
Terhitung sudah 3 hari Jasmine pergi dari rumah Venson. Dan sejak hari itulah suasana rumah sangat berbeda dari biasanya. Ditambah lagi, tak ada satupun yang mau membahas alasan perginya Jasmine dari rumah mereka. Walaupun jauh di lubuk hati Jackson dan Wilson, keduanya merasa sangat penasaran atas apa alasan Jasmine pergi dari rumah ini.
Sebab, baik ayahnya ataupun Aura sama sekali tak membahas hal tersebut kepada mereka. Keduanya tahu kalau Jasmine memutuskan untuk pergi setelah beberapa jam terlewat. Sebab keduanya saat itu, ada jam pelajaran di sekolah ataupun di kampus.
"Ayah sudah selesai. Kalian bertiga jangan keluyuran kemanapun. Kalau bisa kalian langsung istirahat saja." Setelah mengatakan hal itu, Venson langsung berlalu menuju ke ruang kerjanya, meninggalkan ketiga anaknya yang
hanya mengangguk saja.
Setelah kepergian ayahnya, tatapan Jackson tertuju pada adiknya yang sudah dia perhatikan hanya mengaduk - aduk nasi di piringnya itu. "Aura," panggil Jackson pada adiknya itu. Aura hanya angkat kepalanya tanpa menjawab panggilan itu. Begitu melihat respon acuh sang adik membuat Jackson menaikkan satu alisnya.
"Bukankah waktu itu kau sedang ada di rumah, jadi kau tentu tahu kan alasan kenapa mama Jasmine pergi dari rumah ini?" Aura masih diam dalam posisinya. Kalau ditanya mengenai kejadian waktu itu, tentu dia tahu bahkan sangat tahu. tapi untuk menjelaskannya kepada kakak ataupun adiknya. Jujur dia belum sanggup, lebih tepatnya tidak sanggup menerima kemarahan dari kedua saudaranya itu.
"Kakak sedang bertanya, jadi jawab pertanyaan kakakmu ini." Jackson masih mencoba berbicara secara lembut dengan Aura yang terlihat mengabaikan pertanyaannya. "Aura, kau dengar kakak?!" Intonasi suara Jackson mulai berubah, bahkan kedua adiknya dibuat kaget.
"Aku nggak tahu." ujarnya yang tak membuat Jackson percaya begitu saja. "Masa kau nggak tahu, kau kan dirumah waktu itu. Kau jangan bohong sama kakak, coba katakan apa yang sebenarnya terjadi." Aura mulai merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Jackson yang terdengar menyudutkannya, ditambah lagi tatapan Wilson yang juga menatapnya menuntut jawaban.
Sringg
Aura meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya secara kasar menimbulkan suara yang cukup nyaring. "Kakak bisa nggak sih nggak usah bahas hal itu lagi. Aku harus jawab apa, kalau aku sendiripun juga nggak tahu apa alasan dia itu pergi dari rumah!" jelasnya yang diliputi dengan banyak emosi.
"Jadi aku minta, berhenti bahas hal - hal yang nggak penting. Kalau memang kakak penasaran, kenapa kakak nggak nyari tahu saja sendiri. Kenapa musti nanya - nanya sama aku." Aura masih menampilkan raut kesal di wajahnya saat menatap kearah Jackson.
__ADS_1
"Satu hal lagi. Kalaupun kakak pengen tahu banget, kenapa nggak nanya langsung sama ayah. Pasti ayah tahu alasanya." Ucapan itu membuat Jackson diam. Tentu saja, Jackson tak sampai hati untuk bertanya secara langsung pada sang ayah.
Jelas saja, dia masih melihat tatapan kekecewaan dari sorot mata Venson padanya. Terlebih lagi dia yang paling tua dari kedua adiknya. Dan tentu saja, Venson menaruh kepercayaan tinggi padanya. Sayangnya dia malah merusak kepercayaan yang ayahnya itu berikan padanya. Walaupun rasa kecewa itu tak menghilangkan rasa kasih dan sayang dari orang tua kepada anaknya.
Dari apa yang Jackson dengar, ucapan itu seperti pengelakan yang mana membuat Jackson tak mudah untuk percaya. Apalagi ditambah dengan sikap Aura dulunya yang selalu ketus dan tak terima Jasmine tinggal dan menjadi bagian dari rumah ini. Walaupun begitu, Jackson juga tak bisa menuduh Aura begitu saja tanpa bukti yang jelas.
Bagaimana pun, siapa orang yang akan dengan mudah menerima orang asing untuk tinggal dan menjadi bagian dari hidup mereka. Ditambah lagi, kehadiran orang itu berpotensi cukup besar untuk mempengaruhi kelangsungan hidup seseorang.
"Sudahlah, kakak nggak perlu bahas tentang dia lagi. Toh dia sudah pergi dari rumah ini." Dan entah mengapa, Jackson bertambah yakin kalau adiknya itu tahu sesuatu yang dia sendiripun nggak tahu dan itu malah membuatnya semakin penasaran.
"Tolong katakan Sejujurnya pada kakak, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu dan bagaimana kejadian yang hampir menimpamu itu bisa terjadi?" Aura seakan diingatkan kembali pada memori yang sangat - sangat tidak ingin dia ingat. Ditambah lagi ada rasa trauma yang ditinggalkan si pelaku dari peristiwa itu.
