
*Berfikir sekali lagi, dengan siapa Kamu ingin habiskan masa tuamu?
Semoga Seseorang itu nanti adalah Ia yang pandai membimbingmu, mengajarimu banyak hal baru, dan mengajarimu hal benar jika Kamu ada hal keliru.
Semoga Seseorang itu nanti buka Ia yang mudah mencari-cari kesalahanmu, bukan Ia yang mudah jenuh dan bukan Ia yang merasa tidak apa-apa jika Kamu tidak ada.
(Aulia Syasya Bela*)
❤***❤***❤
"Dia bukannya Bela? Gadis yang menabrak ku tadi siang ya? lalu Kenapa Dia ada disini? tunggu-tunggu nama diakan Bela! Masha Allah apa dia gadis itu? gadis penolongku? tapi belum tentu juga!" Batin Rifqy bertanya-tanya pada dirinya sendiri yang tak lepas memandang gadis yang sedang ada di depannya itu.
"Kamu !" Seru Bela terkejut dengan kehadiran Pemuda yang di tabraknya tadi siang di Rumahnya.
"Bukannya kamu itu yang saya tabrak di Rumah Sakit tadi siang ya? Emm..." Kata-kata Bela berhenti seperti sedang memikirkan sesuatu dengan mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu beberapa kali "Rifqy kan ya?" Lanjut Bela bertanya lagi sambil menunjuk Rifqy dengan jari telunjuk miliknya ke depan wajah Rifqy.
"Iya Saya Rifqy. Tapi kenapa kamu ada disini Bel?" Tanya Rifqy balik kepada Bela. Jujur demi apa Rifqy sangat terkejut dan bingung sekaligus penasaran dengan keberadaan Bela Di Rumah itu, yang sangat membuat Ia bertanya-tanya siapa dia sebenarnya? pikir Rifqy seperti itu
"Haaa... Kamu bertanya kenapa Saya disini?" Bela tak menghindahkan pertanyaan Rifqy
"Iya, kenapa Kamu disini?" ulang Rifqy dengan pertanyaan yang sama
"Loh seharusnya Saya yang bertanya kenapa Kamu kesini? ada perlu apa? dan ini rumah Saya, emmm ralat deng ini Rumah Orang Tua Saya begitu" jawab Bela menjelaskan sekaligus menyindir Pemuda itu dengan membalikkan pertanyaannya. pertanyaan yang di lontarkan Rifqy kepadanya sangat membuat Bela terkejut dan heran juga.
"Apa kamu punya Kakak perempuan atau Adik perempuan gitu?" Tanya Rifqy menyelidiki Bela. Bela seperti tawanan saja yang selalu di tanya oleh Rifqy.
"Tidak, Kami cuma 2 bersaudara. Kakak saya Laki-laki dan dia sudah menikah, sedangkan Saya adalah anak yang kedua dari orang tua Saya begitulah" Jawab Bela dengan santai tapi tak bisa menutupi rasa penasarannya dengan pertanyaan-pertanyaan Rifqy yang seperti ada yang janggal.
"Tunggu dulu Kamu tau rumah Saya darimana? atau jangan-jangan Kamu mengikuti Saya ya?" tuduh Bela memicingkan matanya seperti mengintimindasi balik Rifqy
Bukannya menjawab tapi Rifqy seakan melamun dengan terus memandang Bela sambil melengkungkan senyum di bibirnya
Masha Allah ternyata benar Dia adalah gadis ku, gadis yang telah menolongku dari kecelakaan hebat waktu itu.
__ADS_1
Gumam Rifqy pelan tapi masih bisa Bela dengar
"Kamu bilang apa?" tanya Bela yang dengar Rifqy menggumam
"Ahh tidak. Aku ingin bertemu dengan Orang Tua Kamu. Boleh?" Ujar Rifqy yang salah tingkah dengan menggaruk tengkuk lehernya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali
"Emm gitu. Masuk aja dulu kak. Biar saya panggilkan Orang Tua saya di belakang" Bela mempersilahkan Rifqy masuk kedalam Rumahnya dengan mnyingkirkan badannya memberi jalan
Apa Dia panggil aku Kak? Ya ampun jantungku seperti mau loncat begini setiap dekat dengannya. Pantas aja tadi siang aku merasakan hal yang sama ternyata Dia benar gadis penolongku. Batin Rifqy senyum-senyum sendiri dengan terus berjalan masuk ke dalam rumah Gadis bercadar itu.
