
"Aku akan meminta Allah
Untuk mempersatukan Aku dengan mu dua kali..
Pertama di dunia
Dan yang kedua di surga 😘"
(Rifqy Al-Furqan)
"Aku tak pernah menunggumu.
Kamu tak pernah sengaja datang.
Tapi kita sengaja di pertemukan Tuhan.
Entah untuk saling duduk berdampingan?
Atau saling memberi pelajaran?
Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan?
Atau duduk bersama di pelaminan? 😊"
(Aulia Syasya Bela)
❤***❤***❤
Pernikahan adalah langkah awal dalam membangun rumah tangga. Namun, sebuah pernikahan memiliki arti lebih mendalam daripada itu.
Melangkah ke pelaminan tak hanya memerlukan persiapan mental saja. Sepasang kekasih harus lebih dulu mendapatkan restu dari orang tua dari masing-masing calon mempelai.
Mereka juga harus bisa menyeimbangkan antara kepentingan bersama dan pribadi dalam membangun rumah tangga.
Tak jarang pernikahan sepasang kekasih digelar secara istimewa. Hal ini sebagai wujud rasa syukur seseorang atas kebahagiaan yang telah diraihnya.
Lantaran telah menjadi satu, pasangan yang telah menikah harus selalu saling mendukung dalam segala situasi. Segala hal perlu dibicarakan bersama, terutama ketika menghadapi suatu persoalan.
Hari ini adalah hari bersejarah untuk sepasang sejoli yang sedang berbahagia. Ya, dia Aulia Syasya Bela dan Rifqy Al-Furqan.
Hari yang sangat memdebarkan yang mampu membuat jantung mereka Dag Dig Dug mendekati acara Ijab Kabul nya.
Di kamar pengantin ada seorang Gadis sedang di rias dengan sangat cantik, Ia menggunakan gaun pengantin syar'i, hijab panjang dan tak lupa cadar nya berwarna cream kalem yang menutupi sebagian wajahnya mampu membuat Gadis itu semakin anggun di pandang oleh setiap mata yang memadangnya.
Aulia Syasya Bela
****
Bela masih berada di dalam kamarnya di temani oleh sahabat terbaiknya.
Saat Bela telah siap dengan gaunnya, rombongan pengantin laki-laki pun tiba di tempat pengantin perempuan.
__ADS_1
Rifqy sangat tampan menggunakan jas selutut dengan warna senada pada gaun yang di pakai oleh Bela khas pakaian Negara Timur Tengah.
Mempelai dan rombongan menyalami orang yang sudah siap untuk menyambut kehadiran dari rombongan sang Raja dam sehari.
Perlahan Rifqy mendudukkan tubuhnya di atas kursi yang di sediakan menghadap Ayah kandung Bela sebagai wali yang akan menikahkan.
Disana juga telah ada penghulu yang akan membimbing mereka dalam ijab kabul tersebut.
Tak lupa juga mas kawin yang akan Rifqy berikan kepada Bela berupa 1 set perhiasan bermata berlian yang khusus Dia pesan khusus untuk calon Istrinya 'pun telah tersedia di atas meja akad.
Penghulu memerintah Rifqy untuk menjabat tangan Ayah kandung Bela selaku Wali Nikah mempelai Wanita.
"Jabatlah tangan calon Mertua mu! Wali dari mempelai Wanita." perintah penghulu menatap Rifqy yang ada di depannya
Rifqy dan Ayah Bela mulai saling berjabat tangan
"Ikuti saya ya?" Ucap penghulu pada Ayah Bela dan di balas anggukan kepala
"Ucaplah 'Wahai Rifqy Al-Furqan Bin Arya Subadjo'" ucap penghulu menuntun Ayah Bela "Maka Kau jawab Iya Saya." lanjut penghulu beralih kepada Rifqy
Di angguki oleh keduanya
"Ayo mulai" Ucap penghulu lagi
"Wahai Rifqy Al-Furqan Bin Arya Subadjo?" Ucap Ayah Bela menjabat tangan Rifqy
"Iya, Saya!" Jawab Rifqy
"Saya nikahkan dan kawinkan Engkau dengan putri kandung Saya yang bernama Aulia Syasya Bela Binti Surya Cipto dengan mas kawin Surah Ar-Rahman dan 1 set perhiasan bermata berlian, di bayar Tunai"
Sah.. Sah.. Sah..
Kata-kata dari orang yang menjadi saksi menggema di ruangan tersebut sampai terdengar ke dalam kamar mempelai Wanita.
Bela yang mendengar itu tak terasa air matanya menetes merasakan kebahagiaan karna telah sah menjadi istri Rifqy.
"Ayo dong jangan nangis! nah kan jelek nanti kalo nangis.
