Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Curhat Kepada Allah!


__ADS_3

Rifqy yang mengerti ucapan Ayahnya langsung mengangguk dan seketika itu ia menabrakkan tubuhnya ke tubuh sang Ayah, Pemuda itu memeluk Ayahnya dengan erat, guna untuk mengucapkan terima kasih kepada laki - laki yang mempunyai wajah khas Arab tersebut.


Dengan langkah gontai Pemuda tampan keturunan Arab - Indo itu berjalan selangkah demi langkahnya menuju ruangan istirahat yang memang di peruntukan untuk dirinya selama ini, bilamana Rifqy merasa lelah maka ada tempat untuk dia istirahat tanpa harus susah payah dan kerepotan pulang ke Rumah.


Ia (Rifqy) terus berjalan dan masuk ke kamar mandi, setelah masuk Pemuda yang sedang merasakan masalah yang begitu berat itu langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower tanpa melepaskan pakaian yang di pakainya dari kemarin itu. Ya, Rifqy memang ingin membersihkan sisa noda darah istrinya yang terdapat di kemeja miliknya.


Memang Rifqy menggunakan air yang dingin, tak dengan air hangat. Mungkin dengan menggunakan air dingin, bisa mengurangi rasa sakit di kepala pemuda itu agar dapat segera mereda dan akan mengurangi beban yang di pikulnya. Entahlah! tapi yang pasti itu tak akan mungkin terjadi!


Yang hanya bisa Rifqy lakukan hanya berdoa, berdoa dan berdoa bersamaan dengan usaha yang dilakukan, masalah hasil akhirnya itu urusan nantinya.


Rifqy tersenyum nanar saat memandang pantulan dari bayangannya di balik kaca kamar mandi yang ada di Ruangan Direktur Utama dari Rumah Sakit Ayahnya tersebut. Sungguh ia ngilu melihat penampilannya yang begitu berantakan ditambah, luka yang ada di kedua punggung tangan miliknya. Rifqy sedikit meringis kesakitan saat air dingin menyentuh luka menganga yang belum sempat ia obati dan belum ia balut dengan perban, bersamaan dengan air dingin mengalir, darah pun juga ikut mengalir saat sebelumnya telah mengering karena udara. Sungguh ironis kehidupan Rifqy! pasti banyak yang begidik nyeri jika ada yang sampai melihat ataupun memandang luka di kedua telapak tangannya.


"Menyedihkan sekali hidup ku ini!" gumam Rifqy sembari tersenyum miring, sungguh miris memang duni yang sangat kejam.


Pemuda dengan status Direktur sekaligus Dokter Bedah itu mengangkat kedua tangannya ke pantulan kaca yang ada di depan matanya itu yang sejajar dengan wajah putih bersih nan tampan itu, guna dapat menunjukkan kepada sebuah kaca itu bahwa sungguh miris penampilannya saat ini, walau memang dirinya sudah membersihkan dirinya tapi sungguh masih terlihat sangat menyedihkan dari raut wajahnya yang kalut.


Saat telah selesai dengan ritual bersih - bersih badannya setelah hampir 1 hari 1 malam tak membersihkan badannya, akhirnya Rifqy lega telah menyempatkan diri memanjakan tubuhnya yang letih walau hanya sebentar saja.


Ia (Rifqy) keluar dari kamar mandi dan berjalan ke sebuah tempat pakaian yang di sebelahnya juga ada tempat ibadah untuknya jika memang ingin melaksanakan sholat sunah selagi masih banyak pekerjaan.


Huhhh


hembusan nafas berat dari mulut Rifqy keluar juga saat dia telah siap dengan baju koko, sarung, peci dan juga sajadah yang memang sudah di gelarnya ke arah kiblat sedari tadi.


Dan kaki jenjangnya telah berdiri di atas sajadah polos guna memulai langkah demi langkah ibadah sunah yang akan di lakukan untuk mencurahkan semua keluh kesah dan meminta petunjuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi Pemuda itu.


Dengan dimulai Niat dan ucapan Allahu akbar dari mulutnya seraya mengangkat kedua tangannya bersejajar telinga, Rifqy mulai Sholat Sunah guna meminta petunjuk kepada Sang Maha Kuasa dan Pemberi jalan keluar dari semua masalah.


