Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Kegelisahan Bunda


__ADS_3

Sungguh Dokter Nita yang melihat kejadian ini sangat terenyuh hatinya. Seorang Direktur Utama dari Rumah Sakit milik Ayahnya sendiri sedang menciumi tangan sekaligus menemani gadis bercadar yang sedang sibuk di periksa oleh Dokter yang menanganinya sejak di diaknosa ada tumor di belakang telinga gadis tersebut.


Dan Dokter Nitalah orangnya, juga sebagai bawahan Dokter Rifqy yang bekerja memandang takjum pada pemuda yang biasa di panggil 'Direktur Rifqy' tersebut.


Betapa pemuda itu sangat mencintai Gadis yang sedang terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang Rumah Sakit yang sedang di tidurinya, berbagai macam banyaknya selang telah menancap sempurna di tubuh indah yang masih tertutup gamis lebarnya demi untuk bisa mengoptimalkan kepulihan dari Gadis bercadar yang telah menjadi pasien Dokter Nita 1 tahun lamanya.


Kenyataan pahit yang di hadapi Rifqy saat ini benar-benar membuatnya sangat merasa bersalah dan membuatnya terpukul, karna mungkin ini adalah salah Dirinya yang terlalu sibuk mengurusi Rumah Sakit dan usaha Caffe miliknya sampai tak ingin tau masalah yang sedang istrinya hadapi saat ini. Mungkin untuk saat ini istrinya memilih bungkam karna kesibukan Dirinya dan mungkin saja karna Dirinya memang tak berusaha untuk mendekati Istrinya sedikit demi sedikit.


Pernikahan yang terlalu cepat membuat Rifqy lalai dan selalu menggampangkan urusannya sendiri. Dia lupa bagaimana caranya menyikapi Istri yang baru di kenalnya, bagaimana mendekati Istri yang baru di nikahinya?


Bagaimana tidak! seorang Istri yang di nikahi 2 bulan lalu itu belum pernah sama sekali di berikan nafkah batin oleh Rifqy. "Aku tidak ingin menyakiti Dia Mas!" Alasan yang sungguh aneh menurut Dimas sahabat Rifqy yang saat itu sedang mendengarkan pengaduan dari Rifqy.


Sungguh bodoh! mungkin saja Istrinya sangat menantikan nafkah batinnya yang suaminya sendiri 'pun lupa akan hal itu. Tanpa Rifqy ketahui bahwa Bela istrinya sering kali berpuasa walau bukan puasa di hari Senin atau Hari Kamis saja, Dia juga berpuasa untuk bisa menahan hawa nafsu setiap melihat badan indahnya Rifqy, yang mungkin akan membuat semua perempuan terlena olehnya.


*****


Sedangkan di luar Ruangan


Dimas, sahabat sekaligus Assistent Rifqy sedang berjalan mondar-mandir di depan Ruangan, Dia berkacak pinggang dengan sesekali tangan kanannya memijat pelipisnya yang berdenyut sakit, Ia seperti merasakan sakit juga dengan apa yang di rasakan Rifqy saat ini.


Rifqy dan Dimas memang Sahabat Sejati. Keduanya akan selalu ada untuk salah satu dari mereka yang membutuhkan pertolongan. Rifqy dan Dimas memang sudah berteman sejak kecil, karna sekarang hanya Rifqy lah yang Dimas punya maka jika Rifqy meminta bantuan apapun pasti akan selalu Dimas usahakan. Orang tua Dimas sudah meninggal 10 tahun yang lalu akibat kecelakaan mobil yang sedang di kendarai oleh Ayahnya di tabrak oleh sebuah mobil Truk yang oleng karna bawaan yang terlalu banyak. Setelah kematian Orang tuanya, Dimas di rawat dan di sekolahkan oleh Orang Tua Rifqy sampai lulus kuliah, kehidupan yang sangat beruntung bagi Dimas dan entah bagaimana Dimas dulu kalau tak ada Orang Tua Rifqy dan Rifqy juga yang selalu memberikan semangat untuknya.


Dimas kembali duduk di kursi tunggu depan Ruangan, Di keluarkannya Ponselnya.


