
"Sesulit Apapun Masalahmu, Percaya Ia Akan Segera Menjadi Masalalu"
"Allah Tahu Yang Terbaik Untukmu, Allah Tidak Akan Memberi Ujian Tanpa Tahu Kau Mampu Melewatinya"
"Bila Kau Dekat Dengan Allah, Tentu Ujian Sehebat Apapun Tidak Akan Membuatmu Lemah"
"Ujian Diberikan Kepada Hamba Yang Allah Cinta, Sebagai Bukti Bahwa Dia Layak Mulia Disisi-Nya"
"Bagaimana Kamu Bisa Bangkit Dan Menjadi Kuat, Jika Kamu Selalu Merenungi Masa Lalumu dan Terus Bersedih?"
"Semua Yang Terjadi Itu Sudah Menjadi Suratan Terbaik Dari-Nya, Maka Jangan Khawatirkan Apapun!"
(Rifqy Al-Furqan)
❤***❤***❤
3 minggu kemudian
Setelah Niat Baik Rifqy ingin mengkhitbah Bela 2 minggu yang lalu. Hubungan Rifqy dan Bela semakin dekat saja dan terlihat baik-baik saja tanpa tau masalah apa yang akan terjadi untuk hari esok yang kedua Insan itupun tidak tahu apa yang akan terjadi.
Di sebuah kamar Rumah sederhana. Seorang Gadis berjilbab panjang sedang berbaring sambil memandang langit-langit kamarnya yang hanya berwarna putih, perlahan demi perlahan Bela terlelap melayang ke dalam bunga tidurnya dengan tanpa memakan apapun.
Flashback On
Masa Remaja Bela Di Sekolah Menengah Kejuruan di warnai kisah cinta penuh tanda tanya.
Dia menjadi cinta Bela yang sampai kapanpun takkan pernah terlupakan bagi Bela, bukan karna Bela masih mencintai Pemuda itu, tapi melainkan karena mulai sifat sampai perbuatannya yang keji itu membuat Bela trauma berkepanjangan sampai hari ini, tepatnya 9 tahun telah berlalu tapi masih terlihat jelas bayang-bayang ketakutan di wajah Bela saat itu seperti kaset Film saja yang sedang berputar-putar di dalam otaknya.
"Ketemu yuk, Aku jemput ya?" bagitulah Pesan dari pacar Bela
Bela tersenyum mendapat pesan dari orang yang di cintainya
"iya kak" Balas Bela
Setelah menunggu lama, jemputan pun datang. Dan naiklah Bela ke Motor pacarnya itu, setelah naik motor itu melaju ke sebuah studio musik tempat teman dari pacar Bela.
Sesampailah disana, tempatnya sangat sepi tak ada seorang pun. Tanpa curiga Bela mengikuti langkah Rifqy dari belakang hingga pada saat di dalam ruangan yang penuh dengan alat musik, tangan Bela langsung di tarik ke dalam.
Bela berusaha memberontak dengan di tepislah tangan Pacarnya itu dan berusaha untuk keluar dari tempat yang menurutnya bagus tapi keramat itu, namun nihil pintunya sudah di kunci oleh pemuda ******** itu. Sekarang 'pun Dia tak menemukan jalan lain, hanya ada 1 pintu masuk saja di depan.
Bela bingung harus bagaimana? Dia hanya bisa memohon kepada Allah semoga ada keajaiban! semoga keberuntungan masih berpihak kepada dirinya.
"Apa mau Kamu? kenapa Kamu lakuin ini sama Aku Kak?" tanya Bela dengan mata mengenang, menahan tangis.
"Apa lagi kalo bukan tubuh Kamu itu! Hahaha" jawab dia dengan tawa yang menggelegar di dalam ruangan itu
"Jangan.. jangan lakuin itu Kak! Aku mohon" Pinta Bela memohon dengan bersimpuh di kaki Pemuda itu
__ADS_1
"Coba sini Sayang! jangan seperti itu!" kata pemuda itu seraya mengembangkan senyum devil di bibirnya yang tebal
Pemuda yang masih berstatus Pacar Bela itu berjongkok menempelkan kaki kanannya di lantai dan menggantung kaki kiri untuk menopang berat badannya. Dia menatap mata Bela yang sejak kapan telah di banjiri air mata. Tangannya mencengkram dagu Bela dengan sangat kuat, di tekan pipi Bela sampai membuat Bela meringis kesakitan.
"Awww" pekik Bela tertahan saat tangan Dia terus menekan pipinya terdapat memar biru
"Sakit!" bentak Pemuda itu di depan wajah Bela sampai membuatnya kaget dan meringsuk ke belakang
PLAK
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Bela. Menangislah Bela dengan sejadi-jadinya saat melihat sifat asli dari orang yang sangat di sayangi dan sangat Ia percaya.
