Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3
Extra Part (2)


__ADS_3

...° { < ¥ > } °...


Sebuah tepukan halus dirasakan oleh Cessie membuatnya menoleh. Sorot mata Cessie sedikit melebar begitu melihat keberadaan adiknya disisinya itu.


"Shi...fah," gagapnya yang memang tak menyangka adiknya bisa kembali lagi kesini. Karena seingatnya tadi, Shifah sudah berjalan bersama neneknya. Shifah mencoba menarik sebuah senyum dibibirnya.


Jujur saja ada setitik rasa sedih dihati Shifah saat ini. Apalagi dengan adegan yang sudah dia saksikan tadi. Tentu saja dia juga mendengar sendiri bagaimana saat Jackson melamar kakaknya itu. Mungkin banyak orang akan menganggap adegan tadi adalah sebuah moment romantis.


Namun kenapa Shifah malah merasa sedih dengan adanya adegan tadi. Bahkan saat ini dirinya sedang memaksakan senyumannya agar terlihat senatural mungkin. Jelas Shifah tak menampik akan rasa kecewa yang berhasil tercipta karena sebuh fakta yang ada.


Fakta dimana dirinya memang tak berarti apa - apa bagi Jackson, orang yang menjadi cintanya saat ini. Namun kenapa cinta pertamanya tak berakhir mulus seperti apa yang ada dibayangannya. Mungkin benar apa yang orang bilang, kalau cinta pertama sering berakhir dengan kegagalan.


Namun Shifah bukan orang jahat yang akan menghalangi kisah indah dari kedua orang yang nyatanya saling mencintai. Mungkin kali ini sudah saatnya bagi Shifah untuk membahagiakan kakaknya ini. Biarkan hatinya sedikit terluka karena cinta aepihaknya itu, daripada menyakiti hati kakaknya sendiri.


"Mbak nggak usah membohongi diri Mbak sendiri. Lagian Shifah malah senang kalau Mbak bisa bahagia sama Mas Jack." ucapnya dengan senyum tulus. Shifah menepuk pelan bahu Cessie yang saat ini sedang menatapnya.


"Mbak nggak perlu ngerasa bersalah sama Shifah. Shifah benaran nggak apa - apa. Toh Shifah juga masih kecil, belum waktunya mikirin cinta - cintaan. Kalau Mbak Cessie mah sudah pantes. Kan Mbak Cessie sudah tua."


Perkataan Shifah memang sengaja dia selingi dengan candaan agar bisa menyairkan suasana. Lagian apa yang Shifah katakan memang benar. Dirinya masih kecil dan belum sepantasnya mengenal cinta - cintaan.


"Dek," baru saja akan menyangah ucapan adiknya. Shifah sudah lebih dulu menggeleng pelan. "Mbak harus nerima lamaran Mas Jackson. Kalau nggak, Shifah bakalan marah sama Mbak Cess." ancamnya yang membuat Cessie mengulas senyum hangat.


Tanpa kata dia langsung memeluk tubuh Shifah dan itu artinya tautannya bersama Jackson terlepas sejenak. "Makasih ya, Dek. Mbak janji bakalan ngebahagian kamu terus." ucapnya diselingi dengan beban yang seakan terangkat dari bahunya.


Shifah membalasnya dengan senyum yang tak kalah hangat dari senyum kakaknya itu. "Shifah selalu percaya Mbak Cess bisa bahagian Shifah. Tapi untuk sekarang kebahagian Mbak ada bersama Mas Jack." Shifah mengelus punggung Cessie pelan.


"Mbak harus jawab lamaran Mas Jack. Kasian kalau kelamaan, nanti Mas Jack malah pindah haluan loh." goda Shifah sambil berbisik pelan. Namun itu ta cukup pelan, sebab Jackson sendiri bisa mendengar bisikan itu.

__ADS_1


Jackson menggeleng pelan. "Aku nggak mungkin pindah haluan, Fah. Cukup Cessie yang jadi pilihan hatiku saat ini ataupun nanti." Shifah dan Cessie melepaskan pelukan itu karena mendengar apa yang Jackson katakan.


"Nahkan, Mas Jack itu orangnya setia Mbak. Jadi buruan terima lamarannya dong. Terima! Terima! Terima!" Seruan itu membuat masa yang mendengarnya juga ikut menyerukan hal yang sama.


"Terima! Terima! Terima! Terima!" seru orang - orang diiringi oleh suara tepukan. Perlahan Shifah mundur memberi jarak pada posisi keduanya. Tangan dan mulutnya ikut serta dalam seruan tadi.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh orang - orang membuat Cessie sedikit malu. Bahkan pipi nampak bersemu dengan perasaan hangat dihatinya. Masalah yang sejak tadi menjadi beban pikirannya sudah hilang.


Adiknya sudah mengikhlaskan perasaannya untuk kebahagiannya. Dan apalagi yang harus Cessie tunggu saat ini. Dengan wajah menunduk, Cessie mulai menjawabnya. "Iya, aku mau." Sebenarnya Jackson mendengar ucapan itu. Tapi dia tak begitu yakin, karena ucapan Cessie tadi terendam oleh seruan orang - orang.