Dimas bermaksud untuk mengabari Orang Tua Rifqy terlebih dahulu karna memang pesan Rifqy sebelum masuk Ruangan harus memberi tahukan kepada Orang Tuanya


Flashback On


"Dimas, tolong telpon Bunda setelah ini! beritahu mereka kalau sekarang Bela, istri ku sedang ada di Rumah Sakit. Aku sangat berharap Mereka bisa pulang, Aku butuh mereka Mas!" Ucap Rifqy dengan mata yang sudah seperti sungai menganak


"Iya Qy, Kamu tenang saja. Aku akan telpon Bunda agar Ayah dan Bunda bisa secepatnya pulang ya? Kamu tenang dulu, ada Aku disini yang akan selalu memberikan support untukmu. Kamu gak sendiri, ada Allah yang selalu ada untuk hambanya yang mau memohon" sahut Dimas berusaha menguatkan pemuda yang ada di depannya tersebut, walau sebenarnya Ia juga merasa teriris melihat keadaan Sahabatnya kalang kabut


"Aku masuk dulu. tolong telpon Bunda" Kata Rifqy sebelum pintu Ruangan IGD tertutup sempurna

__ADS_1


Aku tau Qy, Aku tau


Flashback Off


"Hallo, Assalamualaikum Mas" salam Bunda di sebrang sana setelah panggilan telpon Dimas tersambung


"Bunda, Bunda pulang ya?" pinta Dimas tanpa menjawab salam dari Bunda Rifqy


"Ehh, kok gak jawab salam Bunda sih? udah nakal ya sekarang" canda Bunda, ya begitulah Bunda tak membeda-bedakan mana anak kandung dan mana anak asuhnya. Dia selalu menyempatkan untuk memberi candaan dalam obrolan mereka, tapi sumpah demi apapun untuk saat ini candaan itu tak berarti apapun bagi Dimas dalam situasi yang mencekam


"Wa'alaikummussalam Bun! Bunda Kakak Ipar Bun..." suaranya bergetar saat menyebut nama Kakak Ipar, ya memang Dimas menyebut Istri Rifqy dengan sebutan 'Kakak Ipar'


"Ada apa Nak? apa ada masalah? kenapa dengan Istrinya Rifqy?" tanya Bunda beruntun karna merasakan firasat yang kurang baik dari tadi pagi. Bunda berfikir apa yang terjadi dengan Rifqy? Bunda menyangka kalau Rifqy yang kenapa-napa tapi ini malah Dimas yang memberi kabar kalau menantunya yang sedang tidak baik-baik saja


"Bunda, Kakak Ipar masuk Rumah Sakit!" akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Dimas


"Apa!" pekik Bunda kaget mendengar menantunya masuk Rumah Sakit


"Apa yang terjadi Dimas?" lanjut Bunda bertanya keadaan istri Rifqy


"Dan apa? cepat beritahu pada Bunda Dimas!" seru Bunda yang begitu saja memotong kata-kata Dimas. Bunda terlalu panik untuk sekarang ini, Dia begitu khawatir dengan keadaan menantunya saat ini.


"Dan sudah 1 jam ada di dalam tapi Dokter Nita belum keluar juga Bun. Bunda ini permintaan Rifqy, tolong Bunda dan Ayah pulang ya?"


"Baiklah Nak, besok Bunda dan Ayah akan melakukan penerbangan pagi agar bisa secepatnya sampai ke Rumah Sakit Ayahmu ya?"


"Iya Bunda, Dimas dan Rifqy menunggu kalian"


"Lalu dimana Rifqy sekarang?" tanya Bunda yang sedari tadi penasaran karna bukan Rifqy yang menelpon tapi malah Dimas


"Ada di dalam Ruang IGD Bun, sedang menemani Kakak Ipar"


"Baiklah bilang pada Rifqy juga untuk memberi tahukan juga kepada mertuanya"

__ADS_1


"Iya Bun"


"Ya udah, Assalamualaikum"


"Wa'alaikummussalam"


Tut Tut Tut (panggilan berakhir)


*****


Di sebrang Pulau yang berbeda yang ada disana, tepatnya di Kalimantan Tengah Bunda merasa gelisah setelah mendapat kabar buruk dari Dimas, anak asuhnya sehingga membuat Ayah Rifqy yang sudah terlelap 'pun jadi terganggu dan langsung terbangun.


"Bunda ada apa? apa yang terjadi?" tanya Ayah setelah terbangun dari tidurnya


"Ayah kita harus Pulang! Rifqy butuh dukungan kita" sahut Bunda yang tak mengindahkan pertanyaan dari suaminya


"Memang apa yang terjadi?" masih mengulangi pertanyannya


"Ayah, menantu kita masuk Rumah Sakit dan kita harus secepatnya pulang, kalau perlu malam ini juga" usul Bunda yang membuat Ayah Rifqy tersentak


"Apa-apaan kamu ini? tenangkan Dirimu! kita akan pulang tapi gak sekarang, ini udah tengah malem. Jadi kita akan pulang besok pagi"


"Tapi Yah..."


"Bun!"


"Baiklah"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...!


Huhuhu 😭 banyak yang views tapi likenya cuma sedikit 😬 likenya dong readerss 😭


__ADS_2