
Menunggu Imam Halal Ku 😊
Untuk calon Imam Ku, Ku serahkan kesetiaan Ku..
Berdua memadu janji kasih,
Sambut Cinta Ku hanya untuk Mu 💕
(Aulia Syasya Bela)
❤***❤***❤
Jam menunjukan pukul 6 kurang seperempat menit sore hari. 15 menit lagi sudah memasuki waktu Sholat Magrib.
Sedangkan seorang Pemuda tampan masih terlelap dalam tidurnya di bawah selimut bulunya yang tebal dan tenggelam dalam mimpi indahnya.
Adzan Maghrib mampu membangunkan seorang pemuda yang tadi terlelap dengan tenangnya.
Pemuda itu menggeliat seraya mengucek-ucek matanya agar bisa mengusir kantuknya. Di lihatnya jam waker yang ada di atas meja nakas sebelah ranjang king size miliknya.
Astaghfirullah hal'adzim*!! pekiknya
Ya Ampun! Kenapa ketiduran sih? sampe Adzan Maghrib pula? bodoh banget sih Qy! kan Lo mau pergi, gimana sampe lupa kaya gini? bodoh.. bodoh.. bodoh*.. Seru Rifqy dengan mengutuki kebodohan dirinya sambil bangun ke posisi duduk di atas ranjang karna terkejut telah tertidur sampai lupa waktu.
Tak menunggu waktu lama Rifqy berjalan cepat menuju kamar mandinya yang ada di kamar pribadi miliknya untuk membersihkan diri dan setelah di rasa sudah dengan ritual mandinya, Ia pun keluar dari kamar mandi berjalan ke ruang ganti untuk berganti dengan baju kokoh miliknya.
Rifqy segera berwudhu dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang Muslim.
Selesai Sholat Maghrib, Rifqy membaca Ayat Suci Al-Qur'an sambil menunggu waktu Sholat Isya tiba.
Adzan Isya telah berkumandang, dengan perasaan senang Rifqy berjalan menuju Masjid dekat Rumahnya untuk melaksanakan Sholat Isya berjamaah di Masjid. 10 menit kemudian Muadzin membacakan iqomah.
Imam pun mengambil posisi nya untuk mengimami sholat dan membenarkan posisi dari makmumnya agar merapatkan posisi barisannya.
Setelah selesai Sholat Isya berjamaah kini saatnya Rifqy pergi menjalankan tugas nya untuk menemui gadis penolongnya waktu itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Si Dia!
Pemuda itu berjalan menuju Rumahnya untuk bersiap berganti pakaian Dengan celana pant hitam dan kemeja merah maroon.
Setelah selesai memakai Pakaian nya, Ia beranjak ke depan cermin untuk merapihkan rambutnya yang terlihat berkilau setelah di beri jelly rambut.
__ADS_1
H**emm perfect! sempurna. Ucap Rifqy sembari berdiri di depan cermin dengan wajah yang tak lepas dari senyum manis itu yang dapat membuat semua perempuan klepek-klepek dah 🤭.
Di saat Rifqy ingin beranjak keluar rumahnya, lagi lagi Ia memikirkan bagaimana Dia harus berbicara dengan orang tua gadis itu? Bagaimana Ia harus menjelaskan tentang niat baik nya ini? semua terasa begitu kalut baginya sekarang ini. Nerfes maupun grogi? tentu saja Dia merasakan itu.
Maka kini Rifqy melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menyusuri lorong rumahnya. Rifqy telah tiba di depan teras, mobil yang di parkir tak jauh dari terasnya telah menunggu untuk segera di pakai oleh pemiliknya.
Dengan langkah gontai, pemuda tampan itu kemudian berjalan dengan pasti menuju ke arah mobil kesayangannya. Dan lagi-lagi Rifqy tersenyum dengan sendirinya membayangkan kalau Ia akan segera bertemu gadis yang selama ini Dia cari. Jika ada yang melihatnya senyum-senyum sendiri seperti itu mungkin Dia dikira orang gila yang terlepas dari lapas, ehhh kok lapas maksudnya Rumah Sakit Jiwa 😂.
Rifqy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang mengikuti jalanan menuju alamat yang di tuju.