"Kau bilang apa?" Cessie sedikit mendengus karena harus mengulang kembali apa yang menjadi jawabannya. Namun tak hayal perasannya dilingkupi oleh kebahagian tiada tara. Melihat gelagat Cessie yang ingin menjawabnya, Jackson memberi isyarat kepada orang - orang untuk diam.


"Aku bilang, aku mau menikah denganmu."


Senyum bahagia tak bisa dibendung oleh Jackson begitu mendengar jawaban Cessie tadi. Dengan cepat di memeluk tubuh Cessie yang berada di depannya itu. Jackson sedikit mengangkat tubuh Cessie dan memutarnya yang tentu saja membuat Cessie memekik pelan.


"Terimakasih sudah mau menerimaku dan mau menjadi istriku." Cessie sedikit mendongak menatap kearah Jackson yang entah kenapa masih terlihat tampan dalam keadaan acak - acakan seperti ini.


Jackson menunduk untuk membalas tatapan dari calon istrinya ini. "Padahal tadi aku belum berniat melamarmu loh." Cessie mendengus pelan begitu mendengar godaan dari calon suaminya ini.


"Apa kau bilang?" Melihat gelagat Cessie yang mulai kesal, Jackson pun tertawa pelan. "Tapi nggak apa - apa, karena kau sudah mengatakan 'Iya', maka secepatnya kita akan menikah. Lebih cepat, lebih baik." putusnya yang membuat pipu Cessie kembali bersemu.


Kini keduanya bisa berbahagia tanpa adanya rasa bersalah dihati masing - masing. Sebab Shifah juga sudah memberikan keputusan yang terbaik untuk hubungan kakaknya itu.


Pada akhirnya perjuangan Jackson selama ini berbuah manis. Tak sia - sia apa yang sudah dia lakukan demi menaklukan hati pujaan hatinya ini. Bukan hal yang mudah bagi Jackson agar bisa meluluhkan hati Cessie yang sedingin Es. Dan kini keduanya bisa bersatu tanpa adanya halangan apapun.


Rencana pernikahan mereka sudah sampai ketelinga Venson dan Jasmine. Jasmine sendiri awalnya tak menyangka kalau pada akhirnya sahabatnya itu akan luluh juga. Jasmine akui kalau perjuangan Jackson dalam mendapatkan hati Cess itu tak mudah.

__ADS_1


Tentu saja sahabatnya itu adalah orang yang tak mudah didekati oleh orang baru. Makannya begitu tahu kalau Jackson berhasil mendapatkan hati Cessie dan berniat menikahinya, tentu saja Jasmine bahagia.


Kapan lagi sahabatnya itu akan anak mantunya kelak. Membayangkannya saja membuat Jasmine jadi tertawa sendiri. Seperti Cessie benar - benar menjilat ludahnya sendiri lantaran dulu pernah berkata kalau dia tak akan mungkin luluh pada rayuan Jackson.


Venson sendiri tak masalah kalau sahabat istrinya yang akan menjadi anak mantunya. Asalkan anaknya itu bahagia, apapun pasti akan Venson dukung. Namun begitu rencana Jackson ingin menikahi Cessie sempat Venson larang.


Bukannya Venson tidak setuju atas keseriusan Jackson untuk meminang Cessie. Melainkan Venson ingin agar Jackson menyelesaikan kuliahnya lebih dulu, baru boleh menikah.


Venson hanya ingin yanh terbaik untuk anak - anaknya. Lagipula membina rumah tangga butuh kesiapan yang matang. Termasuk juga kesiapan finansialnya nanti.


Butuh waktu 2 tahun bagi Jackson untuk menyelesaikan kuliahnya. Dan selama itu juga, Jackson sudah mulai bekerja di kantor cabang milik ayahnya itu. Cessie juga selalu hadir dan memberikan dukunga untuk Jackson yang memang membuktikan keseriusannya untuk mempersuntingnya.


Hingga hari itu tiba, dimana pernikahan keduanya digelar di salah satu pantai yang memang terkenal akan keindahannya. Mereka berdua memamg sengaja memilih konsep outdoor untuk pernikahan mereka ini.


Dan sekarang nama Klein sudah tersemat dalam nama Cessie, karena sudah menjadi bagian dari keluarga Klein.


...[ Sebuah kebahagian pun akan tercipta pada waktu yang tepat. ]...


......OoOoOoOoOoO......


Partnya Jackson dan Cessie sudah terpenuhi ya, Semuanya. Dan tinggal moment Aurora dan Wilson beserta pasangan mereka yang belum terbuat.


Extra Part ini dibuat hanya berfokus pada kisah percintaan dari masing - masing anaknya Venson. Ini juga dibuat untuk memuaskan rasa penasaran kalian akan kisah cinta ketiganya yang memang dirasa sedikit mengantung.


...So, I will say thank you, All......


...EmotLove ...

__ADS_1


__ADS_2