Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Moment


__ADS_3

Semalaman mereka berdua saling ngobrol membahas semuanya. Mulai dari foto - foto itu hingga pada fakta kehamilan Jasmine yang sudah Venson ketahui sebelumnya.


Tentu saja Jasmine cukup terkejut begitu mendengar kalau suaminya ini mengetahui semua duduk perkara dari tiap masalah yang terjadi di rumah tangga mereka. Hanya saja Venson lebih memilih untuk diam dan berpura - pura tidak tahu.


Alasanya tentu untuk membongkar semua kedok kejahatan yang di lakukan oleh Mertha dan Yoela. Terlebih tentang fitnah yang sengaja Mertha ucapkan untuk menjelek - jelekan Jasmine di depan suaminya sendiri.


Bahkan dari semua hal yang Venson sengaja tutupi, Cessie juga ikut turut berperan dimana Venson sengaja meminta tolong untuk menjaga Jasmine saat Jasmine pergi dari rumahnya. Dan tak lupa Jackson memberikan uang pada Cessie untuk memenuhi segala kebutuhaan Jasmine selama tinggal bersama dengannya.


Tentu kalian tidak lupa kan saat Jasmine harus di larikan kerumah sakit. Dan Jasmine tahunya yang membayar semua biaya pengobatan itu adalah si Cessie, tapi ternyata bukan dia melainkan si Venson sendiri.


Awalnya Cessie marah atas sikap Venson yang tidak mempercayai Jasmine, hingga membuat Jasmine pergi dari rumah. Tapi begitu diberitahukan rencana yang sengaja Venson buat itu. Akhirnya Cessie mau membantu Venson dan menyembunyikan fakta ini dari Jasmine.


Pagi ini Venson bangun tidur dengan perasaan yang tiga kali lipat lebih bahagia daripada sebelumnya. Tentu saja keberadaan Jasmine disisinya meniadi pemandangan pertama begitu Venson membuka matanya.


Dalam hati, Venson menghela napas lega atas kembalinya Jasmine dirumah dan tentu saja ke kehidupannya ini. Rasa syukur terus Venson panjatkan atas terselesainya semua masalah di dalam rumah tangganya ini.


Ditambah lagi sebentar lagi dia akan memiliki anak baru yang kini masih berada dalam kandungan Jasmine. Venson mengelus pelan perut OoOoOoOoOoO


sambil bergumam pelan, "Cepat besar ya, Nak. Biar ayah bisa gendong kamu."


Mungkin sang anak dalam perut Jasmine tahu kalau itu usapan dari sang ayah, membuatnya menendang dari dalam perut. Merasakan tendangan kecil dari dalam perut sang istri, membuat Venson tersenyum cerah.


"Kau saja kalau ini ayah." ucapnya lagi sambil mengelus kembali perut Jasmine yang masih terlelap.


Usapan itu tak hanya mendapat respon dari sang buah hati, melainkan sang ibu yang kini mulai membuka matanya secara perlahan. lenguhan kecil Jasmine gumamkan begitu matanya merasakan silau dari sorot lampu kamarnya ini.


"Selamat pagi." Sapaan itu datang dari Venson yang melihat Jasmine baru bangun tidur. Sebenarnya ini masih cukup pagi, sekarang saja jam masih menunjukan pukul setengah 5 pagi.

__ADS_1


Jasmine tersenyum kecil begitu mendengar sapaan lembut dari sang suami. Pandangan Jasmine jatuh pada gerakan tangan Venson yang masih mengelus lembut perutnya ini. Kemudian matanya kembali bergulir kearah wajah Venson yang menampilkan senyum lembut.


"Jam berapa, Mas?" tanyanya karena belum merasakan sinar matahari dari balik tirai jendela di kamarnya ini. "Masih setengah 5, Dek." Jasmine mengangguk pelan sambil merapatkan posisi tidurnya mendekat kearah suaminya.


Venson sendiri langsung mendekap tubuh sang istri dengan gerakan pelan. Jasmine sendiri tak menolak, tapi malah semakin mencari posisi nyaman dalam dekapan Venson. Keduanya saling berbagi kehangatan, melenyapkan hawa dingin di pagi hari ini.


Venson memberikan kecupan hangat di kening Jasmine yang saat ini masih berada di dalam dekapannya itu. "Jangan pernah tinggalin Mas ya, Dek." ucapnya disela pelukan itu. Jasmine sedikit mendongak menatap mata Venson yang saat ini juga tengah menatapnya. Tentunya setelah melepaskan kecupannya dari kening Jasmine.


Jasmine mengelus pelan pipi dan rahang sang suami. "Harusnya aku yang bicara begitu, Mas. Jangan pernah tinggalin aku lagi. Dan Mas jangan pernah meragukanku lagi seperti waktu itu." Venson menggeleng sembari menatap mata Jasmine sembari menikmati elusan di pipinya itu.


"Mas akan selalu mengusahakan untuk percaya dan tak akan pernah meragukanmu lagi."


Ucapan itu diangguki pelan oleh Jasmine. "Setidaknya kita harus saling percaya satu sama yang lain." Kali ini Venson yang mengangguk sambil melayangkan kecupan bertubi di wajah istrinya ini. "Kamu selalu cantik." ucapnya disela kecupan yang membuat wajah Jasmine sedikit merona.