Ingatan itu masih membekas dengan jelas di pikirannya. Tanpa komando, tangannya mendadak gemetar. Perasaan takut dan cemas langsung menyerangnya. Melihat hal itu membuat Jackson langsung panik, begitupun dengan Wilson yang memang duduk di samping Aura. Sejak beberapa detik yang lalu, Wilson jelas melihat perubahan keadaan yang dialami oleh kakaknya ini.
Jackson langsung membawa tubuh Aura kedalam dakapannya untuk dia bawa ke kamar Aura. Sedangkan Wilson mengikuti sang kakak sambil menatap cemas pada Aura yang sedang pingsan itu. Dalam hati, baik Jackson maupun Wilson tak berhenti berdoa, walaupun sebenarnya keduanya masih menyimpan rasa penasaran tentang pertanyaan meraka tadi.
Tapi melihat kondisi Aura yang seperti ini, keduanya mengurungkan niat mereka untuk membahas kembali kejadian yang bisa menjadi pemicu rasa trauma Aura muncul. Setelah membaringkan Aura di ranjangnya, keduanya berlalu meninggalkan Aura setelah memastikan kondisinya sudah stabil.
Kini keduanya sibuk dengan urusannya masing - masing, seperti Jackson yang sibuk dengan ponselnya, sedangkan Wilson tengah menonton televisi. Walaupun begitu, pikiran keduanya tidak berada disitu, melainkan masih memikirkan tentang kemungkinan -kemungkinan yang menjadi penyebab Jasmine memilih pergi dari rumah ini.
"Kak," panggil Wilson yang membuat Jackson mengalihkan pandangannya ke arahnya. "Kenapa?" Wilson nampak mengambil napas panjang. "Kakak tahu tentang kejadian yang dialami oleh kak Aura?" Jackson hanya menggeleng kecil, seolah dirinya memang tak tahu apa - apa. Padahal sejujurnya dia sedikit tahu pokok yang peristiwa itu terjadi.
__ADS_1
Bahkan Jackson tahu yang menjadi alasan kenapa ayahnya itu begitu marah pada Jasmine. Tetapi untuk alasan kepergian Jasmine dari rumah ini itulah yang menjadi tanya baginya. Sebab seingatnya ayahnya sendiri tidak mengusir Jasmine dari rumah ini, namun kenapa Jasmine lebih memilih pergi. Itulah yang ingin Jackson tahu.
Kalau ditanya kenapa Jackson bisa tahu, karena waktu itu dia sebenarnya sudah sampai di depan rumahnya dan dia sempat mendengar perdebatan di antara ayahnya dengan Jasmine. Sejujurnya dia datang beberapa menit setelah kedatangan Venson yang baru kembali dari pekerjaannya di luar negeri.
Jackson juga dengan jelas mendengar kalau ayahnya itu menyudutkan Jasmine, karena kelalaian yang disebabkan oleh Jasmine. Hingga membuat Aura hampir Celaka dan Jasmine pun menolak tuduhan tersebut. Dia juga memberikan alasan dari pengelakannya itu, namun yang menjadi kebenaran dari kejadian ini ada dua kemungkinan. Satu dari pihak Aura yang benar atau Jasmine yang benar. Itulah yang ingin Jackson ketahui.
Dan pokok permasalahan ini itu ada pada Aura, tapi sepertinya membahas hal ini pada Aura yang masih menyimpan rasa trauma, juga bukan ide yang bagus untuk Jackson lakukan. Terlebih Jackson sangat menyayangi adiknya. Jadi untuk itulah lebih baik dia akan cari tahu sendiri dengan segala bukti yang ada. Maka dari itu, bisa diketahui cerita sebenarnya dari apa yang Aura alami.
Seakan ingat sesuatu, Jackson langsung berdiri di posisinya yang membuat Wilson cukup kaget dengan reaksi Jackson barusan. "Kakak ada urusan sebentar. Kau tunggu saja di rumah." Wilson yang penasaran pun mual bertanya. "Emamg Kakak mau kemana?"
"Keluar sebentar." jawab Jackson sambil mengecek jam di ponselnya. "Tapi kalau Ayah tahu kakak pergi, ayah bisa marah." Wilson hanya tak mau kalau kakaknya itu kena marah oleh ayahnya. Jackson kembali menatap Wilson, "Ayah nggak akan tahu. Jadi kamu jangan kasih tahu ayah, Kalau kakak pergi. Lagipula kakak cuma sebentar kau istirahat, ya."
Jackson berlalu pergi dari hadapan adiknya setelah mengatakan hal itu. Jackson langsung menuju ke garasi untuk mengambil motornya. Sebenarnya ada seseorang yang ingin dia datangi, untuk mencari kebenaran dari kejadian yang telah menimpa adiknya itu. Dan dia yakin, Kalau orang itu tahu dengan jelas apa yang hampir menyelakai sang adik.
Jackson mencari tahu semua ini, karena dia sangat penasaran dan dia ingin semua masalah yang ada di keluarganya bisa terselesaikan. Dengan begitu dia dan keluarganya bisa hidup dengan tenang dan bahagia, tanpa harus dibarengi dengan permasalahan yang ada.
...OoOoOoOoOo...
...Cukup segini untuk hari ini. Walau masih kurang memuaskan, setidaknya ada updatetan yang aku berikan....
...Otakku lagi stuck banget, jadi part inilah yang bisa aku Up....
__ADS_1
...See you and Thank You💙...