
Suasana pagi yang sangat dingin, dengan embun pagi yang mulai menyelimuti udara di sekitarnya mengakibatkan kabut putih dimana-mana, hingga menghalangi mata orang untuk melihat arah sekitarnya.
Matahari yang mulai menampakkan diri dengan wajah yang sangat malu-malu, perlahan demi perlahan tapi pasti sinarnya yang terang mampu menerobos masuk ke dalam celah-celah jendela dan lubang-lubang yang ada dalam rumah-rumah setiap orang yang berada di bawahnya.
Tidak dapat di pungkiri bahwa besok adalah hari yang tak akan pernah bisa di lupakan oleh Bela, karna besok Ia (Bela) akan di lamar oleh seseorang yang bahkan baru Ia kenal selama 1 bulan ini. seorang Pemuda tampan yang dulu telah Dia selamatkan dari kecelakaan maut 1 tahun yang lalu, bahkan waktu kecelakaan itu terjadi wajah Pemuda itu tak dapat di lihat bahwa tampan atau buruk, karna terlalu banyak darah yang mengalir menutupi wajahnya yang berasal dari pelipis kanan.
(Lucu kan? baru kenal udah di lamar 😊 ya iyalah harus ada kepastian! buat apa lama-lama kenal bahkan udah pacaran lama, ehh gak di lamar-lamar 😂 boro-boro di lamar, nyatain perasaan ke orang tua untuk minang anaknya aja kagak berani 😆 ck ck ck gemes deh sama orang begitu)
Rasa senang dan bimbang sedang menyelimuti hati Bela untuk saat ini. Ya, Dia senang karna dapat memenuhi Keinginan Orang Tuanya agar mau segera menikah dan sekaligus bimbang karna Bela takut Rifqy Al-Furqan tidak akan mampu menerima kekurangan dirinya yang tak sempurna ini.
Di sebuah rumah sederhana Bela sudah berkutik dengan bahan makanan yang ada di dapur, Ia (Bela) memang memiliki kebiasaan sesibuk apapun, mungkin Ia akan menyempatkan diri agar bisa memasak makanan untuk orang tuanya dengan tangannya sendiri, Bela tak akan mengizinkan tangan orang tuanya terkena bahan makanan dan tak akan membiarkan kepul asap panas makanan mengenai wajah tua dari Ibunya. Ia (Bela) akan merawat orang tuanya semampu mungkin sebelum Dirinya meninggalkan Rumah ini dan ikut seorang Pemuda yang akan berstatus Suami.
Setelah pekerjaan di dapurnya selesai, Bela beranjak dari daput menuju ke kamar untuk membersihkan diri yang sudah lengket karna keringat. 15 menit Bela telah selesai dengan ritual mandi pagi.
Segera Bela berpakaian dan memakai jilbab pashminanya dan tak lupa Dia memakai cadar untuk menutupi setengah wajah cantik nan ayu itu dan hanya menyisahkan indra penglihatannya yaitu mata.
Bela memakai Pashmina berwarna Army dan cadar berwarna hitam, tak lupa Ia memakai jaket Army Miliknya.
Hari ini Ia akan bertemu dengan Reseller yang akan bekerja sama dengan Toko Online miliknya. Caffe N Resto QySya yang ada di XXX adalah tempat pertemuan yang sudah di tentukan oleh pihak Reseller. Tak lupa juga selembar kertas berisi kontrak kerja sama Dia bawa ke tempat itu yang harus mereka berdua tanda tangani setelah kesepakatan nanti berhasil.
Perjalanan menuju Caffe N Resto QySya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam lamanya dari Rumah orang tua Bela saat ini.
****
Sedangkan di sebrang sana ada seorang Pemuda sedang sibuk berkutat dengan laptop.
Ya, dia adalah Rifqy Al-Furqan. Seseorang yang akan melamar Bela lusa nanti.
Bela tidak tau kalau Ia akan bertemu dengan orang yang akan menjadi Reseller Toko Onlinenya yang akan bekerja sama dengannya di Caffe N Resto QySya milik Rifqy.
Caffe N Resto QySya adalah Caffe sekaligus Resto milik Rifqy Al-Furqan, seorang Pemuda yang mendirikan Caffe tersebut atas dasar inspirasinya dari seorang Gadis yang dulu pernah menolong dirinya waktu kecelakaan maut yang hampir membuat nyawanya melayang. Jika tidak ada Gadis itu yang bersikeukeuh ingin menolong dirinya mungkin nyawanya tak akan bisa tertolong.
Caffe N Resto QySya adalah Caffe gabungan nama dari Rifqy dan Syasya. Ya, Rifqy tau nama gadis yang menolongnya itu adalah Aulia Syasya Bela yang biasa Ia (Rifqy) panggil Syasya.
Di dalam ruangan Rifqy dan Dimas sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Tak ada pembicaraan antara mereka.
***
Bela telah sampai di Caffe N Resto QySya yang telah di janjikan oleh Bela dan Reseller nya.
Sesampainya Ia di dalam Caffe Ia mencari meja yang masih kosong.
Pada saat Ia sedang menunggu seseorang, Bela melihat sosok yang sangat Ia kenal yaitu Rifqy.
Rifqy sedang berada di atas panggung dan membawa gitar miliknya.
Yang membuat Dia heran kenapa Ia ada diatas sana bersama band Caffe.
"Assalamualaikum semuanya, Disini saya akan menyanyikan lagu dan semoga ini dapat menghibur kalian yang ada disini ya?" Ucap Rifqy dengan senyum lebar dari bibirnya
__ADS_1
****
**Aku punya niat yang baik
Coba ku ungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar di hidupku
Tapi kau bilang pergi sana
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Reff:
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aku punya niat yang baik
Kau tetap bilang pergi sana
Kamu tak mampu melihat diri ini
Selamanya
Reff:
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Awas nanti jatuh cinta
__ADS_1
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Awas jatuh cinta
Jangan-jangan ku jodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Padaku
(Armada - Awas Jatuh Cinta**)
Bela tertegun saat mendengar suara Rifqy yang sangat merdu dengan gitar di tangannya
Seketika itu matanya membulat sempurna karna sangking terkejut.
Bela mencoba menyembunyikan wajahnya dengan buku menu Caffe, walau wajahnya telah memakai cadar tapi Bela sangat yakin kalau Rifqy akan tetap mengenali kalau sampai Rifqy melihat dirinya berada di Caffe yang sama dengan dirinya.
Tak lama orang yang di tunggu pun datang, Bela mencoba untuk merileks kan jantungnya yang berdebar serasa ingin copot dan nafasnya yang terengah-engah.
Kesepakatan pun telah di setujui oleh kedua belah pihak.
Reseller itu berpamitan dengan Bela untuk pulang.
"Oke saya pamit dulu. Semoga hari anda menyenangkan?" Ucap orang itu sebelum pergi
"Terima kasih banyak atas kepercayaan anda" Jawab Bela ramah
"Sama-sama" berlalu meninggalkan Bela di dalam Caffe sana
Bela memutuskan untuk segera keluar dari Caffe N Resto QySya tapi masih Dua langkah Ia berjalan Bela telah di buat terkejut dengan pernyataan yang di ucapkan Rifqy di panggung tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...!