Rembulan malam bersinar begitu terang di hiasi sang bintang yang bertaburan kilau germelap. Di sepanjang perjalanan Rifqy melihat begitu banyak pasangan keluarga ataupun muda mudi yang sedang bermesraan, walaupun ada di jalanan tapi tidak ada rasa malu untuk bermesraan yang lebih memperlihatkan keintiman itu, begitulah sepenggal pikiran Rifqy sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak muda jaman sekarang.
30 menit setelah perjalanan kini Rifqy memarkirkan mobilnya di pinggir jalan raya depan agar mudah untuk kembali pulangnya.
Karna sepertinya gang kecil hanya akan muat untuk 1 mobil saja.
Rifqy pun turun dan berjalan menyusuri lorong yang gelap hanya di terangi temerang bulan dan satu lampu di pinggir jalanan. Rifqy melihat ada segerombolan pemuda sedang berkumpul dengan Gitar yang di mainkan di tanang salah satu dari mereka dengan di iringi nyanyian dari mulut mereka semua. Perlahan tapi pasti Rifqy mendekati pemuda-pemuda yang sedang asyik bernyanyi tersebut.
"Assalamualaikum Mas?" begitulah sapaan Rifqy jika bertemu dengan orang lain
Sejenak pemuda-pemuda tersebut menoleh pada orang yang memberi salam dan sesaat saling pandang, sebelum kemudian
"Maaf apa Saya boleh bertanya?" tanya Rifqy dengan senyum ramahnya
"Mau tanya apa Mas?" tanya salah satu dari pemuda tersebut
"Apa kalian tau rumah Aulia Syasya Bela?" Ujar Rifqy bertanya pada pemuda-pemuda tersebut dengan sopan dan ramah
"Aulia Syasya Bela?" Beo pemuda dengan saling melempar pandang satu sama lain
"Mba Bela kali !" Celetuk pemuda lainnya
"Iya bener, Mas. Bela" sahut Rifqy singkat membenarkan
"Kalo Rumah mba Bela mah, tuh rumah nya sebelah rumah ini. Cat warna Rumah nya warna Hijau muda Mas!" Kata pemuda dengan menunjuk salah satu rumah yang tak jauh dari tempat mereka menongkrong
"Kalo boleh tau ada perlu apa ya mas? kok cari mba Bela?" Tanya salah satu pemuda kepada Rifqy
"Iya Mas, gak biasanya Mba Bela di cari Pemuda kaya Mas gini?" timpal pemuda lainnya karna penasaran
__ADS_1
"Mau ada urusan sama orang tua nya" Jawab Rifqy masih sopan
"Emmm kalau begitu Saya pamit dulu mas-masnya, Assalamualaikum!" Lanjut Rifqy berpamitan dan meninggalkan segerombolan pemuda yang sedang menongkrong itu.
"Wa'alaikumusalam" Jawab pemuda tersebut dengan serempak
****
Sampai lah Rifqy di Rumah Bela. Di dekatilah rumah itu. Dan
Tok... Tok... Tok..
"Assalamualaikum" Ucapan salam Rifqy sambil mengetuk pintu rumah Bela dengan hati-hati
Tak ada jawaban
Tok... Tok.. Tok
"Assalamualaikum" Salam Rifqy sekali lagi dengan menghadap luar Rumah dan hanya tangannya yang terulur ke pintu
"Wa'alaikumusalam" Jawaban dari dalam rumah tersebut
Pintupun terbuka dan muncullah seorang gadis bercadar dari dalam rumah
Bela tertegun karna ada seorang pemuda yang bertamu malam-malam begini.
Siapa Dia? mana ada orang yang bertamu malam malam begini? apa teman Bapak ya? Pikir Bela bertanya-tanya
"Maaf cari siapa ya?" Tanya Bela pada pemuda tersebut dengan sopan
Rifqy membalikkan badannya setelah ada orang yang membukakan pintu. Disaat berbalik Rifqy terkejut dan memicingkan matanya memastiskan bahwa yang di lihatnya itu tidak salah karna saat ini Dia melihat Gadis yang menabraknya di Rumah Sakit siang tadi.
"Dia bukannya Bela? Gadis yang menabrak ku tadi siang ya? lalu Kenapa Dia ada disini? tunggu-tunggu nama diakan Bela! Masha Allah apa dia gadis itu? gadis penolongku? tapi belum tentu juga!" Batin Rifqy bertanya-tanya pada dirinya sendiri yang tak lepas memandang gadis yang sedang ada di depannya itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...!