Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Extra Part (1)


__ADS_3

••• Happy Reading •••


Setelah hari dimana Jackson menghadiri pesta ulangtahun pujaan hatinya. Dia jadi tahu kalau Cessie berniat di jodohkan dengan pria lain. Dan dirinya tak menyangka kalau masalah yang menimpa keluarga Cessie cukup pelik. Bahkan ikut menyeret Shifah kedalamnya.


Terlebih lagi masalah itu berkaitan dengan hutang keluarga Shifah. Dirinya tentu tak akan rela kalau sampai Cessie menikah dengan pria lain. Masalah yang dia lihat semakin merunyam dengan kehadiran pria bernama Dewo yang ingin dijodohkan dengan Cessie.


Adu mulut yang disebabkan oleh Cessie dan Dewo semakin membuat panas hawa di sekitar mereka. Sampai akhirnya Dewo memberikan pilihan yang tidak begitu menguntungkan. Dimana Dewo ingin Shifah menjadi istrinya kalau mereka tak bisa membayar hutang itu malam ini juga.


Jackson cukup terkejut atas aksi penolakan yang terus dilakukan oleh Cessie. Sebenarnya dia cukup penasaran akan hal yang mendasari pembelaan yang terus Cessie lontarkan, agar Shifah tak menikah dengan Dewo.


Shifah yang merasa bersalahpun langsung mengambil keputusan untuk menerima Dewo, demi melunasi hutang keluarganya itu. Dan hal yang membuat Jackson cukup terkejut adalah perkataan adiknya yang ingin melunasi hutang Shifah.


Jackson masih menatap kearah Wilson dengan tatapan penasaran. Sebenarnya apa motif Wilson ingin membantu melunasi hutang itu. Terlebih dengan nominal yang cukup besar. Setelah Wilson melunasi hutang itu, Jackson melihat kalau Shifah menarik Wilson untuk bicara empat mata.


Tatapan Jackson teralih pada Cessie yang nampak sudah tenang dalam pelukan nenek Asha. Jackson tak melangkah mendekat kearah Cessie karena ingin memberikan ruang terhadapnya. Jackson yakin kejadian hari ini cukup berat untuk Cessie alami.


^ ^ ^ ^


Usai kejadian itu, Jackson menemui Cessie di tempat kerjanya. Namun sayangnya dia tidak ada disana, karena tadi malam Cessie sudah mengundurkan diri dari tempat kerjanya itu. Dari rekan kerja Cessie inilah, Jackson jadi tahu kalau alasan Cessie mengundurkan diri adalah kepindahannya keluar kota.


Hal itu tentu saja mengejutkan Jackson. Dia bergegas mencari keberadaan Cessie dirumah kediaman orangtuanya itu. Namun saat sampai disana, Jackson tak menemukan keberadaan Cessie. Bahkan kata pelayan disana, kalau Cessie sudah pergi bersama nenek Asha.


Sayangnya Cessie sengaja tidak memberitahukan orang rumah dia akan pergi kemana bersama neneknya itu. Pikiran Jackson jadi buntu begitu tahu kalau Cessie sudah pergi bersama nenek Asha. Rasa kalut itu di pertambah dengan fakta bahwa apartemen Cessie sudah kosong.


Ternyata Shifah juga ikut serta dengan kepergian kakak dan neneknya itu. Satu yang terlintas dibenak Jackson saat ini. Dia segera memacu laju kendaraannya menuju ke bandara. Dan dari info yang dia dapatkan tadi, Cessie baru meninggalkan rumah kurang lebih 1 jam an.


Sepanjang jalan, Jackson berdoa agar bisa menemukan keberadaan Cessie. Dia tak ingin Cessie pergi dari hidupnya. Apalagi dia benar - benar suka dan cinta pada sahabat mamanya itu.


Beberapa kali Jackson hampir menabrak pengendara lain, karena laju kendaraannya yang memang melebihi rata - rata. Untung saja dirinya tak benar - benar menabrak. Kalau sampai itu terjadi maka bukan bandara yang menjadi tujuannya melainkan malah rumah sakit.