Kita ke suami Kamu ya?" Ucap sahabat Bela menenangkannya
Bela mengangguk. "Aku bahagia.
Sekang Aku udah jadi Istri Dia" Jawab Bela sambil tersenyum walau terdapat air mata disana.
Ada rasa haru dan juga rasa bahagia yang menghampiri Dirinya dan hatinya. Jantungnya semakin bergemuruh kuat, seperti genderang yang sedang di mainkan oleh sang pemain.
Perlahan Bela berjalan dengan di tuntun oleh sahabatnya menuju kepada seseorang yang sekarang telah SAH menjadi suaminya.
Saat Bela sedang berjalan, mata Rifqy tak pernah lepas menatap seorang gadis yang sekarang telah SAH jadi istrinya. Kecantikan Bela membuat Rifqy terkagum sampai lupa dengan sekitarnya.
Cantik. satu kata lolos begitu saja dari bibir Rifqy
Bela duduk di samping Rifqy
"Kalian sekarang telah Sah menjadi sepasang suami istri. Ciumlah tangan suamimu!" Penghulu menatap Bela
__ADS_1
Di ciumlah tangan suaminya dengan bibir mungil yang tertutup cadar
"Dan kau bukalah cadarnya karna kau telah menjadi suaminya! lalu ciumlah keningnya!" Ucap penghulu itu seperti memerintah dengan menatap Rifqy
Perlahan Rifqy melepas cadar yang membalut wajahnya, seketika Ia terasa seperti terhipnotis dengan kecantikan Bela
"Masha Allah, cantik sekali" Gumam Rifqy sambil membelai pipi istrinya dan mencium keningnya
Bela hanya bisa menelan ludahnya merasakan kehangatan bibir Rifqy yang menempel di keningnya.
"Terima kasih" Bisik Rifqy di telinga Bela sambil memeluknya yang semakin membuat Bela merinding kegelian.
Setelah acara pelukan Rifqy membacakan Surah Ar-Rahman, mas kawin yang di minta Bela. Bela yang mendengar hanya berdecak kagum dengan lantunan yang begitu merdu keluar dari mulut seorang yang sekarang jadi suaminya.
Bela dan Rifqy pun melakukan sungkeman kepada orang tua mereka secara bergantian, terlihat Bela menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibunya, Ia merasa belum bisa membahagiakan orang tuanya.
Mereka duduk bersebelahan di kursi pelaminan menyalami setiap tamu datang yang akan memberi selamat kepada mereka. terlihat wajah bahagia yang tampak dari mereka
*****
Drama berlanjut di dalam kamar Bela saat mereka di suruh mengganti pakaiannya tepat saat gaun terakhir.
Tampak sekali bahwa Bela kesulitan membuka sleting gaun pengantin membalut tubuhnya yang kebetulan sleting berada di belakang tepatnya punggung atau mungkin memang di desain seperti itu.
Ihh susah amat sih**!. Gumam Bela tapi masih terdengar oleh Rifqy
"Kalo susah minta tolonglah sama suaminya" Ucap Rifqy setengah berbisik di telinga, yang entah dari kapan Dia telah ada di belakang Bela dengan memegang sleting gaun?
"Emm A..aku bisa kok" kilah Bela dengan gugup, Dia berbicara seperti itu karna merasakan hembusan nafas Rifqy di lehernya hingga seketika membuat Dirinya merinding.
"Kalo bisa kenapa dari tadi keliatan kesusahan gitu? hemm?" Ujar Rifqy seraya mencolek pipi Bela. Haduh ini mah tambah di buat gugup lagi.
"Ih Kak Rifqy udah deh jangan colek-colek mulu!" Ucap Bela yang semakin kesal dengan godaan suaminya dengan cemberut
"Ayo dong jangan marah gitu." Bujuk Rifqy memeluk Bela dari belakang
Saat sedang asyik berpelukan tiba-tiba ada ketukan pintu yang membuyarkan moment pertama dua sejoli itu
Tok Tok Tok
"Mba, maaf udah siap belum? ini kalo udah Saya make up ulang" Ucap seseorang yang ternyata perias wajah dari WO Anggi
"Oh iya mba sebentar lagi!" Sahut Bela sambil melepas pelukan Rifqy
"Ini gara-gara Kak Rifqy! Aku jadi belum siap kan." Ucap Bela dengan wajah cemberutnya lalu meninggalkan Rifqy sendiri menuju kamar mandi
Rifqy yang melihat itu, hanya geleng-geleng kepala merasa gemas dengan tingkah laku istrinya yang lucu.
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1
Ayo dong tinggalkan jejak 😣 jangan lupa untuk like, coment dan votenya 🙏