"Beraninya Kau menjauhiku!" pekiknya yang mulai geram dengan sikap penolakan dari gadis yang ada di depannya
Di tarik lagi tangan Bela dengan kasar, didorong Bela ke lantai sampai kepalanya membentur tembok
Syurrrr
Darah segar mengalir dari pelipis Bela mengenai jilbab yang sedang dipakai, Jilbab yang berwarna putih.
"Jangan kak... jangan hiks hiks hiks 😭😭" pinta Bela pada pacarnya
"Diem kamu, Aku gak akan segan untuk macem-macemin Kamu kalo gak diem" ucap Dia sambil mencekik leher Bela dengan sangat keras sampai Bela kesusahan bernafas. Bela memegang tangan itu agar terlepas dari lehernya, namun tangan itu tak bergeming sama sekalu
"Kak jang... emmpp" Kata-kata Bela terhenti karna sudah di bungkam dengan mulut lelaki tidak tau malu itu. lamaaa sangat lamaaa
"Kurang ajar Kamu ya!!!"
PLAKKKK... PLAKKK... PLAKKKKK
"Awwwww hiks hiks" 3 tamparan mendarat di pipi Bela dengan bersamaan dan membuat Bela meringis kesakitan dan menggambarkan telapak tangan di pipi nya yang merah redam
"Aku bunuh Kamu" kemarahan nya memuncak karna ditolak
"Mending Kamu bunuh aja Aku daripada Aku harus kehilangan masa depanku" tegas Bela yang ikut tersulut emosi
"Aku gak akan bunuh Kamu sebelum Aku bisa dapetin tubuh Kamu" senyum licik mengenang di bibir lelaki itu
Lelaki itu menindih tubuh Bela.
Tanpa basa basi Dia memulai aksinya.
Yang bisa Bela lakukan hanyalah geleng-geleng kepala, karna mulut Bela sebelumnya sudah di bungkam dengan mulut lelaki itu, sesekali tangan lelaki itu yang tepatnya pacar Bela meremas benda aneh Bela dengan keras.
Lelaki itu melihat Bela kesusahan bernafas maka di lepaslah ciuman itu.
Disaat Lelaki itu akan melepaskan celananya, Dengan keras Bela menendang selakangan sampai membuat Pemuda itu mengadu kesakitan dengan memegang masa depannya dengan tangan.
__ADS_1
"Awwwwww... Stttthhhh" ucap Dia meringis kesakitan
"Kamu akan terima akibatnya! Aki akan lakuin itu ke Kamu dengan kasar sampe Kamu gak bisa jalan.. hahaha" senyum licik ada di wajah lelaki itu
"Jangan.. jangan Aku mohon jangan lakuin itu hiks hiks" pinta Bela
"Emang Aku pikirin!!" Kata dia singkat dan menarik kasar tubuh Bela
"Kamu rasain ini!!"
PLAKKK
Satu tamparan kembali mendarat di pipi mulus Bela
Tapi Bela tak kehabisan aku. Terrnyata Allah masih berpihak kepadanya. Di lihat ada besi kecil tapi masih cukup kuat.
Saat lelaki itu lengah Bela memukul kepala belakangnya dengan besi dan membuat Dia meringis kesakitan karna pukulan yang di berikan Bela hingga mengeluarkan darah.
Kesempatan ini di gunakan Bela untuk kabur dari tempat itu, ia berlari terus berlari sampai keadaannya aman.
Beberapa hari kemudian Bela tak pernah melihat dan bertemu dengan Lelaki yang pernah menjadi Pacarnya. Entah apa yang terjadi kepadanya? entah masih hidup ataupun telah tiada? Dia tidak peduli sekarang!
Flashback Off
Bela terbangun dan duduk bersandar di kepala ranjang. Tampak keringat dingin membasahi dahinya.
Di ambilnya tisu, Ia mulai menyeka keringat yang mulai membasahi wajahnya dengan tisu.
Bela nampak terpukul akan kejadian yang menimpanya di masa lalu. Mengapa hingga Dia yang harus mendapatkan musibah seperti itu? tapi Dia bersyukur karna masih bisa mempertahankan kesuciannya walau harus terus-menerus di hantui dengan trauma.
"Hikksss Hiksss Hiksss kenapa semua ini terjadi kepadaku? kenapa Ya Allah Hiksss Hiksss" Ucap Bela menangis di tengah malam
"Enggak Aku gak mau Kak Rifqy menanggung dosaku di masa lalu. Aku harus mutusin ini, besok Aku akan nemuin Kak Rifqy di Rumah Sakit"
Bela berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan Sholat Tahajud.
Bela nampak memohon petunjuk dengan Allah dari masalah yang sedang Ia alami saat ini, Dia juga memohon agar bisa melupakan kejadian keji yang sangat membuatnya merasa bersalah kepada Orang Tuanya.
Setelah fikirannya tenang Bela beranjak ke tempat tidur untuk tidur kembali. Tak butuh waktu lama Bela mulai terlelap kembali.
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1
Like dong gaess 😭😭