Ia lakukan hal yang sama berulang kali seperti seorang muslim lainnya saat sedang Sholat sampai pada raka'at terakhir dan melakukan salam di ikuti kepala menengok ke kanan lalu ke kiri.


Saat ini lah Rifqy sekarang!


Melantunkan Dzikir dengan menyebut Asma Allah dan ber-Sholawat Nabi di barengi dengan tangan yang terus bergerak menggeser benda bulat kecil - kecil yang di rangkai jadi satu dengan suatu benang yang kuat, ya tasbih lah yang di pegang Rifqy saat ini. Guna dapat menenangkan hatinya yang memang sedang resah dan gelisah sedari kemarin malam, lantunan Dzikir dan Sholawat yang keluar dengan sangat lirih itu sungguh indah jika seseorang mau untuk mendengar dengan seksama.

__ADS_1


Dzikir dan Sholawat yang di lantunkan Rifqy sungguh sangat menyentuh hatinya sendiri, dengan segera dia menekan ujung mata yang berhubungan dengan hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk agar cairan bening tak dapat keluar lagi, tapi apalah daya Dia!


Dia juga makhluk Allah!


Makhluk yang ditakdirkan untuk kuat!


Yang ditakdirkan untuk tegar!


Tapi..


Jauh di lubuk hatinya Laki - laki itu juga bisa menangis karena suatu hal yang pasti.


Pemuda keturunan Arab - Sunda itu menengadahkan kedua tangan ke atas dengan bersejajar di depan wajahnya. Yang hanya busa Ia lakukan hanya Curhat dan Berdoa kepada Sang pemberi kehidupan dan yang punya segala macamnya di dunia ini.


Dengan di iringi isak tangis tanpa suara Rifqy terus mencurahkan isi hati dan mengeluarkan uneg - unegnya yang mengganjal di dalam hati yang paling dalam. Air matanya luruh begitu saja dari pelupuk mata saat ia mulai curhat kepada Sang Khalik tentang masalah yang dihadapi.


Satu hal yang pasti!


Jika memang cinta kepada makhluk, jangan terlalu cinta!


Allah itu pencemburu jika ada seorang hambanya terlalu memberikan cintanya kepada sesama makhluk, dan bukan kepada Allah. Maka dengan satu kalimat 'Kun fayakun' maka dalam sekejap semua akan di ambil kembali kepada-Nya.


***


Sementara di dalam Ruangan Rifqy yang sudah seperti kapal pecah itu, masih terdapat Orang Tuanya dan Dimas, Sahabat sekaligus Adik angkat Rifqy, yang masih harap - harap cemas mengenai Rifqy di dalam sana. Mereka takut terjadi sesuatu kepada Pemuda itu, karena memang sudah hampir satu jam lebih belum keluar juga.


Bunda yang orangnya parnoan sempat berfikir macam - macam tentang putranya, namun di sangkal oleh Ayah dan di tenangkan oleh Dimas.


Bunda terlihat menggigit bibir bawahnya seraya memilin kuat - kuat gamis yang dipakainya.


"Yah! kok Rifqy enggak keluar - keluar ya?" tanya Bunda dengan perasaan resah.


Matanya memutar ke kanan dan kiri seperti sedang berfikir yang macam - macam.

__ADS_1


"Ayah! jangan - jangan..."


"Husss!" merengkuh tubuh Bunda ke dalam dekapan Ayah.


"Jangan mikir yang macam - macam, Bun! Putra kita takkan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu!" lmbuh Ayah dengan bahasa yang suka di campur - campur.


"Bun, Rifqy gak akan melakukan hal seperti itu!


Dimas yakin itu! Rifqy adalah pemuda yang kuat dan pantang menyerah, Bun!


Jadi Dia gak mungkin melakukan hal sebodoh itu, yang dapat merugikan dirinya sendiri dan dapat membuat Bunda juga Ayah bersedih." bujuk Dimas menenangkan Bunda, agar tak berfikiran macam - macam.


Bunda hanya bisa mengangguk dengan senyum yang di paksakan.


.


.


.


Bersambung...!


Sorry dorry strawberry ya gaesss! jarang up 😅


Pembaca yang bijak tak lupa untuk meninggalkan jejak 😉😎


like


coment


vote


dan rate

__ADS_1


gak maksa kok 🤭


__ADS_2