Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Back to Home


__ADS_3

...OoOoOoOoOoO...


Langkah ringan diayunkan oleh seorang wanita yang baru memasuki sebuah rumah. Senyumnya perlahan hadir begitu dirinya bisa kembali pulang kerumah ini. Terlebih sang suamilah yang menjemputnya kembali kesini.


Senyumannya itu dia bagi kepada sang suami yang berada di sampingnya. "Mas, kok sepi? yang lainnya kemana?" tanyanya begitu menyadari kalau suasana rumah cukup sepi dari terakhir kali dirinya masih tinggal disini.


Venson hanya mengulas senyum lembut guna menanggapi pertanyaan dari Jasmine itu. "Kok diam saja? Jackson sama Aura kemana?" Jasmine kembali bertanya lantaran tidak melihat keberadaan kedua anaknya.


Tentu saja Jasmine tahu kalau anak bungsunya itu sedang bersama dengan Shifah. Namun untuk anaknya yang lain belum terlihat batang hidungnya. Kini Jasmine dan Venson duduk di ruang santai.


Sejujurnya Venson sudah menyuruh semua asisten rumah tangganya untuk berada di bangunan belakang, dimana merupakan tempat tinggal para pekerjanya. Tentu setelah menyiapakan makan malam untuk para majikan mereka.


Sebenarnya Venson hanya ingin menikmati suasana romantis dengan sang istri, terlebih lagi dengan sang calon anaknya itu. Biarkan kali ini Venson menikmati masa mudanya dengan hanya ditemani oleh Jasmine seorang.


Dan untuk Jackson serta Aura, Venson sengaja menyuruh mereka untuk jalan - jalan ataupun pergi kemana gitu, yang jelas tidak menganggu moment antara Venson dan Jasmine.


Walaupun sempat di tolak oleh keduanya, lantaran mereka juga ingin bertemu dengan mama mereka. Sayangnya tawaran yang Venson berikan terlalu mengiurkan untuk ditolak.


Gimana bisa nolak, toh Venson sengaja memberikan uang untuk masing - masing anaknya itu sebesar 25jt, kalau mereka mau untuk tidak pulang kerumah hari ini saja. Tentu tawaran yang sayang untuk di tolak, kan.


Makanya Jackson dan Aura memilih tawaran itu. Selain itu juga, tadinya mereka berdua memang sepakat untuk memberikan ruang dan waktu bagi orangtuanya untuk menikmati waktu bersama.


Tapi ternyata, ayahnya lebih dulu berinisiatif untuk mengusir mereka dari rumah hanya hari ini saja. Dengan dalil ingin menikmati waktu bersama sang istri tercinta. Bisa dibilang Jackson dan Aura ini tengah menyelam sambil minum air.


"Mereka berdua ada acara bersama teman - temannya. Dan kayaknya malam ini mereka bertiga nggak pulang kerumah, paling nginep dirumah teman - temannya." Jawaban yang Venson berikan malah membuat Jasmine mengernyitkan dahi, namun dirinya tak lanjut bertanya lagi.


Venson menatap mata Jasmine dengan lembut. "Mas senang banget kamu mau balik kesini dan mau maafin Mas." Jasmine bisa menangkap kejujuran dari sorot mata suaminya ini.


Dielusnya pipi Venson yang sedikit di tumbuhi oleh bulu - bulu halus yang menambah kadar ketampanan suaminya itu. "Terimakasih juga karena masih tetap mencintaiku dan masih mau percaya dengan segala kebohongan yang sempat hadir di rumah tangga kita ini."


Venson menikmati elusan dari tangan lembut Jasmine. Tanpa permisi Venson berhasil mencuri sebuah kecupan di bibir manis istrinya itu. "Sampai kapanpun, Mas akan selalu mencintaimu. Karena darimu Mas belajar banyak hal. Tentang arti ketulusan, kesetiaan dan keikhlasan."


Jasmine hanya bisa tersenyum malu dengan apa yang Venson ucapkan dan lalukan. Mungkin itu bisa dikatakan sebagai kecupan pertama setelah badai panjang yang menerjang rumah tangga mereka berdua.