"Duduk Kak! Saya panggil Bapak sama Ibu dulu ya?" Perintah Bela sambil berlalu meninggalkan Rifqy di ruang tamu sendiri
"Iya Makasih" Ucap Rifqy dan mendudukkan tubuhnya di kursi sesuai perintah Bela.
Dilihatnya dinding Rumah itu, Rifqy terheran kenapa tidak ada satupun foto yang terpajang di dinding rumah ini?
****
"Siapa itu Nak?" Tanya Bapak Bela pada anaknya
"Emm... Itu Pak, Rifqy eh Kak Rifqy. Iya Kak Rifqy Pak" Jawab Bela dengan tergugup-gugup, tapi sesaat Dia bisa mengendalikan rasa gugupnya dengan menyengir menunjukan gigi kudanya, tentu saja itu tidak terlihat oleh orang tuanya karna sejatinya memang gadis itu memakai cadar.
Ibu dan Bapak Bela saling pandang tak percaya ada pemuda yang datang ke rumah mereka. Ada apakah gerangan? sudah lama sekali tak ada Pemuda yang datang walaupun hanya teman anak gadisnya
"Rifqy siapa, Nak?" tanya Ibu menimpali Bapak gadis itu
"Emm, Sebenernya Bela juga baru kenal sih Bu tadi siang Di Rumah Sakit, Tapi katanya Dia mau ketemu Ibu sama Bapak tuh, begitulah?" Kata Bela menjelaskan apa adanya yang terjadi di antara Dia dan Pemuda itu biar orang tuanya juga tidak salah paham
"Ya sudah Kamu bikin minum gih, Bapak sama Ibu temuin pemuda itu dulu?" Perintah Ibu dengan berjalan ke arah Ruang Tamu bersama Bapak
"Iya Bu" Jawab Bela singkat sembari beranjak dari tempatnya
Dengan segera Bela berjalan ke dapur untuk membuatkan minum dan mengambil makanan ringan.
__ADS_1
10 menit minuman dan makanan ringan telah siap.
****
Sebelumnya di ruang tamu
"Siapa ya?" Tanya Bapak Bela yang duduk di hadapan Rifqy dan Ibu di sampingnya
"Maaf Pak sebelumnya malam-malam Saya ganggu. Perkenalkan dulu Pak nama Saya Rifqy Al-Furqan, panggil saja Saya Rifqy Pak?" Jawab Rifqy berdiri dan langsung menundukkan badannya menyalami Bapak dan Ibu Bela dan kembali mendudukkan tubuhnya di kursi.
"Tidak apa-apa Nak" jawab Bapak Bela tersenyum dengan menepuk pelan bahu Rifqy
"Apa tujuan Kamu datang ke rumah Kami?" Pertanyaan dan perlakuan Bapak Bela tadi yang menepuk bahunya semakin membuat Rifqy gugup bukan main, Dia bingung harus berkata apa pada Orang Tua Bela?.
Hingga pada saat yang sama Bela sudah muncul dari arah belakang dengan minuman dan makanan ringan di atas nampan yang berada di tangannya, Ia segera meletakkan minuman dan makanan di meja di hadapan Orang tuanya dan Rifqy
"Tujuan Saya kemari ingin menjalankan Niat Baik saya Pak. Saya ingin mengkhitbah anak Bapak Aulia Syasya Bela" Ujar Rifqy yang membuat Orang Tua Bela terkejut apalagi Bela lebih terkejut sampai-sampai gelas yang ada di tangan nya jatuh ke lantai berserakan.
Prang...
Gelas pun terjatuh sampai membuat Ibu terkejut bukan main. Bukan hanya gelas yang terjatuh yang membuat Ibu terkejut tapi juga kata-kata Pemuda tampan yang ada di depannya ini juga yang membuatnya lebih terkejut lagi. Bagaimana tidak! setelah sekian lama di tunggu, ternyata ada juga Pemuda yang ingin meminta anak gadis semata wayangnya itu.
"Apa! bagaimana Kamu bisa tau kalau nama Saya Aulia Syasya Bela! dan apa maksut Kamu ingin Mengkhitbah Saya? Hah!" seru Bela dengan sedikit teriak sangking terkejut dengan lontaran kata-kata Rifqy yang ingin Mengkhitbah nya
"Saya tau dari mimpi saya, Saya ingin menikahi kamu karna Allah" Jawab Rifqy dan memcoba untuk tenang agar tak terpancing oleh teriakan Bela
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1