Jackson telah sampai di bandara, tanpa memikirikan motornya Jackson langsung berlari menuju ke ruang tunggu bandara. Sebelum benar - benar masuk, Jackson dibuat terkejut akan kehadiran Wilson di depannya.

__ADS_1


Keduanya saling terkejut melihat keberadaan masing - masing. Terlebih raut wajah keduanya nampak begitu panik dan frustasi. "Ngapain kau disini, Wil?" tanyanya begitu keduanya melewati pintu utama bandara.


Wilson menjawabnya dengan pandangan yang menatao awas sekitarnya. "Aku lagi nyariin seseorang." ucapnya yang tak ditatap oleh Jackson. Sebab Jackson juga melakukan hal yang sama seperti adiknya.


Mata keduanya tak lepas menatap sekitar untuk mencari keberadaan orang yang mereka cintai. Keduanya tanpa sadar melangkah kearah yang sama begitu melihat ketiga orang yang tengah duduk dengan sedikit membelakangi mereka.


..."Cessie!"...


..."Shifah!"...


Panggilan itu membuat beberapa orang menatap kearah keduanya. Begitu pun dengan sang pemilik nama. Keduanya menoleh dan mendapati keberadaan sepasang saudara yang berada tak jauh dari posisi duduk mereka.


Jackson dan Wilson segera mendekat kearah kedua gadis itu. Dengan cepat Jackson berdiri di depan Cessie yang menatapnya dengan raut kaget. Sama halnya dengan Shifah yang menatap tak percaya pada keberadaan Wilson disini.


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanyanya dengan mencoba merubah raut wajahnya menjadi biasa. Tanpa aba - aba Jackson segera menarik tangan Cessie agar masuk kedalam pelukannya.


Pemandangan itu tentu saja di saksikan oleh orang banyak, termasuk juga oleh Shifah yang berada di samping mereka. Tatapan mata Shifah sedikit meredup melihat orang yang dia sukai malah memeluk gadis lain. Terlebih lagi itu adalah kakak sepupunya sendiri.


"Kalian itu bukan makhrom, jadi nggak boleh peluk - peluk seperti itu." nasihatnya yang diangguki dengan kikuk oleh Jackson. "Maaf, Nek." ujar Jackson yang mendadak cukup canggung atas tindakannya barusan.


Sedangkan nenek Asha hanya mengangguk pelan, sebab dia bisa memaklumi sikap Jackson tadi terhadap salah satu cucunya itu. Biasanya perasaan jatuh cinta memang sukar untuk di tutupi.


"Kalian berdua kenapa bisa ada disini?" tanya sambil menatap kedua oknum yang kini malah terdiam karena bingung menjawab pertanyaan sederhana itu. Sebenarnya bisa saja mereka mengatakan alasan yang sebenarnya, namun mereka takut mendengar respon dari ketiga orang dihadapan mereka itu.


Keterdiaman mereka berdua membuat nenek Asha menghela napas panjang. Terlebih begitu suara dari bagian informasi mulai terdengar menyerukan keberangkatan pesawat dengan tujuan Jakarta - Solo.


"Kalau tidak ada yang ingin dibicarkan lagi, Mbah dan cucu Mbah ini pamit dulu, ya." Kedua kakak beradik ini saling pandang begitu mendengar kalau sebentar lagi mereka akan pergi.


Mereka ingin menghentikan ketiganya. Namun mereka juga bingung harus menghentikan ketiganya dengan cara apa. Nenek Asha berjalan lebih dulu kemudian disusul oleh Shifah dan Cessie. Namun tangan Cessie keburu di tahan dari belakang.


Cessie menoleh dan menemukan kalau tangannya sedang di pegang oleh Jackson. "Ada apa lagi?". Jackson menatap mata Cessie dengan tatapan mendalam. "Bisakah kau tetap disini bersamaku? Aku mohon kau jangan pergi. Aku benar - benar mencintaimu"

__ADS_1


Cessie sedikit tertegun dengan apa yang Jackson ucapkan. Dia masih saja terkejut akan pernyataan cinta dari Jackson yang entah sudah keberapa dia katakan padanya. Namun perasaan berat dan bersalah hadir di hati Cessie.