"Apaan sih," respon Jasmine begitu mendengar gombalan suaminya di pagi hari. Tapi itu tak melunturkan rona memerah di pipi Jasmine.


Setelah makan siang, keduanya kini menghabiskan waktu bersama di ruang santai lantai 2. Tadinya Venson berniat mengajak Jasmine jalan - jalan. Tapi Jasmine menolaknya lantaran sang jabang bayi hanya ingin dekat - dekat dengan ayahnya. Makanya keduanya sejak pagi hanya berdiam diri di rumah.


Tadi Jasmine menerima telpon dari Aura kalau dia hari ini tak bisa pulang karena masih kangen dengan nenek dan kakeknya. Jasmine memakluminya dan menyuruh Aura agar menjaga kesehatan dan kalau mau pulang mengabarinya.


Bisa dibilang hubungan Jasmine dan Aura mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan keduanya tak segan untuk menanyakan kabar dan keseharian masing - masing. Bahkan Aura tak lagi canggung untuk memanggil Jasmine dengan sebutan mama.


Jasmine tentu saja bahagia atas perubahan sika Aura kepadanya. Bukankah dulunya Aura seolah membangun benteng kokoh nan tinggi terhadapannya. Namun kini benteng itu sudah mulai menghilang dan tak menyisakan jarak diantara ibu sambung dengan anak sambungnya itu.


"Chat - chatan sama siapa sih? Sibuk banget dari tadi. Sampai - sampai suaminya di cuekin begini." dengus Venson yang merasa diabaikan oleh Jasmine yang sedang bermain dengan ponselnya itu.


Jasmine tentu saja mendengar ucapan itu, tapi fokusnya masih berada pada ponsel dalam genggamannya. Kembali diabaikan membuat Venson cukup sebal. Dengan cepat Venson merebut paksa ponsel Jasmine dan meletakkannya diatas meja.

__ADS_1


Alis Jasmine saling bertaut menatap bingung kearah suaminya iji. "Kenapa sih, Mas?" tanyanya sambil menatap Venson yang juga menatapnya.


"Tadi katanya pengen kangen - kangenan sama Mas. Tapi Mas malah di cuekin gini, gimana sih?" senyum di kedua sudut bibir naik keatas melihat suaminya yang berada dalam posisi merajuk.


Lagipula Jasmine hanya sedang bertukar kabar dengan Aura yang hari ini sedang liburan bersama orangtuanya Venson. Tapi nampaknya karena terlalu fokus membuatnya sedikit mengabaikan keberadaan sang suami di sampingnya itu.


Jasmine menarik wajah Venson agar menatapnya, sebab beberapa detik yang lalu suaminya itu mengalihkan pandangannya darinya. "Mas kan tahu aku sedang chattan sama Aura. Bukannya Mas yang bilang untuk mempererat hubungan kami berdua."


"Tapi kan nggak sampai mengabaikan aku juga." gerutunya yang membuat Jasmine terkekeh pelan. Di dekatinya wajah sang suami agar bisa menatap lekat mata suaminya itu. "Masa gitu aja Mas cemburu sih. Ini sama Aura loh, gimana kalau sama pria lain."


Venson juga ikut mendekatkan wajahnya, hingga menyisahkan jarak tak lebih dari sejengkal tangan orang dewasa. "Kalau itu sampai terjadi, Mas nggak akan tinggal diam. Mas akan singkirin pria yang berani deketin kamu. Kalau perlu Mas akan kurung kamu sepanjang waktu."


Bulu kuduk Jasmine sedikit meremang begitu mendengar kalimat yang Venson ucapkan. Ditambah lagi dengan senyum seringai di bibir Venson, kian menambah kesan psikopat dalam ucapannya itu.


"Apaan sih, Mas. Serem tahu ekspresi Mas kayak gitu." sahutnya sambil meraup wajah Venson dengan tangan mungilnya itu. Bukanya marah, Venson malah semakin memperjelas seringai di bibirnya itu.


Tanpa aba - aba, Venson langsung menubruk pelan badan Jasmine dan membaringkannya di sofa yang sedang mereka duduki. Kecupan bertubi - tubi menerpa wajah dan leher Jasmine, tentu saja pelakunya adalah suaminya sendiri.


Bahkan Jasmine sampai merasa kegelian akibat ulah usil suami tercintanya ini. Sesekali Jasmine ikut membalas apa yang suaminya itu perbuat padanya. Keduanya asyik dengan dunia mereka sendiri hingga tak menyadari keberadaan dua makhluk yang tengah memperhatikan mereka.


"Ehem." Hingga suara deheman membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka. Jasmine sedikit mendorong pelan tubuh Venson agar menjauh darinya. Venson sendiri tak ambil pusing akan kehadiran kedua tamu tak diundangnya itu. Berbeda lagi dengan Jasmine yang merasa malu karena tertangkap basah dalam posisi seperti tadi.


Sedangkan respon kedua tamu kedua orang itu cukup berbanding balik. Bila satunya merasa sungkan dan canggung. Sedangkan yang satunya lagi terlihat biasa saja, sebab sudah sering melihat kemesraan keduanya.


( *  _  * )


Kira - kira ada yg bisa tebak 2 tamu tak diundang itu?

__ADS_1


...~ Thank You and See You ^•^ ~...


__ADS_2