istrinya dikarenakan dia ada pertemuan yang tak bisa di tinggalkan. Makanya dia baru bisa datang hari ini. Hari ini pun dia bahkan belum sempat istirahat setelah penerbangan yang memakan waktu 8 jam itu.


Arah tatapan Venson tertuju pada wajah istrinya yang nampak sedikit pucat. Tanpa diminta, Venson berjalan mendekati Jasmine yang saat ini tengah duduk di sofa. "Apa kau sedang sakit?" tanyanya khawatir.


Jasmine masih diam sembari menatap suaminya ini. Rasa hangat menyusup dihati keduanya, karena bisa berdekatan seperti dulu. Bahkan Jasmine mulai menikmati usapan yang Venson lakukan di kepalanya itu.


"Aku nggak sakit, cuma sedikit pusing saja." ucapnya sambil tersenyum lembut. Venson juga membalasnya dengan senyum lembut. "Syukurlah, tapi kau yakin tidak mau kerumah sakit saja? wajahmu terlihat pucat."


Jasmine menggeleng pelan. "Nggak perlu, Mas." Lagipula agak terlalu berlebihan bila harus sampai di bawa kerumah sakit. Soalnya Jasmine hanya merasa sedikit pusing dan perutnya sedikit bergejolak tidak nyaman.

__ADS_1


Sebenarnya Venson kurang yakin, tapi kalau istrinya maunya seperti itu, apa boleh buat. "Kalau bertambah pusing, kasih tahu Mas, ya." Jasmine kembali mengangguk atas perkataan sang suami.


Sebenarnya usai pesta itu, Venson langsung mengantar Jasmine pulang ke apartemennya Cessie. Awalanya Venson berniat untuk mengajak Jasmine pulang kerumahnya, namun Jasmine bilang dia tidak bisa pulang karena harus menemani Shifah. Ditambah lagi peristiwa di pesta itu, tentu berpengaruh pada mental Shifah.


Untuk alasan itulah, baru sekarang Venson bisa datang untuk bertemu sekaligus menjemput istrinya pulang kerumahnya. "Apa mau pulang hari ini?" Venson kembali mengelus kepala sang istri dengan lembut.


Sejenak Jasmine terdiam membuat hati Venson merasa tak tenang. Dia merasa takut kalau seandainya Jasmine belum bisa memaafkan dan menerimanya kembali. Walapun segala masalah yang menimpa mereka sudah mulai terselesaikan dengan baik.


Jujur saja Jasmine masih menyimpan sedikit rasa takut dan kecewa pada sosok suaminya ini. Bukannya dia dendam ataupun tak mau memaafkan perbuatan sang suami, hanya saja Jasmine merasa belum siap.


Melihat sang istri yang hanya diam saja, membuat perasaan Venson makin was - was. "Bagaimana?" tanyanya pada sang istrinya. Jasmine menghela napas panjang sebelum membuka pembicaraan. "Mas," panggilnya pelan.


Venson dengan sigap mulai menegakan posisinya dan mempersiapkan mental apabila ada hal - hal yang dia dengar. "Sejujurnya aku sudah memaafkanmu, Mas." Ucapan itu tentu saja membawa angin segar bagi Venson.


"Tapi, untuk kembali seperti sebelumnya. Aku tidak begitu yakin."


Deg


"Sayang, dengarkan perkataan Mas. Mas tahu semuanya tak mudah bagimu, terlebih atas semua perlakuan Mas dab keluarga Mas terhadapmu. Tapi Mas mohon, agar kamu bisa kembali kerumah. Dan kita semua akan memulainya dari awal lagi. Membangun bidak rumah tangga bersama anak - anak kita."


Apa yang Venson katakan memang menjadi harapan untuk dapat Jasmine kabulkan. Hanya saja, apakah dia bisa menjadi ibu dan seorang istri yang baik untuk anak - anak dan suaminya kelak.


Genggaman tangan dirasakan oleh Jasmine yang menerima tatapan teduh dati suaminya ini. "Kumohon, tetaplah menjadi istriku dan ibu untuk anak - anakku." pinta Venson dengan tulus.