Disatu sisi Cessie berat untuk mengatakan kalimat penolakan yang sering dia ucapkan kepada Jackson. Terlebih setelah dia melihat sendiri bagaimana perjuangan Jackson untuk menarik perhatiannya.


Cessie akui kalau Jackson bukanlah pemuda yang mengobral janji ataupun kata - kata manis, seperti kebanyakan pemuda saat ini. Bahkan Jackson termasuk dalam katagori pemuda yang sempurna.


Dimana selain dia tampan dan kaya, Jackson juga pemuda yang cukup ramah, loyal, perhatian dan melindungi orang disekitarnya. Bahkan sejak awal Jackson mendekati Cessie pun, Jackson sama sekali tak pernah bersikap kurang ajar kepadanya.


Mungkin hanya sedikit menyebalkan menurut Cessie, sebab Jackson sering sekali meneror spam chat ke nomornya. Dan terus mendatanginya di tempat kerjanya. Saat Cessie mengusirnya pun, Jackson hanya mengatakan kalau 'tak baik gadis baik sepertimu, bermalam ditempat seperti ini. Dan aku hanya ingin menjagamu dari godaan setan seperti pria hidung belang di tempat ini'."


Hanya karena kalimat itu saja, Cessie dibuat tak berkutik. Makanya setelah kejadian itu, Cessie tak lagi mengusir Jackson dan membiarkannya ada di tempat kerjanya. Selama Jackson tak mengerecoki dirinya, Cessie masih bisa mentolerirnya.


Perasaan bersalah yang Cessie rasakan itu karena dia tak ingin mrmbuat adiknya kecewa. Dia tahu betul arti pemuda di depannya ini bagi adiknya. Dan Cessie tak mungkin bisa merusakan kebahagian dihati adik kecilnya itu.


Biarkan dengan dirinya yang mengalah, itu bisa membuat senyum dibibir adiknya selalu ada. Sebab kebahagiaan Shifah itu juga merupakan kebahagiaannya. Cessie akui kalau hatinya sudah berlabuh pada pria yang setiap hari terus saja menganggunya itu.


Walaupun begitu, Cessie tak menampik kalau ketidakhadiran Jackson di sekitarnya malah membuat Cessie merasa tak tenang dan merasa cemas yang berlebihan.


Sekali lagi Jackson bertanya pada Cessie yang nampak melamun itu. "Bisakah kau tinggal disini dan tak pergi dari sisiku. Aku ingin kau menjadi pendampingku dan menemaniku sampai akhir hayatku." ucap Jackson dengan keseriusan yang tinggi dan itu terpancar dalam sorot matanya.


Sekali lagi Cessie dibuat terkejut akan pernyataan yang tersirat akan sebuah keseriusan dibalik kata - katanya itu. Bahkan pegangan itu berubah menjadi genggaman yang terasa hangat.


Pikiran Cessie menjadi bimbang, satu sisi ingin menerimanya namun disisi yang lain dia tak ingin menyakiti hati adiknya itu. Keadaan diantara mereka cukup hening, sebab Jackson sedang menunggu jawaban Cessie. Sedangkan Cessie sedang bergelut dengan pikirannya.


Sebuah tepukan halus dirasakan oleh Cessie membuatnya menoleh. Sorot mata Cessie sedikit melebar begitu melihat keberadaan adiknya disisinya itu.


( * * * )


Kira - kira apa yang akan terjadi?


Btw ini adalah part tambahan yang aku siapin buat kalian. Ternyata ada beberapa yang minta ekstra part dari kisah anak - anaknya Venson dan Jasmine ini.

__ADS_1


Ooh, ya jangan lupa baca juga ceritaku yg baru, ya. judulnya "Menikah Untuk Bertahan hidup." So, sampai bertemu disana ya. Makasih semuanya :-), emotlove...


__ADS_2