"Untuk kedepannya Mas berharap kita bisa saling terbuka dan tetap percaya dalam kondisi apapun. Bila ada yang dirasa kurang nyaman, bisa kita bicarakan baik - baik." Jasmine hanya mengiyakan apa yang suaminya itu katakan.

__ADS_1


"Satu hal lagi, jangan langsung mengambil keputusan saat dalam kondisi marah." Kembali Jasmine mengangguk, karena benar apa yang suaminya itu bilang. Kalau mengambil keputusan saat marah, yang ada hanya penyesalan semata.


Keduanya terus mengikrarkan janji mereka untuk selalu percaya dan mencintai dalam kondisi apapun. Bahkan mereka berdua mulai membahas tentang rencana memiliki anak yang banyak. Tentu saja rencana itu muncul dari mulut Venson.


OoO


Ternyata apa yang Venson katakan itu benar, kalau ketiga anak mereka hari ini tidak pulang kerumah. Tadi Jackson sempat mengirim pesan pada Jasmine kalau dia izin menginap dirumah temannya. Bahkan Jackson juga mengirimkan fotonya bersama teman - temannya, guna membuktikan kalau dia benar - benar sedang bersama teman - temannya.


Lagian Jackson bukan tipe pemuda yang akan menghabiskan malam di bar, terlebih dengan uang hasil pemberian orangtuanya itu. Sedangkan Aura sendiri tadi sudah mengVc Jasmine dan mengatakan kalau dia sedang pergi kerumah nenek dan kakeknya.


dan untuk Wilson, kalian tahu lah dimana anak itu berada. Sudah pasti dia sedang menemani Shifah yang hari ini tidur sendiri di apartemennya Cessie. Mengingat Jasmine sudah kembali kerumahnya sendiri.


Makanya Wilson minta izin pada Jasmine dan Venson, untuk menginap di apartemennya Cessie untuk menemani sang pujaan hati. Mana tega Wilson membiarkan Shifah sendirian di apartemen. Tapi tenang saja, Wilson masih tahu batasannya kok. Jadi dia hanya menginap tanpa melalukan hal yang aneh - aneh.


Perasaan Jasmine tentu saja menghangat dengan apa yang ketiganya perbuat. Padahal kalau di pikir - pikir, hal itu bukanlah sesuatu yang berarti. Namun bagi Jasmine itu merupakan hal terindah, sebab dirinya merasa dihargai dan dianggap berarti oleh ketiganya.


Dimintai izin, bukankah itu artinya kita dipandang sebagai sosok yang dihormati dan di sayang? Tentu saja, ketiganya melakukan itu karena mereka sudah menggangap Jasmine sebagai bagian dari keluarganya.


"Kenapa senyum - senyum sendiri?" Pertanyaan itu datang dari Venson yang baru keluar dari kamar mandi. Bahkan tetesan air dari helai rambutnya menandakan bahwa Venson batu selesai mandi.


"Mas, kebiasaan rambutnya nggal dikeringin dulu." Jasmine menggeleng pelan dengan tabiat Venson yang sering sekali membiarkan rambutnya basah sehabis mandi dan tidak dikeringkan sebelum keluar dari kamar mandi.


Venson berjalan dengan handuk kecil yang bertengger di bahunya. Dirinya berjalan mendekati posisi Jasmine yang berada di ranjang mereka. "Kan ada kamu yang siap sedia ngeringin rambutnya Mas." ucapnya yang dibalas dengusan kecil oleh Jasmine.


Jasmine bangkit dari posisinya yang tadi menyender di kepala ranjang, mendekat kearah sang suami. Vensom telah duduk di pinggiran ranjang sambil menghadap kearah Jasmine. Dirinya menyodorkan handuk dibahunya kepada


istrinya itu yang di terima baik oleh Jasmine.


"Balik badan." Tanpa bantahan Venson membalikan badan sesuai dengan apa yang istrinya itu katakan. Jasmine mulai mengeringkan rambut suaminya itu menggunakan handuk di tangannya.