Menemukan istri sebaik dan setulus Jasmine adalah anugerah terindah bagi Venson, setelah dirinya dilahirkan dari sosok ibu yang sempurna baginya. Venson sudah mengingat semua hal yang menjadi latar terikatnya perjanjian diantara anaknya dengan Jasmine.


Bisa dibilang Venson merasa bersyukur atas apa yang menimpanya waktu itu, hingga dia dinyatakan amnesia dan malah menganggap Jasmine sebagai kekasihnya. Padahal waktu itu bisa saja Jasmine menolak anggapannya. Dan tak perlu memperdulikan kondisinya yang saat itu hanya orang asing baginya.

__ADS_1


Jackson dan Aura telah meminta maaf atas apa yang telah terjadi dalam pernikahannya ini. Bahkan dari merekalah Venson jadi tahu, kalau Jasmine sempat menolak dengan tegas uang yang mereka berikan bila Jasmine mau menuruti ucapan mereka.


Dari situ saja Venson bisa menyimpulkan bahwa Jasmine orang yang baik serta tulus. Bahkan walaupun kesepakatan itu terjalin, Jasmine sama sekali tak pernah meminta uang dan hanya minta agar Jackson dan Aura tidak menganggu keluarga panti.


Maka dari itu, Venson tak akan pernah menyia - nyiakan kepercayaaan dan rasa cinta Jasmine kepadanya. Terlebih setelah semua yang telah di lewati. Apapun akan dia lakukan untuk membuat Jasmine kembali kepadanya.


Venson masih menunggu jawaban Jasmine dengan perasaan harap - harap cemas. Jasmine sendiri mulai menatap suaminya dengan wajah berpikir. Jika ditanya bagaimana perasaan Jasmine saat ini? tentu saja dia masih ada rasa cinta dan kecewa untuk Venson.


Hanya saja hatinya memiliki sedikit keraguan yang tercokol dalam pikirannya. Helaan napas datang dari Jasmine yang telah siap memberikan jawaban. "Baiklah, Mas. Aku akan berikan satu kesempatan lagi untuk memulai semuanya dari awal."


Kalimat itu menjadi hal yang mengembirakan untuk Venson. Dengan cepat, dirinya memeluk tubuh Jasmine yang saat ini mulai tenggelam dalam pelukannya. "Terimakasih. Terimakasih telah mau memberiku kesempatan."


Jasmine membalas pelukan itu dengab perasaan nyaman. Dirinya berharap semoga pilihannya kali ini adalah hal yang tepat. Bagaimanapun juga dia ingin bahagia dengan orang yang dia cintai. Keduanya larut dalam pelukan mereka, bahkan nampaknya merek terlalu asyik pada dunia mereka sendiri.


Kalau kalian menanyakan keberadaan Shifah dan Wilson, mereka berdua sudah sejak tadi meninggalkan keduanya untuk memberi ruang bagi keduanya menyelesaikan semua masalah yang ada.


^ & & ^


Saat ini kedua anak manusia tengah berada di rooftop apartemen. Sebenarnya dari sisi di gadis tak mau diajak pergi kesini. Tapi si pemuda memaksa hingga berakhirlah mereka di tempat ini.


"Sebenarnya apa yang ingin kau bahas?" Pertanyaan itu muncul karena sudah sejak tadi tak ada obrolan yang keluar dari mulut si pemuda.


Keduanya yang tak lain adalah si Shifah dan Wilson hanya saling diam. Dan hal itu membuat Shifah cukup jengah dengan situasi yang terjadi. Untuk apa Wilson membawanya kesini kalau dia sama sekali tak berbicara apapun padanya. Padahal tadi dia bilang ada yang ingin dia bicarakan dengannya.


"Kamu ingin bicara apa? kalau tidak ada, lebih baik aku pergi dari sini." Baru saja berbalik untuk pergi, ucapan dari Wilson membuat tubuh Shifah menegang. "Kenapa beberapa hari ini kau menghindariku?"


"Apa ini ada kaitannya dengan kejadian di pesta waktu itu?" tanyanya lagi yang makin membuat Shifah terdiam. Seketika ingatan Shifah bergulir pada kejadian beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


° { < ¥ > } °


Tungguin Flashbacknya besok ya.


__ADS_2