Dengan telaten Jasmine mengeringkan rambut Venson dengan sedikit memberikan pijatan di kepala suaminya itu. Inilah alasan kenapa dia malas mengeringkan rambutnya sehabis keramas.


Soalnya kalau dia sendiri yang mengeringkannya, maka dirinya tak bisa mendapatkan pijatan ekstra dari tangan Jasmine di kepalanya itu. Tentu saja pijatan dari istrinya adalah hal yang paling istimewa enaknya.


"Enak, Mas?" Pertanyaan itu mengandung anggukan yang Venson berikan untuk s

__ADS_1


istrinya. Jasmine tersenyum melihat respon yang di berikan oleh suaminya ini.


"Ooh, ya Mas. Aku mau nanya boleh?" Venson menjawabnya dengan gumaman yang mengizinkan Jasmine untuk bertanya. "Soal foto yang Mas tunjukan kepadaku itu, apa Mas percaya kalau aku selingkuh dari Mas?"


Mata Venson yang semula terpejam berubah menjadi terbuka. Dirinya sedikit mendongak untuk menatap mata sang istri. "Awalnya sih iya." Di tatapannya wajah Jasmine untuk mengetahui reaksi di wajah istrinya itu.


Bisa Venson rasakan helaan napas yang keluar dari bibir Jasmine membuat tersenyum simpul. "Tapi untungnya Drian menyadarkan Mas." Ucapan itu tentu saja membuat Jasmine bingung.


"Drian? Bukankah itu sekretarisnya, Mas?" Venson mengangguk atas pertanyaan yang Jasmine lontarkan itu. "Lalu apa hubunganya Drian sama foto itu?" Sungguh Jasmine cukup bingung untuk menemukan relasi diantara Drian dengan foto - foto itu.


Jangan bilang kalau foto - foto itu bersumber dari Dri---


Menyadari raut bingung di wajah Jasmine membuat Venson sedikit terkekeh. "Bukan seperti yang kau bayangkan. Waktu itu Mas sedang kalut dengan masalah kita. Dan ditengah malam Mas mendapat kiriman foto - foto itu dari nomor yang tak dikenal."


"Tentu saja Mas marah begitu melihat foto dimana kamu tengah bersama laki - laki lain disebuah club malam. Semua barang - barang diruangan Mas jadi korban kemarahan Mas waktu itu." jelasnya yang membuat Jasmine terkejut.


"Lalu hubungannya sama Drian apa?"


"Mungkin karena mendengar suara keributan di ruangan Mas, Drian yang waktu itu Mas suruh lembur langsung datang ke ruangan Mas. Dia kaget dengan kondisi ruangan Mas yang berantakan."


Jasmine masih mendengarkan cerita dari suaminya itu sambil sesekali mengusap lembut surai suaminya itu. "Awalnya Mas mau mendatangi kamu untuk menanyakam soal foto itu. Tapi di cegah sama Drian yang bilang untuk mencari kebenarannya dulu di balik foto itu."


"Mas yang sudah kalut pun menyuruh Drian untuk mencari tahu semuanya, termasuk juga dengan kebenaran tentang perjanjian yang kalian buat itu."


Jasmine tentu tahu apa dan siapa ,yang Venson maksud dengan perjanjian yang kalian buat itu. "Dan mas menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Tenyata foto itu dikirim oleh Yoela, sahabatnya si Aura."


Kali ini Jasmine lebih terkejut lagi mendengar hal itu. Sebab dirinya tidak menyangka kalau ternyata dalang dibalik foto itu adalah si Yoela. Jasmine kira Yoela berniat jahat hanya dengan Aura saja. Tapi ternyata dia juga kena imbas dari kejahatan yang Yoela lakukan.


"Untung saja ada Drian, jadi pikiran Mas yang sempat kalut itu bisa tercerahkan." Jasmine mengangguk membenarkan ucapan suaminya itu. Lain kali ingatkan Jasmine untuk berterima kasih secara langsung pada sekretaris suaminya itu.


❄❕❄❕☀❕❄❕❄


...Terimakasih sudah membaca part ini....


...See you next time, Luv U ...

__ADS_1


__ADS_2